Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Perjalanan Menuju Kota Kuto Lama


__ADS_3

Karnada penasaran karna penjelasan Barata yang sulit untuk menemukan Mahesa Tulanggung


" Kenapa begitu sulit untuk menemukannya guru?" Tanya Karnada


" Dia tinggal berdiam diri di hutan! Dan tidak suka akan keramaian! Kalian akan menemukannya hanya bisa melalui informasi dari penduduk desa setempat!" Jelas Barata


" Setelah kalian menemukan berhasil menemukan Mahesa! Minta lah padanya agar kalian di angkat sebagai muridnya! Setelah kalian berdua berhasil di angkat sebagai muridnya, Kalian akan menjadi sepasang pendekar Pelebur Sukma! Dan untuk mendapat gelar tersebut kalian berdua harus bisa menguasai jurus-jurus yang dia ajarkan!" Jawab Barata seraya menjelaskan maksud dari tugas yang di berikan pada Karnada dan Kristi tersebut


Sementara Berta, Apriando, Novita dan Kristi tetap di perguruan menemani sekaligus melindungi Barata dan Mayang Sari.


Singkat Kata panjang cerita, Akhirnya seluruh murid sudah mendapatkan tugas dari Barata.


# Beralih ke kelompok Semiang


Tiba pada suatu malam yang dimana saat mereka menempuh perjalanan ke kota Kuto Lama, Semiang dan teman-temannya tersebut menemukan Desa yang terpencil, Kemudian mereka bermalam di Desa tersebut.


Saat hendak tidur di rumah salah satu penduduk di Desa tersebut, Ternyata perjalanan dan tujuan mereka sudah di ketahui oleh salah satu komplotan yang berasal dari kota Kuto Lama.


Komplotan tersebut ternyata adalah keturunan dari raja Rasta.


Kemudian Komplotan tersebutpun bermaksud untuk menghabisi Semiang dan Teman-temannya satu persatu secara diam-diam. Dan dengan cepat komplotan tersebut meluncurkan aksi mereka. Alhasil, Karena melihat Munawangi dan Suntari memiliki paras yang cantik, Secantik sinar rembulan. Dua orang dari mereka mengurungkan niat untuk menghabisi Munawangi dan Suntari. Singkatnya Munawangi dan Suntari hanya di culik.


Sementara empat orang lainnya menemukan kamar tempat Semiang dan Satril tidur.


Kemudian tanpa basa-basi salah satu dari mereka men*b*skan pedang pada leh*r Semiang dan Satril secara brutal.


Lalu karena mereka menganggap bahwa Semiang dan Satril sudah t*was, Merekapun membuka karpus kepala atau topeng dan tertawa dengan bangganya.


Mereka terdiri dari enam orang, Dua di antaranya adalah perempuan.


Sementara Munawangi dan Suntari mereka bawa ke suatu tempat untuk di panen


Dan setelah sadar, Munawangi dan Suntari sudah di ikat di sebatang pohon.


Karena Sarpa dan Ratna adalah perempuan, Mereka pergi duluan ke kota Kuto Lama


"Sarpa! Dan Ratna! Kalian boleh kembali ke kota! Mereka berdua biar kami yang akan mengurusnya!" Kata salah seorang dari mereka meminta agar Sarpa dan Ratna segera pergi


Saat Munawangi dan Suntari di ikat, Mereka berdua menyadari bahwa mereka sedang di culik.

__ADS_1


Dalam hal ini, Munawangi maupun Suntari hanya tersenyum dan bersikap tenang


Kemudian empat orang laki-laki tersebut bermaksud meluncurkan niat bejadnya. Dengan rasa bangga disertai nafsu yang begitu tinggi, Mereka mendekati Munawangi dan Suntari. Ketika mereka hendak meluncurkan ciuman pertama, belum sempat mereka menyentuh kulit Munawangi maupun Suntari mereka sudah di lilit oleh selendang dengan eratnya.


Alhasil, Merekapun t*was


Selendang milik Munawangi dan Suntari tersebutlah yang melepaskan ikatan mereka.


Pada Akhirnya Munawangi maupun Suntari selamat dari penculikan tersebut


Kemudian mereka berdua ingat dengan Semiang dan Satril, Merekapun bergegas kembali ke desa tempat mereka menginap sebelumnya.


Namun sayangnya mereka tidak menemukan Desa yang di maksud, Bisa di bilang mereka berdua tersesat atau tak tau arah jalan pulang.


Di balik paras yang cantik dan seakan bercahaya saat diterpa sinar rembulan, Munawangi merasa bersalah bersalah karna tidak bisa melindungi Semiang dan Satril.


"Apa mungkin kau sudah pergi selamanya? Kenapa aku tidak bisa menemukan jejakmu Semiang?" Gerutunya dalam hati berpikir yang tidak-tidak


Tetes air mata Munawangi berlahan mengaliri kedua pipinya yang begitu bening, Berpikir seakan-akan dia akan berpisah untuk selamanya dengan Semiang


" Belum sempat aku mengenalmu lebih dekat? Kenapa kau pergi begitu cepat? Tadinya aku mengharapkan mu yang datang menyelamatkan ku! Namun sekarang aku merasa bersalah karena tidak melindungi mu!" Munawangi terus menggerutu dalam hati


" Tidak perlu bersedih seperti itu Nawang! Aku pernah mendengar Semiang berkata tidak pantas seorang pendekar menangis! Dan aku yakin Semiang maupun Satril tidak seperti apa yang ada di pikiranmu! " Dugaan Suntari seraya menghibur Munawangi


*PEMBERITAHUAN


Munawangi dan Suntari adalah dua pendekar yang cukup tangguh! Mereka memiliki gelar atau dijuluki pendekar dua selendang, Meskipun kuat namun Munawangi memiliki kelemahan, Yakni mudah terhasut


*ALUR


" Ku harap apa yang kau ucapkan benar Sun!" Sahut Munawangi sedikit lega


Singkat kata, Mereka berdua akhirnya tidur ditempat tersebut


Menjelang pagi tiba-tiba mereka berdua di bangunkan oleh Semiang dan Satril


" Bagaimana bisa seorang perempuan sampai tidur kesiangan?" Ujar Semiang seraya membangunkan Munawangi dan Suntari


Saat membuka mata, Munawangi terkejut karna Semiang sudah ada di dekatnya

__ADS_1


" Sem? Kau?" Bingung


"Ya! Aku! Ada apa dengan aku?" Seolah bercanda


" Bagaimana bisa kau ada disini?" Makin bingung


"Ceritanya panjang! Saat Suntari bilang bahwa penduduk kota Kuto Lama memiliki akal yang licik! Maka sejak itu lah aku harus berhati-hati! Apalagi pada saat kita sedang tidur! Kita tidak boleh lengah sedikitpun!" Kata Semiang


Karna perasaan Munawangi sudah tak tertampung lagi, Tanpa sengaja Munawangi memeluk Semiang dan berkata


"Syukurlah kamu bisa lolos dari mereka! Aku takut terjadi apa-apa padamu!"


"Seumur hidup baru kali ini aku di peluk oleh wanita! Apakah ini suatu pertanda? Atau pertanda apakah ini?" ujar Semiang dalam hati


" Kenapa nafasku terasa sesak? Apakah ini karena aku memilik perasaan pada Munawangi? Atau karena Munawangi memeluk ku terlalu erat? Aku benar-benar gugup di luar kendali!" Sambungnya lagi dalam hati


Sementara Suntari dan Satril hanya bisa menyaksikan inseden tersebut.


"Kenapa kau tidak memeluk ku Sun? Apakah kau tidak cemas akan keadaanku?" Tanya Satril berkata pada Suntari seraya bercanda


"Amit-amit!" Sahut Suntari berpaling


Kemudian Munawangi pun menyadari tindakannya tersebut.


"Maaf! Aku tidak sengaja?" Celetuk Munawangi malu


" Tidak apa-apa! Saat kamu memeluk ku rasanya aku ingin hidup seribu tahun lagi!" Sahut Semiang yang yang mulai tertarik pada Munawangi


#PEMBERITAHUAN


Sebelum Komplotan yang menyerang Semiang tersebut sampai, Semiang sudah merasakan kehadiran mereka. Karna tidak ingin bertarung, Semiang meminta Satril Agar mengubah gumpalan tanah agar menjadi serupa dengan mereka berdua. Setelah itu Semiang menggunakan jurus Trihalimun agar tidak terlihat oleh musuh.


Sampai akhirnya Semiang dan Satril mengikuti Komplotan tersebut saat membawa Munawangi dan Suntari sebelumnya.


Semiang sengaja membiarkan Munawangi di ikat, Karna dia sudah mengetahui bahwa Munawangi dan Suntari bukanlah tandingan komplotan tersebut.


....


....

__ADS_1


__ADS_2