Ku Temukan Dia Kembali

Ku Temukan Dia Kembali
Terlalu Cinta


__ADS_3

Dara Prov.


"Mengapa semua ini terjadi kepadaku? Tuhan, maafkan diri ini yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya. Namun apalah daya ini bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia (Sean)."


Sepenggal lirik lagu yang mewakili perasaan Dara saat ini. Namun semua angan-angan itu harus ditepiskannya jauh-jauh karena hari ini adalah pertunangannya dengan Ezra. Acara itu di gelar disebuah hotel milik Ezra yang terletak ditengah kota London. Banyak para tamu undangan hadir dimulai dari rekan bisnis kedua orang tuanya dan para kolega, teman kampus juga banyak yang menghadiri acara pertunangan mereka.


Dara mengenakan gaun berwarna coklat muda, rambut panjangnya digerai begitu saja dengan ujung rambut yang bergelombang. Riasan tipis diwajah tidak berlebihan, gaun itu mengekspos punggung putihnya. Sedangkan Ezra memakai the summer suit, pakaian yang terlihat formal tetapi juga santai senada dengan baju Dara tentunya. Malam ini mereka bagai couple yang sangat serasi, tampan dan cantik.


"Selamat ya Dara, Ezra...dugaanku benar kan? Ish, kalian memang suka bersembunyi dan pura-pura." Ucap Jessy dengan menggoda dan juga mencibir.


"Terima kasih Nona Jessy." Ucap Ezra lembut dan sopan.


"Ka, aku ingin pergi ke toilet sebentar ya." Dara meminta ijin.


"Aku antar ya."


"Mana boleh ka! Aku bisa sendiri. Kaka sapa para tamu saja dulu." Dara tersipu malu sendiri.


"Ka Ezra ini kenapa jadi posesif? Tiap dia mau kemana selalu ingin ikut." Gumamnya.


Saat belum sampai di depan toilet ada yang menarik tangan Dara dengan keras. Dara pun menepisnya dan memukul tangan orang itu dengan tas tangannya. Tangan itu pun terlepas. Ketika melihat sang tersangka....


"Sean?" Dara kaget setengah mati melihat Sean yang ternyata menghadiri pesta ini.


"Apa maksudmu ini Dara? Kenapa kau dengan Ezra?!" Teriaknya memekikan telinga orang yang mendengarnya. Untung di sini sedang sepi, sehingga hanya Dara yang mendengar. Terlihat raut wajah Sean yang muram.


"Ahhh...berisik Sean!"


Dara menghentakkan badannya kesal dan menatap tajam Sean penuh dengan amarah.


"Apa hak mu? Siapa kamu? Tidak ada hubungannya denganmu. Berhentilah mengganggu!!!"


"Mengganggu?" Sean tersenyum tipis, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.


"Ingat Sean, kita sudah putus." Ingat Dara.


"Tapi kemarin kita baru saja bercinta Dara. Kamu hanya milik ku. Ah,,,Bagaimana dengan Ezra? Apa dia tau?" Sean menaikan satu alisnya dan masih menatap Dara dengan intens.


Dara langsung menghentikan langkah saat ingin pergi dari sana. Dara pun menoleh sebentar dan berkata:


"Dia sangat mencintai ku, menerima ku apa adanya dan tentunya tak akan meninggalkanku sekalipun tahu kebenarannya." Ucapan Dara seakan memperingati dan menyindir Sean.


Dara pun melangkah pergi meninggalkan Sean dan memilih kembali ke acaranya. Acara berlangsung lancar dan meriah.

__ADS_1


.......


Sean Prov


"Sulit bagiku menghadapi kamu, tapi ku takkan menyerah. Kau layak ku perjuangkan (Dara)."


Sean merebahkan badannya di atas ranjang king size nya. Dia memijat pelipisnya sebentar dan bangkit duduk. Berdiri dan melangkah menuju lemari pendingin membawa botol berisi air berwarna merah. Ya, itu wine. Dia menghabiskan berbotol-botol wine sehingga membuat dirinya sangat mabuk dan kelelahan, kemudian tertidur di sofa.


Ezra Prov


"Jangan rubah takdirku, satukanlah hatiku dengan hatinya. Bersama-sama hingga akhir."


Hari ini, Ezra menemani Dara untuk belajar taekondow. Kemampuan Dara memang masih bagus. Bisa menepis dan membalas lawan dengan cerdik. Terlihat peluh dari kepalanya dan menetes dipipi lalu ke lehernya. Sungguh pemandangan yang indah. Ezra memandangi makhluk Tuhan yang maha sempurna ini.


"Jangan bengong ka." Dara melayangkan tinju dilengan Ezra dan mengambil air minum ditangannya.


"Tunanganku sungguh sangat tangguh dan cantik." Puji Ezra.


Dara yang sedang meneguk air melirik Ezra sekilas dan tersenyum.


"Ka..."


"Apa?"


"Ada yang ingin aku bicarakan."


"Sebenarnya, aku belum bisa mencintaimu."


Pernyataan Dara membuat Ezra serasa disambar petir, lalu kenapa dia mau bertunangan dengannya.


"Tapi...aku sudah mulai menyayangimu dan aku merasa nyaman denganmu." Lanjut Dara dan menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, biarkan semuanya berjalan secara alami Dara. Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku segera." Sean mengusap kepala dara lembut.


Dara melihat tatapan Ezra yang lembut, hangat dan penuh cinta.


Cup


Dara mencium bibir Ezra lembut, dia harus membiasakan ini agar perasaannya pun terbiasa kepada Ezra.


"Boleh aku membalasnya?" Kali ini Ezra meminta ijin.


Dara menganggukan kepalanya menandakan 'ya'. Ezra pun langsung mencium bibir Dara dengan lembut, menghisap dan menggigit kecil bibir manis dan kenyal didepannya. Memainkan lidahnya untuk menjelajahi setiap inci rongga mulut Dara, tentu saja disambut dengan ramah oleh sang pemilik bibir. Saat udara semakin sedikit dan asupan oksigen berkurang, mereka melepaskam ciumannya itu. Sean melihat bibir Dara yang kebas akibat ulahnya yang menciumnya sangat lama. Sean sangat bahagia, sungguh!

__ADS_1


"Aku siap-siap dulu ka, mau ganti baju." Ucap Dara karena ingin langsung pulang.


"Boleh dibantu?"


"Aku bisa sendiri ka, ishhh jangan mesum." Dara mencubit perut Ezra dan memelototinya.


"Haha...ia sayang. Aku becanda." Jawab Ezra menggodai.


"Sayang?" Dara mengulang kata itu dan memikirkannya dalam hati.


Mereka pun meninggalkan tempat latihan dan mengunjungi apertemen yang didiami orang tua Dara. Mereka hari ini akan pulang kembali ke Indonesia. Dara dan Ezra membantu membereskan barang-barang.


"Jika libur semester tiba, pokoknya kamu harus pulang ya sayang dengan Ezra." Tuntut sang mommy, dia masih rindu dengan putrinya ini.


"Ia mommy..." Dara bergelayut manja di tangan mommy nya seperti anak koala saja, kemudian mencium pipi mommy nya.


"Ini buat mu princess...peganglah." Daddy memberikan kartu berwarna gold ke arah Dara.


"Untuk ku dad?" Dara menerima.


" Tentu saja untuk princess ku."


"Kamu jangan memanjakannya honey." Mommy tidak terima.


"Jangan terlalu keras kepadanya sayang, aku ingin dia seperti putriku." Tegas Daddy.


"Dia tetap putrimu honey, untuk hal ini aku tetap tidak setuju. Dia harus belajar mandiri." Mommy tak mau kalah.


"Sudah lah Dad, simpan saja ini. Aku takut mommy jadi cepat tua karena marah-marah terus." Dara pun mengalah.


"Princess..." Daddy tak terima ditolak.


"Anak pintar." Mommy mengelus rambut Dara dan tersenyum bangga.


Ya, sang Daddy memang tak pernah bisa kalah dengan istrinya ini. Karena Dara tak ingin memegang kartu ini, jadi setiap bulan sang Daddy akan mentransfer uang bulanan lebih banyak lagi, tentu tanpa diketahui sang istri.


Dara dan Ezra mengantar mereka ke Bandara.


"Gadis nakal, kamu harus sering-sering menghubungi mommy mu ini."


"Siappp komandan."


"Baik-baik di sini ya princess. Ezra tolong jaga anak om."

__ADS_1


"Tentu saja om, sudah tanggung jawab saya."


Dara melihat punggung kedua orang tuanya yang menjauh dan menghilang.


__ADS_2