
"Semiang! Ku perintahkan kau dan Sastra pergi ke kerajaan Tara untuk membebaskan tumenggung Adiraksa dan membawanya ke mari.!" ujar Barata memberikan perintah pada Semiang dan Sastra
"Dimana letak kerajaan itu Guru?" tanya Semiang
"Munawangi dan Suntari yang akan membawa serta membantu Kalian.!" jelas Barata
Tanpa menunggu lama, Semiang,Sastra, serta Munawangi dan Suntari pun segera melaksanakan perintah dari gurunya tersebut.
" Kami mohon pamit guru!" ujar mereka dengan serempak
"Iya! Hati hati!" sahut Barata
Merekapun berangkat, Diperjalanan mereka, jiwa canda Sastra dan Semiang pun hadir.
Sastra mengejek Semiang, karna semasa dalam perjalanan, Semiang hanya terdiam tanpa kata.
"Ada apa denganmu Sem? Dari tadi aku melihat kau diam saja.!" tanya Sastra
"Tidak apa apa! Hanya saja aku tidak menyangka! bahwa aku bisa menjalankan perintah bersama dua bidadari.!" jawab semiang
"Kau benar! Terlebih lagi sifat mereka yang begitu dingin! membuat detak jantungku seolah berhenti berdetak.!" ujar Sastra seolah menyindir Munawangi dan Suntari
"Benarkah? Tapi ku harap jangan sampai kau menjatuhkan jantungmu! Karna itu akan mempersulit perjalananku.!" sambung Semiang
Sementara Munawangi dan Suntari hanya tersenyum saat mendengar pembicaraan Semiang dan Sastra.
Semiang pun melihat Munawangi dan Suntari tersenyum, sehingga membuat langkah Semiang sedikit terhenti.
"Astaga..!" ujar Semiang menghentikan langkahnya sambil memegang dadanya
" Kenapa..?" tanya Munawangi yang tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Semiang
"Ada apa Sem?" tanya Satra yang juga tidak mengetahui
"Karna melihat senyuman mu yang begitu manis Munawangi! membuat nafasku terasa sesak..!" ujar Semiang seraya seolah memancing Munawangi untuk bicara
"Ya ampun! ku pikir ada apa..!" sahut Munawangi sambil tersenyum
Karna mendengar tutur kata Munawangi yang lembut, membuat Sastra dan Semiang semakin semangat untuk bercanda.
__ADS_1
"Munawangi! Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" pinta Sastra pada Munawangi
"Tidak ada yang bisa ku berikan padamu Sastra! Karna aku tidak memiliki apa apa.!" sahut Munawangi
"Aku tidak meminta apa apa darimu Nawang! Aku hanya berharap agar kau mengizinkan aku tuk mendampingiku Nawang..!" rayuan Sastra
"Ternyata ucapan Jini benar! Semiang dan Sastra memang pendekar yang tampan! Tapi buaya..!" sambung Suntari seolah mengomentari
"Aku tidak seperti yang kau lihat Suntari! Aku hanya pria biasa! yang tidak banyak mengerti tentang tata krama..!" ujar Semiang berkata pada Suntari seolah merendah
"Iya! Tapi tidak menurutku..!" sahut Suntari
Perjalanan mereka berlanjut dengan penuh candaan dan rayuan, Sehingga membuat Munawangi mulai merasakan ketertarikan pada Semiang.
Beralih ke Kerajaan kuto lama....
Setelah memulihkan sedikit tenaganya, Akhirnya Mahantan pun langsung pergi ke kerajaan Kuto lama untuk menemui raja Rasta.
Sementara raja Rasta sendiri memang sedang menuggu kedatangan Mahantan.
"Akhirnya kau datang juga Mahantan!" ujar Rasta saat melihat Mahantan sudah datang
"Iya yang mulia!" sahut Mahantan
"Justru karna hal itu aku datang kemari yang mulia.! Raja Musi dan permaisurinya lolos dari tanganku, karna mereka dibebaskan oleh sekelompok orang orang murid Barata..!" terang Mahantan
"Apa.? Bagaimana kau bisa kalah oleh mereka Mahantan? Bukankah kau memiliki yang banyak dan kuat ?" tanya Rasta lagi
" Seluruh pasukan ku tidak ada artinya bagi mereka yang mulia.! Murid Barata sangat kuat karna mereka sudah menguasai ilmu yang dimiliki Barata.! Saat aku menyerang mereka! Seluruh tenaga dalam ku terkuras habis bahkan aku nyaris mati di tangan mereka.! tapi untung adik ku Aranjaya datang menyelamatkan ku yang mulia.!
Mendengar ucapan Mahantan tersebut, membuat raja Rasta semakin khawatir dengan keadaan aliran hitam.
"Kurang ajar! Rupanya aliran putih benar benar dibangkitkan oleh Barata! Dan mereka tidak bisa diremehkan.!" ujar Rasta dengan ke khawatiran ya
"Benar yang mulia! Dan sepertinya butuh perang besar besaran untuk melawan perguruan Sugiran..! Karna meskipun mereka hanya sebuah perguruan! Namun kekuatan mereka sama dengan pasukan kerajaan yang mulia!" sambung Artasura seraya memberi usul untuk berperang
" Iya! kau benar Artasura! Bagaimana pendapat kalian? Apakah mereka kita serang sekarang?" tanya raja Rasta seolah meminta pendapat pada Sentana, Mahantan dan yang lainnya
Kemudian Sentana pun mengutarakan pendapatnya pada Rasta.
__ADS_1
"Menurut pendapatku! Sebaiknya kau kembali kerajaanmu Artasura! Karna mungkin setelah ini Barata dan raja Musi akan merebut kembali kerajaan Tara! Dan jika sampai itu terjadi! Perguruan sugiran akan semakin kuat dan semakin sulit untuk dihancurkan.!" ujar Sentana seraya menjelaskan pendapatnya
Raja Rasta pun setuju dengan pendapat Sentana tersebut.
"Aku setuju dengan pendapatmu Sentana! Karna kita tidak boleh lengah dalam menghadapi siasat Barata!" ujar Rasta
" Lantas bagaimana dengan yang mulia? Apa yang akan yang mulia lakukan?" tanya Artasura seraya menanyakan rencana raja Rasta
"Kau utus telik sandi untuk me mata-matai perguruan sugiran! Dan untuk sementara waktu! Aku menunggu kabar darimu Artasura! Dan jika menurutmu tepat pada waktunya, Barulah kita menyerang perguruan sugiran.!" ujar raja Rasta yang menjelaskan tentang rencanannya
"Bagaimana dengan Mahantan dan Sentana?" tanya Artasura lagi seraya menanyakan tugas Sentana dan Mahantan
"Sementara Sentana dan Mahantan! Mereka akan tetap menunggu disini sampai kita melakukan serangan" jawab raja Rasta
" Baiklah! Aku akan kembali ke kerajaan ku sekarang.! Tapi Trantasura tetap ikut bersama ku!" ujar Artasura seraya menyetujui rencana dari raja Rasta
" Silahkan! Itu adalah hakmu Artasura!" kata raja Rasta yang tidak keberatan dengan permintaan Artasura agar Trantasura turut bersama Artasura
Akhirnya Artasura pun kembali ke kerajaan nya bersama Trantasura temannya.
Beralih ke kelompok Satril....
Menantikan kembalinya kelompok Satril ke perguruan sugiran adalah hal yang sangat dinantikan oleh Barata, Dan akhirnya waktu yang di tunggu teresebut pun tiba.
Kembali nya kelompok Satril pun disambut dengan penuh hormat oleh murid murid barata yang lain.
"Guru! Satril telah kembali.!" kata Raya Anaka seraya menyampaikan pada Barata bahwa kelompok Satril telah tiba
Dengan penuh hormat Satril dan kelompoknya sujud pada Barata.
" Hormat kami guru!" kata Satril
Dengan bangganya, Barata pun menyambut kepulangan Satril dan kelompoknya tersebut.
" Kembalinya kalian ke perguruan ini! Itu menandakan bahwa keangkaramurkaan di nusantara sudah sedikit berkurang Satril! Dan aku bangga pada seluruh murid ku yang memiliki tekat yang kuat untuk menghancurkan keanggkaramurkaan.!" ujar Barata mengutarakan rasa bangganya pada seluruh murid muridnya
" Tidak ada yang bisa kami lakukan tanpa ilmu yang guru ajarkan pada kami guru!" kata Satril dengan hormat pada gurunya
Di saat ini, Perguruan sugiran sudah hampir mencapai puncak kejayaan, Akan tetapi ini adalah awal kehancuran masa kerajaan di nusantara, Karna perang besar dua aliran yang kedua kalinya akan terjadi. Pasalnya saat ini Aliran hitam juga sedang merencanakan anak peperangan dengan perguruan sugiran, Terlebih lagi seluruh Tokoh tokoh ksatria aliran hitam sudah terkumpul di kerjaan Kuto Lama.
__ADS_1
.........
................