
#Beralih ke komplotan Bujur Timur
Orang-orang Bujur Timur kembali bangkit setelah kematian Sentana, Salah satu komplotan yang terkenal dan ditakuti di pulau Papua.
Mereka memiliki kekuatan yang tak kalah hebatnya dengan jurus pengendali, Bahkan di setiap senjata yang mereka gunakan, mampu menembus jurus pengendali dalam bentuk apapun, Maka tak heran jika kelompok ini merupakan salah satu musuh perguruan Sugiran dan tokoh aliran putih lainnya.
Suatu hari dalam kurun waktu yang sama, Konate yang memimpin komplotan tersebut bermaksud ingin kembali menjelajah Nusantara untuk menjajal ilmu kedigdayaan dan tentunya untuk menguasai Nusantara.
" Sudah waktunya kita mengembara!" Ujar Konate berkata pada teman-temannya tentang tujuannya tujuannya seolah hendak menyelesaikan sebuah misi
" Ya, Aku sependapat! Rasanya sudah muak terus-terusan latihan!" Sahut Renata sang pendekar wanita dari komplotan tersebut
Komplotan mereka terdapat sembilan orang, Lima laki-laki diantaranya iyalah Konate, Ramapala, Rage, Senada dan, Landan. Sementara empat wanita yakni Renata, Kinanti, Komala Sari dan Arini.
Singkat kata, Mereka pun memulai perjalanan untuk mengembara dan tentunya pengembaraan secara manual.
*Dalam cerita Ksatria Nusantara, Setiap tokoh yang akan mengembara tidak boleh menggunakan jurus atau kekuatan, Kecuali dalam keadaan mendesak.
Suatu ketika, Mereka sedang berada di pulau Bali, Mereka bertemu dengan seorang pengembara dari India Dirgantara, Dirgantara awalnya hanya sekedar berpapasan dengan mereka.
Dan karena tampak seorang pendekar, Tentunya Konate ingin menjajal kekuatan siapa saja yang bertemu dengan mereka.
Dengan di temani sebilah pedang dan sebuah buntalan layaknya seorang pengembara, Dirgantara berpapasan dengan orang-orang Bujur Timur.
"Hey kisanak! Apa ada barang yang berharga yang kau miliki yang bisa kau sumbangkan pada kami agar perjalananmu selamat sampai tujuan?" Dengan wajah yang beringas Konate menyapa Dirgantara seolah-olah hendak merampok
__ADS_1
Dirgantara yang terlihat seperti orang yanng pendiam tersebut menjawab apa adanya
" Tentu saja tidak ada tuan! Aku hanya seorang pengembara yang pastinya tidak mungkin memiliki barang berharga" Jawab Dirgantara
" Kalau begitu, Nyawamu yang akan menjadi gantinya!" Sambung Konate seraya hendak mengancam
Dirgantara tidak bermaksud untuk membuat keributan " Apa salah saya tuan?" Tanya Dirgantara seraya menghindari keributan
Tanpa basa-basi Konate pun langsung memerintahkan teman-temannya untuk menghabisi Dirgantara
" Banyak tanya! Serang!" Ujarnya
Dirgantara pun berusaha membela diri, Dan pastinya di setiap seseorang pengembara sudah siap untuk menghadapi pertarungan tak terkecuali Dirgantara.
Suara ayunan pedang berdenging, Dengan kekuatan seadanya Dirgantara terus berupaya membela diri agar terhindar dari kematian.
Awalnya Dirgantara berhasil menaklukan seluruh komplotan Bujur Timur, Hingga membuat mereka terkapar, Namun Dirgantara tidak membunuh mereka
Kemudian Dirgantara meneruskan perjalanannya, Akan tetapi Konate tidak menerima kekalahan, Dan dia pun kembali menyerang Dirgantara dari belakang menggunakan jurus Halimun Maut. Alhasil, secara tiba-tiba muncrat darah dari mulut Dirgantara hingga membuat Dirgantara tewas seketika
" Belum tau siapa Konate!" Tawanya seolah bangga karena telah menghabisi Dirgantara
Dan pada akhirnya, Konate dan yang lainnya pun meneruskan perjalanan.
" Kita akan kemana sekarang?" Tanya Rage
__ADS_1
" Kita akan melewati pulau Jawa terlebih dahulu! Lalu kemudian ke pulau Sumatera!" Jawab Konate tentang perjalanan mereka
" Aku setuju! Aku dengar, Di pulau Sumatera terdapat sebuah perguruan yang cukup disegani di daerah tersebut!" Sambung Ramapala menjelaskan tentang keberadaan orang-orang yang akan mereka hadapi
Dipersingkat....
Setelah Sastra dan kelompoknya tiba di pulau jawa awalnya mereka juga di usir oleh penduduk setempat, Namun karena Sastra berhasil mengalahkan Konate pendudukpun akhirnya menerima mereka
Tapi kekalahan Konate tidak membuatnya untuk berhenti menyerang Sastra dan teman-temannya, dia kembali mengatur siasat setelah beberapa saat kemudian.
Sementara Semiang juga berhasil mengalahkan Aranjaya namun kekalahannya bukan berarti misi kelompok Semiang selesai, Karena akan ada serangan mendadak dari orang-orang aliran hitam
*Kita beralih ke Karnada dan Lisa
Mereka berdua diselamatkan oleh panglima burung di pulau Kalimantan dan setelah selamat mereka juga berhasil di angkat jadi murid oleh panglima tersebut.
Sementara di sisi lain pada saat Barata dan yang lainya di perjalanan menuju kota Tara mereka di cegat oleh Aranjaya hingga membuat mereka semua dalam keadaan terluka parah.
Tamat....
#pemberitahuan.
Mengingat cerita banyak penulisan yang harus di revisi itu membuat Authornya kesulitan bernafas eh maksudnya kesulitan membagi waktu jadi tidak sempat untuk me revisinya.
Maka oleh sebab itu kita akan bertemu lagi di Ksatria Nusantara season 2 dan untuk season yang kedua nanti saya akan lebih hati-hati dalam berbohong maaf salah ketik maksudnya saya akan lebih hati-hati dalam menulis.
__ADS_1