
Kita beralih ke Artasura.
Setelah beberapa hari Artasura memulihkan kekuatannya akhirnya kini kekuatan nya pun sudah pulih kembali.
"Sekarang kekuatanku sudah pulih seperti sedia kala.!" kata Artasura saat usai memulihkan kekuatannya
"Baguslah! Sekarang Kita sudah bisa menyerang perguruan Sugiran kembali!" ujar Trantasura berkata pada Artasura
"Kita jangan gegabah! Karna Aku khawatir murid Barata yang aku serang beberapa hari yang lalu belum terkumpul seluruhnya! Jadi kemungkinan besar jika Kita serang sekarang kita akan gagal lagi! Terlebih lagi sekarang kekuatan murid Barata semakin bertambah.!" ujar Artasura menjelaskan
"Lantas apa pendapatmu?" tanya Trantasura
" kita pergi ke kerajaan Kuto Lama menemui raja Rasta untuk meminta bantuan padanya.!!" jawab Artasura
"Sepanjang yang Ku ketahui Raja Rasta bukanlah Raja yang kuat! Dia hanya mengandalkan balatentara nya dan pendekar pendekar bayaran! Jadi untuk apa Kita harus meminta bantuan padanya?" ujar Trantasura bertanya lagi
" kau benar! Justru itu Aku ingin meminta bantuan padanya.! Setidaknya Kita bisa memanfaatkan balatentara nya untuk memperlemah kekuatan perguruan Sugiran barulah Aku akan menyuruh pasukan ku untuk menyerang.!!" terang Artasura
Sebenarnya Artasura sendiri adalah seorang Raja, Namun Iya sangat licik semua apa yang direncanakan nya tidak lain hanya untuk keuntungan pribadi.
"Pasukan mu?" tanya Trantasura yang belum mengetahui siapa Artasura sebelumnya
"Iya pasukan ku! Sebenarnya Aku adalah seorang Raja yang memimpin kerajaan Tara! Saat kerajaan Tara Dirampas oleh raja Rasta raja Rasta menyuruh ku untuk memimpin kerajaan Tara!! Namun Aku tidak suka menjadi Raja! Aku lebih suka mengembara untuk menjelajahi seluruh penjuru Nusantara! Itu sebabnya Aku berada disini.!" jelas Artasura
" Kau licik sekali.!! Aku setuju dengan pendapatmu yang Mulia Raja!" hormat Trantasura setelah mengetahui
" Jangan panggil Aku dengan sebutan yang mulia! Karna Aku tidak ingin ada orang yang mengetahui siapa Aku! Dan karna Kau telah menyelamatkan hidupku Kau sudah ku anggap sebagai temanku sendiri.!!" pinta Artasura
"Baiklah!" ucap Trantasura
"Baiklah! Kita pergi sekarang.!" ajak Artasura
Kita beralih ke kerajaan Kuto Lama.
Sentana yang tadinya pingsan karna serangan Satril dalam pertarungan sebelumnya, Kini dipun sudah mulai pulih.
" Sentana! bagaimana keadaanmu?" tanya raja Rasta
" cukup membaik yang mulia.!!" jawab Sentana
"Baguslah! Sekarang ceritakan apa yang telah terjadi.!!" tanya raja Rasta meminta penjelasan
__ADS_1
"Saat Aku pulang dari pertapaan Putri Mayang Sari telah di bawa pergi oleh dua orang yang menurutku itu adalah murid Barata! Aku pun ingin mencari kebenaranya di pulau Sumatra ini dan pada saat Aku dan anak buah ku melintasi pulau Jawa! Kami bertemu dengan Srikarta sedang bertarung dengan sekumpulan pendekar pendekar aliran putih! Akhirnya kamipun membantu Srikarta! Namun ternyata para pendekar tersebut bukanlah pendekar biasa! Srikarta dan anak buahnya tewas ditangan mereka begitupun Aku juga gagal menaklukan Mereka yang Mulia..!!" jelas Sentana
"Apakah orang yang Kau maksud juga termasuk murid Barata?" tanya Raja Rasta lagi
"Iya! Aku sangat yakin.!! karna kekuatan yang Mereka gunakan sama dengan kekuatan Barata.!" jawab Sentana
"Kalau memang demikian! Berarti kerajaan Kuto Lama dan kerajaan Tara sedang dalam bahaya! Barata pasti akan menuntut balas dan mengambil alih kerajaan.!!" cemas Raja Rasta
" Apa yang akan Kita lakukan yang Mulia?" tanya Sentana
"Untuk saat ini Kita hanya bisa menunggu kabar dari Artasura! Dan tugasmu adalah mencari tau tempat dimana perguruan Barata berada.!!" jawab Rasta seraya memberi Sentana tugas
Karna tempat Artasura sebelumnya ke Kerajaan Kuto Lama tidak jauh, Mereka bisa muncul dengan sekejap dan tepat muncul di depan Raja Rasta dan Sentana.
" Tidak perlu yang Mulia.!! Aku sudah mengetahui dimana perguruan Barata berada!" ujar Artasura yang tiba tiba muncul
" Artasura? Kau juga sudah mengetahui tentang kabar ini?" tanya Rasta
"Bukan hanya mengetahui! Aku sudah berhasil mengambil kekuatan Barata tapi Aku gagal membunuhnya, Karna Barata sudah menurunkan sebagian ilmunya pada murid muridnya! Dan muridnya lah yang menyelamatkan Barata!" terang Artasura
"Andai saja Barata belum menurunkan ilmunya mungkin saat ini Kau akan menguasai jagad raya Artasura!" ujar Raja Rasta seraya memuji Artasura
"Tentu! Tapi Aku terlambat.! Dan saat ini perguruan Sugiran bukanlah musuh yang bisa diremehkan..!!" ujar Artasura
"Iya! Nama perguruan Barata iyalah Sugiran.!" jelas Artasura
" Bagaimana bisa Kau kalah melawan murid Barata? Sedangkan Barata sendiri sudah berhasil Kau taklukan?" tanya Sentana
"Mereka memiliki akal yang cerdik! Saat Aku menyerang perguruan sugiran mereka dapat memanfaatkan situasi dengan cara mengalihkan perhatianku! Aku pun tertipu dan nyaris mati.! Untungnya Trantasura datang menyelamatkanku.!" jelas Artasura
"Trantasura? Apakah? Dia orang yang Kau maksud?" tanya Raja Rasta sambil menunjuk ke arah Trantasura
" Iya! Dia juga pernah menyerang Perguruan Sugiran dua kali dan belum pernah berhasil mengalahkan murid Barata.!!" jawab Artasura
"Dan iya! Satu lagi! Aku melihat bahwa Putri Mayang Sari sudah ada bersama mereka! bagaimana bisa Dia bisa lolos dari tanganmu Sentana?" sambung Artasura seraya bertanya
" Putri Mayang Sari diselamatkan oleh dua orang murid Barata saat Aku sedang bertapa.!!" jawab Sentana
"Jika memang demikian! Jangan jangan Raja Musi dan Permaisurinya juga sudah mereka bebaskan.!!!" ujar Artasura seraya menduga
" iya bisa jadi.!!" sambung Raja Rasta
__ADS_1
"Lantas apa tujuan Kau kemari Artasura!" tanya Raja Rasta lagi
" Aku ingin Kita bergabung menyerang perguruan Sugiran sebelum pendekar pendekar aliran putih bertambah banyak.!!" jawab Artasura
"Aku sependapat! Tapi akan lebih baik Kita menunggu kabar dari Mahantan!" usul Raja Rasta
"Baiklah! Aku setuju!" kata Artasura menyetujui
*Beralih ke Mahantan
Ternyata Mahantan diselamatkan oleh Adiknya sendiri yaitu Aranjaya,
Aranjaya adalah orang yang paling membahayakan bagi murid murid Sugiran, Pasalnya dia juga mempunyai kekuatan Elementasi yaitu elemen api dan elemen kristal.
(Kembali ke kenangan dimana Mahantan lolos dari serangan Sastra dan Semiang.
Setelah Mahantan di selamatkan oleh adiknya.
"*Apa yang Kau lakukan Aran? Aku masih sanggup melawan Mereka tanpa harus lari.!" ujar Mahantan yang kesal karna diselamatkan adiknya
" Jangan bodoh kakak.!! Jika Aku tidak datang! Kakak akan mati sia sia.!" terang Aranjaya
"Tidak mudah membunuh Mahantan! Adikku.!!" kata Mahantan sedikit sombong
"Jangan sesumbar kakak.!! Kakak nyaris terkena serangan topan api biru!! Tidak ada yang bisa selamat dari serangan jurus tersebut.!" jelas Aranjaya
"Topan api biru? Bukankah jurus itu hanya dimiliki oleh Barata?" tanya Mahantan yang belum mengetahui murid murid Barata
"Iya! Dan mungkin Barata sudah menurunkan ilmunya pada orang orang yang dipercayainya.!" dugaan Aranjaya
"Jika memang benar! Berarti aliran putih akan bangkit di bawah kepemimpinan Barata.!" ujar Mahantan seraya menduga
"Besar kemungkinan seperti itu! Dan aliran hitam akan terancam.!!" kata Aranjaya
" Tidak akan ku biarkan itu terjadi.! " ujar Mahantan sedikit geram
" Apa yang akan Kakak lakukan?" tanya Aranjaya
"Aku akan mencari keberadaan Barata lalu menghabisinya beserta pengikut ataupun muridnya.!! jawab Mahantan seolah meremehkan Barata
" Jangan gegabah.!! Yang terpenting saat ini adalah memulihkan kekuatan Kakak dahulu! Dan setelah kakak pulih pergilah ke Krakatau! Karna tokoh tokoh aliran hitam akan berkumpul disana.!" ujar Aranjaya seraya menyarankan Mahantan untuk pergi ke kerajaan Kuto Lama"
__ADS_1
.............
......................