
*Beralih ke kelompok Semiang
Singkat kata, Merekapun meneruskan perjalanan. Tidak butuh waktu lama mereka sudah hampir sampai ke tujuan.
Sementara dari golongan aliran hitam, Sarpa dan Ratna heran karena anggotanya tidak kunjung kembali. Ketua mereka bernama Arya Pamungkas meminta Sarpa dan Ratna untuk kembali ketempat dimana mereka berpisah sebelumnya
" Aku ingin secepatnya mereka kembali! Karna yang ku perintahkan adalah menghabisi murid Sugiran! Bukan bersenang-senang!" Ujar Arya marah pada Sarpa dan Ratna karena anggotanya menyimpang dari perintah
Kemudian Sarpa dan Ratna pun menyusul anggotanya tersebut.
Diperjalanan, Mereka berdua melihat kelompok Semiang sudah di perbatasan wilayah Kadipaten atau kota Kuto Lama.
"Apa? Bagaimana mereka bisa selamat?" Celetuk Sarpa bingung karena tugas mereka ternyata gagal
"Tidak mungkin? Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa mereka berdua sudah terbunuh! " Sahut Ratna seolah membicarakan Semiang dan Satril
" Kita harus bagi tugas! Kau sampaikan semua ini pada ketua! Sementara aku akan menyusul yang lainnya untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi!" Kata Sarpa membagi tugas
"Bagaimana jika ketua memarahiku?" Sahut Ratna menyetujui dengan polosnya
" Kau pecat saja dia saja sebagai ketua! " Sambung Sarpa sembari pergi
Mendengar ucapan Sarpa, Ratna malah semakin bingung
"Pecat? Saran yang kamu berikan' kurang berkualitas!" Sahut Ratna sedikit kesal
Kemudian Ratna bergegas menyampaikan ke ketua mereka bahwa kelompok Semiang berada di perbatasan
Namun Ratna sedikit ragu karna takut di marahi oleh ketua mereka, Bahwa tugas mereka sudah gagal
"Apa yang bisa kulakukan agar ketua tidak marah?" Ucapnya sendirian
" Aku benar-benar tidak mengerti' Kenapa tugas kami bisa gagal?" Sambungnya lagi
Dengan sedikit gugup akhirnya Ratna memberanikan tujuannya
"Mana mereka?" Ketua menanyakan anggotanya yang belum kembali dengan nada kasarnya
"Ada hal yang lebih penting yang harus ketua ketahui selain marah!" Ucap Ratna dengan gugupnya
"Apa itu?"
"Kelompok murid sugiran sudah berada di perbatasan ketua!" Ucapnya memberanikan
"Apa?" Dengan marahnya
"Aw!" Lata Ratna kaget
" Ini berarti kalian telah gagal menyelesaikan tugas kalian!"
"Itu benar ketua!"
"Diam kau!" Makin marah
__ADS_1
"Dasar bodoh! Menyelesaikan tugas sepele seperti itu saja kalian tidak bisa!"
Melihat ketua yang sangat marah, Membuat Ratna tidak lagi berani menjawabnya
" Apa yang akan kita lakukan ketua?" Tanya Ratna
"Beritahu anggota yang lain! Kita harus menghadang mereka! " Perintah ketua tegasnya
Singkat kata, Arya dan Ratna beserta anggota yang lain bergegas untuk menghadang kelompok Semiang
Dan setelah sampai
" Apa tujuan kalian kemari?" Tanya Arya pura-pura tidak tau
Karna takut ada kata-kata yang menyinggung, Semiang meminta Satril untuk menjadi juru bicara
"Satril! Biar kau yang menjawab pertanyaan mereka!" Ucap Semiang seolah berbisik
"Malah bisik-bisik, Mengherankan sekali!" Ucap Ratna yang tidak mengerti apa-apa
" Kami datang kemari, Karena guru memerintahkan kami untuk menjadi penduduk di kota ini!" Jawab Satril
" Bagaimana bisa kalian menjadi penduduk disini? Sementara kalian sendiri berasal dari penduduk asing!" Ujar Arya
" Tidak ada yang tidak mungkin, Jika ingin di mungkinkan! Karena kemungkinan akan menjadi mungkin!" Jawab Satril membingungkan
" Apa maksudnya?" Tanya Semiang juga bingung seraya berbisik
" Tidak tau! Yang jelas aku sudah menjawab pertanyaan mereka!" Jawab Satril dengan singkat
" Jawaban yang tidak bermutu! Aku tidak perduli apa tujuan dan dari mana asal kalian! Yang jelas' Aku tidak suka dengan kedatangan kalian! Kecuali jika kalian menyerahkan apa yang kalian punya kalau tidak kalian akan binasa!" Ujar Arya seraya mengancam
" Kami tidak punya apa-apa! Tetapi jika kalian tetap akan menghalangi kami! Maka terpaksa kami harus melawan!" Sahut Satril seolah menerima ancaman tersebut
" Kurang ajar!" Ucap Arya
" Seraang!" Perintah Arya pada anggotanya
" Biar kami yang menghadapi mereka!" Pinta Munawangi
" Hati-hati!" Ujar Semiang
Pertarungan pun terjadi.
Sementara Ratna masih tetap berdiri di belakang Arya
Setelah beberapa saat bertarung, Anggota Arya sangat mudah di kalahkan oleh Munawangi seorang. Akan tetapi pertarungan di antara mereka tidak memakan korban, Karna itu hanya sebatas peringatan untuk Arya
Kemudian karna melihat anak buah nya kalah, Arya akhirnya menyuruh Ratna menyerang duluan
"Ratna! Kau tau apa yang harus kau lakukan?" Kata Arya memberikan isyarat untuk segera menyerang
" Aku tidak tau ketua!" Ujar Ratna dengan polosnya
__ADS_1
" Bodoh! Serang mereka!" Perintah Arya
" Laki-laki dengan jumlah yang banyak seperti itu saja bisa kalah ketua! Bagaimana aku yang hanya perempuan yang tak berdaya ini ketua! Bisa binasa aku nantinya!" Ujar Ratna seolah keberatan
"Jangan banyak omong! Cepat serang mereka!" Ucap Arya mulai marah
Sementara Semiang merasa bahwa Ratna ikut menyerang pada serangan sebelumnya
" Bukankah wanita itu yang ikut menyerang kita tadi malam?" Tanya Semiang pada Satril
"Iya! Tapi bukan dia yang hendak membunuh kita!" Jawab Satril
Kemudian Ratna pun akhirnya menyerang bertarung melawan Munawangi
"Nawang! Jangan sakiti dia? Wajahnya sangat langkah! Kita harus melestarikannya!" Pinta Satril pada Munawangi untuk tidak melawan Ratna secara serius
"Kenapa? Kau tertarik?" Tanya Semiang
" Bukan! Hanya saja, sepertinya aku menyukainya!" Jawab Satril
Mendengar ucapan Satril, Suntari sedikit jengkel dan berkata dengan nada suara yang rada-rada halus "Dasar Buaya!"
Pertarungan pun berlanjut sesuai apa yang di pinta Satril
Ketika Munawangi pura-pura ingin melukai Ratna, Tiba-tiba serangannya di tangkis oleh Sarpa
"Sedikit saja kau melukai Ratna, Itu tidak akan menjamin hidupmu selamat!" Ujar Sarpa berkata pada Munawangi dengan tatapan yang tajam
Sementara Munawangi baru ingat bahwa Sarpa adalah anggota yang turut menyerangnya semalam, Sontak amarahnya naik saat mengingat perlakuan anggotanya sebelumya
" Benarkah? Tapi sepertinya hari ini kau yang akan menyusul teman-teman mu!" Sahut Munawangi dengan tatapan dendam
Lalu Munawangi melebarkan selendangnya seolah seekor Elang yang melebarkan sayapnya
Melihat Munawangi yang terbawa amarah dengan serangan yang serius akhirnya Semiang menghentikan nya
" Nawang hentikan! Mereka bukan lawan yang kuat untukmu, tidak perlu berlebihan! " Pinta Semiang
Namun di balik kelembutan dan kecantikan Munawangi, Di juga memiliki sifat yang keras kepala
Munawangi tidak menghiraukan Semiang, Alhasil, Pertarungan sengit antara Sarpa dan Munawangi pun terjadi. Keduanya sama-sama tangguh namun tetap pada akhirnya Sarpa yang kalah
Bahkan nyaris terbunuh terbawa amarah Munawangi, Beruntung Arya menangkisnya
Karna Munawangi sangat kuat, Akhirnya Arya, Sarpa dan Ratna beserta anggotanya pun melarikan diri dari kenyataan
Singkat kata, Kelompok Semiang memasuki Kota, Namun mereka masih asing bagi penduduk setempat, Dan karena Semiang bingung harus memulai tugas mereka dari mana, Akhirnya Satril memberikan ide yang cukup cemerlang
" Apa yang pertama kita yang akan kita lakukan? " Tanya Semiang
" Aku berpendapat, Bagaimana jika kita makan dulu itung-itung istirahat!" Jawab Satril
"Baiklah!"
__ADS_1
...
...