Ku Temukan Dia Kembali

Ku Temukan Dia Kembali
Some One Loved


__ADS_3

Matahari mulai naik ke atas dan menyinari ruangan serba putih dan pekat dengan bau disinfektan. Dara yang dari semalam tidur di samping ranjang pasien segera membuka perlahan matanya. Dia melihat pasien yang di tungguinya semalam sedang duduk di ranjangnya sambil menatapnya.


"Ka Ezra, kamu sudah siuman?" Tanya Dara yang nyawanya masih belum terkumpul swmpurna.


Ezra tersenyum dan wajahnya menjadi hangat, wajah yang semalam pucat pasi perlahan merona. Terlihat kebahagiaan di wajahnya, padahal dia sedang sakit.


"Hmmm, aku juga sudah lebih baik."


"Syukurlah." Dara merasa lega dan tersenyum.


Tok...tok...


Suara ketukan halus terdengar dari luar. Dara bangkit dan mendekati pintu lalu membukanya. Terlihat sosok Monica yang segar dan cantik, penampilannya juga modis. Dia langsung masuk tanpa menyapa Dara, namun langsung duduk di samping ranjang Ezra yang tadi di dudukinya.


Wajah Ezra sangat datar melihat Monica yang datang dan pandangannya berpindah ke arah Dara dengan penuh maksud. Namun, Dara tak ingin jadi obat nyamuk bagi mereka berdua maka dari itu...


"Ka Ezra, aku pulang dulu ya. Semoga lekas sembuh." Dara mencondongkan tubuhnya ke depan dan mengangkatnya lagi kemudian pergi meninggalkan bangsal tanpa menerima jawaban dari Ezra.


Yang tersisa di dalam adalah Ezra dan Monica. Suasana menjadi hening beberapa saat, kemudian...


"Za..." Panggil Monica lembut.


Tangan Monica menyentuh tangan Ezra lembut dan Ezra memandangi tangan yang di genggam dengan pandangan tak suka. Monica yang melihat raut wajah Ezra menjadi lebih tak suka di pandang seperti itu.


"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Monica khawatir.


"Aku lebih baik saat tadi di temani Dara. Sekarang ada kamu, sepertinya sakit ku mulai kambuh." Ketusnya.


Cup.


Monica langsung mencium bibir Ezra, dia tidak mau mendengar kata-kata menyakitkan lagi yang keluar dari mulut pria yang di cintainya. Ezra yang mendapat perlakuan seperti itu langsung mendorong Monica. Monica menarik sudut bibirnya dan memandangi Ezra.


"Sekarang, kamu tak suka aku cium?"


"Kita sudah tak punya hubungan apa-apa lagi, tak seharusnya kamu bersikap seperti ini."


"Benarkah?" Monica pura-pura bingung.


"Tapi kamu gak pernah memutuskan ku, begitu juga aku. Aku gak pernah bilang kita berakhir." Lanjutnya.


Ezra menatap wanita yang berbicara seperti orang bodoh kepadanya. Dia yang tiba-tiba meninggalkannya, menghilang, dan tak pernah memberi kabar padanya. Bahkan, ketika Ezra mencoba mencari tahu mengenai Monica ternyata Monica sudah berhubungan dengan seorang pria baru bahkan bertunangan. Bukankah itu sudah menunjukkan hubungannya sudah berakhir? Sekarang wanita ini bilang seperti ini, sungguh sangat lucu.


"Za, kamu salah paham kepada ku selama ini." Monica berbicara lagi.


"Pria itu bukan kekasih ku tetapi sepupu ku. Kami saudara Za, harusnya kamu tahu itu."


Deg.


Perasaan Ezra antara percaya dan tidak percaya saat mendengar penjelasan Monica. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi aneh. Air di sudut mata Monica menetes begitu saja, melewati pipinya yang halus dan lembut seperti bayi.


"A...aku...demi keluarga, harus membantunya memanasi kekasihnya dan pura-pura menjadi tunangannya. Supaya kekasihnya cemburu dan mau menikah dengannya. Baru dia mau membantu keluarga kami saat itu. Aku gak bisa kasih kabar atau pun penjelasan sama kamu waktu itu Za. Aku hanya yakin kamu bisa nunggu aku, karena aku akan kembali. Sekarang...aku kembali buat kamu Za."

__ADS_1


"Kamu kejam..." Tutur Ezra.


"Aku tahu aku salah Za, tapi bisakah kita mulai lagi dari awal? Aku yakin kamu masih mencintai ku. Rasa itu masih ada..."


"Tidak untuk sekarang, aku sangat mencintai Dara. Apa kamu tidak lihat? Aku sakit kehilangan dia, sampai seperti ini."


Perkataan Ezra mengingatkan kepada Monica jika dia sangat, sangat, sangat mencintai Dara sehingga nyawanya saja dia rela berikan.


"Tapi dia bukan seseorang yang mencintai mu." Ujar Monica.


Pernyataan itu bagaikan lubang besar untuk Ezra.


"Dia sudah memiliki kekasih Za, dia sudah kembali kepada Sean. Lupakanlah, sekarang kita mulai lagi dari awal. Aku akan selalu menemani mu mulai saat ini. Bujuk Monica.


Saat Ezra mendengarkan penjelasan itu, dia tiba-tiba tertawa keras seperti orang bodoh dan pandangannya menjadi kosong.


"Hahaha... Dara ku hanya milik ku. Sean itu hanya seorang ********!!! Dia hanya memanfaatkan Dara, dia hanya menginginkan tubuh nya bukan hatinya. Aku, akan melindungi Dara dan mengambilnya kembali."


Tiba-tiba Ezra mencabut selang infusnya dan berdiri lalu keluar dari bangsalnya. Monica yang melihat tindakan Ezra yang tiba-tiba langsung memblokirnya supaya dia tidak kemana-mana dan tetap istirahat di bangsalnya. Namun tenaga Ezra lebih besar darinya, jadi dia di dorong ke samping supaya tak menghalangi pintu.


Monica yang panik dan mengejar Ezra segera menghubungi orang tua Ezra. Sedangkan Ezra yang masih memakai pakaian pasiennya berjalan ke depan untuk mencari taxi, tak butuh waktu lama dia langsung masuk ke dalan taxi.


"Shit... Mau pergi ke mana dia?" Pekik Monica.


Dengan gelisah Monica mengendarai mobilnya dan mengejar taxi yang di tumpangi Ezra. Taxi itu menuju ke suatu tempat yaitu sebuah apartemen. Ezra langsung masuk ke sana dan disusul Monica.


Terlihat Ezra yang sedang membuka pintu apartemen dengan memasukkan kata sandi dan terbuka. Monica juga ikut masuk. Ezra sudah berada di lantai dua dan membuka pintu kamar seseorang. Monica berlari dan berhasil memegang tangan Ezra.


"Aku ingin melihat Dara ku."


Monica diam dan tertegun.


"Jadi ini apartemen Dara? Ezra biasa datang ke sini seperti ini? Apa mereka..." Banyak pertanyaan muncul saat itu dalam pikiran Monica.


Sehingga dia tidak menyadar genggaman tangannya kepada Ezra sudah terlepas dan Ezra sudah masuk ke dalam kamar itu. Pintu kamar pun di kunci dari dalam. Monica sadar Ezra sudah tidak ada, dia pun mencoba membuka pintu dan hasilnya di kunci.


Di dalam terdengar percakapan antara pria dan wanita, ya...pasti itu Dara. Tapi suara itu tidak terdengar jelas. Monica semakin menempelkan telinganya ke depan pintu tapi hasilnya sama.


........


Di dalam kamar, Ezra melihat Dara yang masih mengenakan handuk kimono. Dara baru saja selesai mandi, aroma di tubuhnya wangi lemon sangat segar. Ezra sangat menyukai wangi ini. Iris coklat Ezra menjadi tenang melihat Dara, dia pun maju dan memeluk wanita yang ada di hadapannya.


"Kenapa kamu pergi? Aku masih ingin bersama mu. Jangan tinggalkan aku..."


Dara hanya terdiam, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menolaknya. Melihat penampilan Ezra yang masih mengenakan pakaian pasien pasti ada sesuatu yang terjadi. Dara pun menepuk pundak Ezra pelan, dan berkata.


"Ka Ezra, kamu belum baikan. Kenapa sudah kabur dari rumah sakit tanpa persetujuan dokter?"


"Karena kamu tidak ada di sana..." Ucap Ezra manja, suaranya seperti anak kecil.


"Aku hanya pulang sebentar dan akan kembali ke sana, bukankah ada Monica yang menggantikan sementara?" Jelas Dara dengan nada yang lembut.

__ADS_1


"Aku tidak mau..." Bibir Ezra mengerucut dan masih memeluk Dara tak mau melepaskan.


"Kalau begitu aku akan ke sana, kamu juga harus ikut."


Ezra melepaskan pelukannya dan mandangi wajah cantik Dara.


"Iya, aku akan patuh."


"Aku akan bersiap dulu, Ka Ezra bisa menunggu dulu di luar?"


"Aku takut kamu kabur, aku mau di sini." Ezra tak ingin meninggalkan kamar Dara.


Dara hanya menghela nafas panjang, dan menatap Ezra yang raut mukanya seperti anak kecil yang tidak di belikan ibunya permen lolipop.


"Ka Ezra duduk dulu, aku akan bersiap."


Dara mengambil satu set pakaian dan kembali ke kamar mandi, dia berganti di kamar mandi. Setelah itu mereka berdua keluar. Monica yang dari tadi bersender di pintu saat pintu terbuka hampir saja terjatuh tapi masih tertahan.


"Kamu ada di sini?" Tanya Dara kaget.


"Tentu saja, aku mengikutinya karena khawatir." Jelasnya.


"Monica, aku mau ngobrol dulu sebentar dengan mu. Ka Ezra tunggu dulu di bawah ya."


Ezra pun menuruti kata-kata Dara dan turun duduk di sofa bawah.


"Monica..."


"Hmmm..."


"Ezra sedang sakit, dia sedang kesulitan."


"Aku tau, itu gara-gara kamu!" Ucap Monica jengkel.


"Ini awalnya karena kamu Monica, bukan aku."


"Maksud mu?" Tanya Monica dengan penuh tanya.


"Dia mengalami sakit bipolar sejak ditinggalkan oleh mu. Apa kamu tahu?"


Bola mata Monica seperti akan loncat saat mendengar perkataan Dara.


"Sekarang, penyakitnya kambuh karena aku. Jadi...aku ingin membantunya saja untuk sembuh. Kamu jangan berpikir yang lain."


Monica masih terdiam tidak merespon apa yang Dara katakan. Dara merangkul pundak Monica untuk memberi kekuatan.


"Aku hanya mencintai Sean, begitu juga kamu pasti hanya mencintai Ezra. Terlepas dari masalah kalian di masa lalu aku tidak tahu. Jadi, maaf kan aku sebelumnya...aku, tidak bermaksud merebut Ezra dari mu."


Monica mendengarkan penuturan Dara, sangat tulus dan tak ada niat lain di dalamnya. Demi orang yang di cintainya sembuh Monica memang harus lebih bersabar sekarang. Dia juga harus menebus dosanya di masa lalu kepada Ezra.


"Aku mengerti, ini bukan salahmu sepenuhnya."

__ADS_1


Mendengarkan ucapan Monica, Dara menjadi lega dan dia akan berusaha memulihkan Ezra secepat mungkin dan menyatukan mereka kembali (Monica dan Ezra).


__ADS_2