Ku Temukan Dia Kembali

Ku Temukan Dia Kembali
Suasana Baru


__ADS_3

Seorang gadis yang selalu ceria, mandiri dan sangat bersemangat. Antusiasnya untuk berganti seragam dari putih biru menjadi Putih Abu merupakan hal yang dinantikan, pada dasarnya dia berpikir masa remaja yang akan beralih menjadi dewasa adalah hal yang lebih baik. Lebih tepatnya dia sudah beranjak menjadi remaja yang lebih matang, bukan dewasa ya.


Gadis ini kenalkan ya bernama Danuardara Garren, panggil saja Dara. Jangan ditanya mengenai paras dan fisik gadis ini ya, gadis ini sangat menarik perhatian karena wajah campuran indo jerman nya itu sangat mempesona, dengan rambut panjang coklat, kulit putih dan bulu mata yang lentik terlebih matanya yang bersinar berwarna coklat. Hidungnya juga memiliki bentuk yang pas dengan wajah imutnya, tidak berlebihan mancungnya.


Hari ini pertama kalinya Dara mendaftar ulang ke sekolah sendirian karena sang Mommy sedang sibuk bekerja. Langkah kakinya sangat riang dan dipijakan layaknya seorang gadis. Ketika memasuki gedung baru itu, dia melihat sekeliling yang luas, terlihat sekali banyak ruangan kelas dan taman yang sangat indah, ditambah dengan fasilitas lainnya yang akan membuatnya semakin bersemangat tinggal dan bersekolah disini.


Ketika sedang menikmati suasana tempat baru, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggilnya, suara itu sangat akrab terdengar ditelinganya tapi sudah lama tidak pernah di dengar juga. Begitu familiar.


"Hayyy... Dara, apakah itu kamu?"


Suara seorang gadis memanggilnya begitu keras. Saat dia melihat orang yang memanggilnya yang perlahan menghampirinya dengan cepat. Dara pun mengenali. Karena orang itu berlari dengan tergesa. Perlahan bibir Dara pun hanya memunculkan bentuk melengkung ke atas, dan melambaikan tangannya.


"Haiii...Intan, kamu juga di sini?"


Tentu Dara juga sangat girang dan berantusias sekali. Wajahnya memancarkan senyum yang cerah dan segera menarik tangan gadis itu.


"Hmmm, aku mendaftar disini dan telah diterima. Senang Akhirnya kita bisa bersama-sama lagi dan bertemu lagi." ucap Intan kepada Felove.


"Benarkah? Itu bagus sekali."


"Aku rindu banget tau!"


Dara langsung memeluk Intan dan mereka berjingkrak-jingkrat gembira dengan posisi masih berpelukan. Mereka lupa kalau sekarang bukan bocah lagi, kabiasaanya memang masih kekanak-kanakan.

__ADS_1


"Aku juga sama, kamu begitu sombong meninggalkan tanpa memberi kabar kepadaku. Kamu begitu jahat! Ssh..." Dara mencibirnya.


Intan hanya memberikan senyumannya sekilas. Keduanya melepaskan rindu dan berpelukan sangat hangat, karena telah tiga tahun lamanya mereka tak saling bertemu. Dara dan Intan adalah sahabat sejak kecil, mereka tumbuh hingga umur dua belas tahun selalu bersama-sama. Namun dikarenakan pekerjaan, orang tua Intan harus berpindah rumah ke luar kota dan meninggalkan Jakarta. Tanpa saling berkabar, karena mereka tidak sempat menukar nomor telpon. Perpindahan keluarga Intan itu mendadak dan mereka kehilangan kontak. Tapi keluarga Intan akhirnya kembali lagi ke Jakarta dan mereka dipertemukan lagi di sini, di sebuah sekolah sama seperti tiga tahun sebelumnya.


"Dara, sekarang kamu semakin cantik aja. Dulu kulitmu tidak terlalu putih, kenapa sekarang putih? Kamu mirip seperti seorang putri. Lihatlah... Sahabatku ini sudah pandai merawat diri." Jelas saja Intan melihatnya seperti putri, pada dasarnya Dara memang sudah cantik dan gadis ini sudah pintar merawat diri. Pada awal cerita juga sudah dijelaskan ya. Intan tentu sangat senang dengan perubahan sahabatnya ini. Namun berbeda dengannya, yang terlihat montok karena kebiasaan ngemilnya yang tak bisa disembuhkan. Untungnya sekarang dia tinggi, jadi badannya tidak terlihat begitu bulat.


"Jelas saja dulu tidak putih, dulu hanya bermain dibawah terik matahari dan hobiku mandi di kali saat terik-teriknya matahari." Sautnya sambil tertawa malu dan membayangkan dulu dia yang hitam dan kumel itu.


"Lalu sekarang kegemaranmu itu sudah hilang kah? Jadinya membuatmu berubah seperti ini?" Nada bicara Intan sedikit mengejek kepadanya.


"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Aku jadi malas membayangkan diriku dulu." Dara mengingatkan sahabatnya untuk tidak meneruskannya, karena dia benar-benar malu mengingatnya.


"Dirimu masih tetap sama seperti dulu, menggemaskan sekali dan rasanya aku ingin mencubit pipi tembemmu itu." Jelas Dara sangat gemas pada Intan.


"Ya sudah, lupakanlah. Aku sangat senang bertemu lagi denganmu. Lebih baik kita melihat-lihat sejenak agar besok tidak bingung." Dara meraih tangan Intan dan mengayun-ngayunkannya sambil berjalan dan melihat-lihat sekeliling sekolah barunya, mereka tak henti-hentinya tertawa dan saling mengejek satu sama lain.


Setelah puas melihat-lihat, dan selesai mendaftar ulang merekapun saling bertukar nomor telpon dan pulang ke rumah. Besok sudah mulai masuk sekolah, tapi Dara belum menyiapkan apa-apa, maka dari itu dia pergi ke toko buku untuk membeli perlengkapan sekolah dan barang-barang yang dia butuhkan besok.


Namun, ketika dia membuka pintu masuk dia berpapasan dengan seorang laki-laki dan terlihat orang itu buru-buru dan menabraknya. Dara pun tidak memperdulikannya karena laki-laki itu pun telah meminta maaf. Namun Dara melihat sekilas wajahnya, laki-laki berparas campur indo inggris yang tampan.


Dara menghabiskan waktu sekitar setengah jam, lalu dia menghubungi sang mommy tentang keberadaannya. Kebetulan saat itu jam pulang kerja. Sang mommy langsung bergegas menjemput putri kesayangannya itu.


...........

__ADS_1


Di mobil


"Sayang, apa kamu menyukai sekolah barumu?"


"Hmmm, aku sangat menyukainya. Aku juga bertemu dengan Intan."


"Benarkah? Itu sangat bagus sayang..."


Sang mommy mengacak rambut Dara lembut.


"Kalau begitu, kamu harus bersemangat ya! Fighting..."


Sang mommy mengangkat tangannya dan mengepal, ditunjukjan kepada Dara untuk memberi semangat. Hubungannya dengan sang Mommy memang sangat dekat layaknya seperti sahabat.


"Baik mommy ku sayang, sekarang tolong katakan kepadaku. Apa setiap hari Mommy akan mengantarku berangkat ke sekolah?"


Ny. Nidia menoleh ke samping dan menatap Dara dengan penuh cinta.


"Pasti sayang,,, Mommy yang akan mengantar dan menjemputmu pulang sekolah."


Setelah melewati perjalanan lima belas menit akhirnya mereka sampai di rumah. Rumah sederhana bergaya minimalis dengan halaman yang tidak begitu luas. Sebenarnya, mereka memiliki rumah yang begitu besar dan mewah bak seperti istana, namun itu ketika sang Daddy masih ada. Sekarang mereka tinggal disini hanya berdua saja tanpa Daddy. Alasan mommy pindan karena mommy tak ingin selalu bersedih mengingat almarhumah suaminya dengan banyak kenangan di rumah yang dulu. Maka dari itu, sang mommy menjualnya dan membeli rumah yang lebih sederhana. Sedangkan sisa uangnya dia simpan untuk tabungan pendidikan Dara kelak. Dia ingin putrinya mendapatkan pendidikan terbaik, meski dia mencari uang sendirian tanpa suaminya pasti Ny. Nidia bisa membesarkannya dengan baik. Semangat hidupnya kini hanya Dara satu-satunya, buah cintanya dengan Adelio Garren 'suaminya'. Daddy Dara asli orang Jerman, maka dari itu dia memiliki paras yang sebagian besar diturunkan dari sang Daddy.


Mommy Dara itu sangat pintar mengatur keuangan, dia adalah mentri keuangan terbaik di rumahnya. Sang Daddy menyerahkan semua uangnya kepada sang Mommy dan sangat mempercayainya. Sekarang Nidia menjadi wanita karir dan tentu bakatnya itu menjadi kelebihannya karena memang dia seorang sarjana ekonomi yang lulus dengan nilai coumlaud. Karena menjadi istri dari pria kaya, dia tentu tidak dibolehkan bekerja. Namun berbeda sekarang. Nidia sangat ulet, tekun, dan memiliki totalitas kerja yang tinggi. Tak heran, hanya dalam dua tahun ini dia sudah dipromosikan naik jabatan menjadi ketua cabang BUMN ternama di Indonesia. Ini tentu sesuatu hal yang baik baginya.

__ADS_1


__ADS_2