KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 26 Menutup Diri


__ADS_3

"Tingkat Raja...!! Entah bagaimana cara Zhu lian melatih kalian hingga menjadi kuat seperti ini." Ucap Ji tian sambil memikirkan sesuatu.


"Itu adalah maksud kedatanganku kemari kek. Aku berencana menggunakan beberapa metode yang dilakukan guru, serta pemahaman yang telah aku pelajari untuk menaikkan tingkatan kakek dan nenek. Dengan begitu! tidak akan ada lagi, orang yang merendahkan sekte langit." Ucap Zhi rhen memberitahukan maksudnya.


"Hhmm... Kalau begitu, mulai sekarang tinggallah di tempat tinggal gurumu. Kakek sudah membuat bangunan itu menjadi lebih besar, agar kalian berdua dapat tinggal di sana." Ucap Ji tian.


Kemudian Ketua Zhen membawa Zhi rhen ke tempat tinggal Zhu lian. Gubuk itu telah berubah menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan juga luas. Bahkan, dapat dikatakan! Jika bangunan itu, merupakan bangunan terbesar yang ada di sekte langit.


"Paman..!! Apa ini tidak terlalu berlebihan? Bangunan seluas ini, apakah aku tinggal seorang diri?" Tanya Zhi rhen.


"Tentu saja..! Kau juga akan di temani dengan seorang pelayan." Ucap Ketua Zhen.


Zhi rhen kemudian tinggal di kediaman itu. Sekali-kali terlihat dia pergi ke taman belakang, untuk melihat perkembangan ke 5 Leluhur sekte langit.


"Rhen'er...!! Sudah beberapa hari ini, kau terus melayani kami. Di bandingkan harus melayani kami, kupikir lebih baik kau Fokus dalam latihan mu." Ucap Ji tian menasihati Zhi rhen.


"Kakek tidak perlu khawatir, aku juga berlatih setiap saat ditempat ku. Oh iya kek, dalam beberapa hari ini. Kalian semua makan dari masakan ku. Menurut kakek dan nenek bagaimana hasilnya..?" Tanya Zhi rhen.


"Masakan yang kau bawakan pada kami tiap hari sungguh enak. Kami sangat senang bisa memiliki anak sepertimu." Ucap Cia sin sambil tersenyum.


"Hehehe... Maksudku, bukan rasanya Nek. Tetapi hasilnya buat tubuh kalian..!" Ucap Zhi rhen sambil tertawa kecil.


"Apa maksudmu rhen'er?" Tanya Zhang de.

__ADS_1


"Selama ini yang kakek dan nenek makan, merupakan hidangan yang terbuat dari binatang iblis tingkat langit. Jika dapat memakannya setiap hari, akan sangat baik bagi tubuh dan pondasi kekuatan jiwa." Ucap Zhi rhen.


"Apa....!!! Binatang iblis tingkat langit. Kau memberikan kami setiap hari, makanan seperti ini. Bahkan Menara bulan juga tidak akan sanggup untuk melakukannya." Ucap Ji tian dengan terkejut.


"Pantas saja, aku merasakan aliran darahku menjadi lebih baik." Ucap Gen huo datar.


"Meskipun hanya sedikit, aku juga dapat merasakannya kak. Jika kita terus mengkonsumsi makanan ini. Aku yakin, tidak lama lagi kita semua akan naik tingkat." Ucap Bai li yang terlihat begitu yakin.


"Tetapi, bukankah akan sangat disayangkan. Jika sumber daya seperti ini di gunakan oleh Zhi rhen dan Zhi yuen, kupikir akan lebih bermanfaat." Ucap Ji tian yang serba salah.


"Kakek jangan khawatir... Aku membawa cukup banyak persiapan di Cincin penyimpanan ku. Begitu pula dengan adik Zhi yuen, dia juga sudah membawa bekal untuknya. Lagi pula, jika persediaan kami habis. Kami bisa ke Hutan iblis kembali, serta berkunjung ke makam guru." Ucap Zhi rhen menjelaskan.


"Baiklah rhen'er...!! Kami akan berusaha naik tingkat, agar usahamu tidak sia-sia." Ucap Ji tian dengan senyuman.


Mereka yang melihat kristal itu, menjadi sangat terkejut. Bagaimana tidak, ini merupakan sumber daya yang sangat langka. Memiliki 1 saja sudah cukup baik, apalagi sekarang ada 15 buah di hadapan mereka.


"Rhen'er..!! Ini.. ini.. Bukannya kristal iblis." Ucap Ji tian sambil bertanya.


"Benar kakek.. Dengan bantuan kristal ini, aku cukup yakin kakek dan nenek akan segera berhasil." Ucap Zhi rhen.


"Tetapi bagaimana caramu bisa mendapatkan kristal ini. Bagaimanapun juga, binatang iblis di hutan itu hidup dalam kawanan yang begitu besar. Oleh karena itu, bahkan tingkat raja dan abadi harus berpikir jika ingin mendapatkan kristal ini. Seorang tingkat raja dari salah satu keluarga besar pernah memasuki hutan itu, dan mereka bertemu dengan Musang api tingkat langit. Meskipun tingkatan mereka lebih rendah, tetapi dalam kawanan yang cukup besar. Akhirnya orang itu keluar dari hutan iblis dengan luka yang sangat serius hingga membuatnya kehilangan nyawa." Ucap Ji tian yang menceritakan masa lalu.


"Guru membesarkan kami berdua di hutan iblis, serta sekali-kali membawa kami berkeliling untuk bertarung dengan binatang iblis. Dengan tingkatan guru yang sudah berada di puncak. Tentu saja sangat mudah bagi dia untuk mengenalkan kami dengan hutan iblis. Sehingga kami dapat berkeliling dengan bebas di hutan iblis tanpa harus bertemu dengan kawanan yang cukup besar. Oleh karena itu, aku dapat menangkap beberapa binatang iblis yang hidup diluar kawanan." Ucap Zhi rhen menjelaskan.

__ADS_1


"Kakak.. Tidak perlu terlalu memikirkannya. Orang yang dapat mengenali seisi rumah, hanyalah tuan rumah itu sendiri." Ucap Cia sin.


"Kau benar.. Baiklah rhen'er, kakek dan nenek akan menutup diri dalam latihan ini. Ku harap saat kami keluar nanti, dapat memberikan hasil yang maksimal." Ucap Ji tian yang sudah tidak sabar untuk menyerap inti dari kristal iblis.


"Baiklah.. Oh iya, aku akan tinggal dalam beberapa hari lagi di sekte dan kembali pergi keluar kek. Masih ada beberapa hal yang harus ku selesaikan." Ucap Zhi rhen.


"Tentu saja kakek mengerti, sekalian beritahu kepada adikmu untuk pulang. Bagaimanapun juga kami khawatir jika dia terlalu lama di luar sana." Ucap Ji tian datar.


"Baiklah kek.. Aku mohon pamit." Ucap Zhi rhen sambil menundukkan kepalanya.


Zhi rhen kemudian kembali ke rumahnya di sekte langit. Dalam waktu luang, Zhi rhen juga menanam beberapa tanaman obat dan herbal di halamannya. Semua tanaman yang di tanam olehnya berasal dari dunia dewa yang berhasil dikumpulkan gurunya.


"Meskipun tanaman ini kuat, tapi kurasa cincin ini tidak akan dapat menahan energi kehidupan dari tanaman ini." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Zhi rhen kemudian terlihat berpikir begitu keras. Dia hanya seperti termenung akan tanaman itu.


"Tunggu.. Kalung yang di beri ibu memiliki energi kehidupan yang padat. Jika inti kehidupan ibu dapat bertahan di sana, mungkinkah tanaman ini juga dapat bertahan. Tidak ada salahnya jika aku mencobanya." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Zhi rhen kemudian melepaskan kekuatan jiwanya untuk masuk ke dalam kalung itu. Tetapi beberapa kali pun dia mencoba hasilnya sama saja.


"Huffff... Sangat sulit, aku tidak bisa masuk karena tidak mengetahui ruang yang ada di sana. Terkecuali jika aku bisa melihatnya." Gumam Zhi rhen secara pelan.


Sekali lagi Zhi rhen termenung di depan halaman rumahnya. Tampak seorang gadis yang hanya melihat dia memandangi tanaman-tanaman yang ada di depannya.

__ADS_1


"Baiklah.. Meskipun aku tidak yakin bisa melakukannya. Tetapi tidak ada salahnya jika kucoba. Guru..! Kali ini aku akan mempelajari Mata Dewa seperti yang ada pada pengetahuan Ibu. Ku harap aku akan berhasil." Gumam Zhi rhen pelan sambil meyakinkan dirinya.


__ADS_2