Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Siasat Berperang part2


__ADS_3

Kemudian Artasura pun duduk ke singgasana nya,Dan ia pun langsung memerintahkan dua orang teliksandi untuk me mata-matai keadaan perguruan sugiran.


"pergilah kalian ke perguruan sugiran.! dan katakan secepatnya kabar yang akan kalian ketahui setelahnya" perintah raja Artasura pada dua orang prajuritnya tersebut


" Baik yang mulia.!" sahut dua teliksandi tersebut


Artasura pun mengatur siasat se licik mungkin sambil menunggu kabar dari dua orang suruhannya tersebut.


Beralih ke Semiang......


(Diperjalanan)


Semiang, Sastra, Dan yang lainnya menang satu loncat, mereka berhasil keluar benteng bersamaan dengan prajurit Artasura menutup pintu gerbang.Dan mereka pun kembali ke kerajaan membawa keberhasilan yang kedua kalinya.


"Artasura adalah orang yang telah membuat kekuatan guru sudah berkurang.! dan hendak membunuh guru.! ingin sekali aku segera memberi pelajaran padanya..!" ujar Sastra dengan kebenciannya pada Artasura


" Simpan dulu kebencianmu Sastra! jangan sampai hanya karna dendam! membuat akal dan pikiranmu terpancing emosi! Dan itu adalah salah satu senjata bagi setiap musuh yang kita hadapi..!" kata Semiang memberikan saran pada Sastra agar tidak terbawa emosi


"Baiklah! Mungkin kau benar.!" sahut Sastra


Beralih ke perguruan.....


Saat melihat Semiang dan Sastra tidak ada di perguruan, Satril pun menanyakan apa yang terjadi dengan mereka pada Argus dan teman teman seperguruan lainnya.


" Dari tadi aku tidak melihat Semiang dan Sastra! Dimana mereka?" tanya Satril

__ADS_1


" Mereka berdua beserta pendekar dua selendang diutus guru pergi ke kerajaan Tara untuk menyelamatkan tuan tumenggung Adiraksa..!" jawab Argus


"Pendekar dua selendang? Siapa mereka?" tanya Satril lagi


" Iya! Pendekar dua selendang adalah dua murid baru! yang di utus oleh tuan tumenggung Adiraksa untuk menjadi murid guru dan bergabung bersama kita!" terang Argus


Kemudian Argus dan lainnya pun memberikan kabar bahwa Barata akan segera menikah dengan putri Mayang Sari.


" Dan sepertinya perguruan kita akan menjadi sebuah kerajaan! yang akan dipimpin oleh guru dan tuan putri Mayang Sari setelah mereka berdua resmi menjadi suami istri.!" kata Argus menyampaikan


" Benarkah? Jika guru adalah jodohnya tuan putri Mayang Sari! itu berarti jurus ilmu salju sejagad yang pernah di beritahukan oleh guru sebelumnya, akan segera berpungsi!" ujar Satril seraya membicarakan jurus salju sejagad yang dimiliki oleh Mayang Sari


"Iya! Kau benar! Tapi saat ini hampir keseluruhan kekuatan guru di ambil oleh Artasura! Apakah mungkin, jurus salju sejagad yang dimiliki oleh tuan Putri masih dapat di gunakan?" kata Argus


"Iya! Dan aku sendiri saat ini tidak mengetahui apakah Artasura masih hidup atau sudah mati! Yang jelas serang terakhir dari panah Zabela saat itu, sudah meninggalkan racun dalam tubuh Artasura!" kata Argus menyampaikan


"Syukurlah kalau begitu! Aku harap tidak ada lagi orang orang seperti Artasura maupun Artasura sendiri.!" sahut Satril


Sementara dari dalam perguruan, Karna kelompok Satril sudah kembali, Berta pun menanyakan apakah pernikahan Barata dengan Mayang Sari akan diselenggarakan sekarang.


Dengan pesona yang semakin cantik dan tegas, Berta datang menghadap gurunya. Dan meskipun Berta adalah anak dari raja Musi, namun ia tetap hormat pada Barata.


" Guru! apakah pernikahan guru akan di selenggarakan sekarang?" tanya Berta


Sebelumnya Berta pernah menanyakan hal tersebut pada Mayang kakaknya, Namun Mayang menyuruh Berta menanyakan langsung pada Barata karna Barata lah yang menentukan semuanya.

__ADS_1


Berta menanyakan hal tersebut, Karna dalam hati kecilnya ia tidak akan merasa bahagia jika tidak ada keseruan bersama Semiang dan Sastra saat acara pernikahan gurunya tersebut.


Dan kemudian Barata pun menjawab


" Belum.! Semuanya tidak akan lengkap jika Semiang dan Sastra tidak ada di acara, yang hanya akan ada sekali dalam seumur hidupku.!" jawab Barata


" Aku sangat setuju guru!" kata Berta dengan leganya


Karna sudah mendapat jawaban, Berta pun pergi dan keluar dari dalam perguruan untuk tetap berteman dengan Jini maupun yang lainnya.


Satril sudah mengetahui bahwa berta ternyata adalah seorang putri, Dan pada saat ia melihat Berta nongol ia langsung mengucapkan rasa hormatnya.


" Hormat hamba tuan Putri!" ujar Satril sambil menundukan kepalanya


" Apa yang kau lakukan Satril! Aku tidak butuh tundukan kepalamu.! Yang aku butuhkan adalah kalian tetap menganggap ku sebagai seorang teman seperti kalian.!" kata Berta dengan wajah galaknya


"Oo! Itu sudah tentu!" sambung Jini


"Jini.! Dan kau Zabela.! kita akan tetap berjuang bersama, menghancurkan ke angkaramurkaan..!" ujar Berta pada Jini yang masih tetap ia anggap sebagai sahabatnya


Jini dan Zabela adalah pendekar wanita tercantik dan terkuat di perguruan sugiran setelah Berta, Mereka bertiga sangat di kagumi oleh pendekar pendekar yang lain. Terlebih lagi Berta, Karna ia adalah seorang putri, Dan itu membuat ia semakin di takuti oleh pendekar yang lain. Dan karna ke galakannya, tidak seorangpun yang berani mengajaknya bercanda termasuk Sastra, Namun ada seseorang yang bisa membuat ia tunduk ataupun kalah mental, yaitu Semiang.


........


...............

__ADS_1


__ADS_2