Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi

Ku Mohon, Ini Bukan Mimpi
Bab 3


__ADS_3

Hari berikutnya Asha, sahabat Saira pulang dari Surabaya. Tempat kelahiran papanya. Asha membawakan Saira banyak oleh-oleh. Namun, sebenarnya jika Asha tidak membawakan oleh-oleh pun yang ia butuhkan hanyalah Asha. Saira sedih, saat kacau hidupnya dalam hitungan detik, kedua sahabatnya tidak ada tempat dia bersandar selain kedua kakaknya. Asha ke Surabaya karena kakeknya rindu dengannya, dan Jili harus Lampung karena Pamannya meninggal karena kecelakaan.


Asha ikut sedih mendengar cerita Saira. Bagi Asha, dan Jili, Saira bagai kaca. Kapanpun bisa hancur dan pecah jika tidak berhati-hati. Asha adalah sahabat Saira sejak Saira duduk di kelas 4 sd. Asha pindahan dari Surabaya, dan papanya dinas di solo hingga sekarang. Sedangkan Jili sahabat Saira dan Asha sejak kelas 1 SMP. Papanya asli medan, dan mamanya asli solo, dan Jili sudah sejak lahir di solo. Asha dan Jili sudah sangat mengetahui watak Yelu, dan Saira akan selalu menjadi gadis cengeng yang membutuhkan mereka berdua untuk bercerita.


"Jili... Halo sayang" sapa Asha yang mengawali video call


"Halo Asha... Halo Saira... Gimana kabar kalian?" tanya Jili


"Baik sayang... Sayang... Kapan pulang?" tanya Saira


"Insya Allah besok malem sudah sampai Solo. Jadi, lusa ya ketemunya sayang"


"Kita ikut berduka ya sayang. Maaf gak bisa ikut ngelayat ke sana" ucap Saira


"Gak apa Sai, Ash,... Omku udah tenang" ucap Jili lalu tersenyum "oh iya Sai, maaf ya aku gak ada di sana saat sulitmu kemarin" sambungnya


"Gakpapa... Segera pulang aja dengan selamat udah bersyukur aku"


"Ash... Jaga Sai ya... Gue tutup dulu, pakdeku panggil"


Mereka memiliki panggilan akrab. Saira biasa mereka panggil Sai, Asha panggil Ash, dan Jili panggil ili. Untuk saat ini bisa di bilang Asha dan Davi berpacaran, dan Candra sudah lama mendekati Jili. Namun Jili benar-benar tidak ingin berpacaran dengan siapapun, tapi Candra dan Jili benar-benar dekat, sering orang lain kira mereka pacaran, namun tidak. Sering Jili dan Candra katakan, tidak pacaran namun sudah mengenal dan langsung menikah.


Sore ini Saira, Asha, Davi, dan Candra ke Yogyakarta. Karena kebetulan, Davi di sana harus menghadiri makan malam bisnis dengan salah satu pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan Pabrik milik Yelu. Kali ini Yelu tidak bisa hadir karena Yelu akan membangun Pabrik di Sumatra Utara.


Keesokannya mereka pergi ke pantai Parangtritis. Setelah puas di sana, mereka berbelanja di sekitar Malioboro. Tapi karena Davi harus menghadiri acara di salah satu hotel dekat Malioboro, Davi undur diri dan menyerahkan Saira dan Asha bersama Candra saja.


Tubuh Candra yang tinggi, wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih bersih, membuat beberapa pasang mata melirik kearahnya. Begitu pula dengan Saira. Walau Saira tubuhnya kecil, tapi kulit putih nya dan rambut panjang ikal yang ia gerai, di tambah Saira hanya memakai hotpants, membuat beberapa lelaki menggoda Saira. Sebenarnya Asha tak luput dari godaan juga. Tapi Asha bisa menanggapi jauh lebih galak dan tak diam saja seperti Saira.


"Sai, jangan pakai Hotpants kalo di pasar begini" ucap Asha sedikit sewot


"Lhah... Kenapa jangan Ash?"


"Di godain cowok! Di liatin sana sini!"


"Lhah terserah mereka mau liat, itu mata mereka, yang penting aku pakai bajukan"

__ADS_1


"Jangan terlalu minim juga dek" ucap Candra


"Sekarang kenapa mereka gak godain Asha kak?" tanya Saira kesal


"Kamu gak liat, Asha juga di goda, cuma... Pakaian Asha gak terlalu terbuka seperti kamu!" jawab Candra


"Eh ke sini dulu... Laper" ucap Asha lalu menarik Candra dan Saira ke salah satu warung makan


"Lanjut yang tadi... Emang pakaianku kenapa?" tanya Saira setelah memesan makanan


"Sai... Kamu pakai kaos lengan pendek, hotpants, rambut kamu panjang... Ikal... Malah di gerai... Aku? Celana panjang, rambut aku kuncir, dan lurus, dan kulitku gak seputih kamu Saira" jawab Asha


"Asha... Santai aja... Aku dan kakakku putih kan nurun dari papa..." ucap Saira


"Dan mama" lanjut Candra


"Candra!" pekik Asha mengingatkan Candra


"Hoo... Uppss... Maaf dek" ucap Candra yang terlihat bersalah


"Kalo gak habis kasih sini" ucap Candra dan Asha bersamaan


"Hahahahaha... Tau aja aku makan gak habis porsi biasa" ucap Saira yang masih tertawa


"Nie anak gimana bisa gemuk sih Can?" bisik Asha


"Jangan paksa, ntar dianya malah sakit" balasnya berbisik pula


"Kalian bisik-bisik apa sih! Ayo makan!“ ucap Saira dengan mulut penuh makanan


"Mulut penuh. Di telen dulu makanannya dek!"


Setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke hotel, dan di sana sudah ada Jili. Jili terlihat menunggu di loby hotel bersama dengan Davi. Saira, Asha, dan Jili langsung berpelukan, seperti tidak bertemu lama.


"ili... Kok disini?" tanya Saira

__ADS_1


"Sudah sampai Solo siang tadi. Tapi kemarin bilang kan kalau di yogya.... Ya udah kesini aja"


"Ya udah... Kita cerita di kamar ya" ajak Asha


"Mereka kalau udah bareng lupa sama kita" celetuk Davi


"Semoga calon suaminya Saira mengerti" ucap Candra


"Kak... Aku denger... Aku jadi kangen dia" ucap Saira lalu masuk lift


"Cie... Cie.... Telpon sana" seru Asha dan Jili


"Iya ya...eh... Dia telpon" seru Saira yang mendengar dering video callnya


"Halo" seru mereka berlima di dalam lift


"Halo semua... Dimana?"


"Lift hotel... Mau ke kamar nih"


"Baru sampai hotel ya?"


"Iya kita baru sampai dari Malioboro"


"Baiklah. Selamat beristirahat sayang. Tidurlah lebih awal"


"Oke sayang" ucap Saira mengakhiri telponnya


"Sayang Asha... Istirahatlah lebih cepat" tiru Davi


"Oke sayang Davi"


"Apaan sih kalian... Sana balik ke kamar" ucap Saira


"Malam sayang Jili" ucap Candra setengah berteriak

__ADS_1


"Malam" balas Jili pelan dan malu-malu


__ADS_2