
Hari ini merupakan tahap kedua seleksi raja dan ratu kampus atau bisa dibilang merupakan tahap semi final. Pada tahap ini hanya akan menyisahkan tiga pasangan saja. Dara tentu terlihat sangat cantik hari ini, dia memakai shoulder dress nya yang berwarna hitam. Gaun ini merupakan gaun tanpa lengan, terlihat ada tali lebar yang menggantung di bahunya menampilkan pundaknya yang putih bersih dan tulang selangkanya yang indah.
Sedangkan Ezra memakai kaos hitam di balut dengan jas non formalnya yang senada, rambutnya terlihat agak pendek dan menampilkan wajahnya yang lebih segar. Rambutnya juga berbeda, warnanya menjadi coklat terang, perpaduan warna kulitnya yang tidak terlalu terang atau bisa dikatakan sawo matang itu terlihat sexy dan menggoda.
Panggung yang berada di tengah-tengah kampus menjadi sorotan utama para mahasiswa/mahasiswi. Tentu saja peserta yang ada di sana juga menjadi pusat perhatian semua orang. Dara dan Ezra duduk berdampingan, dihadapan mereka terdapat juri dan penonton yang banyak memperhatikan dan memandanginya dari tadi.
Ezra memegangi tangan Dara dan berkata:
"Kamu jangan gugup, tenang saja." Ezra mencoba menenangkan Dara tapi sebenarnya dia juga sangat gugup.
"Aku baik-baik saja ka, sepertinya kamu yang harus tenang." Jawab Dara diiringi tawanya terkekeh. Merasa lucu melihat raut wajah Ezra yang gugup.
Jelas saja wajah Ezra itu sangat gugup, dia sangat mengeratkan pegangan tangannya kepada Dara hingga berkeringat. Dara yang merasakan tengan Ezra yang basah lalu mengusap punggung tangan Ezra dengan lembut dan menatapnya dengan hangat. Ezra mendapat perlakuan ini menjadi sedikit lebih rilex.
"Percayalah ka, kita pasti bisa." Dara mengedipkan matanya sebelah kepada Ezra seakan sedang menggodanya.
"Sejak kapan sikap wanitanya ini menjadi genit?" Gumamnya. Kegugupan dihati Ezra pun berangsur menghilang, bergatikan dengan ekpresi keheranan.
Dalam tahap seleksi kali ini adalah untuk unjuk bakat dan kemampuan. Para peserta bisa mengexplore bakat dan kemampuan mereka ke ruang publik. Maka yang memilih mereka langsung sudah pasti para audience yang hadir pada saat itu.
Dara menunjukkan kemampuannya dalam mendesain suatu bangunan dan menunjukkan kemampuannya bermain alat musik biola. Ezra tidak tahu bahwa Dara bisa memainkan Biola, ini adalah pertamakalinya dia melihat wanitanya sungguh anggun dan cantiknya bertambah berkali-kali lipat. Ezra hanya sering melihat Dara bergelut di atas matras saat berlatih taexondow, sungguh sangat berbeda dengan saat ini.
Sedangkan Ezra menunjukkan kemampuannya dalam menguasai beberapa bahasa dengan pasih. Lalu Ezra juga unjuk gigi untuk mengajak para juri berargumen dengannya, beberapa juri tak dapat membalas balik argumen Ezra dan merasa kagum dengan kemampuannya. Ya, Ezra pernah memenangkan kompetesi debat dan menjadi juara Internasional. Dara melihat kemampuan Ezra sangat mengagumi, ternyata Ezra seseorang yang memiliki kemampuan tinggi tapi tak pernah menunjukkannya dan bersikap tetap rendah hati.
Proses seleksi ini berlangsung dengan ramai, akhir dari seleksi ini adalah dengan mendengarkan lagu dan berdansa. Semua peserta berdansa dengan pasangannya, rasa lega didapatkan setelah melewati proses yang cukup menegangkan.
.......
__ADS_1
Pada malam hari, Ezra mengajak Dara ke sebuah tempat. Ezra mengajak ke Tower bridge yang merupakan jembatan penghubung yang membelah sungai Thames dengan desain megah dan unik, sehingga jembatan ini merupakan salah satu Landmark kota London. Dara dan Ezra menikmati pemandangan Sungai Thames dengan gemerlap lampu jembatan megahnya, memang tempat ini sangat cocok dikunjungi oleh para pasangan seperti mereka.
"Dara..." Panggilan lembut Ezra mengalihkan pandangannya dari pemandangan didepannya.
"Ia ka."
"Kamu sangat cantik malam ini."
Cup
Ezra mengecup bibir Dara lembut. Dara merasakan panas dipipinya dan sudah pasti pipinya pun pasti merah seperti udang rebus. Pujian dari Ezra sungguh menyentuh hatinya. Akhir-akhir ink Dara merasakan perasaan yang aneh terhadap Ezra tidak seperti biasanya. Kadang dia merasa bingung menghadapi Ezra dengan sikap yang bagaimana, padahal yang sudah-sudah dia tidak peduli dengan apapun. Sekarang tindakannya malah selalu penuh pertimbangan.
"May I, make you mine." Ucap Ezra persis ditelinga Dara dan menggigit telinganya lembut.
Dara mendengar ucapan yang menggoda itu seketika mendapatkan tubuhnya merasakan respon aneh, disertai dengan gigitan kecil ditelinganya membuatnya meremang dan memejamkan mata. Dara tidak dapat menjawab perkataan Ezra, dia merasa tubuh telah disentuh dengan intens oleh sebuah tangan yang kekar. Mulai dari wajah, pundak, dan terakhir tangan itu meremas bokongnya dan merapatkannya ke tubuh Ezra. Dara pun membuka matanya dan langsung bertatapan dengan mata Ezra dengan dekat.
"Ahhhhh ka." Dara terpekik, dia merasakan sakit kalau bokongnya itu telah diremas kuat oleh Ezra.
Namun pekikan suara Dara malah terlihat menggoda ditelinga Ezra, Ezra pun langsung ******* kembali bibir Dara. Satu tangan menahan tengkuk gadis itu, tangan satunya terus meremas bokong nya. Dara hanya menuruti nalurinya saja, dilingkarkan tangannya dileher Ezra dan membalas ******* bibir itu dengan sama-sama menggebu. Hingga mereka terengah-engah dan mencoba mencari oksigen untuk dihirupnya dengan melepaskan sejenak ciumannya.
"Dara, May I make you mine." Ezra kembali mengucapkan kata itu kembali pada Dara karena belum mendapatkan balasan.
Dara mengerti maksud Ezra, dia menginginkan Dara menjadi miliknya yang berarti Ezra ingin semua yang ada di dirinya. Menuntut Dara harus menyerahkan semuanya padanya, Ezra memang calon suaminya kelak namun Dara hanya merasakan sesak di dadanya melihat kenyataan bahwa Ezra bukan laki-laki pertama yang memiliki tubuhnya.
Dara hanya menundukkan kepalanya, masih tidak menjawab permintaan Ezra. Dara bingung dan gelisah, dia sudah tidak virgin lagi dan dia takut Ezra akan kecewa lalu meninggalkannya. Dara takut kehilangan Ezra, apakah Dara sudah mulai melupakan Sean dan mencintai Ezea sepenuhnya? Entahlah, hanya Dara yang tahu.
"I am not ready." Lirih Dara.
__ADS_1
Ezra memeluk tubuh mungil itu dan mengecup ujung kepalanya.
"Tidak apa-apa, aku akan menunggu sampai kamu siap. Aku akan menahannya demi kamu."
"Ka..."
"Ya saya..."
"I am... I am not virgin." Dara tak mampu menatap mata Ezra setelah kalimat itu lolos dari mulutnya. Tapi mau bagaimanapun dia harus jujur kepada calon suaminya dan Dara harus dapat menerima kenyataan terpahit sekalipun dalam hidupnys. Dia hanya dapat meremas pinggiran gaunnya dengan tangannya sendiri.
Ezra terdiam mendengar pernyataan Dara yang tiba-tiba. Hatinya memang merasa kecewa.
Ternyata bukan dia yang pertama. Lalu siapa? Pasti Sean. Ezra hanya menjawab pertanyaannya sendiri dalam hati. Sebisa mungkin Ezra tersenyum dengan tulus dan menangkup wajah mungil Dara.
"Dara... Aku tidak peduli mengenai itu, aku tidak peduli masa lalaumu. Sekarang kamu wanitaku, masa depanku." Ezra menekan kalimat WANITAKU seolah Dara hanya miliknya.
Dara melihat ketulusan dari Ezra, matanya pun berbinar dan hatinya merasa lega.Ternyata benar apa yang dirasakannya, Ezra sangat mencintainya dan menerima dia apa adanya, cintanya sangat tulus. Dara pun berjanji dalam hatinya akan berusaha membalas cinta Ezra dengan tulus.
"I love you ka... I love you..."
Ini pertama kalinya Ezra mendengar kata itu keluar dari mulut Dara. Tatapan gadis didepannya sungguh sangat hangat, berbeda dengan tatapan sebelumnya.
Cup
Dara mencium Ezra sekilas dan melepaskannya kembali.
Cup
__ADS_1
Kali ini Ezra yang mencium dara, dilumatnya bibir manis dan kenyal itu yang membuatnya candu dan selalu menginginkannya. Setiap kali bertemu dengan Dara dia tak bisa menahan keinginannya untuk tidak mengecap bibir wanitanya.