
Melihat keadaan yang semakin memburuk Mayang Sari merasa sudah putus harapan karena para murid Sugiran dalam keadaan terluka, Mereka hanya bisa memikirkan diri masing masing dan tidak bisa saling mengobati, Akhirnya Mayang Sari memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara mengeluarkan ilmu Salju sejagadnya. Namun semua itu di tentang Apriana yang masih sanggup untuk bicara.
"Maafkan Aku Barata..!! Mungkin Kita tidak ditakdirkan jodoh di dunia! Namun Aku akan menunggumu di Surga.!" ujar Mayang Sari dengan lelahnya
"Tuan Putri..!!" panggil Apriani
"Jangan menyerah..!! Bersabarlah.!! Kita semua pasti akan baik baik saja termasuk Guru..!!" ujar Apriana pada Mayang dengan suara tersendat-sendat
"Tidak Apriana...! Kesabaran ku sudah habis!Sudah bertahun tahun Aku dibelenggu penantian saat saat bahagia bersama Barata.!" ujar Mayang yang tetap pada pendiriannya sambil diiringi oleh linangan air matanya
Kemudian Mayang Sari langsung memusatkan pikirannya untuk mengeluarkan jurus mautnya.
Tiba tiba terdengar suara yang menghentikan tindakannya.
"Mayang Sari! Hentikan...!!" suara itu terdengar jelas hingga Mayang pun menoleh kearah suara tersebut
Dan ternyata orang yang menghentikannya itu adalah Raja Musi ayah dari Putri Mayang Sari, Dan Iya pun terkejut saat melihat bahwa kedua orang tuanya masih hidup.
"Ayahanda.!" panggil Mayang seraya senang
Kemudian Mayang pun berlari kearah kedua orang tuanya dan memeluknya.
"Ayahanda! Ibunda! Ternyata Kalian masih hidup!"
"Iya Mayang! Dan Merekalah yang menyelamatkan kami.!" kata Raja Musi seraya memperkenalkan Semiang, Satra, Berta dan jini
Kemudian tanpa menunggu lama, Berta langsung menghampiri Zabela yang dalam keadaan sekarat.
"Ada apa dengan semua ini Tuan Putri?" tanya Semiang
"Semua ini adalah ulah Artasura.!!" jawab Mayang
Akhirnya mereka pun langsung membawa murid murid yang terluka kedalam perguruan.
Satu persatu murid yang terluka pun berangsur angsur pulih berkat Berta tanpa terkecuali.
Dan akhirnya seluruh murid Sugiran pun mulai membaik.
Namun untuk menyembuhkan Barata Berta membutuhkan Ksatria penguasa Elemen dan juga butuh bantuan Zabela.
" Kita harus menyatukan kekuatan untuk menyembuhkan Guru..! Terutama Kalian pendekar pengendali alam dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama! Kurang lebih tiga hari..! Apakah Kalian siap?" ujar Berta pada orang orang yang dimaksud
__ADS_1
"Tentu saja!" jawab Semiang menyanggupi
Dan yang lainya pun juga menyanggupi.
Kemudian Berta meminta Raja Musi agar siapa pun untuk tidak masuk kamar yang digunakan untuk menyembuhkan Barata.
"Yang Mulia! Hamba mohon untuk tidak seorangpun boleh masuk selama proses penyembuhan Guru.!!" pinta Berta pada Raja Musi
" Jangan khawatir..! Aku akan menjaga kamar ini sampai proses penyembuhan selesai.!" ujar Raja Musi seraya memenuhi permintaan Berta
" Terimakasih yang Mulia!" ucap Berta
Kemudian Semiang, Sastra Argus Berta, Jini, Dan Zabela, duduk mengelilingi Barata yang sedang terbaring untuk menyatukan kekuatan dan di berikan pada Barata
Beralih ke Artasura dalam waktu yang sama.
Artasura nyaris mati karna serangan Zabela dan Parta, Tapi semua itu digagalkan oleh Trantasura orang yang memiliki tujuan yang sama dengan Artasura.
Tiba disebuah tempat.
"Lukamu sangat parah.! Sepertinya racun yang ada dalam tubuhmu sudah menyebar ke seluruh tubuhmu.!" kata Tranta pada Arta
" Iya! Aku kehilangan seluruh kekuatanku..!" ujar Artasura dengan lemahnya
Kemudian hanya dalam hitungan menit Trantasura sudah berhasil mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh Artasura namun kekuatannya masih belum pulih.
"Terimakasih! Karna Kau telah menyelamatkanku..!" ujar Artasura seraya berterimakasih
" Kita memiliki tujuan yang sama! Itu sebabnya Aku menolong mu.!" terang Trantasura
" Kau siapa?" tanya Artasura yang belum mengenali orang yang telah menyelamatkannya tersebut
" Aku Trantasura orang yang menginginkan kematian Barata.!! Dan Kau siapa?" jelas Trantasura kembali bertanya
" Aku adalah Artasura.! Kalau itu keinginan mu Aku ingin Kau bersatu denganku untuk menghabisi Barata dan Murid muridnya..!" pinta Artasura pada Trantasura untuk bersatu dengannya
" Aku setuju!" kata Trantasura menyetujui
"Aku sudah berhasil mengambil seluruh kekuatan barata! Tapi sayangnya Barata sudah menurunkan sebagian ilmunya pada Murid muridnya! Dan ternyata Murid muridnya tidak bisa diremehkan..!! Mereka sudah membunuh Rakasura dan Udara temanku..!! " ujar Artasura pada Trantasura seraya mengakui kehebatan murid murid Barata
"Kau Benar.! Aku juga pernah menyerang perguruan Sugiran dan temanku Gundala tewas ditangan Mereka..!!" sambung Trantasura seraya membenarkan ucapan Artasura
__ADS_1
" Untuk sementara waktu! Aku akan memulihkan kekuatanku! Baru Kita pikirkan apa yang harus Kita lakukan selanjutnya.!" ujar Artasura seraya meminta waktu pada Trantasura untuk memulihkan kekuatannya
Beralih ke Sentana di pulau Papua dan masih dalam waktu yang sama.
Karna baru pulang dari pertapaannya Sentana baru mengetahui bahwa putri Mayang Sari sudah berhasil dibebaskan oleh Karnada dan Apriando.
" Tuanku! Maafkan Kami.! Mayang Sari dibawa pergi oleh dua orang pemuda.!!" kata salah satu orang anak buah Sentana menyampaikan berita lolosnya Mayang Sari
" Apa?? Melawan dua orang saja Kalian tidak sanggup.!! Siapa Mereka?" ujar Sentana dengan marahnya
" Kami tidak tau tuan! Saat Kami menyerang Mereka! Mereka memberikan perlawanan kemudian Mereka menghilang begitu saja.!" jelas anak buah tersebut
" Dasar bodoh..!! Pergi Kalian.!!" kata Sentana yang sangat marah mendengar berita dari anak buahnya tersebut
"Siapa Mereka? Jangan jangan Barata sudah berhasil menyebarkan ilmunya dan mendirikan sebuah perguruan.! Aku harus ke Sumatra untuk memastikan semuanya dan Artasura pasti ada dibalik semua ini..!" ujar Sentana berkata dalam hati
Kemudian Sentana memerintahkan anak buahnya untuk turut bersamanya ke pulau Sumatra.
" Kalian semua! Kita akan pergi ke pulau Sumatra sekarang..! Bersiaplah.!!!" perintah Sentana pada anak buahnya
" Baik Tuan..!" jawab anak buah dengan serempak
Kemudian mereka pun pergi ke pulau Sumatra untuk mencari kembali putri Mayang Sari.
Namun mereka melintas dari pulau Jawa, Perjalanan mereka cukup lama, dan selang dua hari mereka sudah sampai ke pulau Jawa.
Tiba di ujung pulau Jawa paling timur, Mereka melihat ada kekacauan disebuah Desa, Kekacauan tersebut iya lah ulah dari orang orang Bujur Timur, Orang orang Bujur Timur mem**nuh dan memb*kar Desa tersebut.
Namun Sentana hanya melihat dan tidak membantu warga Desa tersebut karna Sentana juga tergolong aliran hitam.
Saat kekacauan sedang berlangsung tiba tiba datang kelompok Satril menghentikan kekejaman orang orang Bujur Timur tersebut.
"Biadab..!! Menindas orang orang yang lemah adalah sifat seorang pengecut..!!!" ujar Satril saat muncul dihadapan orang orang Bujur Timur
"Siapa Kalian? Berani muncul dihadapan ku adalah menyetor nyawa" kata ketua bujur timur dengan kezaliman nya
" Kami adalah Kami! Dan bukanlah orang pengecut seperti Kalian..!!" jawab Satril dengan nada kebencian
"Rupanya Kalian belum tau siapa Srikarta..!" kata Srikarta menyebut namanya
" Kami tidak perduli siapa Kalian! Yang jelas orang orang seperti Kalian harus dimusnahkan.!b" ujar Satril makin muak
__ADS_1
"Tidak semudah yang kau bayangkan! Majulah jika Kalian sudah bosan hidup.!" kata Srikarta seraya menantang untuk bertarung
..................