
Beralih ke kelompok Argus
Kelompok Argus hanya tersisa tiga orang yaitu Argus,Parta,dan Zabela
meskipun demikian mereka tetap meneruskan perjalanan mereka karna mereka tidak ingin mengecewakan Barata Guru mereka.
Dan kini mereka sudah tiba ketempat yang dituju yaitu pulau Sulawesi
Setibanya disana
" Kita akan memasuki hutan terlarang ini , kalian sudah siap?" Tanya Argus pada Parta dan Zabela"
"Tentu saja! " jawab Parta
Mereka pun memasuki Hutan tersebut tanpa rasa takut
Dan setelah mereka memasuki hutan tersebut cukup jauh,
tentu banyak hal yang aneh mengintai setiap perjalanan mereka, dan itu dapat dirasakan oleh Zabela
" Kita harus hati hati! Aku merasa ada yang mengikuti kita..! " ujar Zabela seraya memberi tahu Argus dan Parta
" Kalau begitu Kita jangan ada yang terpisah.!!" kata Argus memberikan saran
Tak lama kemudian Mereka dihadang oleh dua manusia setengah Jin, Mereka sedikit terkejut.
" Tidak seorang pun manusia yang boleh memasuki tempat ini..!! Pergilah Kalian dari sini jika Kalian ingin selamat..!!!" ujar Jin tersebut seraya mengusir Argus dan dua orang temanya dengan suara yang menyeramkan
" Kami tidak akan pergi sebelum kami mendapatkan apa yang kami inginkan..!!" Kata Argus dengan gigihnya
"Apa yang kalian cari? Tidak ada harta di Hutan ini.!" tanya salah satu Jin tersebut
"Kami bukan mencari harta.!! Kami hanya mencari Pedang Naga Ulung!" jawab Argus
" Pedang Naga Ulung!! Sudah kuduga Kalian pasti mencari pusaka tersebut! Urungkan niat kalian sebelum Kami berubah pikiran..!!!" usir Jin tersebut seraya mengancam
" Kami tidak akan pernah kembali sebelum kami mendapat apa yang kami inginkan..!!" ujar Argus seraya menolak untuk di usir
" Jangan sesumbar wahai manusia!! Mengambil pedang Naga Ulung bukanlah hal yang mudah banyak musuh yang akan kalian hadapi!" kata Jin tersebut seraya memberi peringatan terakhir
" Kami tidak perduli.!" tolak Argus
" Keras kepala..!! Baiklah! Kalau begitu hadapi Kami dulu..!"
Kemudian Mereka pun bertarung melawan dua Jin tersebut.
Pertarungan melawan Jin cukup sulit bagi Ksatria elemen karna kekutan Jin nyaris tidak bisa dikalahkan oleh elemen api, air, angin, maupun bumi.
Tapi Barata mengetahui bahwa muridnya bisa mengahadapi mahluk apa saja, dan murid yang dipilih oleh Barata bukanlah orang sembarangan, Disamping memiliki kekuatan yang hebat Ksatria sugiran juga memiliki otak yang cerdas.
(Di tengah tengah pertarungan)
" Pukulan bumiii..!!" suara Argus mengeluarkan jurusnya namun serangan yang sia sia
Kemudian di susul serangan Parta.
"****** apii..!!" suara Parta ( juga sia sia)
"Apa.? Mereka tidak bisa ditembus oleh kekuatan kita..!!" ujar Parta seraya terkejut
" Belum pernah Aku melihat ada manusia yang memiliki kekuatan seperti kalian.! Kalian hebat.! Tapi itu tidak ada artinya bagi Kami.!" Kata Jin tersebut seraya memuji sambil meremehkan
Kemudian disusul oleh serangan Zabela
"Trihalimun..!!! " (Zabela menghilang)
__ADS_1
Kemudian selang beberapa detik.
" Panah es.!!!" Tepat mengenai salah satu Jin tersebut (Kena dan Jin itupun lenyap)
Beberapa detik kemudian Zabela muncul ditempat semula di samping Argus dan Parta.
" Zabela! Bagaimana Kau bisa mengenai salah satu mahluk itu? " tanya Argus dengan sedikit kagum
" Jin bisa diserang oleh kekuatan apa saja melalui alam Tak kasat mata...!!" jelas Zabela
Kemudian Argus pun melakukan cara yang sama hanya saja Ia menggunakan jurus pukulan bumi.
Dan akhirnya dua jin itu dapat dikalahkan oleh mereka.
Dan ada yang aneh dengan busur panah Zabela, yang tadinya busur tersebut berwana busur pada umumnya, kini berubah menjadi Transparant ,tampak tak terlihat.
"Zabela! dimana busur panah mu?" tanya Argus
" Apa yang terjadi? Aku sendiri tidak bisa melihat busur panah ku..!! Tapi Aku bisa memegangnya.!" jawab Zabela yang tidak mengerti apa yang terjadi
Kemudian ada suara yang tidak diketahui oleh mereka dari mana asalnya.
Dan berkata.
" Karna Kau telah berhasil mengalahkan kami! Maka Aku akan menyatu dengan panahmu! Kau dapat menggunakan senjata mu untuk melawan mahluk apa saja.!! Tapi jangan Kau gunakan untuk mencelakai orang yang tak berdosa! Karna kekuatannya akan hilang.!!" bunyi suara tersebut seolah ditujukan untuk Zabela
Akhirnya mereka pun meneruskan perjalanan.
Banyak suara dan tempat aneh yang mereka lewati, karena hutan yang mereka lewati tersebut adalah hutan para siluman bisa dibilang juga hutan tersebut adalah hutan sihir.
Dan setelah berjalan cukup lama, Terlihat didepan mereka terdapat sebuah lembah atau pun jurang yang harus mereka lewati,
Jurang tersebut sangat luas dan dalam sehingga sangat sulit untuk dijangkau.
Langkah mereka terhenti sejenak,
"Jurangnya sangat dalam..! Apa tidak ada jalan lain?" ujar Parta dengan pandangan seolah mencari jalan pintas
" Sepertinya tidak ada! inilah satu satunya jalan yang harus kita lewati.!" kata Argus seraya menolak mencari jalan yang lain
" Jika Kita mencari jalan lain itu akan memakan waktu! itupun kalau ada.!" sambung Zabela seraya sependapat dengan Argus
"Baiklah! Kita turun sekarang!" Kata Parta menerima apa yang diucapkan oleh Argus dan Zabela
Mereka pun berlahan menuruni jurang tersebut dengan sangat hati hati,
Setelah sampai dibawah, Tiba tiba datang seekor siluman Ular betina
yang tidak suka dengan kehadiran mereka.
" Sssssst..!! siapa Kalian? Beraninya kalian melawat tempat ku..!" tanya Siluman Ular tersebut
"Kami hanya numpang lewat.! tidak ada maksud untuk mengganggu.! " jawab Argus
" Sssst ! siapa pun yang melewati tempatku harus menyerahkan darahnya Sssst....!!!" kata Ular tersebut seolah meminta korban
"Jika Kami menyerahkan darah kami lantas kami pakai darah siapa?" ujar Argus yang seolah tidak takut dengan Siluman tersebut
" Sssst...!!! itu bukan urusanku.!" kata si Ular yang sedikit marah
" Kalau begitu uruslah oleh dirimu sendiri.! kami akan akan meneruskan perjalanan.!" Kata Argus sambil menggertak untuk melangkah kan kakinya
" Sssst kurang ajar..!! Kau meremehkan Aku...!Jangan harap Kalian bisa selamat dari tempat ini wahai manusia..!!!" kata si Ular makin marahnya seraya mengancam
Ular tersebut pun langsung menyerang Argus.
__ADS_1
Argus meminta agar Parta dan Zabela agar tidak ikut melawan.
"Parta! kalian tidak usah turun tangan! biarkan aku yang melawan Ular sombong ini..!!" pinta Argus pada Parta dan Zabela.
Kemudian Argus dan Ular tersebut pun bertarung satu lawan satu.
Namun setiap jurus yang digunakan Argus berhasil dikalahkan oleh Ular tersebut.
Ketika Ia menggunakan pukulan bumi, awal nya Ular tersebut terkunci seolah tak bergerak karna karna seluruh badan Ular tersebut terkubur oleh segumpalan tanah, Tapi akhirnya si Ular bisa membebaskan dirinya.
Dan menyerang balik mengeluarkan bisa dari dalam mulutnya, untung nya Argus berhasil menghindar.
Lalu kemudian si Ular berhasil melilit seluruh tubuh Argus dengan eratnya seakan akan tulang Argus serasa patah, dan itu membuat Parta dan Zabela cemas.
Dan ketika Ular tersebut hendak menelan Argus hidup hidup, Kemudian Parta menyerang Ular tersebut dengan jurus Cakra Angin tepat mengenai kepala si Ular.
Argus pun terlepas dari lilitan Ular tersebut, namun nyaris mati, tubuh Argus lemas seakan tidak bisa bergerak.
Ular tersebut berbalik menyerang Parta, dan Parta melawan Ular tersebut menggunakan pedang yang Iya miliki, Kemudian pedang yang Iya gunakan berhasil memutuskan kepala si Ular.
Namun sayangnya selang beberapa detik kepala si Ular menyatu kembali dengan tubuhnya.
Dan Ular tersebut melakukan serangan yang sama seperti Iya menyerang Argus
Ular tersebut melilit Parta dengan kuatnya hingga membuat Parta tidak bisa bergerak sama sekali, Parta pun menjerit kesakitan.
Kemudian dengan cepat Zabela menarik busur panahnya, Dan Iya lepaskan anak panah kearah si Ular, Anak panah tersebutpun tepat mengenai kepala si Ular.
Ular tersebut pun jatuh dan seketika lenyap.
Dan tak lama kemudian terdengar suara yang Zabela sendiri tidak tau dari mana asalnya.
" Zabela! karna kau telah mengalahkan Aku! Maka Aku akan tunduk sepenuhnya atas perintah mu.!! Aku akan menyatu dengan salah satu dari anak panahmu! ika Kau ingin menggunakan anak panah mu panggil lah Aku untuk melawan musuhmu..!!" kata suara tersebut berkata pada Zabela
Sementara Argus dan Parta dalam keadaan pingsan, Zabela sedih dan ada perasaan takut karna Ia sendirian.
"Argus! bangun.....!!! Parta! bangun..!!
jangan Kalian tinggalkan Aku disini seorang diri..!!" ujarnya dengan wajah yang meneteskan air mata
Kemudian Zabela mencoba menyembuhkan Argus dan Parta dengan tangannya tapi sayangnya Iya gagal.
Zabela pun sangat sedih dan panik.
"Apa yang harus Aku lakukan? Argus bangunlah...!!" ujarnya yang tampak terlihat linangan air mata di wajah cantiknya
Tangis nya pun makin menjadi jadi Iya memeluk tubuh Argus dan Parta dan seakan akan penuh penyesalan.
Iya pun berdoa kepada sang pencipta agar diberi petunjuk.
" Oh Dewa..! Berilah petunjuk agar hamba tau apa yang harus hamba lakukan.!" ujarnya berdoa
Lalu kemudian beralih kelompok Semiang.
Jeritan Zabela dapat dirasakan oleh Berta karna mereka berdua memiliki kekuatan yang hampir sama.
Pada saat kelompok Semiang sedang dalam perjalanan Berta menghentikan langkahnya seraya berkata.
"Tunggu dulu.!! Aku merasakan saat ini Zabela dalam kesulitan.!" ujar Berta
"Apa yang kau lihat ?" ujar Semiang pada Berta seraya menanyakan keadaan Zabela
Kemudian Berta memejamkan matanya seakan akan menembus dan melihat keadaan Zabela.
" Aku melihat Argus dan Parta tidak sadarkan diri! Sedangkan Zabela sendiri tidak bisa berbuat apa apa..!!" ujar Berta menjawab pertanyaan Semiang
__ADS_1
" Kalau begitu! Lakukan apapun yang bisa Kau lakukan!" pinta Semiang pada Berta untuk memberikan pertolongan
........................