Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi

Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi
Bab 28


__ADS_3

Saira, Liam, Yuna, Haikal, Tristan,dan Laras berangkat di hari yang sama. Baru beberapa jam ia menginjakan kaki di rumah, Saira sudah pingsan saat berjalan-jalan di kebun. Hal ini awalnya membuat Liam khawatir, namun kekhawatirannya sirna setelah pemeriksaan lebih lanjut, dan ternyata Saira sedang hamil 4 minggu. Hal ini membuat Liam dan Saira bahagia. Tak hanya mereka, Yuna dan Haikal termasuk Tristan dan Laras. Tak lama lagi akan ada suara isak tangis bayi di rumah ini.


awalnya karena sakit Jantung Saira, dokter menyarankan agar jangan hamil terlebih dahulu. Hal ini lumayan membuat Saira frustasi. Di awal trimester ke hamilannya Saira harus di rawat di rumah sakit. Saira harus bedrest, tidak boleh melakukan apapun. Saat memasuki trimester kedua, Saira merasa tubuhnya sudah fit, di tambah sebentar lagi adalah Bulan Ramadhan. Jika Saira Fit, dan baik-baik saja, ia ingin mudik ke Solo, walau hanya sebentar.


Jauh-Jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, Saira, Liam, Laras, dan Tristan sudah berada di Solo. kebetulan karena satu dan lain hal Tristan memdapat masalah di rumah sakit, hingga ia mendapat skorsing 2 minggu. Walau sebenarnya masalah Tristan bisa segera ia selesai kan dan mencabut Skorsing nya, namun Tristan menggunakan kesempatan ini untuk istirahat dan berlibur lebih lama bersama keluarganya.


Selama Hari Raya Idul Fitri, Saira fit, kandungannya terjaga dengan baik, tak ada pula masalah pada jantungnya. tapi 4 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, Saira dan semua keluarganya berlibur, sekedar piknik, hanya di sekitar Solo. Awalnya berjalan menyenangkan, tapi menjadi suram saat mereka jalan - jalan di salah satu mall sekitar Solo. Mereka bertemu Lita. seseorang yang tidak ingin mereka temui. Lita bersikap ramah, dan bersalam - salaman layaknya Hari Raya Idul Fitri seperti biasa. Mereka ngobrol seperti biasa. Bahkan Lita ikut bergabung untuk makan bersama mereka. Sebelum Lita pergi, Lita membisikan sesuatu di telinga Saira, yang membuat Saira tertegun, dan ketakutan.


Akhirnya hal buruk benar terjadi. Saira Kembali keguguran setelah acara di Solo. Tak perlu mencari siapa penyebabnya. Karena penyebabnya Saira ketahui jelas jika ini ulah Lita. Jika bukan karena perkataan Lita, Saira tidak mungkin kepikiran dan sampai keguguran. Saira lebih depresi daripada saat awal keguguran. Semua khawatir dan bertanya - tanya, apa penyebab Saira keguguran. Vonis Dokter, keguguran karena kelelahan, tapi Saira tau pasti ini bukan hanya itu. Jika ia tidak minum, minuman dari Lita mungkin ia tidak ada kehilangan calon buah hatinya. Lagi. Liam ikut frustasi dan tidak ada semangat melihat keadaan Saira, bahkan sampai kedua kakaknya tak ada yang mampu membuat Saira kembali seperti semula. Sementara ini Saira tetap di Solo, namun ia tidak ingin berada di rumah. Sehingga sementara waktu Saira tinggal di sebuah apartemen di lantai 5.


"Bagimana ini?" tanya Asha


"Mungkin Bandung bisa mengembalikan semangat Saira" ucap Davi


"Terlalu banyak kesedihan di sini" ucap Candra


"Sudah 2 kali Saira kehilangan calon anak, aku.... Aku Tahu perasaanya" ucap Jili lalu mendekati Saira


"Sayang... Kita akan memiliki anak lagi" ucap Candra membelai rambut Jili


"Kau pernah keguguran Jil?" tanya Saira menatap Jili


"Iya Saira... Jadi aku sangat mengetahui perasaanmu saat ini" ucap Jili


"Gak Jil... Kamu gak tau... Aku kehilangan dia karena ulah seseorang... Aku berusaha menjaganya, namun orang itu berbuat hal buruk Jili" bentak Saira berusaha sekuat tenaga


"Sayang... Makan ya" bujuk Jili

__ADS_1


"Bukan saatnya makan!" jawab Saira lalu terbatuk


"Iya.. Iya... Gak makan" ucap Liam


"Kalian jangan ikuti aku... " pinta Saira lalu berjalan ke balkon apartemen dengan langkah pelan


"Bisa di hitung, Saira makan perhari hanya 3 sendok, selebihnya ia menangis sambil menatap foto usg calon anaknya yang keguguran" ucap Asha


"Ash... Kandunganmu sudah besar, kau istirahatlah. Tidak perlu memikirkan Saira" ucap Davi


"Benar kata suamimu" imbuh Liam


"Jili... Pergilah beristirahat dengan Asha" perintah Candra


"Tenanglah, aku baik-baik saja" ucap Asha. Saira mendengar pembicaraan mereka, walau ia berada di luar. Batin saira meronta, terbesit iri dan kebencian dalam hati Saira.


"Jangan berfikir sempit dek" ucap Candra


"Kamu masih bisa punya anak" ucap Asha


"Diam! Siapa suruh loe di sini! Keluar loe!" bentak Saira


"Saira... Apa salahku, kenapa marah?"


"Pergi loe! Pergi kalian!" bentak Saira lalu memandang sekitar


"Saira... Kamu kenapa? Kenapa marah sama Asha? Saira... Ceritalah... Aku... Liam.. Kakakmu selalu ada buat kamu" ucap Jili

__ADS_1


"Jili... Aku gak mau lihat kalian... Aku gak mau lihat anak kecil... Aku kehilangan mereka Jili... Mereka impian, harapan, keinginanku sejak lama" ucap Saira


"Aku pergi Saira" ucap Asha


"Gak... Gak hanya kamu... Kalian... Kalian semua pergi" ucap Saira lalu masuk kekamar mandi


"Saira.. Sayang.. Kamu ngapain di dalem?" Tanya Liam


"Kalian pergi aku keluar"


"Baik... Kami pergi dari kamarmu" ucap Liam


"Turuti saja saat ini" ucap Davi


"Sayang... Aku ambilkan coklat panas ya" ucap Liam


"Saira... Jawablah" ucap Jili


"Saira kamu gak apapa kan?" tanya Candra


"Kamu gak melakukan hal bodohkan?" tanya Davi


"Kalian keluar" ucap Saira pelan, dan terdengar isak tangis di kamar mandi


"Keluar... Keluar... Ia meminta kita keluar" ucap Davi


"Sayang.... Tunggu.. Akan aku bawakan coklat panas yang membuatmu tenang" ucap Liam

__ADS_1


Saira hanya diam. Tidak menanggapi suara-suara di luar kamar mandi. Ia keluar saat ia rasa sudah sepi. Kamar ia kunci dari dalam. Ia masih ingin melancarkan aksinya bunuh diri. Ia sudah keguguran 2 kali, ia dengar dari beberapa orang, ia tidak akan mungkin hamil lagi. Harapannya sudah pupus untuk memiliki anak. Buat apa ia melanjutkan hidup jika tidak ada yang merawatnya saat tua nanti, pikirnya. Tapi pikirannya buntu. Ia hanya ingin memiliki anak, sesulit ini. Asha yang saat SMA pernah di vonis tidak akan mempunyai anak karena ia memiliki kista, ia sekarang bahkan sudah hamil besar dan akan melahirkan.


__ADS_2