Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Macan Kumbang2


__ADS_3

*Kembali ke kelompok Sastra sejenak


Pertarungan Sastra dan Naga melawan Macan Api tersebut cukup sengit, hampir menjelang fajar mereka bertarung.


Akhirnya sang Naga berhasil melilit si Macan, Dengan sangat erat tubuh Macan pun akhirnya melemah.


Kemudian tanpa menyia-nyiakan kesempatan Sastra langsung menusuk tubuh Macan.


Setelah Macan sudah di anggap mati akhirnya Naga pun melepaskan lilitannya.


Dalam keadaan terengah-engah, Sastra sedikit merasa lega karena dia sudah berhasil menaklukan si Macan yang ternyata Macan tersebut adalah Macan siluman


Kemudian Sastra mendekati Zabela dan berusaha untuk memulihkan sedikit tenaga Zabela.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sastra cemas


" Tidak apa-apa apanya! Apa kau tidak melihat aku yang sedang terluka parah?" Jawab Zabela dalam keadaan lemas seolah masih sempat berkata kasar


"Baik! Tunggu sebentar! Aku akan memulihkan tenagamu! " Ucap Sastra hendak mengobati Zabela


Namun sayangnya Sastra bukan dokter ataupun tabib, Tentu saja untuk urusan mengobati dia tidak bisa


Akhirnya dengan caranya sendiri Zabela berusaha mengobati lukanya dan pada akhirnya Zabela pun sembuh


Belum sempat Zabela mengobati teman-temannya, Tiba-tiba Macan yang di anggap mati tersebut bangkit tubuhnya kembali menyala dengan api yang berwana oren kemerahan


" Apa?" Ucap Sastra kaget saat melihat Macan tersebut


Dengan tergesa-gesa Sastra pun kembali mencabut pedangnya, Dan pertarungan Naga dan Macan berlanjut


Sementara Sastra menyuruh Zabela untuk mengobati Parta dan Jini sembari bersembunyi


Keganasan dan kekuatan si Macan benar-benar di luar dugaan, Bahkan Naga milik Sastra pun kalah dan kembali ke sarung pedang Sastra


Pertarungan merekapun semakin sengit, Dan kali ini Sastra benar-benar kewalahan dalam menghadapi musuhnya


Selang beberapa saat, Jini akhirnya sembuh Sastra melarangnya untuk ikut bertarung


" Kurang ajar! Baru kali ini aku melihat Macan yang kekuatannya melebihi manusia! " Ucap Sastra dalam hati sembari bertarung


Kemudian selang beberapa menit Parta juga sembuh, Namun tetap Sastra melarangnya juga untuk bertarung


Dengan jurus topan api Sastra berhasil memotong tubuh Macan, Tapi sebaliknya tubuh Macan kembali menyatu


Kemudian Argus juga kembali sembuh, Dan karna juga melarangnya untuk bertarung akhirnya Argus mencabut pedangnya,


" Setidaknya ini dapat membantu Sastra" Kata Argus

__ADS_1


Sastra pun akhirnya di bantu oleh Naga hitam


Singkat kata, Karna kekuatan mereka tidak berarti apa-apa bagi Macan. Akhirnya Jini ingat bahwa mungkin macan tersebut tidak bisa di lawan dengan kekuatan pengendali alam atau Elementasi


" Sepertinya Macan tersebut tidak bisa di lawan dengan jurus pengendali" Ujar Jini


"Lantas!" Tanya Zabela


" Mungkin kita harus melawannya dengan kekuatan ghaib! Masalahnya siapa di antara kita yang menguasai kekuatan batin atau ghaib" Terang Jini


" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Parta panik


Naga hitam sudah kalah sementara Sastra hampir tidak sanggup lagi melawan si Macan


Sembari bertarung Sastra mengingat bahwa yang di lawannya adalah seekor siluman


Karna tidak bisa melawannya, Salah satu cara yang bisa Sastra lakukan iyalah mengurung Macan tersebut dalam jurus Perisai Halimun


" Jini!" Teriak Sastra seolah memberikan isyarat pada Jini agar melakukan sesuatu


Dengan cepat Jini mengerti, Lalu Jini menarik anak panah esnya untuk menghentikan gerakan Macan. Kemudian Sastra mengeluarkan jurus yang belum pernah dia keluarkan sebelumnya


Alhasil, Macan pun tidak bisa kemana-mana terkurung dalam gelembung perisai halimun


Seketika tenaga Sastra habis dan membuatnya pingsan, Dan ke empat temannya pun bergegas menghampirinya


Disisi lain Zabela masih belum mengerti dengan ucapan Jini sebelumnya


" Jika Macan itu bisa di lawan dengan kekuatan ghaib! Lantas! Mengapa panah halimun ku tidak berguna?" Tanya Zabela pada Jini


"Macan itu memiliki kekuatan yang luar biasa! Dalam arti dia bukanlah tandingan kita! Sementara panah yang kau miliki belum sempurna sepenuhnya!" Terang Jini


" Ya! Aku mengerti sekarang!" Sahut Zabela


Sementara Sastra masih dalam keadaan pingsan


" Apa dia terluka parah?" Tanya Jini pada Zabela


" Tidak! Hanya saja kekuatannya terkuras habis, Karna sepertinya jurus yang dia gunakan untuk mengurung Macan! Ini adalah yang pertama kalinya!


"Syukurlah kalau begitu!" Sahut Jini


Selang beberapa menit kemudian Sastra sadar


" Semiang pernah bilang, Berta akan mencium ku! Tapi sayangnya dia tidak ada disini! Apakah ada sumbangan ciuman dari kalian berdua?" Canda Sastra pada Zabela dan Jini sembari sadar


" Tutup mulut?" Celetuk Zabela sedikit geram

__ADS_1


" Jangan mimpi!" Sambung Jini


Singkat kata, Setelah sadar Sastra dan keempat temannya mendekati Macan tersebut dalam ke adaan terkurung


Karna sudah sedikit tenang akhirnya Macan tersebut bicara


" Lepaskan aku!" Pinta Macan


" Kau nyaris menghabisi kami! Tidak mungkin aku melepaskan mu" Sahut Sastra


"Sebenarnya aku tidak bermaksud menghabisi kalian! Aku hanya tertarik dengan kekuatan yang kalian miliki! Dan ternyata kalian benar-benar hebat! Dan aku akan tunduk atas perintah mu Sastra!" Terang Macan tersebut


" Aku tidak percaya! Kau akan terkurung disini sampai ada orang yang bisa membebaskan mu! Jika yang kau ucapkan benar! Maka aku akan datang membebaskan mu suatu saat nanti! Dan anggap lah ini suatu hukuman karena kau sudah berani berurusan dengan murid Barata" Ucap Sastra menyebut nama gurunya


Karna hari sudah siang akhirnya mereka meneruskan perjalanan tanpa tertidur, Mereka pun bergegas mencari desa terdekat untuk istirahat


" Sejak kapan kau memiliki jurus perisai halimun?" Tanya Jini penasaran


"Entahlah! Aku sendiri tidak tau! Yang aku ingat aku pernah menggunakan jurus Lautan Api saat membuka Perisai halimun di goa tempat yang mulia Maharaja dan permaisuri di kurung sebelumnya! Terang Sastra


" Bukan kah yang kau lakukan itu gagal?" Tanya Jini lagi


" Itulah yang membuat aku tidak mengerti!" Sahut Sastra


" Mungkin jurus tersebut tertarik pada mu! Karna kau sudah berusaha keras untuk menaklukkannya! " Sambung Argus seolah mengira


" Yang kita bicarakan sebuah jurus! Bukan orang ataupun mahluk hidup! Mana ada jurus yang tertarik pada orang" Sahut Sastra menyalahi


" Benar juga! Berarti dugaan ku salah?" Kata Argus menyadari


" Tentu saja itu salah! Karna jika kau benar, maka tidak mungkin kau salah! " Sambung Parta


" Apa yang kau bicarakan?" Tanya Argus bingung dan sedikit kesal


" Sudah! Kalian berdua sama saja! Sama bodoh!" Sambung Zabela


" Jaga ucapan nona manis! Jangan sampai kau menyesali kata-katamu! Karna jika suatu saat nanti kau memohon-mohon untuk menjadi kekasihku! Maka saat itu lah aku akan menolak mu mentah-mentah!" Sahut Argus makin kesal pada Zabela seraya bercanda


" O ya? Ku harap tidak sejarah yang seperti kau ucapkan" Kata Zabela


Singkat kata panjang cerita, Tibalah mereka di suatu desa. Meskipun Siang hari, Mereka istirahat di desa tersebut karena perjalanan mereka sudah terlalu lelah..


* Beralih ke kelompok Ray Anaka


Lanjut besok ya


....

__ADS_1


......


__ADS_2