Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Mereka Kembali Part2


__ADS_3

"Diam kau sem!" bentak Jini pada Semiang


"Iyaa baiklah.!" ujar Semiang


Seluruh murid pun bubar dan kembali ke kelompok masing masing.


* Beralih ke kelompok Satril.


(Malam sebelumnya)


" Apakah Aku sudah Gagal? tidak..!Aku seorang Ksatria yang tidak diharuskan untuk berprasangka buruk.!" ujar Satril dalam hati


(Di alam mimpi)


"Dimana ini? " kata Damar bertanya tanya dalam hati


"Damar!" panggil Lisa


" Lisa? Dimana Kita sekarang?" tanya Damar


"Aku sendiri tidak tau Damar.!" jawab Lisa


"Damar! Lisa!" panggil Kristi


"Kristi?" sahut Damar


"Iya!" ujar Kristi


" Dimana Satril dan Randa?" tanya Damar pada Kristi


"Entahlah! Aku sendiri tidak mengetahui dimana kita berada?" jawab Kristi


Kemudian mereka bertiga berjalan mencari Satril dan Karnada dengan perasaan bingung.


Dan mereka melihat karnada sedang menatap pemandangan yang ada di depannya.


"Karnada! Apa yang Kau lihat?" tanya Damar


" Aku hanya kagum! Belum pernah Aku melihat tempat seindah ini.!!" jawab Randa


"Apa Kau mengetahui Kita berada dimana? " tanya Damar lagi


"Entah lah! Mungkin Kita berada di alam mimpi.!" jawab Randa


Kemudian muncul sesosok mahluk yang menyerupai manusia disertai dengan cahaya putih dan kemungkinan itu adalah sang Dewa,


Dewa tersebutpun berkata.


"Kalian belum saatnya disini.!! Masih banyak tugas yang harus Kalian selesaikan dan teman kalian masih membutuhkan bantuan Kalian.!" kata Dewa tersebut

__ADS_1


" Kami sendiri tidak mengetahui Kami berada dimana dan bagaimana caranya Kami kembali ketempat asal Kami?" ujar Randa


"Kalian berada di alam dimana kehidupan di dunia berakhir! Dan sekarang kembalilah ke alam Kalian untuk itu pejamkan mata Kalian!" kata Dewa tersebut seraya memerintahkan untuk kembali ke alam nyata


Kemudian mereka berempat pun memejamkan mata dan beberapa saat mereka membuka mata


" Uhhuk..! Uhhuk.!" Karnada bangun dan batuk begitupun dengan ke tiga temannya


"Kalian sembuh secara bersamaan?Syukurlah..!! " ujar Satril yang tidak bisa berkata banyak sangking senangnya


" Satril! Apa yang terjadi pada Kami?" tanya Damar yang masih bingung


"Kalian terkena serangan tenaga dalam Sentana hingga membuat Kalian terluka parah dan tidak sadarkan diri.!" jawab Satril


"Sentana? Iya Aku ingat sekarang.!!" ujar Randa


Kemudian datang seorang bapak yang ikut menyelamatkan Randa dan temanya untuk mengucapkan selamat.


" Rupanya Kalian sudah sembuh! Syukurlah.!" ujar bapak tersebut


"Bapak siapa?" tanya Randa


"Dia adalah orang yang ikut membantuku saat Aku tidak tau caranya menyelamatkan kalian! Beliau menyuruhku agar membawa Kalian ketempat ini dan tempat ini adalah kediaman Beliau.!!" terang Satril


"Oh.!! Terimakasih banyak pak! Aku tidak akan pernah melupakan budi baik bapak.!" ujar Randa seraya berterimakasih pada Bapak tersebut


"Bapak hanya membawa aden aden kesini! Jika ingin berterimakasih berterimakasih lah pada orang yang menyembuhkan Kalian.!" kata bapak tersebut


"Sebentar lagi Dia datang untuk melihat keadaan Kalian!" jawab si Bapak


Tak lama kemudian wanita setengah baya yang mengobati Randa dan temanya tersebutpun datang.


Terlihat dari depan gubuk wanita tersebut datang.


" Nah panjang umurnya itu Dia sudah datang!" kata si Bapak


"Kalian sudah sadar.!!" tanya Wanita tersebut


" Iya! Mereka tersadar secara bersamaan.!!" jawab si Bapak


"Syukurlah! Aku khawatir kalau sampai saat ini Kalian tidak sadarkan diri juga mungkin Aku tidak tau apa yang akan terjadi!" ujar si Wanita tersebut


"Kami tidak tau apa yang harus Kami lakukan selain mengucapkan terimakasih banyak! Karna Nyai telah menyelamatkan hidup Kami.!" kata Randa berterimakasih


" Aku hanya melakukan apa yang Aku bisa! Hasilnya hanya sang pencipta lah yang menentukan! Kalian semua orang baik tidak ada alasan bagiku untuk tidak membantu Kalian! Terlebih lagi itu semua kulakukan karna Kalian telah menyelamatkan Desa Kami dari kekejaman orang orang Bujur Timur.!!" ujar Wanita tersebut seraya berterimakasih kembali


"Menumpas kejahatan adalah tujuan Kami Nyai.! Kami sudah ditakdirkan untuk membangun kedamaian dan Kami siap akan hal itu meskipun kematian selalu mengintai kami.!!Kami tidak pernah sedikit pun merasa takut.!" sambung Satril


" Sungguh Bapak terkesan dengan ucapan aden.! Bapak yakin suatu saat nanti kalian akan menguasai Nusantara melalui tenaga dan pikiran Kalian.!" ujar Si Bapak

__ADS_1


"Terimakasih Pak! Tapi menguasai Nusantara bukanlah tujuan Kami! Kami hanya ingin membangun kedamaian dan ketentraman Nusantara! Dan bila semua itu sudah tercapai Kami akan hidup seperti Warga biasa pak.!!" ucap Satril


"Aden memiliki jiwa yang rendah hati! Bapak sangat kagum pada Aden!" kata Bapak lagi seraya memuji


" Jangan berlebihan pak! Maaf! sepertinya pertemuan Kita hanya sampai disini pak! Karna Kami akan meneruskan perjalanan Kami! Dan Kami mengucapkan banyak terimakasih atas apa yang telah bapak dan warga desa ini berikan pada kami.!" ujar Satril seraya mengakhiri pembicaraan mereka


" Sama sama Den! Itu adalah kewajiban Kami.!" ucap si Bapak


"Dan tidak lupa juga untuk Nyai terimalah hormat Kami dan rasa terimakasih Kami pada Nyai" ujar Satril berterimakasih pada Wanita tersebut


"Sama sama nak pendekar! Semua yang Nyai lakukan tidak setara dengan apa yang telah Nak pendekar lakukan untuk Desa ini.!" ucap si Wanita tersebut


Kemudian Satril dan kelompoknya pun meneruskan perjalanan mereka.


(Diperjalanan)


"Apakah tugas Kita sudah selesai?" tanya Kristi pada ke empat temanya


"Sepertinya Iya.!! Karna pembuat onar yang paling kejam di pulau Jawa ini sudah terbunuh.!!" jawab Satril


" Berarti sudah saatnya Kita kembali keperguruan.!!" ujar Kristi


" Iya! Tapi perjalanan Kita akan memakan waktu cukup lama! Karna Kita tidak di haruskan untuk berkuda.!!" terang Satril


"Dan iya! Apakah Sentana juga sudah terbunuh?" tanya Randa penasaran


"Belum! Dia melarikan diri dan sepertinya Dia juga sedang terluka parah.!" jawab Satril


"Jika saja Sentana tidak menyerang secara tiba tiba! Mungkin Dia sudah tewas ditangan ku!" ucap Damar dengan yakin


"Apa Aku tidak salah mendengar! Yang Aku lihat Kau malah pendekar hebat yang paling dulu terkena serangan Sentana! Malah berlagak ingin membunuhnya.!!" sambung Kristi seraya mengejek Damar


"Ah! Itukan karna Sentana datang menyerang secara tiba tiba! Mana tau Aku bahwa Dia akan datang menyerang! Sedangkan pandangan Ku fokus pada Srikarta..!" ujar Damar membenarkan


" Alasan.!!" kata Kristi lagi


" Apa Kau bilang?" bentak Damar pada Kristi yang sedikit kesal


"Sudah.!! Itu semua adalah taktik bela diri yang harus Kita pelajari! Kita harus selalu siap meskipun dalam keadaan apapun! Karna Ksatria yang hebat adalah melihat titik kelemahan terlebih dahulu! Barulah Iya akan menyerang! Tidak ada yang salah dalam peristiwa itu! Karna jangankan Damar! Aku sendiri nyaris kalah saat melawan Sentana waktu itu.!!" jelas Satril


"Kau benar! Kita harus selalu siap dimana pun Kita berada atau pun dengan kondisi apa.!! Karna sepertinya Sentana sudah lama melihat gerak gerik Kita dari kejauhan saat Kita melawan Srikarta dan anak buahnya.!!" sambung Randa


" Bukankah inti dari ucapan Satril tadi adalah sama dengan ucapan mu Randa?" kata Lisa sedikit protes dengan ucapan Randa


" Iya.!! Itu lebih tepatnya.!" terang Randa


" Iya iya! Baik lah!" kata Lisa lagi


........................................

__ADS_1


.................................


__ADS_2