
Kemudian Satril menerima tantangan Srikarta dan pertarungan antara kelompok Satril dan Bujur Timur pun terjadi.
Pertarungan mereka cukup sengit dan saat Satril mengeluarkan Jurus Bumi Retak sembari melihat dari kejauhan, Sentana melihat bahwa Iya mengenali jurus tersebut.
"Tidak salah lagi.! Barata sudah menyebarkan ilmunya dan Mereka pasti murid Barata..!!" ujar Sentana berkata pada kelompoknya seraya membicarakan kelompok Satril
" Lantas! Apa yang akan Kita lakukan tuan?" tanya salah satu anak buah Sentana
"Kita bantu kelompok Srikarta! Karna Mereka adalah orang orang yang sama dengan Kita.!" kata Sentana yang tidak suka melihat orang orang aliran putih
Dan pada saat anak buah Srikarta dalam keadaan kalah, Sentana turun ke medan pertarungan untuk membantu Srikarta.
Sentana datang sambil menyerang kelompok Satril hingga serangannya mengenai Lisa dan Damar.
Serangan Sentana tidak main main, Membuat Damar dan Lisa terluka parah sehingga mereka tidak bisa meneruskan pertarungan.
" Aaggggk..!" Lisa terluka dan mengeluarkan da*ah dari mulutnya begitupun juga dengan Damar
"Lisa!" teriak Kristi saat melihat Lisa jatuh
"Damar!" teriak Randa yang juga melihat Damar terluka
" Kurang ajar!! Beraninya Kau melukai Ksatria Sugiran..!!" ujar Satril dengan marahnya sehingga Iya lupa bahwa ucapannya tersebut harus dirahasiakan
"Bagiku adalah kemenangan.! Tidak perduli siapa yang ku lawan dan dengan cara apa..!!" kata Sentana
Dengan sangat marah Satril menghantamkan tangan nya ketanah seraya mengeluarkan jurus Bumi Retak dengan tujuan ingin menenggelamkan Sentana ataupun Srikarta.
Dan berhasil bagi anak buah Sentana namun tidak bagi Sentana sendiri dan Srikarta.
Sentana dan Srikarta menghindar dengan kecepatan tinggi dan seketika mereka muncul dibelakang Satril dan teman temanya.
Sentana pun menyerang Satril balik, Namun Satril dan yang lainya berhasil menghindar.
Kemudian Kristi mengayunkan pedangnya kearah Srikarta, Namun yang ada malah Kristi yang terkena serangan Srikarta dan Kristi pun jatuh.
Melihat Kristi yang jatuh, Randa mengeluarkan amarahnya dan menyerang Srikarta seraya mengeluarkan jurus Topan Api dan tepat mengenai Srikarta.
Sementara Satril tetap bertarung dengan Sentana.
__ADS_1
Dan Randa masih dalam Amarahnya, Iya belum puas menyerang Srikarta dan Iya menyerang Srikarta yang kedua kali menggunakan Pedang Kristi secepat kilat Randa mun*suk*n pedang tersebut ke tubuh Srikarta.
Dan Srikarta pun tewas ditangan Randa.
Saat bertarung melawan Satril Sentana melihat Randa mengalahkan Srikarta.
"Luar biasa..! Tapi jangan bangga dulu! Karna Aku Sentana yang akan menghabisi kalian..!!" ujar Sentana saat melihat kalahnya Srikarta
Tanpa banyak bicara Satril langsung menyerang Sentana menggunakan tombaknya, Pertarungan antara Sentana dan Satril pun berlanjut.
Dan sedikit menggunakan kekuatan Angin, satril membentuk kekuatan berupa ****** beliung Sehingga membuat Sentana berputar putar, Kemudian dia pun mengeluarkan jurus andalannya Bumi Retak dengan tujuan menenggelamkan Sentana ketanah, Sentana pun tenggelam setengah badan.
Kemudian Satril melemparkan tombaknya kearah Sentana namun Sentana seketika lenyap.
Sentana mengeluarkan jurus Ragapetaka, Saat Satril menenggelamkan Sentana sebelumnya, Ternyata itu hanyalah bayangan Sentana saja , sedangkan Sentana yang asli sudah dibelakang Randa dan Sentana pun menyerang Randa.
Dan Randa jatuh tergeletak.
"Jangan pernah berpikir untuk mengalahkan seseorang..!! Berpikirlah bagaimana caranya untuk menang..!!" ujar Sentana dengan kesombongannya
" Seorang Ksatria sejati tidak pernah menyerang musuh nya dari belakang..! Karna itu hanyalah sifat seorang pengecut.!!" kata Satril membalas ucapan Sentana
" Kau seolah merasa paling benar! Tanpa Kau sadari bahwa sebenarnya Kau orang yang lemah..!" ujar Satril
"Lemah..? Mungkin Kau benar! Tapi melawan orang lemah sepertiku Kau belum tentu sanggup.! Bagaimana jika Aku kuat?? Dan bersiaplah! Untuk menghadapi serangan orang yang lemah..!!" ujar Sentana dengan suara yang dingin seraya hendak menyerang
"Ragapetaka..!!" ucap sentana mengeluarkan jurusnya
Sentana menghilang dan muncul di belakang Satril seraya berkata
"Terimalah kematian mu anak muda.!!" ujarnya seraya hendak menyerang Satril
Tanpa menunggu lama, Sentana menyerang Satril dengan bayangan maut.
Namun Satril sudah mengetahui bahwa Sentana akan muncul dibelakangnya dan pada saat Sentana menyerang Satril, Sentana sudah bangga karna Satril sudah tewas di tangannya.
Namun nyatanya tidak karna yang diserang Sentana bukan lah Satril yang asli melainkan hanya gumpalan tanah.
"Bagaimana bisa?" ujar Sentana seraya kaget
__ADS_1
"Terimakasih! Karna Kau telah mengajarkan ku bagaimana caranya menghindar dan menyerang..!" ucap Satril saat muncul dibelakang Sentana
"Kau juga mengajarkan ku bagaimana caranya untuk tetap bersikap tenang..!! Tapi sayang! Kau berada dijalan yang salah dan menghentikan Mu itu adalah tujuan Ku...!!" sambung Satril lagi
" Mungkin di matamu Aku orang yang salah.!Namun bagiku saat ini yang terpenting adalah menentukan siapa Ksatria yang hebat.!! Tak perduli salah atau pun benar.!!" balas Sentana
"Baiklah! Jika memang demikian.! Kita tentukan sekarang.!!!" kata Satril menantang Sentana
Pertarungan pun Berlanjut.
Pertarungan diantara mereka berdua cukup menegangkan karna mereka bertarung secara Ksatria selain adu kekuatan mereka berdua juga adu kata kata.
Saat tombak Satril berhasil ditangkis oleh Sentana, Sentana pun berkata
"Banyak hal yang perlu Kau pelajari dalam Ilmu bela diri Anak muda!! Kau terlalu gegabah saat menyerang tanpa melihat situasi yang tepat.!" ujar Sentana
Kemudian Tombak pun terlepas dari tangan Satril dan digunakan Sentana untuk menyerang Satril sendiri.
Sentana pun menyerang Satril dengan bayangan maut dan membuat Satril tidak bisa bergerak seolah kesakitan karna cengkeraman bayangan maut Sentana.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Sentana melemparkan Tombak tadi kearah Satril dan tepat mengenai perut Satril.
Namun lagi lagi Sentana tertipu dan seketika tubuh Sentana tenggelam kedalam tanah setengah badan.
Kemudian Satril serang dengan tombaknya dan tepat mengenai leher Sentana, Sentana pun hilang seketika.
Tiba tiba terdengar suara yang tidak diketahui darimana asalnya.
"Ilmu mu cukup sempurna anak muda..! Kau sudah berhasil melukaiku tapi tidak untuk membunuhku..!! Kita akan bertemu lagi di kemudian hari..!" Kata suara tersebut yang seolah itu suara dari Dilan, eh maksudnya dari Sentana
Kemudian Satril menghampiri Randa dan yang lainya.
" Randa! Maafkan Aku! Aku tidak bisa melindungi Kalian.! Tapi percayalah! Aku akan menyembuhkan Kalian..!" ujar Satril saat melihat Randa dan yang lainya dalam keadaan pingsan dan terluka parah
Sebenarnya Satril bukanlah Dokter ataupun dukun obat dan saat ini yang bisa Iya lakukan adalah hanya bisa berpikir.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya
.....................
__ADS_1