Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Perjalanan Menuju Pulau Jawa


__ADS_3

" Apa? Setahun? Yang benar saja guru! Aku tidak bisa pisah lama-lama dengan Lisa guru!" Gerutu Argus yang tertarik pada Lisa


" Memangnya kenapa? Satu abad pun aku berpisah dengan mu tidak akan berpengaruh dalam hidupku! " Sahut Lisa dengan juteknya


" O ya? Jangan salahkan aku jika suatu saat nanti aku kembali membawa anak dan istri!" Kata Argus seraya bercanda


" Perduli Setan! " Sahut Lisa makin jutek


" Apakah ada tujuan dibalik menetap nya kami disana guru?" Tanya Sastra memotong pembicaraan


" Tentu saja! Namun tujuannya kalian akan mengetahui sendiri nantinya!" Jawab Barata


Sementara dalam hati Sastra sendiri sebenarnya sedikit keberatan.


Terdiam sejenak


" Setahun! Bisa berkarat hatiku ini nantinya termakan rindu pada Berta!" Gerutu nya dalam hati


" Kenapa?" Tanya Barata bingung melihat Sastra diam


" Tidak apa-apa! Hanya saja apakah tidak memakan waktu jika harus menetap selama setahun?" Ujar Sastra yang sedikit keberatan


" Aku sudah mempertimbangkan di setiap tugas yang ku berikan pada kalian! Dan aku berharap tidak ada keraguan dan rasa takut dalam diri kalian! " Kata Barata


Tugas Sastra dan Kelompoknya kali ini cukup berat, Namun bukan berat karena melawan musuh melainkan berat karena menahan rindu.


Kesedihan Berta dia pikir bisa terobati saat bersama Semiang, Sastra dan Jini. Namun malah akan menambah kesedihannya saat dia harus berpisah dengan teman-teman terdekatnya tersebut.


Sebenarnya Masih ada Mayang Sari yang menghibur Berta, Namun tidak ada Semiang, Jini dan Sastra disisi Berta membuat rasa kehilangan dalam dirinya.


Singkat kata, Sastra dan kelompoknya pun berangkat dengan sedikit keberatan.


" Kami pamit guru! Restu guru adalah kekuatan kami! " Ucap Sastra berpamitan pada Barata


"Dan untukmu Berta! Ku harap kau bisa merasakan seperti apa yang kurasakan padamu! " Sambungnya lagi berkata pada Berta


Namun Berta hanya terdiam dengan wajah yang diliputi kesedihan.


" Sampai jumpa Berta temanku! Jangan berlarut-larut dalam kesedihan ya! Dan sampai ketemu lagi!" ucap Jini


" Sampai jumpa juga Jini temanku! Ingat Sastra! Jangan kau apa-apakan Jini dan Zabela! Jika sampai terjadi kau akan menanggung akibatnya! " Sahut Berta seraya mengingatkan Sastra


" Tentu saja tidak! Karna yang ada dalam pikiranku hanya kau Berta! Hanya kau!" Sambung Sastra


Rasa yang mendalam Berta untuk Sastra masih belum ada tanda-tandanya meskipun Sastra sangat tampan.

__ADS_1


Kemudian diperjalanan


Kelompok Sastra tidak banyak bicara, Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikiran-pikiran yang cukup rumit.


Sementara Parta yang belum memasuki situs bucin, Hanya bisa menyaksikan keadaan teman-teman nya yang melangkah tanpa suara tersebut.


Setelah perjalanan cukup jauh, Akhirnya Parta membuka suara karna tidak tahan lagi dengan sikap teman-temannya.


" Gawat! Sepertinya tugas kali ini akan gagal" Kata Parta secara tiba-tiba


" Apa maksudmu? " Tanya Zabela bingung


" Kita ditugaskan di pulau Jawa! Sementara kita sekarang sepertinya bukan mengarah ke pulau Jawa!" Jawab Parta menyampaikan bahwa mereka sudah tersesat


Mendengar ucapan Parta langkah Sastra tiba-tiba terhenti.


" Astaga! Parta benar! Kita sekarang berada di jalan yang menuju pulau Bangka" Ujar Sastra terkejut


"Kami mengikuti mu! Jadi ini semua adalah salahmu Sastra!" Sahut Argus seolah-olah menyalahkan


" Kenapa kau tidak bilang? Kalau kita salah jalan?" Tanya Sastra pada Argus mengelak


" Mana ku tau kalau kita salah jalan! " Jawab Argus juga mengelak


" Apa yang kau bicarakan Jini? Bukankah kau dan Zabela dari tadi juga diam saja!" Sahut Sastra membalikkan fakta


" Ini semua salah Parta! Dari tadi dia diam saja! Padahal dia sudah tau bahwa kita salah jalan!" Sambung Zabela menyalahkan Parta


"Apa? Kenapa kau diam saja Parta?" Sahut Sastra seolah merasa benar


" Ya aku diam karena kalian semua diam! " Jawab Parta dengan entengnya


" Ah! Sudah! Karena kita sudah terlanjur tersesat! Maut tidak mau kita harus melintas melewati hutan lebat yang tidak jauh dari sini! " Ujar Sastra mengakhiri perdebatan


" Hutan lebat?" Tanya Argus penasaran


" Iya! Kenapa? Kau takut?" Jawab Sastra meremehkan Argus


" Bukanya takut! Akan tetapi tidak baik untuk Jini dan Zabela memasuki hutan lebat yang jauh dari keramaian! Apalagi sampai harus bermalam! Karna sepertinya sebentar lagi akan gelap!" Terang Argus berpikir yang tidak-tidak


" Apa maksudmu?" Tanya Zabela mulai memanas


" Maksudku tidak baik jika laki-laki dan perempuan bermalam di sebuah hutan yang sunyi dan lebat! Karna akan mengundang" Terang Argus sedikit terpotong


" Mengundang apa?" Potong jini ikut memanas

__ADS_1


" Ya mengundang mengundang!" Jawab Argus mengalihkan


" Kau pikir kita wanita apaan!" Ujar Zabela sambil melangkah melanjutkan perjalanan yang di arahkan Sastra tersebut


Akhirnya mereka berlima pun meneruskan perjalanan melewati hutan yang di maksud.


Seolah berbisik Sastra berkata pada Argus


" Aku mengerti apa yang kau maksud! Kalau dipikir-pikir kau ada benarnya! Karena kalau melawan musuh dan binatang buas, Mungkin kita bisa melawannya! Tapi untuk melawan hawa nafsu di kesunyian sepertinya sulit!" Kata Sastra seraya bercanda menakut-nakuti Zabela dan Jini


"Iya" Sahut Argus mendukung


Meskipun berbisik namun pembicaraan Sastra di dengar oleh Jini dan Zabela.


" Apakah menurutmu mereka akan berpikir yang tidak-tidak?" Tanya Jini mulai takut


" Aku tau mereka hanya bercanda! Karna sebenarnya mereka adalah orang yang lemah' yang takut dengan perempuan!" Jawab Zabela dengan suara yang keras agar sengaja di dengar oleh Sastra dan Argus


" Kurang ajar! Awas kalian nanti! Jika sampai dan bermalam di hutan! Aku tidak akan menyelamatkan kalian berdua jika ada binatang buas yang menyerang!" Ujar Sastra kesal saat mendengar ucapan Zabela


Sementara Parta, Hanya bisa menyaksikan tingkah teman-temannya tersebut dan tidak bicara apa-apa.


# Beralih ke perguruan


Sementara murid yang tinggal di perguruan terdiri dari Berta, Karnada, Aprindo, Lisa, Novita dan Kristi.Mereka juga ingin mengembara menjalankan tugas dari Barata


" Bagaimana dengan kami guru?" Tanya Karnada ingin secepatnya mengembara


" Kalian juga akan mendapat tugas! Namun yang akan mengembara menjalankan tugas hanya dua orang di antara kalian!" Jawab Barata menyampaikan


"Siapa Guru?" Tanya Karnada makin penasaran


" Kau dan Lisa! Tugas kalian adalah mencari panglima burung di pulau kalimantan " Terang Barata


" Panglima burung? Siapa dia guru?" Tanya Karnada lagi


" Dia adalah Ksatria yang yang memiliki mahkota burung emas merak dia tas kepalanya! Dia seorang Ksatria yang sangat sakti di pulau tersebut! Aku menyuruh kalian datang menemuinya untuk memperdalam ilmu kalian berdua!" Jelas Barata


" Siapa namanya?" Tanya Karnada lagi


" Namanya adalah Mahesa Tulanggung! Namun untuk menemukannya tidak mudah bagi kalian! Dan itu akan memakan waktu tergantung seberapa cepat kalian menemukannya!" Jawab Barata


....


...

__ADS_1


__ADS_2