
"Tenanglah..!! Dia tidak apa-apa. Dia hanya pingsan karena seluruh energinya terkuras. Dengan istirahat yang cukup, dia akan kembali ke kondisinya yang semula." Ucap Tetua Luo yi menjelaskan.
"Latihan apa yang sebenarnya kau lakukan nak? Kondisimu yang seperti ini, membuat kami sedikit khawatir." Ucap Ketua Zhen.
Mereka semua kemudian membawa Zhi rhen ke ruangannya untuk beristirahat.
"Ketua Zhen.. Aku akan tinggal disini untuk sementara waktu, sampai kondisi rhen'er pulih dengan baik." Ucap Tetua Lei ni.
"Tentu saja..! Kurasa, di Sekte Langit ini, hanya kau yang memiliki hak untuk itu." Ucap ketua Zhen.
Terkecuali Lei ni dan Wu hui, mereka semua telah pergi meninggalkan paviliun damai. Wu hui yang sejak awal merupakan pelayan dari Lei ni tampak diam.
"Wu hui...! Tidak ku sangka, baru beberapa hari di tempat ini. Kultivasi mu sudah naik 3 tingkat." Ucap Tetua Lei membuka pembicaraan.
"Tetua... Anda..!! Maafkan aku Tetua..!! Aku tidak bermaksud membohongi anda." Ucap Wu hui sambil berlutut.
"Bangunlah gadis bodoh.. Kau sama sekali tidak pernah membohongi ku. Sejak awal, aku sudah tahu. Kalau kau mencoba untuk belajar kultivasi. Hanya saja, Aku selalu berpura-pura tidak mengetahuinya. Melihatmu sekarang yang ada di Tingkat Fana tahap ke 6, sungguh membuatku bangga." Ucap Tetua Lei ni.
"Terima kasih banyak Tetua Lei." Ucap Wu hui dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sudahlah..! Kau pergilah dan siapkan beberapa obat herbal untuk membuat kondisi rhen'er segera pulih." Ucap Tetua Lei memberi arahan.
Wu hui kemudian pergi dan menyiapkan beberapa herbal untuk di buat menjadi teh.
"Seharusnya kau tidak perlu memaksakan dirimu seperti ini. Kami yang sudah tua ini, sudah tidak perduli dengan nama baik sekte ini. Jika memang harus menjadi sekte menengah, ataupun sekte kecil. Itu bukanlah sebuah masalah. Asalkan bisa hidup dengan damai, itu sudah cukup." Gumam Lei ni pelan sambil memandangi Zhi rhen yang sedang tertidur.
Tetua Lei berpikir, bahwa Zhi rhen berlatih dengan keras untuk menaikkan kembali martabat sekte langit. Tetapi dia tidak mengetahui, bahwa latihan keras yang dilakukan Zhi rhen. Tidak hanya memiliki 1 tujuan. Tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukannya. Bukan untuk membalas dendam, tidak lebih hanya untuk mencari keadilan. Atas apa yang telah terjadi pada Ibunya Jian ni dan juga Kakeknya San jin.
__ADS_1
"Uhuk.. Uhuk.." Terdengar suara batuk dari Zhi rhen yang mulai sadarkan diri.
"Rhen'er.. Kau tidak apa-apa nak." Ucap Lei ni yang melihat keadaan Zhi rhen yang masih pucat.
"Tidak apa-apa bi.. Aku hanya perlu beristirahat beberapa hari lagi." Ucap Zhi rhen.
"Tuan muda.. Anda sudah sadar." Ucap Wu hui yang baru saja datang dengan membawa segelas teh herbal.
Wu hui kemudian memberikan segelas teh herbal kepada Zhi rhen. Teh itu bahkan membuat sedikit aliran darah Zhi rhen lebih lancar.
"Terima kasih Wu hui.. Kau bahkan harus merelakan satu ginseng angin yang kau miliki untukku." Ucap Zhi rhen yang mengetahui bahwa teh itu berasal dari Ginseng angin.
"Maafkan aku." Ucap Wu hui yang hanya menundukkan dirinya.
"Kau lihat.. Bibi tidak akan menempatkan seseorang yang buruk disisi mu." Ucap Lei ni sambil tersenyum ke arah Wu hui.
Wu hui yang mendengar apa yang di bicarakan Zhi rhen dan juga Tetua Lei merasa malu. Dia hanya menundukkan kepalanya.
"Rhen'er.. Sebenarnya bibi sangat penasaran dengan beberapa tanaman yang di halaman mu itu. Soalnya, saat pertama masuk ke paviliun ini. Bibi melihat beberapa orang sangat terkejut dengan taman yang kau buat itu." Ucap Tetua Lei tampak penasaran.
"Ohh... Itu beberapa jenis tanaman langka yang berada di dunia langit. Dalam petualangannya guru mengumpulkan semua itu. Meskipun itu bukan kualitas terbaik tapi tanaman itu tidak jauh lebih buruk dari Ginseng angin 100 tahun." Ucap Zhi rhen secara datar menjelaskan taman yang di buatnya.
Tetua Lei dan Wu hui yang mendengarnya menjadi sangat terkejut. Mereka bahkan tampak tak percaya, tetapi kenyataan sekarang ada di depan mereka.
"Rhen'er... Berarti tanaman itu jika.." Ucap Tetua Lei yang terpotong.
"Bibi benar.. Tanaman itu juga dapat dijadikan beberapa pil yang dapat membantu tenaga dalam seseorang. Bahkan ada diantara tanaman itu yang dapat di jadikan obat." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
__ADS_1
"Tuan muda...! Apa karena itu, selama ini kau tidak pernah tertarik pada Ginseng anginku." Gumam Wu hui sambil melihat ke arah Zhi rhen.
"Benar Wu hui... Bahkan ada beberapa tanaman yang bahkan kualitasnya lebih baik dari Ginseng angin milikmu. Mulai sekarang kau bertanggung jawab atas taman itu. Setiap tanaman itu panen dan dapat di ambil, 5 % dari bagian itu akan menjadi milikmu." Ucap Zhi rhen mengejutkan Wu hui.
"Tuan muda...! Terima kasih banyak.. Aku pasti akan merawat tanaman itu dengan baik." Ucap Wu hui yang merasa sangat senang.
"Dengan pemahaman yang telah diajarkan guru. Aku sangat ingin membuat beberapa pil untuk sekte langit. Tetapi kurasa, aku tidak memiliki waktu untuk melakukan itu. Apakah bibi mengenal seseorang Alchemist di sekte langit yang dapat di percaya?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Paman Gen huo sebenarnya merupakan seorang Alchemist di sekte langit, tetapi dia lebih senang berlatih kultivasi. Akan sangat sulit untuk memintanya kembali, apalagi saat ini dia sedang menutup diri. Tetapi sebelum dia belajar kultivasi, dia memiliki seorang murid yang berbakat. Hanya saja..." Ucap Tetua Lei yang terpotong.
"Hanya saja apa bi...?" Tanya Zhi rhen.
"Huffttt... Anak itu bernama Lan ling, selain kebaikan hati yang di milikinya, dia juga merupakan salah satu murid jenius di sekte langit. Bakat Alchemist yang di milikinya merupakan yang terbaik di sekte langit. Hanya saja... Sebelum keberadaan kau dan Zhi yuen di ketahui, dia merupakan kandidat utama untuk menjadi Nona muda dari sekte langit." Ucap Lei ni menjelaskan.
"Kalau begitu dimana dia berada sekarang bi.? Tanya Zhi rhen sekali lagi
"Dia tinggal di Istana Alchemist, sebuah bangunan besar di sekte langit. Yang dulu menjadi tempat kediaman paman Gen huo. Meskipun dia memiliki tempat tinggal yang jauh lebih besar dari kediaman ketua, tetapi dia tidak mendapatkan status Nona muda. Jika dia mengetahui kenyataan yang ada sekarang, bibi khawatir akan melukai hatinya." Ucap Tetua Lei yang merasa sedikit bersalah.
"Kalau begitu bibi tidak perlu terlalu khawatir. Dia sudah memiliki semua haknya kecuali satu, Oleh karena itu bukankah hak terakhirnya juga harus di berikan." Ucap Zhi rhen secara datar.
"Rhen'er...!! kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Status pewaris sekte langit di tentukan oleh Leluhur. Meskipun sekarang mereka menganggap kami keponakannya. Setidaknya kami harus menunggu mereka keluar untuk membuat keputusan." Ucap Lei ni dengan sangat cepat.
"Bibi, dia telah melakukan semua kewajibannya. Jika sekte langit tidak memberikan haknya, bukankah itu lebih menyakitkan dari mengetahui keberadaan kami." Ucap Zhi rhen secara datar.
"Bukan itu masalahnya rhen'er. Tetapi dia 3 tahun tua darimu. Bahkan jika dia dapat menjadi Nona muda ke 3. Itu juga akan menyakiti hatinya." Ucap Tetua Lei menjelaskan situasi yang rumit itu dengan sedih.
"Kalau begitu, aku akan memanggilnya Kakak Lan, dengan begitu aku akan memiliki kakak dan adik." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum penuh.
__ADS_1
"Kau..!!" Ucap Tetua Lei yang tidak bisa berkata-kata melihat senyuman Zhi rhen.