Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Macan Kumbang


__ADS_3

*Beralih ke kelompok Sastra


Saat Sastra dan yang lainya tiba disebuah hutan yang lebat, Karena hari sudah gelap merekapun akhirnya memutuskan untuk istirahat dan bermalam di hutan tersebut


Dengan pencahayaan api unggun, Canda Sastra dan Argus kembali ter ulang.


Sastra sengaja menatap Zabela dengan tatapan yang tajam seolah menakut-nakuti.


" Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Zabela mulai kesal


"Tidak! Aku hanya melihat-lihat di sekelilingmu! Takutnya nanti ada binatang buas!" Jawab Sastra dengan suara yang menyeramkan


"Hm! Jangankan binatang buas! Manusia buas pun aku tidak takut!" Ujar Zabela dengan yakin


" Benarkah? Kita liat saja nanti! Jika benar ada binatang buas! Aku ingin melihatmu mengatasinya" Sahut Sastra memberikan tantangan


"Baik! Siapa takut! Dan aku ingin melihatmu terbengkalai membutuhkan pertolonganku!" Kata Zabela menerima


"Sepertinya kau membenci Zabela! Kenapa?" Tanya Jini pada Sastra salah paham


"Tidak! Hanya saja aku suka wanita yang galak! Zabela tidak ada bedanya dengan Berta yang tidak pernah mau kalah!" Jawab Sastra membenarkan


"Kau benar! Zabela tidak pernah mau kalah! Contohnya dia suka padaku! Namun dia tidak mau mengakui!" Sambung Argus seraya bercanda


"Apa kau bilang? Darimana sejarahnya aku menyukaimu? Yang ada kau yang selalu membutuhkan pertolongan ku!" Sahut Zabela makin jengkel


"Ya! Saat menjalankan tugas dari guru! Argus tidak bisa berbuat apa-apa' Zabela lah yang membantunya saat Argus pingsan!" Sambung Parta seolah membela Zabela


"Ooo! Jadi kau ikut membenarkan Zabela! Baik!" Celetuk Argus sedikit marah dengan Parta


" Tidak usah cari muka Parta! Kau juga tidak bisa melakukan apa-apa saat itu! Malah kau sendirilah yang duluan pingsan hingga aku yang repot melindungi mu!" Ujar Zabela seolah tidak ingin di bela


"Mampus kau! Rasakan itu! Memang enak? Direndahkan!" Ucap Argus mengatai Parta


Saat mereka asik ngobrol, Mereka di datangi oleh seekor Macan kumbang dengan mata yang menyala merah.


"Benar! Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga!" Celetuk Sastra saat melihat Macan tersebut


"Seekor Macan! Aneh? Matanya seperti bukan hewan!' Ujar Argus menakut-nakuti


" Zabela! Buktikan ucapan mu!" Kata Sastra memberikan tantangan pada Zabela untuk melawan Macan tersebut


"Baik! Seekor macan tidak ada bedanya dengan seekor kucing!" Sahut Zabela menyanggupi dengan Sesumbarnya


Kemudian Zabela pun bertarung melawan Macan tersebut menggunakan busur panahnya


Selang beberapa saat bertarung, Zabela di jatuhkan oleh Macan tersebut, Macan tersebut pun hendak menerkam Zabela dengan ganasnya

__ADS_1


"Zabela awas!" Teriak Jini cemas


Macan tersebut sangat ganas, Dengan mata yang menyala seolah tidak suka dengan kedatangan mereka di hutan tersebut


Alhasil, Zabela tidak bisa menaklukan Macan tersebut bahkan Zabela nyaris diterkamnya, Beruntung Jini cepat menolongnya


Kemudian Jini pun turun tangan untuk melawannya, Jini menarik anak panah es nya, Lalu dia arahkan ke Macan tersebut dengan tujuan untuk menghentikan gerakkan si Macan


Setelah si Macan tidak bisa bergerak, Kemudian Zabela menyerang dengan panah Halimun nya, Tapi panah tersebut tidak berarti apa-apa bagi si Macan.


Melihat serangan Zabela yang tidak berguna untuk si Macan, Argus dan Parta meminta agar Jini dan Zabela mundur


" Mundur! Sepertinya ini bukan Macan biasa! Dia menyerang kita bukan karna lapar! Tapi karna kehadiran kita mengusiknya!" Ujar Argus


Kemudian Argus dan Parta yang menyerang si Macan, Sementara Zabela dan Jini mundur


Karna melihat Zabela dan Jini kalah, Sastra makin leluasa untuk mengejek mereka berdua


"Ha ha ha! Melawan seekor macan saja tidak sanggup! Menyedihkan sekali!" Ejek Sastra sambil tertawa


"Aku belum kalah! Karna aku belum mengeluarkan kekuatanku sepenuhnya!" Sahut Zabela tidak menerima


"Benarkah? Tentunya itu benar!" Sambung Sastra lagi makin menjengkelkan


Mendengar ucapan Sastra, Zabela sangat geram, Seolah-olah ingin menghabisinya.


"Apa? Lelaki macam apa kalian? melawan seekor macan saja tidak bisa!" Ucap Sastra dengan sombongnya saat melihat Argus dan Parta di kalahkan oleh Macan tersebut


"Tolol! Akan lebih baik kau bantu kami daripada berkomentar yang tidak jelas!" Sahut Argus


"Kalian lanjutkan sajalah dulu pertarungan kalian yang lemah itu! Aku hanya ingin melihat-lihat saja!" Kata Sastra dengan santainya


" Dasar! Teman laknat!" Ujar Argus dengan kesalnya


Karena tidak ingin malu, Argus mencabut pedang andalannya yakni pedang naga ulung, Alhasil, Seekor naga hitam keluar menyerang si Macan.


Kemudian si Macan bertarung dengan Naga tersebut


Selang beberapa saat, Naga tersebutpun kalah, Dan kembali ketuanya sehingga membuat Argus terkena luka dalam


"Argus!" Teriak Parta


Kemudian dengan cepat Jini dan Zabela kembali ke pertarungan membantu Parta, Serangan dari Naga sebelumnya berhasil membuat si Macan sedikit terluka, Sehingga membuat Macan tersebut semakin ganas. Dan berhasil menerkam Parta


Melihat kedua temannya terluka, Sastra pun akhirnya turun tangan


"BanaaassssPati!" Sastra menyerang

__ADS_1


Kemudian, Macan tersebut akhirnya terbakar dalam ke adaan berdiri


"Hm! Sastra dengan sombongnya


Selang beberapa detik, Mata si Macan kembali menyala, Si Macan hidup lagi seolah berubah menjadi Macan api.


Macan tersebut menjadi semakin ganas, Hingga kembali menyerang Zabela dan Jini.


Jini mengeluarkan jurus elemen Air, Namun serangannya membuat si Macan berubah menjadi Macan api yang berwarna biru.


Sekita Macan tersebut menyerang Jini, Dan Jini pun terluka.


Kemudian si Macan kembali di serang oleh Sastra


"Topaan api" (serangan Sastra)


Tubuh Macan tersebutpun akhirnya terpotong menjadi dua


Namun meskipun terpotong, Bagian kepala si Macan masih sempat menerkam Zabela, Alhasil, Zabela pun terluka.


Sastra berteriak cemas menyebut nama Zabela, Setelah Sastra mengamankan Zabela. Selang beberapa detik tubuh si Macan pun menyatu kembali


Pertarungan Sastra dan si Macan pun terjadi.


berbagai macam jurus elemen api di keluarkan Sastra, Namun serangannya tidak berpungsi lagi bagi si Macan


Pertarungan keduanya pun masih terus berlanjut dalam keadaan imbang


Kemudian Parta kembali ikut menyerang dengan jarak dekat, Kekuatan Parta hanya mengandalkan kelincahan dalam menangkis dan menyerang, Dengan tenaga penuh akhirnya Parta berhasil memukul si Macan, Hingga membuat si Macan terlontar ke sebatang pohon.


Namun sayangnya, Pukulan Parta hanya membuat si Macan semakin marah, Sehingga membuat Parta terkena serangan balik dari si Macan. Alhasil, Parta kembali terluka makin parah


Lalu Sastra kembali menyerang Macan dengan jarak dekat, Pertarungan sengit pun berlanjut.


Pertarungan mereka cukup membuat tenaga Sastra terkuras, Sehingga membuat tangan kiri Sastra berhasil diterkam si Macan.


Dengan kekuatan penuh, Akhirnya Sastra mencabut pedangnya, Dan keluarlah seekor Naga api, Kemudian Naga tersebut menyerang Macan bersama-sama alias Satu lawan tiga


#PEMBERITAHUAN


Pedang milik Sastra Dan Argus hampir sama, Yang membedakannya adalah Naga milik Sastra keluarnya melalui sarung pedangnya tersebut. Sementara Naga milik Argus pedangnya yang berubah menjadi Naga


*KEMBALI KE ALUR


Lanjut besok ya


...

__ADS_1


.....


__ADS_2