Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Membebaskan Tumenggung Adiraksa


__ADS_3

" Iya! Kau benar! Dan Aku menginginkan agar Kita pergi ke sana bersama.!" pinta Mahantan pada Aranjaya


"Tidak.! Kita memang memiliki tujuan yang sama! Akan tetapi Kita memiliki jalan yang berbeda! Karna suatu hari nanti! Aku akan menantang para pendekar aliran putih satu persatu sebagai seorang Ksatria bukan perang konyol seperti Kakak dan tokoh aliran hitam lainya.!" ujar Aranjaya seraya menolak ajakan Mahantan


"Satu hal yang perlu Kau ketahui Aran! Dalam mencapai suatu kemenangan tidak harus mempertimbangkan bagaimana cara Kita mencapainya! Karna bagiku kekuatan akan menjadi lebih kuat jika dicapai dengan kebersamaan.!" kata Mahantan


"Tidak selamanya kebersamaan itu kuat Kakak.!! Karna terkadang musuh akan menjadi lebih kuat ketika dirinya tersakiti dan akan bangkit dengan caranya sendiri.!" ujar Aranjaya yang tetap pada pendiriannya


"Baiklah! Jika sendiri bagimu adalah kuat! Maka Aku tidak akan menghalangi karna itu adalah jati dirimu Adikku.!! kata Mahantan yang tidak memaksa Aranjaya untuk turut bersamanya


" Iya! Sampai bertemu lagi Kakak.!! " kata Aranjaya seraya melangkah untuk pergi melanjutkan pengembaraannya


Dan kemudian Aranjaya pun pergi secepat kilat untuk melanjutkan pengembaraannya, Sementara Mahantan sedikit memulihkan kekuatannya lalu pergi kerajaan Kuto Lama.*


Kembali ke alur.)


Beralih ke perguruan sugiran.


Perasaan kagum Sugita dan Novita pada Satra dan Semiang pun makin membara.


" Akhirnya Aku dapat melihat tampannya wajah Satra lagi.!" kata Sugita dengan senangnya saat Iya berkumpul dengan Satra lagi


" Sama! Tapi terkadang Aku merasa cemburu dan benci pada Semiang saat Iya terlalu akrab dengan Jini.!" sahut Novita yang memiliki perasan yang sama dengan Sugita


"Kalian berdua sepertinya tidak ada pembicaraan lain selain Semiang dan Satra! Padahal Semiang maupun Satra tidak pernah Aku mendengar bahwa mereka menyebut ataupun membicarakan Kalian.!!" Sambung Zabela yang mulai jengkel dengan obrolan Sugita dan Novita


" Tentu saja.! Karna Sastra sepertinya mencintai Berta.!" ujar Sugita seraya menggerutu


"Begitupun dengan Semiang.!! Dia juga sepertinya mencintai Jini.!" sahut Novita


"Menurutku bukan itu.! Mereka sangat akrab karna Mereka ditugaskan dalam satu kelompok! Jadi kemungkian besar Mereka akan terasa nyaman dan sudah terbiasa dengan kebersamaan! Intinya jika Kalian menyukai Mereka seharusnya Kalian berusaha mendekati Mereka menanyakan kabar seperti halnya.!! Karna sejauh yang kulihat Kalian tidak pernah sekalipun menyapa Mereka.! Bagaimana bisa Mereka akrab dengan Kalian jika demikian?" kata Zabela seraya memberikan saran


"Kau benar Zabela! Namun saat Aku sedikit lebih dekat dengan Sastra jantungku berdetak kencang dan gugup diluar kendali dan seolah aku tidak sanggup untuk menyapanya" ujar Sugita seraya mengutarakan perasaannya tentang Sastra

__ADS_1


" Aku pun demikian.!!" sambung Novita


"Ah! Kau ini semua sama denganku.!!" kata Sugita yang jengkel dengan ucapan Novita


" Akan tetapi orang yang Kita sukai berbeda! benarkan?" kata Novita seraya membenarkan ucapannya


"Astaga.!! Apakah Kalian tidak melihat bahwa Aku ini jauh lebih tampan dari Satra dan Semiang sehingga Kalian lupa akan Aku.!" sambung Argus yang juga mulai jengkel dengan obrolan Sugita dan Novita


Argus dan Zabela khawatir pada Sugita dan Novita karna cinta mereka pada Satra dan Semiang membuat mereka kurang fokus dengan latihan dan itu akan membuat perguruan menjadi lemah karna cinta.


Sebenarnya Argus dan Zabela ataupun Murid yang lainnya bukan tidak memiliki perasaan cinta, Hanya saja mereka berpikir itu belum saatnya dan akan tiba pada waktunya.


" Bukan seperti itu Argus! Kami tidak melupakanmu Aku hanya memberitahu Sugita dan Novita Agar Mereka berdua tidak terlalu hanyut akan perasaan suka pada orang yang belum mengenal mereka lebih dekat.!" terang Zabela berkata pada Argus


"Iya! Sugita dan Kau Novita! Kekuatan Kalian belum mencapai puncak sepenuhnya dan itu hanya karna Kalian terlalu fokus akan perasaan yang belum tepat pada waktunya.!" kata Argus seraya memperingatkan Sugita dan Novita


" Maafkan Aku Argus! Aku lupa bahwa Aku hampir saja menggagalkan tugas Kita dan itu semua karna salahku..!!" ujar Sugita yang seolah menyalahkan dirinya sendiri


"Aku tidak bermaksud membicarakan hal itu Sugita! Aku hanya ingin kalian berdua bisa lebih kuat dari Berta dan Jini! agar Kalian termasuk menjadi pendekar wanita terkuat di nusantara dan untuk perasaan suka ataupun cinta Kalian akan bisa merasakan setelahnya.!" jelas Argus


" Semua orang menginginkan kedamaian Sugita! Bagaimana bisa Kau merasakan kedamaian sementara Kau tidak bisa menyingkirkan orang orang yang ingin menghancurkan kedamaian?" tanya Argus sedikit membuat Sugita terdiam


Ucapan Argus membuat Sugita sadar bahwa tindakannya itu ternyata salah.


" Mungkin Kau benar Argus! Dan mungkin Kami sudah lupa akan hal yang paling utama kami lakukan saat ini.! dan kini Aku mengerti apa yang Kau dan Zabela ucapkan sebelumnya.! sambung Novita yang juga baru menyadari dan mengerti maksud dari perkataan Argus


Sementara Apriana, Parta, dan Nara, hanya bisa mendengarkan pembicaraan mereka berempat dari tempat yang sedikit berjauhan.


" Apa yang Mereka bicarakan?" tanya Parta pada Apriana yang seolah pura pura tidak mendengar


"Jangan bertanya padaku Parta.!! Aku tidak akan menjawabnya.!" jawab Apriana yang juga pura pura tidak mendengar


"Kenapa?" tanya Parta lagi sedikit bingung

__ADS_1


" Karna Aku juga tidak tau.!" jawab Apriana seraya bercanda


" Ku kira Kau tidak mampu menjawab pertanyaan ku karna jantungmu berdetak kencang saat Kau berada di dekatku.!" ujar Parta yang juga bercanda


"Aw.!!" potong Nara yang dari tadi mendengarkan Parta dan Apriana bicara


"Kenapa Nara?" tanya Apriana


" Sepertinya hatiku digigit buaya.!!" jawab Nara yang juga ikut bercanda


" Ha ha ha.!!! Kau bisa saja!" tawa Apriana saat mendengar ucapan Nara


Zabela melihat Parta, Apriana, dan Nara sedang asik tertawa hingga membuat Iya penasaran dan dia pun menghampiri mereka bertiga.


" Dari tadi Aku memperhatikan Kalian! Kalian sangat asik tertawa! Ada apakah? Dan kenapa Kalian tertawa?" tanya Zabela yang belum mengetahui apa yang dibicarakan mereka


"Kami tertawa karna Kami tidak menangis.!" jawab Parta yang masih bercanda


" Aku tidak suka dengan gurauan Parta.!!" kata Zabela sedikit marah dengan tatapan mata yang tajam


"Oh! Baiklah.!!" ucap Parta yang seolah takut dengan tatapan Zabela


"Jangan bertanya padaku.!!" ujar Apriana menjawab pertanyaan Zabela sebelumnya


"Kau tidak akan menjawabnya karna Kau juga tidak tau.!" sambung Parta berkata pada Apriana


" Ya seperti itulah.!" sahut Apriana


"Astaga..!!!" ucap Zabela dengan kesalnya


" Sabar Zabela! Yang jelas Kami tertawa tidak ada hubungannya denganmu ataupun pembicaraan Kalian!" kata Nara yang berusaha menenangkan Zabela


Kemudiaan dari dalam rumah perguruan, Barata bermaksud untuk memerintahkan Satra dan Semiang beserta dua selendang Munawangi dan Suntari untuk pergi menyusup ke kerajaan Tara dengan tujuan untuk membebaskan Tumenggung Adiraksa dan membawanya ke perguruan Sugiran.

__ADS_1


.........


.....................


__ADS_2