Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Siasat Berperang part3


__ADS_3

Sekitar beberapa hari diperjalanan, akhirnya Semiang dan Sastra beserta dua selendang dan Adiraksa apun tiba di perguruan.


Ray Anaka yang selalu ada didepan perguruan yang melihat kembalinya Semiang pun langsung memberitahu teman teman yang lain.


"Itu mereka!" kata Ray Anaka seraya berteriak


kedatangan Semiang dan yang lainya memang sedang ditunggu, karna seluruh isi perguruan sugiran sudah tidak sabar lagi menyaksikan bersandingnya Barata dan putri Mayang Sari.


Barata, Raja Musi dan yang lainya keluar untuk menyambut kedatangan Semiang terutama kedatangan Adiraksa.


"Kanda Adiraksa! Semula aku berpikir bahwa kita tidak akan bertemu lagi! Karna ku kira kanda sudah tewas saat peperangan waktu itu!" ujar Barata seraya melepas rindunya pada tumenggung Adiraksa


"Sang dewa masih membiarkan aku untuk hidup Barata! Dan jikapun aku mati, Itu tidak akan membuat jasadku tenang sebelum aku mendengar kematian Artasura dan Rasta.!!" sahut Adiraksa yang penuh dengan perasaan dendamnya


"Tidak selamanya ke angkaramurkaan itu berkuasa Kanda! tugas kita adalah menghancurkan ke anggkaramurkaan di nusantara.!! Namun untuk menyimpan dendam! Itu bukanlah tujuan kita yang sebenarnya kanda!" kata Barata


"Aku percayakan sepenuhnya padamu dinda Barata.!!" sahut Adiraksa lagi


Kemudian Adiraksa pun tunduk hormat pada raja Musi dan permaisurinya.


" Yang mulia raja! Hormat hamba yang mulia! hamba senang masih bisa melihat yang mulia dan permaisuri lagi! karna ternyata yang mulia dan permaisuri masih hidup!" kata Adiraksa menghormati rajanya


" Iya Adiraksa! Mahantan membiarkan aku dan permaisuri ku hidup, Dan dia menjadikan kami sebagai tawanannya!"


Lalu kemudian mereka semua kecuali para murid melanjutkan pembicaraan di dalam perguruan.


"Kau sudah berhasil mendirikan sebuah perguruan, yang kekuatannya melebihi kekuatan pasukan kerajaan Barata! Dan apa rencana mu setelah ini?" tanya Adiraksa seraya membicarakan rencana Barata


"Untuk saat ini! Izinkan aku mempersunting Putri Mayang Sari sebelum kita mengambil alih apa yang seharusnya milik kita.!" jawab Barata


"Kami semua sudah lama menantikan kata kata itu Barata!" sambung raja Musi


"Terimakasih yang mulia!" kata Barata


"Iya! Kapan upacaranya akan dimulai?" tanya raja Musi


"Karna semua orang yang ku inginkan sudah terkumpul semua! Maka upacara pernikahan akan di selenggarakan besok!" jelas Barata

__ADS_1


Pernikahan Barata akan di laksanakan besok. Sementara acara tersebut sudah di ketahui oleh dua orang teliksandi Artasura sebelumnya, Dan dua orang tersebutpun langsung memberitakannya pada Artasura.


*Beralih ke Artasura.....


Secepat kilat dua teliksandi tersebut sampai di kerajaan Tara, dan setelah setibanya di sana, Berita tentang pernikahan Barata pun langsung menyebar luas, hingga acara tersebut sudah di ketahui oleh seluruh golongan aliran hitam.


"Yang mulia! Ada berita penting yang harus kami sampaikan!" kata teliksandi menyampaikan


"Apa yang kalian ketahui?" tanya Artasura seraya mempersilahkan


"Besok akan ada upacara pernikahan Barata dan putri Mayang Sari! yang akan diselenggarakan di perguruan sugiran!" terang Teliksandi tersebut


"Bagus! ini adalah kesempatan kita untuk menyerang perguruan sugiran!" ujar Barata berkata pada Trantasura dengan rencana liciknya


"Kau benar! Dengan upacara tersebut, mereka tidak akan mengira, bahwa dibalik kebahagian Barata akan ada upacara kehancuran! Ha Ha Ha!" sahut Trantasura dengan sesumbarnya


"Barata! Kali ini, kau dan raja Musi akan segera lenyap dari muka bumi ini, Ha ha ha!" ujar Artasura seolah seolah membicarakan Barata dengan sesumbarnya


"Kalian berdua! Sampaikan berita ini pada raja Rasta! Beritahu juga padanya, bahwa besok kita semua akan segera menyerang perguruan sugiran.!!" kata Artasura memberi perintah pada Teliksandi tersebut


*Kembali ke perguruan sugiran.....


Tanpa banyak basa basi, seluruh murid sugiran pun segera mempersiapkan upacara. Tidak ada Resi disini ataupun penghulu, Putri Mayang Sari dinikahkan dengan Barata oleh raja Musi sendiri dan di bantu oleh tumenggung Adiraksa.


(Percakapan saat mempersiapkan upacara atau resepsi)


"Andai saja aku dan Berta yang menikah! Betapa senangnya hati kanda! Oh dinda Berta!" ujar Sastra seraya bercanda pada Berta


"Akan lebih senang lagi apa bila pedangku ini menjadi penutup mulutmu kanda Sastra!" sahut Berta dengan nada galaknya


"Oh! betapa sakitnya daku! karna cintaku sedikit terabaikan!" sambung Semiang seraya menyindir Sastra


"Diam kau Sem!" bentak Sastra pada Semiang dengan kesalnya


"Aku diam!" sahut Semiang dengan cepat


Sementara disisi lain, Dengan wajah cantik berkulit putih tidak kalahnya dengan seorang putri. Ada seorang wanita yang selalu memperhatikan gerak gerik Semiang yaitu Munawangi, Munawangi memperhatikan Semiang berumpamakan orang yang sedang berandai andai.

__ADS_1


Dan itu di lihat oleh Zabela, Zabela pun menyapa Munawangi seolah mengagetkan orang yang sedang melamun.


"Hai! apa yang kau lihat? Ooo..!! iyaa.! Semiang memang banyak orang menyukainya! Karna dia orang yang menyenangkan apa lagi kalau dia sedang bersama temannya Sastra! " ujar Zabela sedikit mengagetkan Munawangi


"Benarkah? Tapi kurasa kau salah! Karna aku bukan melihat semiang!" sahut Munawangi seraya berbohong


"Mata dan pikiranmu tidak dapat membohongiku Munawangi! untuk apa kau menghindar? jelas jelas aku melihatmu dari tadi kau memperhatikan Semiang!" ujar Zabela


"Maaf! Mungkin kau benar! Hatiku tidak bisa berbohong bahwa menjalankan perintah guru bersama Semiang! adalah hal yang terindah yang belum pernah aku rasakan sebelumnya!" kata Munawangi seraya mengakui


"Hm, tentunya! dan kau beruntung sudah merasakan mengembara bersama Semiang dan Sastra! karna bisa bergabung bersama mereka berdua dalam menjalankan tugas! adalah mimpi semua wanita di perguruan ini!" jelas Zabela


"Benarkah? apakah kau juga termasuk?" tanya Munawangi penasaran


"Iya! Tapi keinginanku bisa mengembara bersama mereka berdua bukan karna perasaan suka ataupun cinta!" terang Zabela


"Lantas?" tanya Munawangi lagi


"Aku ingin belajar banyak hal tehnik dalam bertarung! bersama Semiang! Karna selain menyenangkan dia juga berpikiran cerdik saat dalam keadaan mendesak! Dan sebenarnya! Bukan hanya Semiang dan Sastra, tapi juga dengan Satril, Berta, dan Jini, Intinya aku ingin bergabung dengan semua yang ada di perguruan ini! Dengan seperti itu aku akan mendapat pengalaman yang banyak yang bisa ku pelajari!" jelas Zabela


"Cukup rakus ya!" kata Munawangi seraya bercanda


" Ha ha ha! mungkin kau benar" sahut Zabela juga bercanda


" Aku sangat bangga bisa bergabung bersama kalian semua! Karna baru beberapa hari aku ada disini sudah mengajarkanku tentang indahnya kebersamaan" ujar Munawangi seolah mengutarakan tentang perasaan nya


"Semua itu tergantung bagaimana cara kita dalam menyesuaikan diri!" kata Zabela


* Beralih ke kerajaan Kuto Lama...


Hanya beberapa jam di perjalanan dua orang teliksandi Artasura pun sudah sampai di kerajaan Kuto Lama, Dan mereka pun langsung menyampaikan apa yang diperintahkan Artasura pada raja Rasta.


"Yang mulia! Kami membawa berita sekaligus menyampaikan perintah dari maharaja Artasura, Bahwa besok akan ada upacara pernikahan putri Mayang Sari dan Barata di perguruan sugiran, Dan maharaja Artasura meminta agar yang mulia membawa seluruh pasukan untuk menyerang perguruan sugiran, namun untuk itu, malam ini maharaja Artasura menunggu pasukan yang mulia di kerajaan Tara!" kata Teliksandi tersebut menyampaikan


.......


.................

__ADS_1


__ADS_2