Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi

Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi
Bab 25


__ADS_3

Tibalah hari pernikahan Tristan dan Laras. Mereka sudah bersiap sejak pagi. Banyak yang menjaga pernikahan Tristan kali ini. Mulai dari Preman, sampai Polisi, yang kebanyakan teman Tristan dan Liam. Mereka khawatir jika Dian akan membuat ulah di pernikahan Tristan. Wisnu, kakak Laras juga sudah tiba bersama kedua anaknya dan istrinya. Tak luput pula, Davi, Asha, Candra, Jili, dan Yelu sudah datang. Asha memberikan Saira dan Liam kabar gembira. Jika ia sudah hamil 1 bulan. Memang masih sangat rawan, tapi Asha rajin minum vitamin dan lainnya. Saira ikut bahagia mendengar hal ini.


Pernikahan berjalan lancar. Tema pernikahan kali ini outdoor. Saira lumayan sibuk kali ini. Ia membantu mengurusi konsumsi. Karena walau tema pernikahan outdoor masih dengan adat jawa tengah. Saat semua sudah selesai, barulah Saira bisa duduk beristirahat dengan tenang. Saira mulai merasakan sakit di bahu kirinya yang dulu sempat ia rasakan saat hari pernikahannya.


"Sayang kenapa?" tanya Liam


"Gakpapa. Penyakit lama kambuh lagi"


"Perlu kita ke rumah sakit sekarang?“


" tidak. Aku hanya perlu beristirahat sebentar"


"Jangan terlalu lelah sayang.... Ingatlah besok kita akan ke makassar... Diajak Tristan... Kau harus sehat sayang"


"Iya sayang... Aku akan segera istirahat setelah ini selesai"


"Sudah... Sudah selesai... Istirahatlah" ucap Tristan


"Iya... Tamu sudah pulang. Hanya tinggal orang terdekat" ucap Laras


"Kau baik Saira ?" tanya Tristan


"Penyakit lama Kambuh katanya" ucap Liam


"Jantung? Bahu ?" tanya Tristan


"Bahu. Namun sudah sembuh"


"Laras.. Mas sama Mbak pulang dulu ya. Si kecil rewel... Ngantuk... sudah di mobil mereka" ucap kakak Laras yang menarik tangan Laras


"Oh iya mas... Salam buat mbak ya..."


"Iya... Jika ada apa-apa telpon Mas"

__ADS_1


"Iya mas. Hati-hati ya"


"Pengantin baru... Selamat ya" sapa Asha lalu memeluk Laras


"Calon ibu baru... Selamat ya" celetuk Laras


"Saira kita kembali dulu ya ke. Hotel nanti kita kerumah" ucap Davi


"Hem... Pengantin baru... Selamat mbak Laras.. Tristan.." Ucap Saira yang baru sadar jika belum mengucapkan selamat lalu memeluk Laras


"Kak Liam... Kak Tristan! Jahat gak ingat gue ya?" teriak Dian,


"Ba... Bagaimana kamu bisa di dalam?" tanya Liam


"Kenapa loe gagap gitu? Kaget ya? Hanya preman kan yang jaga di depan. Dengan pakai masker aja mereka udah gak tau gue!"


"Mau apa kau kesini.?" tanya Liam


"Dian.... Jangan melebihi batas" ucap Yuna sedikit keras


"Melebihi batas yang seperti apa tante? Aku hanya mau peluk aja... Masak gak boleh?"


"Maaf anda jangan dekati suami saya" ucap Laras menjauhkan Dian dari Tristan


"Oh pengantin wanitanya berani banget" ucap Dian lalu menampar Laras


"Sudah tante bilang jangan melebihi batas. Kau jangan buat keributan di sini" ucap Yuna marah


"Tan... Tante sekalipun gak pernah marah ke aku... Kenapa setelah punya 2 mantu ini, tante gak suka sama aku ?"


"Bukannya tante tidak menyukaimu. Namun kau sudah kelewatan Dian... Liam... Tristan... Bukan anak kecil lagi. Mereka punya kehidupan sendiri. Tante dan Om saja tidak pantas ikut campur. Apa lagi kamu" ucap Yuna


"Pulanglah Dian. Sebelum. Papimu kemari" ucap Haikal

__ADS_1


"Om telpon papi saya?" tanya Dian kesal lalu mendorong Haikal hingga mundur 2 langkah kebelakang


"Kau tidak punya sopan santun" ucap Saira menolong Haikal


"Sudah Saira... Gak papa kok" ucap Haikal


"Kalian keterlaluan sama gue!!" bentak Dian lalu memukul Saira dengan tasnya hingga Saira terjatuh


"Putra..." panggil Liam ke salah satu temannya yang preman "urus dia. Ingat wajahnya sekalipun pakai masker. Jangan pernah muncul di hadapanku" imbuh Liam


"Oke am" jawab Putra. Salah satu teman preman Liam "Bon, Ki, bantu gue ngurus ni bocah" ucap Putra lagi memanggil ke2 temannya


"gue bukan bocah!! br*ngs*k kalian" umpat Dian lalu di berondong pergi


"Sayang gak. Papa?" tanya Liam dan Yuna yang hampir bersamaam


"Gakpapa bunda..." jawab Saira di bantu berdiri oleh Liam "ah... Sakit kakiku" ucap Saira lagi


"Terkilir... Aku bantu" ucap Candra


"Putra... Bisa gak loe awasi rumah gue dari dia... Kalau perlu loe dan Boni gue kasih kerjaan buat jaga rumah.. Mau tinggal di rumah gue atau sistem shift sama yang lain gak masalah" bisik Liam


"Bisalah kalau gue. Coba ntar gue tanya sama yang lain ye" ucap Putra balas membisikan di telinga Liam


"Thanks Put"


"Gue yang thanks ke loe. Loe dah bantu keluarga kita" ucap Putra


"Kita pulang aja. Aku lanjutkan di rumah" ucap Tristan dengan nada kesal


Saira dan lainnya pulang. Kaki Saira di perban, dan akan sembuh dalam waktu beberapa hari. Liam geram dengan ulah Dian. Setelah Liam bicarakan dengan temannya, demi keselamatan Saira dan Laras dan setelah di pertimbangkan, akhirnya Putra dan ketiga teman terdekat Liam membantu menjaga rumah Liam dengan sistem kerja shift. Putra, Boni, Uki, dan Indra adalah teman preman yang paling dekat dengan Liam. Karena Liam lah keluarga mereka menjadi lebih baik, dan bahkan karena keluarga Liam lah mereka tidak tidur di kolong jembatan.


Keesokannya Tristan, dan Laras pergi berbulan madu ke Makassar. Ia pergi bersama Saira dan Liam. Sakit di kaki Saira tidak menyurutkan niatnya untuk pergi bersama ke Makassar. Karena belum sembuh benar, Saira berjalan menggunakan Kruk alat bantu jalan. Walau saat di Bandara menjadi hal yang menarik perhatian orang banyak. Sedangkan Kepulangan Davi dan yang lainnya hari ini. Perbedaan waktunya kurang dari 1 jam lebih awal ke Makassar. Bedanya Davi dan yang lain ke Solo sedangkan Saira dan lainnya ke Makassar.

__ADS_1


__ADS_2