Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Berakhirnya Zaman Kerajaan


__ADS_3

Hingga akhirnya pedang tersebut tepat menusuk tubuh Serampas dan Dia pun tewas.


Melihat Serampas sudah tewas dendam dan kebencian Artasura pun menjadi jadi. Rasa ingin menghabisi seluruh kelompok aliran putih dalam benak Artasura semakin berkobar. Pertarungan dahsyat pun berlanjut.


* Beralih ke Semiang dan Berta


Pada saat Semiang dan Berta sedang kebingungan mencari cara agar bisa keluar dari tempat gaib sebelumnya, tiba tiba mereka berdua di serang oleh siluman Harimau sumatra, Dan tentunya terjadilah pertarungan di antara mereka. Dalam pertarungan tersebut Berta tidak mampu melawan siluman harimau tersebut, Karna kekuatan yang di miliki Berta adalah kekuatan elementasi dan ilmu mata batin dalam artian Ilmu Elementasi tidak dapat melawan ilmu gaib atau ilmu alam bawah sadar, Sehingga dengan kekuatan sepenuhnya Semiang lah yang harus melawan siluman harimau tersebut, karna ilmu atau jurus yang dimiliki Semiang bersifat netral.


Dan dalam pertarungan Semiang melawan siluman harimau tersebut cukup menguras tenaga Semiang, Namun pada akhirnya Semiang mampu mengalahkan siluman tersebut dan secara kebetulan setelah berhasil dikalahkan oleh Semiang Harimau tersebut tunduk sepenuhnya atas pada perintah Semiang.


*Kembali ke peperangan


Saat Trantasura tewas dan salah satu ksatria aliran hitam yang bernama Mahantan berhasil di taklukan, Tiba tiba muncul seorang pendekar yang bernama, bernama ( Lupa aku nama nya) sebut saja Adik Mahantan, Adik Mahantan tentu saja berpihak pada aliran hitam.


O ya lupa lagi aku, Sebelumnya tidak disebutkan Sastra melawan Mahantan, dalam serangan jurus pengendali api di episode sebelumnya Mahantan berhasil di selamatkan oleh Adiknya namun kali ini Mahantan benar benar takluk atau tewas oleh serangan Sastra itulah sebab munculnya adik Mahantan, Sehingga pertarungan Mahantan dan Satril dilanjutkan oleh adik Mahantan tersebut.


"Siapa kau? sepertinya kau bukan berasal dari kelompok Artasura!" tanya Sastra


" Aku adalah adik Mahantan, Dan kau, harus membayar kematian kakak ku" jawab adik Mahantan


"Maaf! Aku tidak memperjual belikan kakak mu" ujar Sastra seraya masih sempat bercanda


" Tutup mulutmu, kau belum tahu siapa aku, jangan sampai kau menyesali kata kata mu setelah kau menyusul kakak ku" kata adik Mahantan tersebut yang tidak suka di permainkan


" Aku tidak perduli siapa kau, yang jelas, Akan ku habisi siapapun yang berani menghancurkan perguruan kami" ujar Sastra seraya hendak menyerang


Sayangnya kekuatan adik Mahantan tersebut sangat kuat, bahkan melebihi kekuatan Artasura sehingga meskipun Sastra mengeluarkan jurus yang sama saat dia menyerang Mahantan, Adiknya tersebut bisa menghindarinya dengan mudah.


Pertarungan Sastra tersebut pun akhirnya di menangkan oleh adik Mahantan, Sedangkan Sastra sendiri dalam keadaan pingsan dan terluka parah


Melihat Mahantan yang sudah tewas, Muncul kemarahan dalam benak adiknya tersebut. Sehingga dengan cepat dia mengalahkan seluruh murid sugiran

__ADS_1


termasuk tumenggung Adiraksa, dan hanya Barata dan raja Musi yang masih bertarung dalam medan perang tersebut. setelah berhasil mengalahkan seluruh murid perguruan sugiran, Adik Mahantan tersebut membawa kakaknya pergi.


Dalam pihak Artasura, masih berjumlah empat petarung tangguh yakni, Artasura, Sentana, raja Rasta dan Serampas. Mengalahkan Artasura saja Barata masih kewalahan apalagi di tambah Sentana dan Serampas.


Dalam hal tersebut sangat sulit bagi Barata dan raja Musi untuk mempertahan kan kemenangan, sehingga membuat Mayang Sari dan Permaisuri turun ke medan pertarungan, Namun apa daya kekuatan Permaisuri tidak berarti apa-apa, Hanya saja Mayang Sari masih sedikit ada perlawanan cukup untuk mengulur waktu.


Sementara Semiang dan Berta berhasil di keluarkan melalui kekuatan tenaga dalam Trisuakamargalepa milik Semiang dan dengan bantuan siluman harimau, Akhirnya mereka berdua pun muncul di tempat mereka hilang semula.


Betapa hancurnya perasaan Berta saat melihat ibunya dan semua temannya dalam keadaan tergeletak terlebih lagi perasaan Semiang, Rasa amarah dan kebencian pun muncul dalam hati Semiang dan Berta seakan akan tak terbendung bagaikan kebakaran disiang hari


Dan pada saat itu juga Semiang melihat Sentana hendak menghabisi Mayang Sari, dengan cepat dan kemarahan yang begitu membara dia menangkis serangan Sentana sehingga membuat pedang yang di gunakan Sentana meleleh, Serangan Semiang pun tak terbatas


"Melampaui batas!" ujar Semiang dengan kemarahannya seraya menangkis serangan Sentana


Ketika Semiang menyerang Sentana dengan jurus TopanApi Sentana hilang dan muncul di belakang Semiang.


Kemudian Sentana pun memberikan serangan balik dari arah belakang Semiang, Dengan kecepatan angin Semiang berhasil menghindar dengan jurus Trisuakamargalepa secepat kilat Semiang sudah berada di depan Sentana hingga Sentana terkena serangan balasan dan akhirnya Sentana pun tewas


Setelah berhasil melumpuhkan Sentana, Semiang langsung menyerang Serampas, Karna di liputi amarah yang luar biasa Semiang menghabisi Serampas dengan kejamnya.


Sementara itu, pertarungan raja Rasta dan Musi serta Barata dan Artasura masih berlanjut,


Barata dan Artasura bertarung habis-habisan sampai salah satu di antara mereka ada yang tewas terlebih lagi keduanya memiliki dendam dan amarah yang sama.


(Sambil bertarung )


Dalam keadaan terengah-engah


”Keluarkan seluruh kekuatan mu Barata! Aku ingin melihat seberapa kuatnya engkau" ujar Artasura dengan nada kesombongannya


" Kita lihat saja Artasura! hidupmu atau hidup ku yang berakhir" sahut Barata

__ADS_1


Sementara raja Musi berhasil di lumpuhkan oleh raja Rasta dengan serangan yang mematikan.


Melihat hal itu Berta langsung berteriak memanggil ayahandanya seraya menghampirinya.


"Ayah!" teriak Berta


Dengan marahnya Berta langsung menyerang Rasta


"Kau akan menerima semua ini!" kata Berta seraya menyerang


Pertarungan sengit antara pun terjadi.


Hanya menggunakan sebilah pedang dengan kecepatan yang hampir sama dengan Semiang Berta menyerang raja Rasta tanpa rasa takut


Pada akhirnya raja Rasta berhasil di lumpuhkan oleh Berta dan raja Rasta pun tewas


Sedangkan pertarungan Barata dan


Artasura masih belum berakhir


Keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang dahsyat, Namun semiang tidak ikut membantu Barata, karna Semiang percaya bahwa gurunya mampu mengalahkan Artasura


Saat Artasura menyerang Barata dengan bayangan iblis, Barata menetralkan serangan Artasura dengan jurus Banaspati semacam api berbentuk angin topan.


Artasura kembali menyerang dengan jurus Ragapetaka yang membuat membuat Artasura tak terlihat, hingga membuat Barata terlontar seolah-olah tanpa sebab


Dengan tenaga yang sudah terkuras habis, Barata kembali menyerang seraya mengunakan ilmu Trihalimun untuk melihat keberadaan Artasura pertarungan pun terjadi di dalam dunia ghaib.


Meskipun di alam ghaib namun kekuatan Barata sudah sangat tinggi sehingga dia bisa menggunakan empat jurus pengendali alam.


Artasura tidak bisa bergerak saat tubuhnya terkena jurus pengendali Bumi kemudian di susul dengan Banaspati, lalu tambah lagi dengan jurus pengendali Air yang di ubah Barata menjadi sebuah tombak kristal dang akhirnya Artasura terlontar ke dunia nyata

__ADS_1


........


__ADS_2