
Zhi rhen kemudian menatap kelimanya dan memikirkan agar tidak memberitahu identitasnya dulu. Dengan begitu, dia bisa melihat dan mengetahui bagaimana langkah yang harus diambil untuk menaikkan tingkatan mereka.
"Tingkat Fana tahap 5, Bagaimana mungkin dia bisa menghindari semua serangan yang dilakukan oleh Cia sin dan Gen huo." Gumam Ji tian dalam hati.
"Siapa kau anak muda? Mengapa kau masuk ke sekte langit? Apa tujuanmu sebenarnya?" Tanya Ji tian secara berturut-turut.
Zhi rhen tidak menjawab atau mengatakan satu katapun. Dia hanya memajukan tangan kanannya ke depan dan membuat gerakan provokasi. Zhi rhen menggoyangkan telapak tangannya, seakan menyuruh mereka menyerangnya.
"Cih.. Benar-benar pemuda yang sombong" Ucap Cia sin dan mulai menyerang Zhi rhen dengan sangat cepat.
Seketika itu juga, kekuatan Zhi rhen bergerak terus naik hingga ke Tingkat Raja Tahap Awal.
"Tingkat Raja..!! Dia menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik. Mari serang dia bersama, aku takut ini adalah awal buruk bagi sekte langit." Ucap Ji tian memberi perintah.
Mereka kemudian maju bersama dan menyerang Zhi rhen secara langsung. Ji tian bahkan menggunakan Mo on ki il sebagai senjatanya. Serangan yang begitu hebat mengguncang sekte langit. Hanya tampak 6 orang yang bergerak cepat dan sebuah senjata yang berkilau terbang kesana kemari.
Yang tidak mereka ketahui, Mo on ki il sangat mengenal Zhi rhen. Sehingga saat senjata itu akan mengenai Zhi rhen, kekuatan senjata itu langsung melemah. Seakan tidak tega menyakiti Zhi rhen.
Lonceng-lonceng yang terdapat di seluruh sekte langit berbunyi. Ketua dan juga Seluruh Tetua segera ke taman belakang. Seketika mereka terkejut melihat seorang anak muda menahan serangan leluhur mereka.
"Dia naik tingkat ke tahap ke 5. Meskipun tingkatannya sama denganku. Tetapi gerakan yang dia miliki lebih baik dariku." Gumam Ji tian dalam hati.
Ketua dan seluruh tetua yang baru sampai tidak tinggal diam. Kecuali Lei ni, mereka semua ikut menyerang disaat terdapat celah. Zhi rhen yang melihat itu sungguh terpana.
"Gawat..! Jika begini terus, mereka bisa melukaiku secara tidak sengaja." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Tadinya Zhi rhen hanya ingin melihat kemampuan kakek dan nenek gurunya. Tetapi melihat situasi ini, seketika membuat zhi rhen bertarung dengan serius. Sekali-kali saat serangan hampir mengenainya, dia menggunakan Aura Kaisar untuk memberikan bebannya. Walau hanya beberapa detik, tetapi itu cukup baginya untuk menghindar.
__ADS_1
Pertarungan tersebut tampak berimbang. Gerakan Zhi rhen tampak sangat alami dan sederhana. Tidak ada yang sia-sia pada setiap gerakan yang dia lakukan sehingga membuat seluruh orang tua sekte langit sangat susah menebak arah gerakannya. Setelah cukup lama, Zhi rhen kemudian menjauh ratusan meter dari mereka semua.
"Sungguh pemuda yang mengerikan, padahal tingkatannya setara. Tetapi dapat menahan kita semua disini." Gumam Ji tian dalam hati.
Sewaktu mereka semua terpana akan kehebatan Zhi rhen. Seseorang dengan sangat cepat menyerang Zhi rhen kembali. Hanya saja, yang menyerangnya kali ini hanya berada di tingkat langit tahap ke 3, yang tidak lain merupakan tetua ke-8 Lei ni, Bibi guru Zhi rhen.
Mereka semua terpana dengan serangan Lei ni. bagaimana mungkin, dia yang hanya di tingkat langit juga dapat bertarung seorang diri dengan tingkat raja. Tidak ada niat membunuh pada diri Lei ni.
"Rupanya begitu..! Diantara semuanya, ternyata hanya Bibi Lei yang bisa mengenaliku. Memang tidak salah jika dia dikatakan sebagai orang yang paling dekat dengan guru." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Serangan yang begitu lincah dapat di hindari Zhi rhen dengan mudah. Begitu serangan pedang Lei ni menuju ke leher, Zhi rhen hanya tersenyum tak bergerak. Serangan pedang itu kemudian berhenti tepat 1 cm di leher Zhi rhen.
"Jantung pedang menusuk langit benar-benar hebat." Ucap Zhi rhen datar.
Mereka semua yang melihat terpana. Bagaimana mungkin Tetua Lei yang hanya ada di tingkat langit dapat menundukkan pemuda itu. Sedangkan mereka semua yang berada di tingkat raja dan di tingkat langit yang lebih tinggi dari Tetua Lei begitu kesulitan.
Mereka semua yang ada di sana sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Lei ni. Terlebih para Leluhur yang ada di sana, mereka sama sekali tidak bisa menebak siapa pemuda itu.
"Zhi rhen memberi hormat pada Kakek, Nenek, Paman dan Bibi." Ucap Zhi rhen datar sambil berlutut.
Seketika itu juga senjata Mo on ki il bergerak cepat dan menancap ke Tanah di samping Zhi rhen. Mereka semua yang ada di sana menjadi lebih terkejut terutama Leluhur Ji tian. Sebab dia sudah menahan Mo on ki il dengan kekuatan jiwanya, tetapi senjata itu tetap saja bergerak ke arah Zhi rhen.
"Apa kalian semua tidak mengenalinya?" Tanya Tetua Lei ni.
"Hahaha....!!! Akhirnya... Akhirnya aku mempunya cucu..!! Hahaha...!!" Ucap Leluhur Ji tian dengan tawa yang begitu keras.
"Kakak..! Bagaimanapun juga dia bukan cucu kandungmu." Ucap Cia sin menyindir Ji tian.
__ADS_1
"Apa kau tidak mendengarnya, dia memanggilku kakek. Karena dia memanggilku kakek, berarti dia sekarang sudah menjadi cucuku. Dan untuk kalian semua, kalian sekarang tidak perlu memanggil ku dengan sebutan leluhur lagi. Kalian bisa memanggil dengan sebutan paman. Hahaha...!!" Tawa Ji tian dengan sangat senang.
"Tapi leluhur?" Ucap ketua Zhen secara reflek.
"Tidak ada tapi-tapian, hari ini cucuku datang berkunjung dan membuat ikatan sekte kita menjadi sebuah keluarga." Ucap Ji tian yang sudah bulat dengan keputusannya.
"Kurasa itu juga bukan hal yang buruk. Dengan adanya sebuah ikatan keluarga, sekte kita akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Ucap Zhang de yang mendukung keputusan itu.
"Kalau begitu.. Paman dan Bibi sampai kapan akan membuat rhen'er terus berlutut." Ucap Lei ni mengingatkan mereka serta telah merubah panggilannya.
"Benar juga, bangunlah nak. Kakek sangat senang sehingga tidak menyadari kalau kau masih berlutut. Oh iya, Kemana adikmu? Apa dia tidak datang bersamamu?" Tanya Ji tian.
"Itu..? Kurasa dia masih mencari sedikit pengalaman diluar sana kakek." Ucap Zhi rhen yang tidak memberi tahu mereka, kalau Maha Dewi Rubah adalah Zhi yuen.
"Hhmmm... Bukankah dia seorang gadis? Apa dia tidak apa-apa berada diluar sana sendirian?" Tanya Ji tian kembali.
"Soal itu kakek tidak perlu khawatir, dia memiliki sifat yang keras dariku. Jadi, dia tidak akan membuat dirinya di rugikan oleh orang lain." Ucap Zhi rhen menenangkan mereka.
"Tapi rhen'er, melihat kemampuanmu yang sudah setinggi ini. Nenek jadi penasaran dengan kemampuan adikmu." Ucap Cia sin dengan wajah terlihat penasaran.
"Aku tidak tahu dia berada ditingkatan apa sekarang. Tetapi sewaktu aku berpisah dengannya, dia sudah memasuki Tingkat raja." Ucap Zhi rhen dengan polos.
Mereka semua yang ada di sana menjadi lebih terkejut lagi.
💧💧💧💧💧💧💧💧
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
__ADS_1
...TERIMA KASIH...