Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Upacara Pernikahan


__ADS_3

"Akhirnya waktu yang nanti nantikan tiba juga, baiklah" ujar Raja Rasta dengan senangnya


Dengan cepat raja Rasta memerintahkan seluruh pasukannya untuk berangkat ke kerajaan Tara menemui Raja Artasura .


"Pengawal! kerahkan seluruh pasukan, kita berangkat sekarang!" perintah Rasta


"Siap yang mulia" sahu pengawal


Pasukan kerajaan Kuto Lama berangkat hari itu juga dan setibanya di kerajaan Tara, mereka langsung menyusun rencana.


"Apa rencana mu selanjutnya Artasura ?" tanya raja Rasta


"Kita menyerang saat upacara diselenggarakan, dengan seperti itu perguruan sugiran tidak akan menyadari bahwa kematian akan mengincar mereka" terang Artasura


Saat menjelang petang ataupun sore pasukan Artasura dan Rasta pun berangkat menuju perguruan Sugiran untuk meluncurkan serangan.


* Beralih ke perguruan Sugiran di waktu yang sama


Dengan penuh kesenangan saat kebersamaan, para murid sugiran mempersiapkan upacara pernikahan tidak ada yang mengeluh sama sekali.


" Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat" ujar Semiang


" Apa yang kau bicarakan?" tanya Sastra sedikit bingung


" Ya, yang tadinya kita hanya seorang anak yang tidak mengerti apa apa" jawab Semiang makin membingungkan


"Terus?" tanya Sastra lagi makin penasaran


" Saat ini kita sedang mempersiapkan upacara pernikahan guru, dan mungkin sebentar lagi salah satu diantara kita akan ada yang menyusul guru, itu artinya bahwa kita sudah besar" jelas Semiang


"Lantas?" sambung Sastra lagi


"Aku merasa, ini adalah awal dari perjalanan kita untuk membela kebenaran, apa kau yakin bahwa upacara ini akan berjalan dengan lancar?" ujar Semiang


"Apa maksud? alangkah baiknya jika kau ungkapkan isi hatimu secara terang benderang seperti matahari tepat di atas kepala biar aku mengerti apa yang kau bicarakan" kata Sastra sedikit kesal


" Begini, aku berfirasat sepertinya kau akan berduka setelah mengetahui bahwa Berta adalah seorang putri, karna dalam hal ini akan sulit bagimu untuk bertemu dengan nya, apalagi menjalankan misi bersamanya" terang Semiang seraya menyindir Sastra yang mulai banyak melamun


"Ah kau ini, bikin aku penasaran saja, apa hubungan nya dengan waktu berlalu begitu cepat?" tanya kata Sastra bertanya


" Ya, itu hanya kata awalan ku saja" jawab Semiang dengan singkat


" Bukan kah Berta pernah bilang bahwa dia akan tetap ikut menjalankan perintah guru" sambung Satra


"Bisa jadi itu hanya alasan dia saja untuk menghibur Jini " ujar Semiang menakut nakuti


" Ah tidak mungkin" kata Satra berusaha meyakinkan

__ADS_1


Tanpa sengaja Berta mendengar percakapan Sastra dan Semiang, dalam sisi galaknya dia tersenyum saat mendengar percakapan tersebut.


Sementara di sisi lain Novita dan Sugita terus memperhatikan Sastra Semiang dengan penuh kekaguman


Begitulah saat saat kebersamaan para murid sugiran, selalu penuh dengan keseruan candaan, namun itu hanya terjadi saat mereka tidak menjalankan misi.


Sayangnya para murid Sugiran tidak menyadari bahwa kehancuran yang kedua kali sedang mengincar ksatria aliran putih.


Menjelang malam, semua persiapan dan perlengkapan upacara sudah selesai semua. Namun dalam hati Semiang tersimpan perasaan yang ganjal, dia berfirasat bahwa saat upacara diselanggarakan, akan ada tamu yang tidak di undang.


Untuk menghilangkan kegelisahan nya, Semiang pun keluar sementara murid yang lain sudah tidur.


" Kenapa aku tidak bisa tidur? apakah ini sebuah pertanda bahwa akan ada serangan dari aliran hitam?" ujarnya dalam hati


Dan secara kebetulan Berta juga merasakan hal yang sama, hingga dia pun keluar


Saat memandang sinar rembulan, Semiang di kaget kan oleh kehadiran Berta yang memakai pakaian seorang putri kerajaan, dengan wajah berparas cantik luar biasa Berta pun bertanya kepada Semiang.


"Kenapa kau masih diluar?" tanya Berta secara tiba tiba


" Ah kau ini, aku pikir tadi putri kayangan yang datang menghampiriku" jawab Semiang dengan kagetnya


"Aku tidak bisa tidur, karna aku merasa akan ada tamu yang tidak di undang saat upacara besok" terang Semiang


"Benarkah? berarti kita memiliki perasaan yang sama" sambung Berta


" Aku bicara serius!" ujar Berta mulai kesal


"Ya, aku juga serius" sambung Semiang


"Sepertinya kita tidak boleh lengah saat upacara besok!" usul Berta


"Kau benar, saat upacara berlangsung aku akan menunggu di luar perguruan, dan kau beri tahu yang teman teman agar berhati hati! " pinta Semiang


Sementara dari kejauhan pasukan raja Rasta sudah mengepung perguruan sugiran, Mereka menunggu waktu saat upacara berlangsung


Namun sayangnya percakapan Semiang dan Berta sudah di ketahui oleh Artasura, hingga membuat Artasura bertindak lebih cepat.


" Kurang ajar, sepertinya mereka sudah mengetahui kedatangan kita, tidak akan kubiarkan mereka berdua memberitahu yang lain" ujar Artasura saat mendengar percakapan Semiang dan Berta


"Apa rencana mu?" tanya Trantasura


" Kita harus menculik mereka berdua" jawab Artasura


" Serahkan tugas ini pada ku" pinta Trantasura


"Jangan! mereka berdua adalah termasuk ksatria terkuat di perguruan sugiran, tidak mudah untuk menculik mereka" ujar Artasura

__ADS_1


" Lantas bagaimana?" tanya Trantasura lagi


" Serahkan tugas ini pada Sentana! dia bisa menculik tanpa menyentuh mereka" terang Artasura


" Kalau begitu tunggu apa lagi?" ujar Trantasura seraya menyuruh bertindak lebih cepat


"Sentana! kau tau apa yang harus kau lakukan!" perintah Artasura pada Sentana


" Tentu!" sahut Sentana


Kemudian dengan cepat Sentana melakukan tugasnya, Dia menculik Semiang dan Berta menggunakan jurus Tranhalimun


Tanpa di sentuh Semiang dan Berta sudah berpindah tempat dari tempat yang sebelumnya ke tempat yang tidak diketahui oleh mereka.


" Apa yang terjadi?" ujar Semiang bertanya tanya pada Berta


" Aku sendiri tidak mengerti, apa yang terjadi dan dimana kita sekarang" kata Berta


" Jangan jangan ini adalah rencana Artasura" dugaan Semiang


" Bisa jadi, benar kata mu kita kedatangan tamu yang tidak di undang" sambung Berta


" Berarti sekarang perguruan kita dalam bahaya!" ujar Semiang


" Apa yang harus kita lakukan?" tanya Berta sedikit cemas


" Entah lah! " jawab Semiang yang tidak tau apa yang mereka perbuat


Artasura merasa bangga setelah melihat Semiang dan Berta berhasil disingkirkan.


" Ha ha ha, harus ku akui kehebatan kalian yang memiliki firasat yang kuat, tapi itu bukan halangan bagi Artasura" ujar Artasura mengutarakan kesombongan nya seraya membicarakan Semiang dan Berta


" Sekarang tidak ada lagi yang akan menghalangi rencana kita!" ujar Trantasura


Menjelang pagi, Seluruh murid sudah bersiap siap untuk menjalankan upacara pernikahan, namun bukan murid Sugiran namanya jika mereka tidak merasakan hal yang kurang dari mereka terutama Sastra, Jini, dan Zabela.


Mengingat acara akan segera dimulai, Sastra bertanya pada teman teman bahwa dia tidak melihat Semiang dan Berta.


" Dari tadi aku tidak melihat Semiang, Apakah kalian tahu dimana dia" tanya Sastra


"Aku juga tidak melihatnya, mungkin ada hal yang penting yang harus dia lakukan" dugaan Sastril


.....


........


...........

__ADS_1


__ADS_2