Ku Temukan Dia Kembali

Ku Temukan Dia Kembali
Birth Day Party


__ADS_3

Dara mematut dirinya didepan cermin dengan dress berwarna merah yang melekat ketat menampilkan bentuk tubuh indahnya. Bagian atas terbuka memperlihatkan pundak dan tulang selangkanya yang sexy. Dress itu menampilkan kulit putihnya dengan jelas. Sepatu yang dikenakan bukan lagi flat atau wedges melainkan highells berwarna hitam. Dilehernya juga terdapat kalung hitam dengan liontin yang bermata merah, sangat cocok dengan penampilannya. Semuanya dipilihkan oleh Ezra.


"Daebak..." Gumamnya.


"Ka Ezra benar-benar gila, ini sungguh tidak nyaman dikenakan terlalu sempit."


Hahhh... Dara hanya bisa menggerutu dalam hati dan menarik nafasnya. Dia kemudian turun ke bawah dan menunggu Ezra datang, dengan masih melamun dia berdiri dengan membawa banyak pikiran.


Tit...tit...


Bunyi klakson membuyarkan lamunan Dara, dia segera mengambil tas kecilnya dan menghampiri mobil Ezra yang sudah datang. Dibukanya pintu mobil dan duduk.


Buk


"Ka Ezra, aku tidak bisa memakai baju ini lama-lama, bisakan nanti dipestanya jangan lama-lama? Aku memakai ini karenamu ya ka! Karena kamu sudah repot-repot membelinya untukku."


"Dan lagi, aku belum makan sama sekali...sampai sana kamu harus menemaniku makan!"


Ezra sangat gemas dengan Dara, ingin sekali menutup bibir cerewetnya itu dengan sebuah ciuman tapi hanya bisa disimpan dalam hati. Akhirnya dia hanya tersenyum dan berkata:


"Baiklah, semuanya terserah tuan putri."


"Tuan putri? Kenapa sebutannya menjadi seperti itu? Sikap Ezra sangat berubah semenjak makan malam kemarin." Dara menggerutu di hatinya.


Mobilpun melaju dengan cepat dan sampai dikediaman Jessy, oh...tidak! Bukan kediaman, tapi ini istana. Rumah ini memiliki halaman yang sangat luas dan bangunannya juga sangat megah. Pintu masuknya sangat tinggi, seperti istana yang ada di dongeng-dongen tapi ini versi nyatanya. Acaranya diadakan di taman samping rumahnya dengan kolam renang yang luas juga, disana terdapat wanita-wanita cantik yang hanya mengenakan bikini saja.


"Ya tuhan..." Dara kira dia memakai baju yang berlebihan, ternyata ada yang lebih gila. Wanita-wanita itu tidak berpakaian hanya berbikini saja.


Selama di Indonesia, ini kali pertamanya dia menghadiri pesta ulang tahun se extream ini. Banyak teman kampus yang dikenalnya bahkan yang tidak dikenal berada di sini.


"Kamu jangan kaget." Ezra memperhatikan Dara yang semenjak tadi melongo.


"Disini budayanya berbeda dengan di Indonesia, mereka bergaul dengan bebas. Apalagi di acara party seperti ini." Sambung Ezra.


Dara menoleh dan melihat Ezra dengan seksama.


"Ka Ezra ko bisa tau?"


"Aku sering bolak balik ke sini Dara, ini juga tempat kakek nenekku. Jadi aku tau kebiasaan orang-orang disini."


"Kita temui Jessy dulu yuk ka, terus ucapin selamat. Gak enak kan kalau makan dulu baru ngucapin." Dara terkekeh, dia sebenarnya ingin cepat-cepat bisa makan.


"Ia, ayo kita cari Jessy."


Ditengah meriahnya pesta, mereka mencari sosok Jessy, orang yang memiliki hajat ini. Setelah beberapa sapuan mata, Dara bisa melihat dengan jelas Jessy yang sedang berdiri dan mengobrol dengan seseorang. Dara dan Ezra pun menghampiri.

__ADS_1


"Jes selamat ya, aku gak bawa apa-apa." Dara langsung memeluk Jessy, cipika cipiki dan memberikan paperbag yang berisi sebuah kado.


"Selamat ya Jess." Kali ini Ezra memberikan selamat.


"Terimakasih ya...wah,,, wah,,,kalian sangat serasi malam ini." Jessy tak berbohong karena malam ini Dara dan Ezra terlihat seperti couple pakaian yang mereka pakai senada malam ini.


Dara hanya bisa menunduk dan bingung untuk menjawabnya. Sedangkan Ezra malah antusias meladeni.


"Memang banyak yang bilang begitu."


"Jadi...kalian beneran pacaran?"


"Ah...bukan begitu." Kali ini Dara yang menjawab.


"Hahahaha...ya sudah kalau kalian masih malu untuk mengakuinya. Oh ia, kenalkan ini temanku." Jessy memperkenalkan teman yang dari tadi mengobrol dengannya.


"Ellie..." Gadis itu mengulurkan tangan terlebih dulu.


"Dara."


"Ezra."


"Maaf aku terlambat." Suara pria yang baru datang.


"Hay Sean... Aku kira kamu lupa." Panggil gadis yang bernama Ellie ini dengan manja.


"Hay Ezra."


"Hay Sean."


"Kalian saling kenal?" Ellie kali ini yang bertanya.


"Kami teman sekolah dulu." Jelas Sean.


"Dara..." Sean memanggil Dara yang dari tadi hanya menatap lantai di bawahnya.


"Ya." Kali ini Dara menegakkan wajahnya dan tersenyum.


"Lama tidak bertemu."


"Ya." Hanya kalimat ini yang Dara ucapkan.


"Baiklah, bagaimana kalau kita ikut acara pesta ini?" Jessy mengajak bersenang-senang.


Dipesta ini ada sebuah games yang sangat gila, hanya orang-orang bernyali besar yang ikut games ini. Apa games nya? "Mencium dan dicium" yang kalah harus mencium pemenang, dan pemenang dicium dari yang kalah. Ellie sangat semangat ikut permainan ini dan memaksa Sean ikut juga. Sedangkan Ezra dan Dara dipaksa ikut oleh Jessy sendiri. Akhirnya mereka ikut juga.

__ADS_1


Pertama-tama permainan ini di mulai dengan mencari sebuah benda yang diinisialkan oleh Jessy. Semua mencari sesuai clue yang disebutkan dan benda itu ditemukan pertama oleh Sean dan langsung memencet bel yang ada dibenda itu. Selanjutnya disusul oleh yang lainnya juga. Mereka harus tetap pura-pura mencari sampai waktu habis jadi tidak ada yang tahu siapa yang kalah sampai waktu akhir. Semua telah menemukan benda itu kecuali Dara dan mereka menunjukkannya ke atas. Jessy menangkap basah kekalahan Dara dan sekarang tinggal memcari siapa pemenang pertama.


Pemenang pertama nya adalah Sean, sebenarnya ini diluar ekpektasi Jessy dia ingin yang menang Ezra. Tapi ini harus pair, Jessy pun mengumumkannya. Betapa terkejutnya Dara saat mendengam nama Sean yang dipanggil. Seketika itu Sean sudah dihadapannya dengan tersenyum lebar.


"Ayo ciumm,,,ciummm,,ciummm,,,"


Sorakan dari penonton berderu-deru. Dara pun langsung mencium bibir Sean dengan cepat dan melepaskannya kembali.


"Huuu...huuu...huuuu..."


Sorakan itu semakin meriah dan musik dilantunkan dengam keras, semuanya bergoyang dan melanjutkan acara dengan bersenang-senang.


Setelah turun dari panggung, Dara langsung mencari toilet. Menata hatinya yang berdebar-debar dan tidak karuan sesekali membasuh wajahnya. Betapa terkejutnya Dara saat membuka pintu toilet ternyata Sean ada didepannya, dengan tatapan berbeda...seperti ingin memakan orang. Sean langsung mendorong Dara masuk lagi ke dalam toilet dan menguncinya.


"Kau...kau...mau apa mmmmh"


Sean langsung mencium bibir Dara dengan menuntut, rasa dihatinya tak bisa dibendung lagi, dia ingin melepaskan ridunya pada mantan kekasihnya. Menyadari tangan dara yang memberontak Sean langsung menangkap dan memerangkap diatas kepalanya.


Tangan Sean sudah meraba-raba disekitar paha dan mengelus gundukan kecil yang tertutup oleh sehelai kain. Dara merasa dirinya seakan melayang mendapat sentuhan itu dan entah sejak kapan dia merasa sesuatu masuk ke dalamnya dan membuat nya mengerang. Jari nakal Sean sudah masuk ke area terlarang itu dan bermain disana.


"Sean..." Suara Dara terucap seperti menggoda dan merangsang untuk Sean melakukan lebih.


Ciuman dari bibir turun ke leher dan ke dada, dress dara sudah di tarik ke bawah dan memperlihatkan dua gunung kembar yang penuh digenaggaman tangan Sean. Satu kaki Dara di tarik ke atas dan kain yang melapisi intinya sudah dirobek dan Sean segera menurunkan sleting celananya dengan cepat ingin menyatukan miliknya dengam Dara. Sean tak ingin kehilangan Dara, dia ingin memiliki Dara.


"Sean...jangan, Ahhh..." Dara merasa sesuatu memaksa masuk dibawah sana.


"Ini akan sakit Dara, tapi hanya sebentar. Aku janji..." Ucap Sean persis ditelinga Dara sembari menggigit telinganya.


Dara kalah lagu dan membiarkan Sean melakukannya. Sang junior sedang berjuang menembus ke dalam, sedangkan lidah Sean bermain di area telinga dan leher dan tangannya yang lain nakal meraba-raba didada. Dara tak tahu bagaimana menolak disaat sudah seperti ini, sebenarnya dia juga merindukan Sean. Dia tahu bahwa dia gila membiarkan Sean menyentuhnya seperti ini, tapi hatinya dan tubuhnya tak dapat menolak. Dara menarik rambut Sean perlahan dan merasakan intinya telah sesak, sakit, perih dan tanpa sadar air mata menetes disudut matanya.


Sean mulai memaju mundurkan dengan perlahan dan lembut. Terlihat ada bercak merah di juniornya. Sean bangga telah mendapatkan Dara, dia tak akan melepaskannya lagi. Tak akan pernah. Perlahan ritme yang dimainkan Sean semakin cepat, Sean menutup mulut Dara dengan bibirnya karena takut mengeluarkan suara yang membuatnya gila. Deru nafas dana roma diruangan itu penuh dengan aroma percintaan.


"Aku sebentar lagi sayang..."


"Aaahhhh..." Sekali hentakan kencang Sean menekan lebih dalam dan juniornya berdenyut-denyut didalam.


Sean telah mencapai puncaknya, terlihat peluh didahi Dara dan rambutnya menempel dipipinya. Terlihat sangat indah, dia wanitanya sekarang, miliknya.


"I love you Dara."


Dara hanya menatap Sean dan menata hatinya, mengumpulkan kembali kesadarannya. Melepaskan diri dari Sean, lalu membenahi pakaiannya. Terasa perih di bagian bawahnya dan dia bingung harus berjalan seperti apa karena tidak nyaman. Tapi sebisa mungkin biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


"Dara..."


"Aku akan melupakan kejadian ini Sean, kamu jangan khawatir."

__ADS_1


Dara pergi meninggalkan toilet itu dengan perasaan yang kacaw. Dilorong yang sepi Dara terisak merasakan sakit, bukan sakit karena bagian intinya tapi hatinya. Bodohnya dia atas tindakannya malam ini, memang Sean siapa? Mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi kenapa seperti ini.


__ADS_2