
Singkat kata, Sarpa berhasil menghasut penduduk, Alhasil Semiang dan teman-temannya di usir, Dan mereka pergi tanpa mengeluarkan kata sedikitpun
Kemudian setelah mereka pergi tak jauh dari kota tersebut, Dan karena Semiang di hormati oleh teman-temannya sekaligus di anggap ketua tentu dia lah yang berhak membuat keputusan
" Apakah kita akan kembali ke perguruan?" Tanya Satril keberatan
"Tidak! Pantang bagi kita kembali dengan kegagalan!" Terang Semiang
" Aku setuju! Lantas? Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Satril lagi sedikit lega
" Kita akan menunggu sampai malam tiba! Lalu kita akan menyusup! Untuk sementara waktu, Kita akan menyamar sebagai penduduk biasa untuk melihat keadaan di kota!" Terang Semiang dengan rencana nya
Satril dan yang lainnya pun setuju dengan rencana Semiang
Kemudian saat waktu yang di tunggu tiba mereka akhirnya kembali Kota dan menyusup
Karena kota Kuto Lama cukup luas, Penyamaran mereka pun sulit untuk di kenali penduduk
Lalu kemudian, Setelah beberapa hari mereka menyamar, Mereka menyaksikan banyak perseteruan antar penduduk. Bagaimana tidak, Kota yang sedemikian luas tanpa adanya pemimpin tentu tidak akan terciptanya kedamaian
Pada suatu ketika, Datang segerombolan pengembara aliran hitam. Mereka datang mengobrak abrik Kota tersebut dan membuat kekacauan
Karena melihat banyaknya korban oleh ulah rombongan tersebut, Satril dan Munawangi tidak tahan lagi untuk menghentikan kejahatan yang terjadi
" Kurang ajar! Akan ku habis mereka semua!" Ujar Satril dengan nada marahnya seakan-akan hendak menyerang
" Tahan! Jangan gegabah! Kita lihat dulu apa maksud kedatangan mereka?" Ujar Semiang berusaha menenangkan Satril
" Aku sudah muak dengan penganiyaan dan kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang aliran hitam! Sudah waktunya kita memberi pelajaran pada mereka sebelum terlalu banyak yang jadi korban!" Sambung Munawangi dengan marahnya
"Sekali lagi jangan gegabah! Karena gegabah akan menghilangkan kecantikan mu!" Ujar Semiang dengan tenangnya seraya menyabarkan Munawangi
Dan ternyata kedatangan rombongan tersebut iyalah, Mereka hendak menguasai kota tersebut untuk di jadikan pusat berkumpulnya tokoh-tokoh aliran hitam
" Mulai sekarang! Kota ini akan tunduk di bawah kepemimpinan kami!" Ujar ketua dari rombongan tersebut seraya memberitahu penduduk bahwa mereka lah yang akan berkuasa
__ADS_1
Melihat Kotanya akan di kuasai oleh orang asing, Sarpa dan anggotanya pun keluar bermaksud untuk menghadapi rombongan tersebut
" Itu tidak akan terjadi sebelum kalian mengalahkan kami!" Ujar Sarpa tanpa rasa takut
* Sebenarnya Sarpa dan Ratna adalah orang baik, Hanya saja Arya yang menghasut mereka berdua bahwa kedatangan Semiang sebelumnya adalah dengan tujuan yang sama dengan rombongan tersebut yaitu menguasai
Kemudian, Mendengar ucapan Sarpa yang berani, Tentunya rombongan tersebut tidak keberatan untuk menghadapi Sarpa
" Hm! Anak kemarin sore! Akan lebih baik kalian berdua menjadi selir ku dari pada melawan kami!" Sahut ketua tersebut dengan sombongnya
" Siapa kalian? Beraninya membuat kekacauan di kota kami!" Ujar Sarpa dengan penuh amarah
" Kami dari perguruan Lintang Utara datang kemari ingin menjadikan kota ini tempat terlahir nya orang-orang aliran hitam! seperti yang di lakukan raja Rasta sebelumnya!" Terang Ketua tersebut
Kemudian tanpa basa-basi Sarpa dan anggotanya langsung menyerang bertarung melawan rombongan tersebut
Namun prajurit Perguruan Lintang Utara bukan lah tandingan Sarpa maupun Ratna
Ketika Sarpa dan yang lainnya dalam keadaan kalah, Saat itulah membuat Satril semakin kesal dan tidak sabar lagi untuk menyerang, Namun masih di tahan oleh Semiang
" Sabar! Itu anggap saja pelajaran bagi mereka berdua karena telah mengusir kita!" Kata Semiang sembari menghentikan Satril
" Itu tidak akan terjadi! " Sahut Semiang sembari tersenyum
Namun tujuan dan prilaku murid Lintang Utara tidak main-main, Mereka akan menghabisi siapa saja yang menghalangi mereka dan kekejaman mereka benar-benar keji, Bahkan hendak membunuh Sarpa dan yang lainnya tanpa belas kasihan
Saat sebuah tombak melayang ke arah Sarpa dalam keadaan tidak berdaya, Saat itu lah Semiang menangkisnya dari kejauhan dengan jurus Pengendali angin
Lalu kemudian
" Satril! Sekarang waktunya!" Ujar Semiang memberitahukan Satril untuk keluar dari penyamaran dan menolong Sarpa maupun yang lainnya
Kemudian di susul oleh Munawangi dan Suntari
Perguruan Lintang Utara dengan kelompok Semiang memiliki kekuatan yang imbang sehingga membuat pertarungan diantara mereka cukup lama
__ADS_1
Sementara Semiang masih dalam penyamaran untuk melihat situasi
Karena melihat adanya murid dari perguruan Sugiran tiba-tiba datang seorang pendekar yang terlihat cukup tangguh, Dan ternyata pendekar tersebut
Dalam keadaan tersedak Sarpa kaget melihat Arya yang bergabung dengan murid Lintang Utara
" Arya? Kau?" Tanya Sarpa bingung
" Ya! Aku lah otak dari semua ini! Dan kau Sarpa! Terimakasih karena telah sudi menjadi kambing hitam ku!" Terang Arya
Pertarungan pun terhenti sejenak
" Bangsad!" Sahut Sarpa dengan Kecewanya
Arya berkata pada Satril
" Kedatangan kalian memang sudah lama ku ketahui! Bahkan tewasnya anak buah ku oleh dua wanita itu aku juga sudah tau!"
" Aku sengaja membiarkan Sarpa untuk menghasut penduduk! Karna aku yakin meskipun kalian di usir oleh penduduk kalian tidak akan menyerah begitu saja! Dan tentunya tujuan ku tidak lain hanya ingin melihat kematian kalian di saksikan oleh penduduk!" Ujar Arya
" Terlalu panjang lebar!" Ucap Satril seraya mengeluarkan jurus pukulan Bumi
Jurus satril tersebut membuat tanah di hadapannya seketika retak dan menghancurkan pintu gerbang benteng Kota
Melihat prilaku Satril membuta Semiang bingung dari kejauhan
" Apa yang kau lakukan?" Ujar Semiang sendirian
Kemudian Satril mengancam Arya untuk pergi
" Kau akan pergi secara terhormat atau hancur seperti pintu itu?" Ucap Satril
" Jangan sesumbar! Pukulan Bumi mu tidak ada akan membuat Lintang Utara gentar!" Ujar Arya meremehkan
Karna melihat Satril hanya bertiga, Arya pun bermaksud untuk membuat Semiang keluar
__ADS_1
" Tapi! Rasanya kalian bertiga saja tidak cukup untuk melawanku" Ucap Arya dengan sombongnya
" Hm, melawan kami bertiga saja kalian semua belum tentu bisa" Sahut Satril dengan rasa yang penuh keberanian sembari menyerang