
"Tuan Muda...!! Aku mendengar informasi dari beberapa murid bahwa beberapa keluarga besar ingin merebut kekuasaan di sekte langit." ucap gadis yang dari tadi memandangi Zhi rhen.
"Wu hui..!! Sudah berapa kali kukatakan. Kau tidak perlu memanggilku Tuan Muda." Ucap Zhi rhen sambil berbalik.
"Aku tahu itu, meskipun anda telah menganggap aku seperti keluarga. Aku akan tetap memanggil anda dengan Tuan muda. Maafkan aku jika membuat Tuan muda merasa kesusahan." Ucap Wu hui yang merupakan pelayan yang tinggal di kediaman Zhi rhen.
Awalnya Wu hui hanyalah seorang pelayan dari kediaman Tetua Lei. Dia merupakan salah satu pelayan yang sangat polos dan sering di perlakukan buruk oleh pelayan lain. Tetua Lei yang mengetahui hal itu, kemudian memanggil dia. Saat Tetua Lei memberi tahu dia, bahwa dia akan pindah dan melayani Tuan muda sekte langit. Dia sangat terkejut, sebab tidak ada 1 orang pun yang pernah melihat tampang dari Tuan muda sekte langit. Dia berpikir hidupnya akan lebih susah jika harus melayani Tuan muda sekte langit, oleh karena itu dia langsung menolaknya. Kemudian Tetua Lei memberitahu dia, bahwa Tuan muda sekte langit merupakan keponakannya. Dengan begitu, tidak akan ada alasan bagi Wu hui untuk menolak permintaan dari Tetua Lei, orang yang merupakan penyelamat hidupnya.
"Baiklah..!! Lagi pula itu juga hanya sebuah panggilan. Oh iya, apakah kau tahu keluarga besar mana saja yang menginginkan itu?" Tanya Zhi rhen.
"Tentang itu, aku sama sekali tidak mengetahuinya. Tetapi sudah ada beberapa murid yang ingin keluar dari sekte langit." Ucap Wu hui memberi tahu informasi yang ada diluar.
"Sudahlah.. Aku harap, hal ini tidak sampai ke telinga Zhi yuen." Gumam Zhi rhen secara pelan yang tidak terdengar oleh Wu hui.
"Oh iya, Aku sudah menyiapkan beberapa makanan. Aku harap Tuan muda mau mencicipinya." Ucap Wu hui.
"Baiklah Wu hui.. Ayo kita masuk untuk makan hidangan yang kau bicarakan." Ucap Zhi rhen mengajak Wu hui sambil berjalan masuk.
Wu hui kemudian ikut berjalan masuk bersama dengan Zhi rhen. Hanya tampak wajah bahagia yang terlihat pada Wu hui.
"Tuan muda... Maafkan aku..!! Tapi aku sudah sangat senang bisa menjadi pelayanmu. Aku bukanlah orang serakah yang menginginkan sesuatu yang berlebihan." Gumam Wu hui dalam hati dengan wajah memerah, memandangi punggung Zhi rhen yang berjalan masuk.
Mereka kemudian makan bersama-sama di meja makan. Untuk hal ini, Wu hui tidak bisa menolaknya. Sebab Zhi rhen mengatakan bahwa dia sangat menyukai jika seseorang menemaninya makan.
"Tuan muda.. Bolehkah aku bertanya." Ucap Wu hui sambil melihat ke arah Zhi rhen.
"Kau tidak perlu meminta izinku. Jika ada yang ingin kau tanyakan, katakan saja." Ucap Zhi rhen.
"Itu... Hingga saat ini, sudah berapa lama anda menjadi Tuan muda sekte langit? Sebab, jika aku tidak datang di kediaman ini. Aku mungkin tidak mengetahui bahwa sekte yang ku tinggali memiliki Tuan muda sebagai pewaris." Tanya Wu hui.
"Hhhmm... Tentang itu aku tidak tahu kapan pastinya, mungkin kurang lebih 7 tahun yang lalu. Saat aku pertama kali menjadi bagian dari sekte langit." Ucap Zhi rhen memberi tahunya.
__ADS_1
"Sewaktu memindahkan ku kemari, Tetua Lei mengatakan bahwa aku adalah pelayan pertama sekaligus satu-satunya pelayan di kediaman ini. Saat itu aku sangat takut, Jika Tuan muda berniat jahat padaku. Tetapi setelah mengenal anda lebih baik, aku menyesali pikiran itu. Aku harap Tuan muda mau memaafkanku." Ucap Zhi rhen secara datar.
"Kau juga orang yang baik Wu hui. Kau bahkan mengakui kesalahan sekecil itu, pantas saja Bibi Lei merekomendasikan mu kemari. Apa kau juga belajar kultivasi?" Tanya Zhi rhen yang berpura-pura tidak mengetahuinya.
"Itu..... Aku harap Tuan muda mengampuni ku. Terkadang aku berlatih secara diam-diam di waktu luang ku. Hal itu kulakukan karena aku ingin membalas kematian orang tuaku." Ucap Wu hui sambil berlutut.
Ini sebenarnya merupakan pelanggaran bagi sekte langit. Tetapi Wu hui tidak tega untuk membohongi Zhi rhen yang sudah sangat baik padanya. Dia lebih memilih untuk di hukum ataupun di keluarkan dari sekte langit dari pada membohongi seseorang yang sudah menganggapnya seperti keluarga.
"Bangunlah Wu hui, bukankah kau sekarang tinggal di kediaman ku. Lagi pula disini tidak ada peraturan seperti itu. Lain kali jika ingin kau berlatih, tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi. Berlatihlah kapanpun yang kau inginkan. Oh iya, kau sekarang sudah berada di ranah apa..?" Tanya Zhi rhen.
"Aku sekarang sudah berumur 15 tahun, sejak umur 3 tahun Tetua Lei membawaku dari desaku yang telah dihancurkan. Sejak saat itu, setiap 2 jam di setiap malam aku terus berlatih. Hingga saat ini, aku bisa mencapai Tingkat Fana Tahap ke 3." Ucap Wu hui menjelaskan.
"Kau melakukannya cukup baik Wu hui." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.
"Sebenarnya.. Seorang murid yang seusia ku sudah mencapai Tingkat Fana tahap 8 dan Ke 9. Mereka yang merupakan murid jenius sekte besar bahkan sudah memasuki Tingkat bumi tahap 5 sampai tahap ke 6. Menurut informasi yang kudengar dari beberapa murid sekte langit. Bahwa, mereka yang merupakan Tuan muda dan Nona muda dari sekte besar dan keluarga besar, Sudah berada di Tingkat Bumi tahap ke 7 hingga ke 9. Dan Tuan putri dari menara bulan yang umurnya setahun lebih rendah dariku, sudah mencapai Tingkat langit tahap ke 4. Tingkatan yang sudah menyamai beberapa Tetua di sekte besar. Dibandingkan dengan mereka semua, aku hanyalah semut dimata mereka." Ucap Wu hui yang terlihat sedih.
"Wahh...!! Aku tidak menyangka informasi yang kau dapatkan cukup banyak." Ucap Zhi rhen sedikit terkejut.
"Hehehe... Aku hanya bercanda padamu.." Ucap Zhi rhen sambil menggoda Wu hui. Kemudian di melanjutkan perkataanya.
"Lagi pula mereka semua memiliki tingkatan yang lebih baik darimu karena mereka semua memiliki sumber daya yang mencukupi. Terutama dari menara bulan, dimana mereka adalah kelompok yang memiliki sumber daya dengan sangat banyak. Untuk hal ini, aku akan meminta pada Ketua Sekte untuk memberimu sumber daya juga." Ucap Zhi rhen dengan penuh senyum.
"Tuan muda...!! Aku tidak berani. Aku harap Tuan muda tidak memberitahukan hal ini pada Ketua sekte." Ucap Wu hui yang terlihat kaget.
"Apa yang ingin kau minta Rhen'er dan apa yang tidak boleh ku ketahui Wu hui." Ucap seorang pria paru bayah yang baru saja masuk. Yang tidak lain merupakan Ketua sekte langit Zhen chan.
"Salam Paman..." Ucap Zhi rhen sambil menundukkan kepalanya.
"Wu hui memberi hormat pada Ketua sekte." Ucap Wu hui sambil berlutut.
"Rhen'er... Bagaimana perasaanmu tinggal disini?" Tanya Ketua Zhen.
__ADS_1
"Aku sangat senang paman. Terlebih lagi, paman telah mengirimkan seseorang untuk melayaniku dengan sangat baik." Ucap Zhi rhen dengan wajah tersenyum.
"Jika yang kau maksud adalah Wu hui. Maka dia dikirim oleh Bibi Lei mu." Ucap Ketua Zhen memberitahunya.
"Itu.. Aku baru mengetahuinya.. Tapi, aku sangat senang. Karena Wu hui bisa melayaniku dengan sangat tulus. Dia juga sekali-kali menemani aku untuk mengobrol, sehingga aku tidak bosan sama sekali tinggal di sekte langit. Paman tahu sendiri, hanya dia satu-satunya orang di sekte langit yang seusia dengan ku, yang bisa ku ajak berbicara." Ucap Zhi rhen memberi begitu banyak pujian pada Wu hui.
Wu hui yang mendengar semua perkataan Zhi rhen merasa sangat senang. Untuk pertama kalinya seseorang benar-benar menganggapnya keluarga serta membela dirinya disaat dia tak berdaya.
"Begitu yah.... Wu hui..! Kau sudah berada di Sekte langit sudah sejak kau berumur 3 tahun. Tentang peraturan sekte, apa kau sudah mengetahuinya dengan sangat baik." Ucap Ketua Zhen.
"Aku mengetahui.. Aku Wu hui siap menerima hukuman." Ucap Wu hui sambil berlutut yang mengetahui bahwa nasibnya akan lebih buruk mulai hari ini.
"Ada satu peraturan sekte yang tidak kau ketahui Wu hui." Ucap ketua Zhen dengan wajah yang tegang.
"Wu hui memohon maaf pada ketua. Aku harap ketua sekte memberitahukan peraturan sekte yang tidak ku ketahui." Ucap Wu hui yang terlihat begitu sedih seakan-akan matanya akan mengeluarkan air mata.
"Tidak ada satupun peraturan dari sekte langit, yang dapat mengikat kediaman ini. Itulah peraturan yang tidak kau ketahui." Ucap Ketua Zhen dengan wajah sedikit tersenyum.
"Itu.. Ketua..." Ucap Wu hui sambil meneteskan air matanya. Dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun lagi.
"Wuss..." Ketua Zhen kemudian mengeluarkan sesuatu di depan Wu hui dari cincin penyimpanannya.
"Itu adalah 5 Ginseng Angin berumur lebih dari 100 tahun, yang telah ku ambil di Tebing gunung milik leluhur. Anggap saja sebagai hadiah, karena telah melayani keponakanku dengan tulus. Aku ketua sekte langit berterima kasih padamu Wu hui." Ucap Ketua Zhen dengan penuh senyuman.
Wu hui yang mendengar perkataan Ketua Zhen menjadi sangat terkejut. Bahkan tidak ada satu katapun yang dapat keluar dari mulutnya. Dia hanya menatap Zhi rhen dengan mata yang berkaca-kaca. Zhi rhen juga hanya melihatnya dengan sedikit senyum kemudian berbalik kepada Ketua Zhen.
"Zhi rhen berterima kasih pada kebaikan Paman." Ucap Zhi rhen mewakili Wu hui dengan satu kakinya berlutut pada Ketua Zhen.
"Apa yang kau lakukan nak, bangunlah..! Lagi pula dia pantas mendapatkannya." Ucap Ketua Zhen sambil membantu Zhi rhen untuk bangun.
"Wu hui berterima kasih pada Ketua sekte dan juga kepada Tuan muda." Ucap Wu hui dengan tetesan air matanya yang kembali jatuh.
__ADS_1