
Tak terasa, sudah 2 tahun berlalu di dunia seribu pedang. Tetapi baik Zhi rhen maupun Zhu lian belum berhasil mendapatkan satupun senjata.
"Kakak,. Apa tidak sebaiknya kita pulang dan melihat kondisi guru." Ucap Zhi yuen yang terlihat khawatir.
"Tak perlu khawatir yuen'er,.. Sebelum pergi kesini guru sudah mengatakan padaku kalau waktu disini berbeda dengan waktu di dunia kita." Ucap Zhi rhen.
"Aku juga tau kak, tapi aku merasa ini lebih sulit dari yang dibayangkan." Ucap Zhi yuen.
"Aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. Aku juga sudah mencoba mengambil semua senjata yang ada disini. Tetapi tidak satupun yang dapat ku sentuh." Ucap Zhi rhen yang mulai kelelahan.
"Kakak.. Istirahatlah..
Aku akan membuat beberapa makanan untukmu." Ucap Zhi yuen yang sudah menyiapkan segalanya.
Zhi rhen dan Zhi yuen kemudian beristirahat di dekat sungai, sambil menunggu masakan mereka masak.
Aroma wangi khas dari binatang iblis membuat San jin mendekat ke arah mereka.
"Tingkat langit tahap 9 dan Tingkat langit tahap 4. Sungguh kemajuan yang cepat. Dibandingkan dengan anak-anak di dunia langit, kalian berdua sudah termasuk jenius." Ucap San jin.
"Cih.. Tidak perlu terlalu menyanjung. Aku tau, kau kemari karena mencium aroma masakan ku." Ucap Zhi yuen dengan ketus.
"Rubah licik, kenapa kau selalu mengusik ku. Apa aku ada salah padamu di kehidupan yang lalu. Sampai-sampai kau begitu dendam padaku." Ucap San jin seakan tak berdaya.
"Apa kau benar-benar tidak merasa bersalah kepada kami. Selama 2 tahun ini, kami terus memberimu makan. Selain bimbingan yang mengarahkan kami untuk saling membunuh, apa lagi yang kau berikan. Jika aku berhasil keluar dari tempat ini, aku akan menceritakan hal ini pada setiap orang yang aku temui." Ucap Zhi yuen sambil mengancam San jin.
"Dasar rubah, kau benar-benar licik. Kau bahkan rela merusak harga diri orang tua ini." Ucap San jin.
"Tetua.. Bolehkah aku bertanya sesuatu..! Ucap Zhi rhen yang sejak semula diam saja.
" Hohh.. Hal apa yang ingin kau tanyakan." Ucap San jin yang melihat keseriusan ini.
"Guruku juga pernah datang ketempat ini, dan dia berhasil mengambil salah satu senjata tingkat tinggi di dunia ini. Senjata itu bernama Mo on ki il, jika tetua masih bisa mengingatnya. Aku ingin tau, bagaimana cara guruku mengambil senjata tingkat tinggi disini." Ucap Zhi rhen sambil menatap mata San jin.
"Ternyata bocah Zhu lian adalah guru kalian berdua. Sungguh keberuntungan apa yang dimiliki bocah itu.
Huffff.......!!
Ada begitu banyak orang yang datang kemari untuk mengambil senjata di tempat ini. Aku bahkan sudah melupakan mereka semua. Tetapi gurumu, aku masih dapat mengingatnya karena dia merupakan orang yang terakhir.
__ADS_1
Yang tidak ku sangka, mengapa gurumu mengizinkan kalian ketempat ini dengan tingkatan yang begitu rendah." Ucap San jin sambil menghela nafas.
"Tentang itu, kami berdua juga tidak mengetahuinya. Tetapi, apakah tetua juga dapat mengingat bagaimana cara guruku mengambil senjata di tempat ini." Ucap Zhi rhen yang semakin berharap pada Ingatan San jin.
"heheheheh.... Ada ratusan ribu orang yang datang ke dunia seribu pedang. Meskipun aku sudah melupakan mereka semua, tetapi aku masih mengingat bagaimana cara mereka mendapatkan senjata di tempat ini. Tidak lain dengan menggunakan kekuatan tingkat abadi mereka." Ucap San jin sambil tersenyum ke arah Zhi yuen.
"Cih... Aku tidak akan pernah membunuh saudara ku sendiri kakek tua busuk." Ucap Zhi yuen dengan ketus.
"Hufff.....
Kalian sudah sangat lama bersama ku. Jika boleh berkata jujur, aku sudah menganggap kalian cucuku sendiri. Aku akan memberikan bimbingan kepada kalian serta nasihat.
Sekarang tergantung dari kalian yang menginginkannya atau tidak." Ucap San jin.
"Kau....!!! " Bentak Zhi yuen dengan kasar.
"Yuen"er...!!" Tegur Zhi rhen kepada Zhi yuen.
"Jika anda menganggap kami cucu, aku percaya bahwa seorang kakek tidak akan pernah ingin melihat cucunya untuk saling membunuh...
Zhi rhen memberi hormat pada kakek San jin." Ucap Zhi rhen sambil berlutut.
"Zhi yuen memberi hormat pada kakek San jin." Ucap Zhi yuen dengan mata sendunya.
"San Long...
Jika saja kau dapat melihat hal ini.." Gumam San jin dalam hati.
"Bangunlah.. Setelah ratusan tahun aku akhirnya merasakan kembali hangatnya hati ini.
Rhen'er... Yuen'er...
Dengarkan dengan baik.
Di tempat ini terdapat berbagai macam senjata. Yakni,:
Senjata Tingkat Rendah sejumlah puluhan ribu
Senjata Tingkat menengah sejumlah ribuan
__ADS_1
Senjata Tingkat Tinggi sejumlah ratusan
Senjata Tingkat Dewa sejumlah puluhan, dan
Senjata Tingkat Suci yang hanya ada 2.
Setiap orang yang datang kemari, mereka semua mengambil senjata secara paksa dengan kekuatan mereka yang berada di tingkat abadi. Oleh karena itu, mereka semua hanya dapat mengambil senjata tingkat tinggi.
Kakek ingin kalian mengambil senjata tingkat suci dengan cara lulus ujian dunia seribu pedang. Tidak perduli kalian berada di tingkat apapun, selama kalian berhasil lulus, maka kalian akan memiliki pedang terbaik yang ada di tempat ini." Ucap San jin panjang lebar memberikan mereka pengertian.
"Lalu ujian apa yang akan kami jalani kakek." Ucap Zhi yuen yang sudah merubah panggilannya kepada San jin.
"Saat kalian menyatakan akan ikut ujian, maka semua senjata yang ada disini akan berubah menjadi kayu yang tertancap di tanah. Kalian tidak akan bisa membedakan senjata tingkatan apa yang akan kalian dapatkan.
Kalian hanya bisa memilih sebuah kayu dengan cara memberikan darah kalian kepadanya dan memegangnya. Setelah itu kalian harus memberikan kata hati kalian. Jadi ingatlah, sebelum kalian memilih sebuah kayu. Kalian harus melihat kata apa yang tertulis di atas kayu itu. Jika kalian lulus maka senjata itu akan menjadi milik kalian. Tetapi jika tidak, Esensi darah dan kehidupan kalian akan diserap sampai habis hingga kalian mati." Ucap San jin dengan sangat serius.
"Kakek, bukankah itu resiko yang sangat tinggi. Melihat kemungkinan untuk mendapatkan senjata tingkat suci sangat kecil." Ucap Zhi yuen tidak percaya diri.
"Kakek tidak memaksa kalian mengikutinya. Lagipula, Jika kalian mendapatkan senjata tingkat suci. Maka seluruh senjata disini akan terangkat dan menyerang kalian, untuk melihat kepantasan kalian.
Karena itu, tidak satupun yang mau mencoba untuk mengambil senjata tingkat suci." Ucap San jin dengan datar.
"Kakak.." Ucap Zhi yuen sambil melihat ke arah Zhi rhen.
"Kakek.. bagaimana jika kita makan terlebih dahulu.
Untuk mengikuti ujian, kurasa kami berdua harus memikirkannya terlebih dahulu. Selain itu, kami juga mungkin membutuhkan beberapa persiapan." Ucap Zhi rhen yang kembali tenang dan tampak berpikir.
"Tentu saja, lagipula yang paling kalian butuh persiapkan hanyalah hati. Karena ujian ini, tidak menentukan tingkatan jiwa kalian." Ucap San jin yang mulai menenangkan mereka.
Mereka kemudian makan bersama. Saat malam hari terkadang San jin menceritakan tentang pengalamannya di dunia langit.
Dalam beberapa hari baik Zhi rhen maupun Zhi yuen tidak berlatih. Mereka hanya bermain-main dengan San jin.
Layaknya sebuah keluarga yang sangat bahagia.
Tak terasa 10 hari telah berlalu dengan sangat bahagia. Terlihat Zhi rhen yang berjalan ke arah San jin yang sedang di sisir oleh Zhi yuen.
"Kakek.. Aku siap mengikuti Ujian Seribu Pedang." Ucap Zhi rhen dengan serius yang membuat San jin dan Zhi yuen sangat terkejut.
__ADS_1