
Beralih ke kelompok yang lain dan diwaktu yang sama.
Satril dan Teman temannya tiba sesuatu Desa yang sangat sepi dan dicekam ketakutan, Entah apa yang terjadi.
"Sepertinya penduduk desa ini tidak suka dengan kehadiran Kita! " ujar Satril sembari melihat keadaan Desa tersebut
"Entahlah! Kelihatannya ada yang tidak beres!" sambung Randa
"Jangan berprasangka buruk! mungkin sudah tradisi Mereka bila ada pendatang baru!" Kata Damar seraya menghilangkan perasaan yang tidak tidak
" Kuharap Kau benar!" Sambung Randa lagi
Desa tersebut banyak penduduk yang beraktivitas diluar rumah, Namun tidak ada yang mengeluarkan suara, Mereka hanya bicara berbisik bisik seolah olah tidak suka dengan kehadiran Satril dan teman temannya.
"Penduduk disni sepertinya sedang menghemat suara! mereka bicara hanya sepatah dua patah kata saja!" ungkap Lisa seolah membicarakan warga Desa tersebut
" Hus! Mulut mu jaga sedikit.!!" kata Kristi seraya memberikan peringatan pada Lisa
"Aku hanya melihat apa yang terjadi! " ujar lisa seolah merasa tidak bersalah
"Jangan mempersulit keadaan? " Kata Satril seraya membenarkan apa yang di ucapkan Kristi
"Apakah aku salah? " kata Lisa seraya menyadari kesalahannya
"Sangat salah.!!" ujar Kristi lagi
"Kalau begitu aku minta maaf!" kata Lisa lagi
" Sudahlah! kelihatannya itu warung! Akan lebih baik kita istirahat dulu Sambil makan.!!" Ajak Satril pada teman temannya untuk beristirahat
(sambil berjalan mendekati warung tersebut)
"Aku setuju! " ujar Damar
" Alah! Bilang saja Kau sudah lapar! " Kata Randa seraya menyendiri Damar
"Kau sendiri bagaimana? " Tanya Damar pada Randa
" Aku belum lapar! Hanya saja rasanya perut ku sudah kosong dan sudah waktunya diisi untuk persiapan diperjalanan nanti.!" Jawab Randa yang seolah olah apa yang di ucapkannya adalah benar
"Apa bedanya? " tanya Lisa sedikit bingung dengan perkataan Randa
"Tentu berbeda! Kalau belum lapar itu berarti masih kenyang! Dan kalau perut kosong itu berarti sudah lapar!" sambung Kristi seolah membuat Lisa makin bingung
" Makin pusing kepalaku" ujar Lisa makin bingung
(sesampainya warung tersebut)
" Pak nasi satu piring.!" pinta Satril pada pemilik warung tersebut
"Sepertinya Kau harus belajar dalam berhitung! apa kau tidak melihat jumlah kita berapa orang? " Kata Randa berkata pada Satril seraya ingin agar satril memesankan nasi untuk lima orang
__ADS_1
" Adakah yang salah? Perutku hanya cukup untuk satu piring! Kalau kalian! terserah! " Ujar satril seolah tidak mengerti maksud dari perkataan Randa
"Oh! Baiklah kalau begitu! aku satu pak..!" ujar Randa sedikit emosi
Kemudian mereka pun memesan nasi satu persatu.
" Ini den nasi nya! " Kata pemilik warung tersebut sambil meletakan hidangannya
" Pak! Maaf aku lancang.! Sepertinya penduduk disini tidak suka dengan pendatang.!" Ujar Satril berkata pada pemilik warung itu
" Benar Den! Karna setiap pendatang yang masuk ke Desa ini selalu bertujuan untuk merampok dan membunuh anak anak muda di Desa ini!" Jelas bapak tersebut
" Mengapa para perampok tersebut membunuh anak muda pak?" Tanya Randa seraya ingin mengetahui lebih dalam
" Karna Anak mudalah yang sering melawan dari kekejaman perampok perampok itu!" jawab Bapak tersebut
" O begitu!! Terimakasih atas penjelasanya pak!" kata Randa seraya mengakhiri pembicaraan tersebut
(Sambil makan)
" Kalau boleh Bapak tau! Aden Aden ini berasal dari mana? Dan mau kemana? "tanya bapak tersebut pada Satril dan Teman temanya
" Kami berasal dari Desa Tampang! Mau ke puncak gunung krakatau untuk mencari obat"
jawab Satril seraya berbohong
" Siapanya yang sakit Den? " tanya bapak itu lagi
Setelah usai makan merekapun melanjutkan perjalanan, Dan tiada terasa hari sudah mulai gelap, Dan diperjalanan disebuah hutan,
Mereka membahas pembicaraan di warung Sebelumnya.
" Sejak kapan kakek mu sakit?" tanya Randa pada Satril seraya bercanda
" Sejak tadi!" jawab Satril
Dan mengingat hari sudah gelap mereka pun menghentikan perjalanan.
" Sepertinya Kita harus bermalam disini! " Ajak Satril untuk menghentikan perjalanan dan melanjutkan besok pagi
Ketika meraka sedang ngobrol sambil diterangi api unggun, tiba tiba Mereka di kepung oleh sekumpulan orang orang yang kelihatanya bukan orang baik baik.
" Sepertinya malam ini Kita memiliki mangsa yang lezat!" Kata salah seorang dari komplotan tersebut
" Siapa Kalian ? " Tanya Satril sedikit terkejut dengan kehadiran orang orang tersebut
"Siapa Kami? Perlu ku jawab pertanyaanmu anak muda?" jawab seorang tersebut yang kelihatanya itu adalah ketua dari komplotan tersebut
" Sangat perlu.!" Sambung Randa dengan keberaniannya
"Baiklah! Kami adalah pekerja yang merampas harta siapa saja secara paksa!" jawab Ketua komplotan tersebut seraya meremehkan Satril dan teman temanya
__ADS_1
" Apa mau kalian dari kami?" tanya Satril lagi
" Pertanyaan yang bodoh! Sudah pasti kami ingin agar Kalian menyerahkan apa saja yang kalian miliki.!" jawab Ketua itu
" Kami tidak memiliki apa apa.!" Ujar Satril seraya menolak keinginan orang orang tersebut
"Benarkah? Kalau begitu serahkan dua wanita itu.!" bentak ketua tersebut
" Silahkan! kalau kalian bisa.!" ujar Satril seolah tidak takut dengan ancaman orang orang tersebut
"Kurang ajar! Seraaang..!!!" Perintah Ketua tersebut seraya ingin mengambil Kristi dan Lisa
Namun hanya dua kali mengayunkan Pedang Lisa dan Kristi sudah berhasil melontarkan orang orang yang hendak mencelakai mereka tersebut.
"Kelihatanya anak buah mu keturunan orang yang lemah.!" ujar Randa pada ketua itu seraya meremehkan
"Tutup mulut mu anak muda! Hiaaat..!!!" Kata ketua tersebut sambil berlari untuk menyerang
Dan timbullah pertarungan antara kelompok satril dan kelompok perampok tersebut, Meskipun pertarungan itu cukup lama namun kelompok Satril mampu menaklukan perampok perampok tersebut dengan mudah, pasalnya sekumpulan orang itu bukanlah Pendekar atau pun Ksatria, mereka hanyalah perampok biasa , Kekuatan mereka hanya mengandalkan banyaknya jumlah mereka, Tidak ada kekuatan yang sulit untuk Satril ataupun teman temanya taklukan dalam melawan komplotan tersebut.
" Pergi Kalian dari sini!" Kata Satril pada orang tersebut yang sudah dalam keadaan kalah
Orang orang tersebut pun lari terbirit-birit
Kemudian Satril dan teman temanya segera tidur dan melanjutkan perjalanan besok pagi.
....................
Beralih ke kelompok yang lain
dan masih di waktu yg sama.
(Diperjalanan)
"Perjalanan yg menyebalkan karna tidak ada Semiang disisiku!" gerutu Novita seraya
"Kau benar! aku pun tidak bisa memandang indahnya wajah Sastra.!" sambung Sugita yang merasakan hal yang sama dengan Novita
Novita dan Sugita selalu mendambakan saat saat kebersamaan dengan Semiang dan Sastra, namun impian mereka tak terpenuhi karna Barata mengatur kelompok sesuai dengan apa yang di rencanakan nya, Dan itu adalah siasatnya
Berbeda dengan Zabela dan Apriana
mereka fokus pada perintah Barata, Karna Mereka menganggap bahwa cinta bukan masalah.
Bagi Zabela dan Apriana yang terpenting adalah menyelesaikannya perintah dahulu dan tidak disertai dengan perasaan cinta.
"Memangnya Kalian tidak bisa hidup tanpa ada Semiang dan Sastra?" tanya Zabela pada Novita dan Sugita
" Hampir..! " Jawab Novita dan Sugita dengan serempak
..........................
__ADS_1