Ksatria Nusantara

Ksatria Nusantara
Perang Besar Dua Aliran


__ADS_3

"Bisa jadi, tapi aku berfirasat ada yang tidak beres dibalik tidak adanya Semiang sekarang" ujar Sastra mulai berfirasat buruk


Disisi lain, Jini dan Zabela juga merasakan ada yang ganjal karna mereka tidak melihat Berta yang biasanya sudah lebih dulu tampil menampakkan mukanya.


Namun sayangnya karna upacara akan segera dimulai, para murid sugiran tidak terlalu mementingkan semua itu, mereka tetap fokus pada acara, tanpa mereka sadari bahwa perguruan sudah dikepung oleh pasukan kerajaan Tara dan kerajaan Kuto Lama.


Pada saat itu juga Artasura memberikan aba aba agar segera menyerang.


Artasura dan yang lainnya menyerang tanpa basa basi mereka langsung mengayunkan pedang mengeluarkan jurus dan melepaskan anak panah.


Hingga terjadilah perang besar besaran antara perguruan Sugiran dan pasukan raja Rasta maupun Artasura.


Karna serangan pasukan lawan mendadak, akibatnya banyak murid yang terluka parah bahkan nyaris tewas


Dalam peperangan ini, Barata menghadapi Artasura, raja Musi menghadapi raja Rasta, Sentana menghadapi Satril, Argus menghadapi Trantasura, Zabela dan yang lainnya melawan Serampas dan pasukan.


(Dalam pertarungan Barata dan Artasura)


" Ternyata dendam mu untuk membunuhku masih membara Artasura, dan sepertinya kau ingin menghancurkan golongan aliran putih untuk yang kedua kalinya" ujar Barata yang sudah muak dengan kejahatan Artasura


" Selama kau masih menghirup nafas di bumi, aku akan selalu mencari mu dan memenggal kepala mu Barata! " sahut Artasura dengan dengan nada kebenciannya pada Barata


" Jika memang itu keinginan mu maka lakukanlah secepat yang kau bisa, karna untuk yang terakhir kalinya sekejap saja kau kalah cepat dariku, maka kau lah yang akan binasa, karna membiarkan orang penentang kebenaran seperti mu adalah kesalahan besar bagiku sekalipun jika hidup ku yang berakhir" ujar Barata dengan penuh amarah


" Jangan terlalu banyak bicara Barata! " sahut Artasura seraya mengakhiri pembicaraan


Pertarungan sengit antara Barata dan Artasura pun terjadi. Semua jurus mereka keluarkan bahkan 4 jurus pengendali alam pun Barata keluarkan.


Sementara dari dari luar pertarungan dalam hati putri Mayang Sari penuh dengan rasa cemas dan takut, namun dia tidak bisa berbuat apa apa. Mayang Sari dijaga oleh Apriana dan Ray Anaka


( Dalam pertarungan raja Rasta dan raja Musi)


" Ternyata kau adalah dalang dari semua ini Rasta" kata Musi

__ADS_1


"Jangan berprasangka buruk Musi! semua ini kulakukan karna aku hanya ingin kebaikan lenyap dari muka bumi ini Musi" sahut Rasta dengan kesombongannya


"Justru orang orang sepertimu lah yang harusnya di lenyap kan Rasta!" kemarahan Musi


" Apa yang salah dariku Musi? Aku hanya ingin kegelapan tetap abadi di muka bumi ini tidak lebih dan tidak kurang Musi" kata Rasta dengan kesombongannya


" Baiklah! mari kita lihat! apakah ada yang abadi di dunia ini" sahut Musi seraya menyerang


Peperangan antara kebaikan dan kejahatan tersebut memakan waktu tujuh hari tujuh malam lamanya, Bahkan seluruh murid perguruan pun ikut turun ke medang perang kecuali Mayang Sari dan Permaisuri.


Meskipun tidak satu pun dari perguruan yang tewas, namun kelompok perguruan dalam keadaan kalah dan terluka parah. Dan hal itu membuat Barata kewalahan.


Sementara disi lain Semiang dan Berta masih terkurung di alam bawah sadar


Untungnya Barata sudah mengetahui bahwa Semiang dan Berta di kurung. dia memerintahkan Zabela untuk mencari keberadaan mereka berdua melalui mata batinnya


Barata mengalihkan pertarungannya dengan Artasura melalu jurus Bayangan Bumi, dalam artian Artasura bertarung bukan dengan Barata yang asli. Jurus tersebut tidak bisa digunakan dalam waktu yang lama hingga dengan cepat Barata menghampiri Zabela.


" Zabela apakah kau bisa menembus alam bawah sadar?" tanya Barata dalam keadaan tergesa gesa


" Kalu begitu kau cari keberadaan Semiang dan Berta sekarang melalui alam mata batin!" perintah Barata


" Baik guru" kata Zabela mematuhi


Setelah memerintahkan Zabela, Barata pun kembali ke pertarungan.


Sedangkan Zabela mencoba melakukan apa yang di perintahkan gurunya. Dan akhirnya Zabela bisa melihat Semiang dan Berta dari mata batinnya, namun sayangnya Zabela tidak bisa berbicara langsung dengan Berta apalagi menyelamatkan mereka berdua. Hal itu disebabkan oleh kekuatan Sentana yang cukup kuat.


Zabela tidak bisa memberitahu gurunya karna pertarungan Barata dan Artasura sangat dahsyat. Hingga yang bisa Zabela lakukan adalah membunuh pemilik jurus tersebut. Lalu dia pun ingat bahwa yang pernah menculik Mayang Sari tanpa jejak adalah Sentana.


Kemudian Zabela meminta bantuan Jini untuk menghabisi Sentana.


" Jini ikuti aku! " pinta Zabela

__ADS_1


Jini pun mengikuti Zabela. Dalam keadaan tergesa gesa Zabela menyampaikan tujuannya.


" Jini kita harus menghabisi Sentana terlebih dahulu! itu satu satunya jalan untuk menyelamatkan Semiang dan Berta, dan aku memerlukan bantuan mu!" pinta Zabela


" Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jini


" Keluarkan panah salju mu untuk mematikan gerakan Sentana, lalu aku akan mengeluarkan panah halimun ku untuk menyerangnya!" terang Zabela


Lalu Jini pun mengeluarkan panah salju nya dan melepaskan anak panahnya ke arah Sentana, seketika Sentana tidak bisa bergerak karna tubuhnya di timbun oleh salju. Seketika itu lah Zabela mengeluarkan anak panahnya.


" Panaaah halimun! " kata Zabela sambil melepaskan anak panah nya yang tidak terlihat oleh siapapun


Namun membunuh Sentana tidak semudah itu, karna meskipun tubuhnya tidak bisa bergerak Sentana mampu menghindar dari serangan Zabela dengan jurus bayangan halimun milik Sentana.


Sentana juga memiliki ilmu yang bayangan yang tak terlihat sehingga dengan cepat dia berada di belakang Zabela dan Jini, akibatnya mereka berdua terkena serangan balik dari Sentana hingga membuat Zabela dan Jini jatuh tersungkur.


"Hm, serangan yang bagus, tapi itu tidak berguna bagi Sentana!" ujar Sentana dengan sombongnya


Melihat Zabela dan Jini sudah tergeletak , amarah Satril makin membara hingga tak terbendung lagi. Dengan penuh amarah Satril menghempaskan tangannya ke tanah sambil mengeluarkan jurus bumi retak, Akibatnya gempa besarpun terjadi sehingga membuat bumi seolah olah terbelah dengan begitu sebagian prajurit raja Rasta terkubur.


Kemudian pertarungan Satril dan Sentana pun berlanjut


*Beralih ke pertarungan Argus dan Trantasura


Argus lupa bahwa Trantasura memilik jurus tripitaka yang di mana jurus tersebut hampir sama dengan ilmu halimun yang lainnya, namun bedanya tripitaka lebih berbahaya dari halimun, Ketika Argus mengeluarkan pedang naga ulung miliknya dengan cepat dan tak terlihat tripitaka Trantasura mengenai Argus hingga membuat Argus terkapar.


*Kembali ke pertarungan Barata dan Artasura


Artasura melepaskan serangan pada Barata menggunakan jurus bayangan iblis dan bayangan api secara bertubi bahkan lebih dahsyat dari serangan empat jurus pengendali alam milik Barata sendiri, Dan itu membuat Barata benar benar kewalahan.


*Beralih ke pertarungan Ray Anaka Apriana, Dua selendang dan serampas


Munawangi dan Suntari atau dua selendang berhasil melilit Serampas dengan selendang maut mereka berdua, Dan tanpa menyia nyia kan kesempatan Ray Anaka mengayun kan pedangnya ke tubuh Serampas.

__ADS_1


........


........


__ADS_2