
Sembari menatap keadaan keempat temanya Satril bingung apa yang harus Iya perbuat.
"Apa yang bisa aku lakukan?" ujarnya dalam hati
Karna mereka telah menyelamatkan Desa tersebut akhirnya penduduk Desa pun satu persatu menghampiri Satril
"Den! Mari Kita bawa teman temanmu ketempat Bapak untuk segera di obati.!" kata salah satu warga Desa tersebut
"Terimakasih Pak!" ujar Satril seraya menerima
Kemudian keempat teman Satril pun di bawa ke rumah bapak tersebut dan dibantu oleh warga yang lain.
Sesampainya di tempat yang dituju masing masing orang mencari cara untuk menyembuhkan teman teman Satril.
"Aku jadi merepotkan Kalian..!!" kata Satril seolah merasa tidak nyaman dengan bantuan warga Desa tersebut
" Kau telah menyelamatkan kami! Kini giliran Kami yang akan menyelamatkan teman temanmu semampu yang Kami bisa.!!" ujar bapak yang tadi
Dan untungnya ada salah satu penduduk setempat yang bisa mengobati luka dalam, Dia seorang wanita setengah baya.
"Biar Aku yang akan mencoba mengobati Mereka.!!" ujarnya berkata pada Satril dan warga Desa yang lain
"Silahkan!" kata Bapak yang tadi
Kemudian wanita tersebut pun meminta warga yang lain untuk mencari rempah rempah untuk dijadikan obat.
Dan setelah semua apa yang Ia minta sudah terkumpul, Diapun segera mengobati keempat teman Satril tersebut namun mereka tidak sembuh begitu saja, Satril harus menunggu sampai besoknya.
"Kita harus menunggu sampai besok.!! Jika besok pagi Mereka belum sadarkan diri maafkan Aku!! Bisa bisa Mereka tidak bisa terselamatkan..!!!" Kata wanita tersebut seraya mengatakan tentang keadaan teman teman Satril
"Kita doakan yang terbaik..!!" ujar Bapak yang tadi seraya menghibur Satril
" Iya! Terimakasih untuk semuanya..!!" Ujar Satril seolah dengan perasaan yang menyesal
Kita beralih ke Sentana sejenak.
Sentana juga terluka karna terkena tombak Satril dalam pertarungan sebelumnya, Iya pergi ke gunung Krakatau untuk minta pertolongan pada Raja Rasta.
Dan ternyata, Gunung Krakatau adalah pusat pemerintahan Raja yang lalim, Raja Rasta yang terdapat di pulau Sumatra sendiri.
"Bruuuk!!" Sentana langsung jatuh dihadapan Raja Rasta
" Sentana! Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Raja Rasta seraya terkejut
"Yang mulia! Barata sudah mendirikan sebuah perguruan dan Aku kalah dalam bertarung melawan muridnya di pulau Jawa yang mulia..!!" Kata Sentana dengan suara yang tersendat-sendat
"Kurang Ajar! Tidak akan kubiarkan Barata hidup.!! Karna Iya adalah penghalang terbesar kita..!" ujar Rasta dengan geramnya saat mendengar berita dari Sentana
__ADS_1
Tak lama kemudian Sentana pingsan.
" Sentana.!!! Pengawal! Bawa Sentana kedalam dan panggil kan Tabib untuk mengobati Sentana.!!" ujar Rasta memerintahkan prajuritnya
Raja Rasta adalah Raja yang memimpin Kerajaan Kuto lama sedangkan kerajaan Tara itu Iya serahkan pada Artasura, Namun yang ada Kerajaan Tara berubah drastis dibawah kemimpinan Artasura karna Artasura lebih suka mengembara dan kerajaan Tara pun terbengkalai karna tak ada Raja.
(Berhubung kita sudah berada di Sumatra dan mengingat waktunya sudah tiba, Kita kembali keperguruan Sugiran.)
Tibalah waktunya saat yang dinantikan perguruan Sugiran yaitu Pulihnya Barata.
"Huk! Huk huk.!" Barata batuk
"Guru!" panggil Sastra dan yang lainya
"Kalian? Rupanya Kalian sudah kembali..!" ujar Barata dengan suara sedikit lemah
"Iya Guru.!" jawab Semiang
Kemudian Berta keluar dan menyampaikan Kabar gembira ini pada Raja Musi dan Mayang Sari.
"Yang Mulia! Guru sudah sembuh.!!" kata Berta menyampaikan
"Benarkah?" ujar Raja Musi
Dan Mayang pun langsung masuk,
"Kanda Barata!" panggil Mayang
"Dinda Mayang Sari.! Kau kah itu.!" ujar Barata dengan terkejutnya
"Iya Kanda!" Sambil mendekati Barata dan diiringi air mata bahagia
Kemudian Mereka berdua pun Berp*l*kan seraya melepas rindu yang sekian lama terpisah.
"Sepertinya kita harus keluar.!!" ajak Semiang pada Sastra dan yang lainya seolah tidak tahan menahan air matanya
"Kau benar.!" kata Sastra menyetujui
Mereka pun keluar.
(Sambil berpel*k*n)
"Kanda! Dinda tidak menyangka bahwa Kita dipersatukan kembali setelah sekian lama Kita terpisah!! Dinda sudah putus asa dengan semua ini kanda! Berat rasanya Dinda menahan rindu yang begitu menyakitkan ini.!!!" Ujar Mayang sambil menangis
"Kanda pun merasakan hal yang sama dinda! Hati kanda sakit! Berada jauh dari Dinda membuat Kanda mengenal arti dari sebuah kerinduan yang begitu mendalam! Namun sayangnya kanda tidak bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan Dinda..!!" ungkap Barata
Tanpa disadari Semiang dan teman temanya masih di depan pintu begitupun Raja Musi dan Permaisurinya menyaksikan pertemuan Barata dengan Putri Mayang Sari.
__ADS_1
Dan Berta melihat Semiang meneteskan air mata.
" Semiang! Kau lemah sekali! Jangan nangis lah!!!" kata Berta
"Kau pun menangis.!!" sambung Sastra berkata pada Berta
"Apa yang bicarakan Sastra? Kau tidak menyadari bahwa matamu juga berlinang..!" kata Jini
" Aku tidak menangis.!! Hanya saja Aku terharu!" ungkap Sastra
"Sama saja..!" sambung Zabela
"Sudahlah! Mari Kita keluar!" ajak Semiang
Kemudian Raja Musi dan Permaisurinya pun masuk, Sedangkan Semiang dan teman temanya keluar
Dan setelah Barata dan Mayang berp*l*kan, Raja memanggil Barata
"Barata!" panggilnya
" Yang Mulia? Hormat hamba yang mulia.!!" ujar Barata seraya menundukkan kepala
" Tidak perlu menundukkan kepala Barata! Aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu Karna kau telah menyelamatkan Kami semua! Aku salut padamu Barata..!!" ungkap Raja seraya merendah
" Terimakasih yg Mulia.! Hamba hanya melakukan apa yang seharusnya hamba lakukan.!" terang Barata
" Dan Iya!! Barata! Alangkah baiknya jika Kau secepatnya mempersunting Putriku agar tidak ada lagi kerinduan diantara Kalian berdua.!" kata Raja berkata pada Barata
"Iya yang Mulia! Dan terimakasih atas restunya.!!" ujar Barata
Sambil bertatapan dengan senyuman, Barata dan Mayang merasa bahwa mimpi mereka berdua seakan akan telah terjawab.
Kemudian Barata pun keluar dari kamar tersebut bersama Raja, Permaisuri, dan Mayang Sari
Seluruh murid pun menyapa Barata seraya melepas rindu seorang murid pada Gurunya.
Dan Barata melihat ada dua murid yang lain.
"Siapa kalian berdua? Aku belum pernah melihat Kalian sebelumnya.?" tanya Barata pada dua murid baru tersebut
" Hormat Kami yang Mulia dan Guru.! Aku Munawangi dan ini Suntari.! Aku putri dari Tumenggung Adiraksa dari Kerajaan Tara..!" jawab Munawangi
"Adiraksa masih hidup!.Dimana Beliau sekarang..?" tanya Barata lagi
"Sekarang Ayahanda tinggal di ruang rahasia bawah keraton! Ruang itu belum diketahui oleh Artasura karna Artasura tidak terlalu memikirkan Kerjaan dan saat ini Kota Raja dari kerajaan Tara sedang rusak moral!! Kekejaman ada dimana dimana Guru..!" jelas Munawangi
"Iya! Dan Kita akan mengambil hak Kita nanti pada saat waktunya tepat..!" ujar Raja yang ingin merebut kerajaan nya kembali
__ADS_1
........... ..................