Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Perguruan Lintang Utara


__ADS_3

Singkat kata, Sarpa berhasil menghasut penduduk, Alhasil Semiang dan teman-temannya di usir, Dan mereka pergi tanpa mengeluarkan kata sedikitpun


Kemudian setelah mereka pergi tak jauh dari kota tersebut, Dan karena Semiang di hormati oleh teman-temannya sekaligus di anggap ketua tentu dia lah yang berhak membuat keputusan


" Apakah kita akan kembali ke perguruan?" Tanya Satril keberatan


"Tidak! Pantang bagi kita kembali dengan kegagalan!" Terang Semiang


" Aku setuju! Lantas? Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Satril lagi sedikit lega


" Kita akan menunggu sampai malam tiba! Lalu kita akan menyusup! Untuk sementara waktu, Kita akan menyamar sebagai penduduk biasa untuk melihat keadaan di kota!" Terang Semiang dengan rencana nya


Satril dan yang lainnya pun setuju dengan rencana Semiang


Kemudian saat waktu yang di tunggu tiba mereka akhirnya kembali Kota dan menyusup


Karena kota Kuto Lama cukup luas, Penyamaran mereka pun sulit untuk di kenali penduduk


Lalu kemudian, Setelah beberapa hari mereka menyamar, Mereka menyaksikan banyak perseteruan antar penduduk. Bagaimana tidak, Kota yang sedemikian luas tanpa adanya pemimpin tentu tidak akan terciptanya kedamaian


Pada suatu ketika, Datang segerombolan pengembara aliran hitam. Mereka datang mengobrak abrik Kota tersebut dan membuat kekacauan


Karena melihat banyaknya korban oleh ulah rombongan tersebut, Satril dan Munawangi tidak tahan lagi untuk menghentikan kejahatan yang terjadi


" Kurang ajar! Akan ku habis mereka semua!" Ujar Satril dengan nada marahnya seakan-akan hendak menyerang


" Tahan! Jangan gegabah! Kita lihat dulu apa maksud kedatangan mereka?" Ujar Semiang berusaha menenangkan Satril


" Aku sudah muak dengan penganiyaan dan kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang aliran hitam! Sudah waktunya kita memberi pelajaran pada mereka sebelum terlalu banyak yang jadi korban!" Sambung Munawangi dengan marahnya


"Sekali lagi jangan gegabah! Karena gegabah akan menghilangkan kecantikan mu!" Ujar Semiang dengan tenangnya seraya menyabarkan Munawangi


Dan ternyata kedatangan rombongan tersebut iyalah, Mereka hendak menguasai kota tersebut untuk di jadikan pusat berkumpulnya tokoh-tokoh aliran hitam


" Mulai sekarang! Kota ini akan tunduk di bawah kepemimpinan kami!" Ujar ketua dari rombongan tersebut seraya memberitahu penduduk bahwa mereka lah yang akan berkuasa

__ADS_1


Melihat Kotanya akan di kuasai oleh orang asing, Sarpa dan anggotanya pun keluar bermaksud untuk menghadapi rombongan tersebut


" Itu tidak akan terjadi sebelum kalian mengalahkan kami!" Ujar Sarpa tanpa rasa takut


* Sebenarnya Sarpa dan Ratna adalah orang baik, Hanya saja Arya yang menghasut mereka berdua bahwa kedatangan Semiang sebelumnya adalah dengan tujuan yang sama dengan rombongan tersebut yaitu menguasai


Kemudian, Mendengar ucapan Sarpa yang berani, Tentunya rombongan tersebut tidak keberatan untuk menghadapi Sarpa


" Hm! Anak kemarin sore! Akan lebih baik kalian berdua menjadi selir ku dari pada melawan kami!" Sahut ketua tersebut dengan sombongnya


" Siapa kalian? Beraninya membuat kekacauan di kota kami!" Ujar Sarpa dengan penuh amarah


" Kami dari perguruan Lintang Utara datang kemari ingin menjadikan kota ini tempat terlahir nya orang-orang aliran hitam! seperti yang di lakukan raja Rasta sebelumnya!" Terang Ketua tersebut


Kemudian tanpa basa-basi Sarpa dan anggotanya langsung menyerang bertarung melawan rombongan tersebut


Namun prajurit Perguruan Lintang Utara bukan lah tandingan Sarpa maupun Ratna


Ketika Sarpa dan yang lainnya dalam keadaan kalah, Saat itulah membuat Satril semakin kesal dan tidak sabar lagi untuk menyerang, Namun masih di tahan oleh Semiang


" Sabar! Itu anggap saja pelajaran bagi mereka berdua karena telah mengusir kita!" Kata Semiang sembari menghentikan Satril


" Itu tidak akan terjadi! " Sahut Semiang sembari tersenyum


Namun tujuan dan prilaku murid Lintang Utara tidak main-main, Mereka akan menghabisi siapa saja yang menghalangi mereka dan kekejaman mereka benar-benar keji, Bahkan hendak membunuh Sarpa dan yang lainnya tanpa belas kasihan


Saat sebuah tombak melayang ke arah Sarpa dalam keadaan tidak berdaya, Saat itu lah Semiang menangkisnya dari kejauhan dengan jurus Pengendali angin


Lalu kemudian


" Satril! Sekarang waktunya!" Ujar Semiang memberitahukan Satril untuk keluar dari penyamaran dan menolong Sarpa maupun yang lainnya


Kemudian di susul oleh Munawangi dan Suntari


Perguruan Lintang Utara dengan kelompok Semiang memiliki kekuatan yang imbang sehingga membuat pertarungan diantara mereka cukup lama

__ADS_1


Sementara Semiang masih dalam penyamaran untuk melihat situasi


Karena melihat adanya murid dari perguruan Sugiran tiba-tiba datang seorang pendekar yang terlihat cukup tangguh, Dan ternyata pendekar tersebut


Dalam keadaan tersedak Sarpa kaget melihat Arya yang bergabung dengan murid Lintang Utara


" Arya? Kau?" Tanya Sarpa bingung


" Ya! Aku lah otak dari semua ini! Dan kau Sarpa! Terimakasih karena telah sudi menjadi kambing hitam ku!" Terang Arya


Pertarungan pun terhenti sejenak


" Bangsad!" Sahut Sarpa dengan Kecewanya


Arya berkata pada Satril


" Kedatangan kalian memang sudah lama ku ketahui! Bahkan tewasnya anak buah ku oleh dua wanita itu aku juga sudah tau!"


" Aku sengaja membiarkan Sarpa untuk menghasut penduduk! Karna aku yakin meskipun kalian di usir oleh penduduk kalian tidak akan menyerah begitu saja! Dan tentunya tujuan ku tidak lain hanya ingin melihat kematian kalian di saksikan oleh penduduk!" Ujar Arya


" Terlalu panjang lebar!" Ucap Satril seraya mengeluarkan jurus pukulan Bumi


Jurus satril tersebut membuat tanah di hadapannya seketika retak dan menghancurkan pintu gerbang benteng Kota


Melihat prilaku Satril membuta Semiang bingung dari kejauhan


" Apa yang kau lakukan?" Ujar Semiang sendirian


Kemudian Satril mengancam Arya untuk pergi


" Kau akan pergi secara terhormat atau hancur seperti pintu itu?" Ucap Satril


" Jangan sesumbar! Pukulan Bumi mu tidak ada akan membuat Lintang Utara gentar!" Ujar Arya meremehkan


Karna melihat Satril hanya bertiga, Arya pun bermaksud untuk membuat Semiang keluar

__ADS_1


" Tapi! Rasanya kalian bertiga saja tidak cukup untuk melawanku" Ucap Arya dengan sombongnya


" Hm, melawan kami bertiga saja kalian semua belum tentu bisa" Sahut Satril dengan rasa yang penuh keberanian sembari menyerang


__ADS_2