Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Perjalanan Bermula


__ADS_3

Tiba di suatu Desa yang banyak mayat bergeletakan, Darah mengaliri di Desa tersebut


Sastra dan teman temannya bingung dengan keadaan desa itu, entah apa yang terjadi.


" Apa yang terjadi dengan Desa ini? " ujar Sastra sambil berjalan melewati Desa tersebut


" Sepertinya Desa ini baru saja diserang!" Dugaan Semiang


"Kejam! Siapa yang tega melakukan ini?" Ujar Berta seraya tak kuasa melihat mayat mayat yang bergeletakan tersebut


"Anak anak pun ikut terbunuh! padahal anak anak tidak mengerti apa apa!" Sambung Jini


"Mungkin bila pembunuhnya membiarkan anak anak tetap hidup! takutnya setelah besar mereka akan menuntut balas akan kematian orang tuanya!" Ungkap semiang seraya membicarakan anak anak yang ikut terbunuh


" Mungkin saja! yang jelas ada maksud tertentu dibalik peristiwa ini!" sambung Sastra


Setelah beberapa saat Mereka melewati Desa tersebut, tiba tiba terdengar suara minta tolong dari arah yang berlawanan.


"Tolooong..!! Toloooong..!!" Suara tersebut terdengar rada rada sayup ditelinga mereka berempat


"Tunggu dulu! kelihatannya ada suara minta tolong!" ujar Sastra yang lebih dulu mendengar suara tersebut


"Aku tidak melihat apa apa! hanya saja aku mendengar ada suara minta tolong!" sambung Semiang yang membenarkan perkataan Sastra


" Sama saja tololl!! jangan dipersulit!" Kata Sastra yang membantah perkataan Semiang


"Sudahlah! mari kita lihat! sepertinya suaranya dari arah sana! " Ajak Berta sambil menuju kearah suara tersebut


Kemudian merekapun melihat seorang kakek yang terluka parah dan bergegas menyelamatkannya.


" Apa yang terjadi Kek? " Tanya Sastra pada Kakek itu


"Desa kami dibantai habis oleh Artasura dan teman temanya!" jawab kakek tersebut dalam keadaan lemah


"Mengapa Mereka menyerang Kakek dan Desa ini?" tanya Sastra lagi


" Bertanya nya nanti saja! kita harus mengobatinya dulu! sebelum beliau punah!" potong Berta seraya khawatir dengan keadaan Kakek tersebut


"Apa maksud mu? " Tanya Sastra pada berta yang bingung dengan perkataanya


" Sudahlah! Jangan dipersulit! " sambung Semiang


Lalu mereka pun membawa kakek itu ke gedung merdeka, Maaf , Ke sebuah Gubuk untuk mengobati Kakek tersebut.


Setelah keadaan Kakek tersebut mulai membaik, Mereka berempat pun meminta penjelasan dengan apa yang terjadi sebenarnya.


" Bagaimana keadaanya Kek?" Tanya Berta pada Kakek tersebut


" Keadaan kakek sudah pulih seperti sedia kala! hanya saja kakek masih tua.!" Jawab Kakek itu seraya bercanda

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu! Kalau tuanya sulit untuk diobati Kek.!" Sambung Semiang


" Dan Iya! Siapa nama Kakek? " Tanya Berta lagi


" Panggil saja kakek, Kik Jaraya.!" Jawab Kakek itu


" Kalau boleh Kami tau! mengapa mereka menyerang Akik dan penduduk disini? dan siapa Artasura itu Kik?" Tanya satra pada Kik Jaraya seraya melanjutkan pertanyaan Sebelumnya


"Artasura dan Empat orang Temanya adalah Pendekar aliran hitam yang sangat kuat dan kejam! mereka ingin agar kami memberitahukan keberadaan Barata.!"Jawab Kik Jaraya


"Barata? " Ujar Sastra seraya terkejut dengan nama tersebut


"Iya! Barata adalah seorang Patih dari Kerajaan Tara!" Sambung Kik Jaraya


Artasura ingin membunuh Barata dan menyerap kekuatan yang dimiliki Barata yang ternyata Barata adalah guru mereka sendiri


Meskipun Sastra Dan Teman temanya


Tau bahwa yang dimaksud Kik Jaraya Adalah guru mereka sendiri,


namun mereka pura pura tidak tau.


"Mengapa Artasura ingin mencari Barata Kik?" tanya Berta yang makin penasaran


" Artasura ingin membunuh Barata karna Barata memiliki 4 kekuatan pengendali alam! Sebelum beliau menurunkannya pada orang lain.!" terang Kik Jaraya


"Lantas! Apakah Akik dan penduduk lainnya tau keberadaan Barata?" tanya Semiang yang seolah menyambung pertanyaan Berta


"Berkunjung?" ujar Semiang yang bingung dengan penjelasan Kik Jaraya


"Iya! Beberapa waktu lalu Barata pernah berkunjung untuk melihat keadaan Desa ini! " Sambung Kik Jaraya


Semiang dan empat orang temanya pun mengerti bahwa mungkin gurunya pernah singgah ke Desa tersebut saat Barata pergi bertapa beberapa waktu lalu.


"Terimakasih atas semua penjelasanya Kik! Dan maafkan Kami karna kami tidak bisa membantu Akik sepenuhnya, karna ada tugas penting yang harus kami selesaikan.! dan iya! Apa nama Desa ini Kik?" ujar Sastra seraya mengakhiri pertanyaan mereka


"Nama Desa ini adalah Desa Keranji!"


Jawab Kik Jaraya dengan singkat


Desa Keranji adalah bagian dari wilayah kerajaan tara yang saat ini kerajaan Tara itu sendiri dikuasai oleh Artasura dan Empat orang temanya


"Kalau boleh Akik tau! Siapa nama Kalian?" Tanya kik jaraya pada Sastra dan yang lainya


" Aku Sastra! Ini Semiang! Dua Wanita cantik ini Berta dan Jini Kik.!" Jawab Sastra


" Sepertinya Kalian bukan orang biasa! melihat dari penampilannya kalian pasti seorang pendekar" ujar Kik Jaraya pada mereka


"Kami orang biasa sama seperti Akik! hanya saja Kami lebih muda dari Akik!" Kata Semiang dengan cepat

__ADS_1


"Tanpa diberitahu Akik juga sudah tau kalu Kita masih muda!" Sambung Jini seraya membenarkan perkataan Semiang


"Apa pedulimu? " ucap Semiang pada Jini


"Kalian tampan dan cantik sangat cocok untuk berpasangan!" Sambung Kik Jaraya seraya mengolok ngolok Semiang dan Sastra


"Kami hanya bergabung dalam menjalankan tugas! Tidak lebih dari itu Kik!" potong Berta seraya menolak apa yang diucapkan Kik Jaraya


"Doa kan saja Kik!" Sambung Sastra yang seolah olah olah setuju dengan ucapan Kik Jaraya


" Iya!" Kata Kik Jaraya


"Mimpi.!" Sambung Jini seraya membantah ucapan Sastra


Setelah beberapa saat bercerita dan meminta penjelasan, Empat pendekar sugiran tersebut pun segera berpamitan untuk meneruskan perjalanan Mereka, Meskipun hari mulai gelap namun mereka akan segera pergi dari Desa tersebut.


" Sudah waktunya kita pergi!" ajak Semiang pada tiga orang temannya untuk meneruskan perjalanan


"Kau benar! " Sambung Sastra


"Kami mohon pamit Kik!" kata Mereka dengan serempak


" Hari sudah mulai gelap! Akan lebih baik Kalian menginap saja!" Kata Kik Jaraya mengusulkan mereka untuk menginap


" Tidak usah Kik! Karna Kami harus secepatnya sampai ke tujuan.!" Ujar Semiang Seraya menolak tawaran Kik Jaraya


" Baiklah! Terimakasih karna Kalian telah menyelamatkan Akik!!" kata Ki Jaraya berterimakasih


" Sama sama Kik! " Ujar Semiang


Mereka pun meneruskan perjalanan.


Sedangkan Artasura bukanlah bagian dari tugas kelompok Mereka, Karna Artasura Adalah musuh besar Barata, Dan itu adalah tugasnya dari Ksatria penjelajah Sumatra yaitu para Ksatria yang menjaga keamanan Perguruan Sugiran dan tidak akan dijelaskan dalam episode ini.


Saat diperjalanan, melihat hari sudah mulai gelap akhirnya Semiang memutuskan bermalam di hutan hingga menunggu terbitnya Matahari.


" Kita istirahat disini dan meneruskan perjalanan besok pagi!" kata Semiang pada tiga orang temannya


" Baik lah! Aku setuju!" Ujar Sastra


"Awas kalau Kalian Macam macam!" kata Berta seraya mengancam Semiang dan Sastra berpikir yang tidak tidak


" Siap tuan Putri! "ujar Sastra


" Aku bukan lah orang yang mudah terperdaya oleh hal semacam itu! tapi jika Kalian mengajakku aku juga tidak akan menolak!" ujar Semiang pada Berta dan Jini seraya bercanda


" Apa kau bilang? " bentak Berta pada Semiang


" Eits sabar! Mungkin lebih baik kita segera tidur saja! Karna perjalanan Kita masih jauh" kata Semiang menenangkan Berta

__ADS_1


Mereka pun tidur dan meneruskan perjalanan besok pagi.


.......................


__ADS_2