
Liam dan keluarganya sampai di Solo sehari lebih awal. Begitu pula Yelu. Saat Yelu kembali, ia masih saja bertanya tentang lelaki yang Saira sukai, dan Yelu masih saja meminta Saira untuk putus. Sampai akhirnya Saira sakit. Walau hanya demam, tapi, bersamaan dengan asmanya yang buruk. Awalnya Liam akan datang bersama orang tuanya. Tapi di larang oleh Saira, ia berjanji akan membaik dalam waktu sehari.
Semua tidak seperti yang Saira pikir. Sudah 5 hari dan tidak ada tanda jika Saira akan membaik. Bahkan sekarang Saira tidak bisa lepas dari oksigen. Walau Saira di rawat di rumah, itu tidak membuat Saira bahagia. Malah bisa di katanya tambah membuatnya penat saat teringat Yelu yang selalu ingin mengatur hidup Saira. Davi, Candra, Asha, dan Jili sudah kehabisan akal. Handphone Saira ambil dan di rusak Yelu, sedangkan yang hanya punya no hp Liam hanyalah Davi. Davi pun harus Sembunyi - sembunyi dari Yelu.
Hingga seminggu, belum ada perubahan dari sakitnya Saira. Davi diam-diam menghubungi Liam, saat Yelu tidak ada, dan Saira tertudur. Davi meminta ia datang bersama orang tuanya untuk meyakinkan Yelu, jika Saira akan baik - baik saja jika keinginannya dipenuhi. Liam menyanggupi hal itu. Liam berjanji akan datang besok bersama orang tuanya.
Hingga hari itu tiba. Liam datang bersama kedua orang tuanya. Davi membukakan pintu dengan ramah dan meminta mereka menunggu di ruang tamu. Betapa terkejutnya Yelu saat melihat siapa yang datang. Yuna, langsung memeluk Yelu, begitu pula Haikal. Yuna menangis haru. Sedangkan Davi, Candra, Liam, Jili dan Asha hanya terdiam tak mengerti dengan adegan di depan matanya.
"Loe kemana aja na... Kal?" tanya Yelu
"Yang kemana aja loe! Keluarga loe tiba-tiba pergi... No handphone loe gak aktif! Gue cuma denger kabar loe nikah sama Kaili. Gue berusaha kasih tau loe, kalau gue nikah sama Haikal, tapi gue gak nemuin loe!" ucap Yuna
"Loe kemana aja... 26 tahun kita gak ketemu!?" tanya Haikal
"Duduk.. Duduk... " ajak Yelu
"Gak mau nunggu lagi gue! Cepet cerita" ucap Yuna
"Loe ingatkan gue pergi setelah lulus SMA?"
"Iya terus?"
"Orang tua gue meninggal saat itu. Tinggal gue sama kakak gue Lui Xiang. Gue harus pindah ke rumah paman gue di Sydney. Karena saat itu bokap tinggalin hutang, gue dan kakak gue harus hilang"
"Terus Hotel dan Pabrik bokap loe?" Tanya Haikal
"Semua paman gue yang terusin. Sampai kakak gue dan gue mampu"
"Kenapa loe gak hubungi kita?" tanya Yuna
__ADS_1
"Gak ingetlah nomer kalian. Setelau gue beberapa bulan kuliah, gue ketemu sama Kaili, dan gue nikah sama dia. Gue baru tau jika kalian menikah saat umur anak tertua gue 6 tahun" jawab Yelu menjelaskan panjang lebar
"Terus, kenapa saat loe balik, loe gak hubungi kita?" imbuh Yuna
"Sempat gue kerumah lama kalian. Tapi orang tua kalian dan pindah ke Bogor, dan Bandung. Kakek nenek kalian juga meninggal"
"kenapa loe gak dateng pas reuni?" tanya Haikal
"Dan dimana Kaili? Apakah dia keluar? Gue kangen banget sama dia. Dia hilang sama seperti loe..." ucap Yuna
"Mama saya meninggal saat Saira umur 2 tahun. Dan kami umur 8 tahun" jawab Davi
"Meninggal? Loe gak kasih tau kita.... " air mata Yuna mengalir
"Sori na... Gue harus urus Saira. Saira adalah anak yang berhasil hidup" ucap Yelu
"Maksudnya?"
"Dan Saira drop karena papa selalu meminta Saira untuk putus dengan Liam" lanjut Candra
"Candra!!“ bentak Yelu
" kenapa loe minta Saira putus sama anak gue?" tanya Yuna
"Gue gak mau Saira di sakiti. Tubuhnya rentan. Gue pengen rawat dia. Pesan terakhir Kaili, gue harus rawat Saira... Saira... Adalah duplikat Kaili" ucap Yelu sedih
"Lu... Yelu... Loe keterlaluan.... Loe gak hubungi kita saat orang tua loe meninggal, dan Kaili meninggal" ucap Haikal
"Jika loe bilang Saira duplikat Kaili, loe bener. Gue pernah video call sama Saira" ucap Yuna
__ADS_1
"Kapan?" tanya Yelu heran
"Saat anak gue bilang mau ke Solo!" jawab Haikal jutek
"Kal... Kita baru ketemu dan loe marah sama gue? Gak berubah tempramen loe" ucap Yelu
"Gak... Gue gak mau marah... Tapi gue mau lihat Saira" ucap Haikal
"Om Tante saya tidak tau hubungan kalian dengan papa atau mama saya... Tapi, tubuh Saira yang sekarang seperti tulang terbalut kulit. Seminggu ini dia jarang mau makan. Hanya saat saya hubungkan dengan Liam, ia mau makan. Namun kembali ia muntahkan" ucap Davi
"Dia sakit apa?" tanya Haikal
"Gue gak tau" jawab Yelu
"Gak loe bawa ke dokter?" tanya Yuna
"Saira depresi tante. Papa gak. Mau kerumah sakit, karena mama meninggal di rumah sakit" jawab Candra
"Depresi? Kamu bisa-bisanya mengatakan adikmu depresi!!?" tanya Yelu
"Kita pernah datengin dokter pa... Itu vonis dokter! Bukan saya! " jawab Candra keras
"Pa... Sejak kecil, Saira menjadi anak yang sangat penurut. Saat dia punya teman.. Hanya teman laki-laki, papa langsung memberi pelajaran keorang tuanya" ucap Davi
"Sekarang, Saira, mempunyai orang yang benar - benar ia cintai, papa masih melarangnya. Gak keterlaluan pa?" tanya Candra
"Papa tidak pernah melihat Saira seperti ini, karena papa tidak pernah melihat dan papa tidak benar-benar ada untuk Saira" lanjut Davi
"Liam anak gue... Loe masih gak mau sama anak gue?" tanya Haikal
__ADS_1
"Saya cinta dan sayang dengan Saira om. Bolehkah kami melihat Saira?" tanya Liam