KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 32 Nona Muda Sekte Langit


__ADS_3

Lan ling yang mendengar perkataan mereka berdua menjadi lebih terkejut lagi. Dia hanya memandangi Zhi rhen dan Wu hui.


Karena tidak mendapat jawaban apapun, dia kemudian memandangi Ketua dan Tetua di atap yang sedang tersenyum kepadanya.


"Deg... Deg... Deg..." Dia hanya dapat mendengar suara jantungnya.


"Wu hui..!! Bangunlah.. dan rhen'er, kurasa kakakmu masih sedikit terkejut akan hal ini." Ucap Tetua Lei memecah keheningan.


"Bagaimana menurut paman dan bibi?" Apa kalian sudah mengambil keputusan?" Tanya Zhi rhen.


"Kau membiarkan Wu hui berlutut dan memanggilnya dengan Nona muda. Kurasa tidak ada lagi yang dapat kami katakan." Ucap Ketua Zhen sambil memandangi Zhi rhen.


"Zhi rhen berterima kasih atas kebaikan Paman dan Bibi." Ucap Zhi rhen sambil berlutut.


"Hufftttt....!! Bangunlah nak. Bagaimanapun juga, kami masih membutuhkan mu dari amarah para orang tua itu." Ucap Tetua Lao lu.


Dengan kecerdasannya, Lan ling dapat sedikit memahami apa yang terjadi.


"Maafkan aku ketua..!! Tetapi bisakah aku menanyakan satu hal." Ucap Lan ling secara tiba-tiba.


"Ling'er...! Kau tidak perlu khawatir akan apapun. Masalah Leluhur, biarkan adikmu yang menyelesaikannya. Dan Wu hui, pergi beritahukan semua orang di sekte langit, bahwa Lan ling sudah menjadi Nona muda dari sekte langit." Ucap Ketua Zhen sambil memberi arahan.


"Kak..!! Apa aku bisa meminta sedikit tanaman Rumput mu itu. Aku juga ingin menanamnya di kediamanku." Ucap Zhi rhen membuka obrolan saat berada di hadapan Lan ling.


"Tentu saja, tetapi bukankah kau harus memberitahukan aku dari awal." Ucap Lan ling dengan datar.


"Aku melakukan hal itu, agar membuat semua paman dan bibi bisa merasa yakin untuk mengambil keputusannya." Ucap Zhi rhen menjelaskan.


"Terima kasih.." Gumam Lan ling secara pelan.


"Sudahlah, kalian berdua bisa berbicara di dalam. Kami akan pergi untuk mengurus segala hal untukmu Lan ling." Ucap Ketua Zhen.


Mereka semua kemudian meninggalkan tempat itu untuk membuat rencana selanjutnya. Sedangkan Zhi rhen dan Lan ling masuk kedalam Istana Alchemist untuk mengobrol.

__ADS_1


"Sungguh istana yang sangat indah." Ucap Zhi rhen dengan kagum.


"Kau adalah murid pertama dari sekte langit yang masuk ke tempat ini selain diriku." Ucap Lan ling sembari ke ruang tamu di ikuti oleh Zhi rhen.


"Aku akan membuatkan mu Teh penyejuk jiwa. Walaupun kualitasnya bukanlah yang terbaik, itu sudah cukup untuk kondisimu yang sedang terluka." Ucap Lan ling sembari membuat 2 gelas teh.


"Kakak Lan benar-benar hebat, dapat mengetahui hanya dalam sekali lihat." Ucap Zhi rhen memuji Lan ling.


"Semua orang juga bisa melihat kondisi mu yang saat ini." Ucap Lan ling memberikan Teh pada Zhi rhen.


Mereka kemudian mengobrol sangat lama. Mereka bahkan bertukar pengetahuan tentang Alchemist. Zhi rhen sangat serius saat menjelaskan rencananya untuk membuat beberapa pil atau obat. Sebagai sumber daya sekte langit yang akan di kelola oleh Istana Alchemist.


"Tuan muda..! Berita tentang Nona muda sudah menyebar ke seluruh Sekte langit. Tidak lama lagi akan ada banyak murid yang datang. Apa tidak sebaiknya kita kembali." Ucap Wu hui yang baru saja datang.


"Baiklah kak.. Tanaman yang aku bicarakan akan di bawakan oleh Wu hui. Kakak bisa menjadikannya sumber daya seperti keinginan kakak. Aku pamit dulu." Ucap Zhi rhen sambil berjalan ke arah Wu hui.


"Oh iya, Kakak juga masih memiliki seorang adik perempuan di luar sana. Dia sama dengan kakak, namanya Zhi yuen." Ucap Zhi rhen sambil membuat dimensi hitam.


"Ayo Wu hui." Ucap Zhi rhen sembari menarik Wu hui masuk.


"Jika itu adalah Formasi Teleport, aku tidak akan begitu terkejut. Tetapi untuk membuka Dimensi Ruang Hampa. Aku takut hanya dia seorang yang bisa melakukannya di dunia ini." Gumam Lan ling dalam hati.


💧💧💧💧💧💧💧💧


"Wwuuss" Suara dimensi yang terbuka di dalam ruangan Paviliun Damai.


"Tuan muda...!!" Teriak Wu hui terkejut saat keluar dari dimensi itu.


"Wu hui... Pelankan suaramu, kau membuatku terkejut." Ucap Zhi rhen yang terkejut mendengar teriakan Wu hui.


"Maafkan aku.. Tapi apakah itu barusan Dimensi ruang hampa? Bagaimana bisa Tuan muda membuatnya? Aku mendengar tehnik itu hanyalah legenda yang ada di dunia langit." Ucap Wu hui sambil terus bertanya.


"Itu benar... Dunia ini begitu luas, masih banyak hal yang belum kau ketahui. Karena itu teruslah berlatih Wu hui." Ucap Zhi rhen menjawab dengan ringkas.

__ADS_1


"Itu...?" Ucap Wu hui dengan sedikit ragu.


"Kenapa.. Apa ada yang membuatmu penasaran lagi?" Tanya Zhi rhen.


"Tentang Nona muda..? Maksudku Nona muda Zhi yuen..? Dia...?" Tanya Wu hui yang sedikit rasa penasaran.


"Dia adalah adikku. Meskipun umurnya masih 14 tahun, dia sudah keluar untuk mengenal dunia luar. Saat dia pulang ke Paviliun Damai, aku harap kau juga menjaganya dengan baik Wu hui." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.


"Tentu saja Tuan muda, aku akan melayaninya dengan baik, saat Nona muda pulang nanti." Ucap Wu hui dengan yakin.


"Baiklah.. kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku untuk istirahat. Kau juga pergilah istirahat." Ucap Zhi rhen sambil berjalan ke ruangannya.


Zhi rhen yang ada di dalam ruangannya, tampak sedikit penasaran dengan Tehnik matanya. Dia kemudian bermeditasi dan masuk kedalam kalung kehidupan.


"Sekarang sangat mudah bagiku untuk masuk ke sini." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Dengan energi kehidupan yang melimpah di tempat itu, membuat Zhi rhen dapat memulihkan kondisinya dengan cepat.


"Tidak ku sangka, aku bisa naik ke Tingkat Raja tahap ke 7 setelah memulihkan kondsi ku." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Zhi rhen kemudian memulai semua rencana yang dia miliki. Dia menanam semua tanaman langka yang di milikinya di kalung kehidupan. Isi dari kalung itu kemudian berubah menjadi Taman yang lebih indah.


"Aku yakin.. Dengan energi kehidupan di tempat ini. Semua tanaman itu akan menjadi lebih baik kualitasnya. Oh iya, aku akan menyimpan Batu Kristal milik Ibu di Teratai Kehidupan." Ucap Zhi rhen sambil mengambil dan meletakkan Batu Kristal Suci di atas Bunga Teratai Kehidupan.


"Ibu..! Aku berharap, Bunga Teratai Kehidupan itu dapat menjaga Inti Kehidupan Ibu. Sehingga saat Ibu kembali, Ibu dapat kembali dengan kekuatan yang lebih baik lagi." Ucap Zhi rhen di depan Batu Kristal Suci milik Jian ni.


Zhi rhen kemudian keluar dari kalung kehidupan. Dia tetap di ruangannya tanpa keluar untuk makan ataupun minum.


"Baiklah...!! Aku sudah memutuskannya..! Untuk tanaman terakhir, akan ku tanam tepat di depan Gerbang Paviliun Damai." Gumam Zhi rhen pelan meyakinkan dirinya sendiri.


💧💧💧💧💧💧💧💧


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


__ADS_2