
Spesial chapter 3/3 untuk yang sudah berikan Vote Dan Hadiah :
1. Daguar
2. Husni Ahmad Fajri
3. Zahira Valen
4. Yance Malakauseya
5. Mundari Sutrisno
6. Winston Adipati
7. 👑
Terima kasih untuk Vote, Hadiah, Like dan Comment.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Tuan muda dan Nona muda, ada hal yang harus ku urus lagi. Aku mohon pamit." Ucap Putri Liu ni.
Putri Liu ni kemudian pergi meninggalkan menara bulan, dan di ikuti oleh 2 orang Tetua yang menjadi pelindungnya.
"Sudahlah...! Tidak perduli siapa dia, yang penting aku sudah mendapatkan keuntungan yang besar. Saudara Zhi..! Ayo kita kembali ke Penginapan." Ucap He sin sambil mengajak Zhi rhen.
"Saudara Zhi...! Bisakah kita berbicara sebentar." Ucap Yu chan sebelum Zhi rhen melangkah pergi.
"Itu...! Saudara He, kau kembalilah lebih dulu ke penginapan. Aku akan berbicara dengan saudari Yu terlebih dahulu." Ucap Zhi rhen kepada He sin.
"Baiklah...! Lagipula aku harus cepat mengirim kabar kepada keluargaku." Ucap He sin yang berjalan pergi.
"Adik Yu...! Aku akan menunggumu di Gerbang kota awan. Bagaimanapun juga, kita harus secepatnya menyusul Guru." Ucap Hao shiang yang berbalik pergi ke arah Gerbang kota.
"Saudari Yu, apa ada yang bisa ku bantu." Ucap Zhi rhen bertanya.
"Itu...! Perkataan mu tempo hari di Menara bulan, cabang kota tani. Apakah kau bersungguh-sungguh dengan perkataanmu?" Ucap Yu chan sambil bertanya dengan serius.
"Tentu saja aku bersungguh-sungguh. Tetapi, jika karena hal itu saudari Yu menjadi susah. Aku akan melupakan semuanya." Ucap Zhi rhen dengan lembut.
"Hufftt.....!! Guruku mungkin sudah menungguku di Gerbang kota. Aku harus lekas pergi ke sana. Aku berharap, kita dapat bertemu lagi di sekte langit. Oh iya, tidak perduli dengan status kita berdua. Aku akan selalu menunggumu." Ucap Yu chan dengan senyuman meninggalkan Zhi rhen. Dia bahkan tidak menunggu jawaban Zhi rhen.
"Kau tenang saja..! Tidak akan lama lagi, kita akan bertemu dengan statusku yang lain. Saat itu, kuharap gurumu bisa menerimaku." Gumam Zhi rhen dalam hati.
__ADS_1
Zhi rhen kemudian kembali ke penginapan. Tetapi sesampainya di sana, hanya ada He sin seorang diri yang sedang menikmati makanannya.
"Saudari He..! Di mana Tetua He ling?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Dia sudah pergi membawa Pil Penguat Jiwa untuk kakekku. Lagi pula, masih ada berita yang harus ku kirim dengan cepat." Ucap He sin yang terus melihat Zhi rhen dengan aneh.
"Ada apa...? Apa ada yang salah denganku..?" Tanya Zhi rhen.
"Tidak...! Tidak...! Aku hanya sedikit heran. Bagaimana caramu mengenal kedua Nona muda dari sekte Teratai Es." Ucap He sin dengan pandangan menyelidikinya.
"Itu hanya sebuah kebetulan. Sama seperti kita yang bertemu di luar sana, dan menjadi sahabat." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
"Sudahlah..! Bagaimana rencana mu sekarang.? Apa kau akan pergi ke sekte langit." Tanya He sin.
"Untuk sementara aku akan melanjutkan perjalananku. Masih banyak hal, yang harus ku pelajari di luar sana. Bagaimana jika saudara He ikut denganku." Ucap Zhi rhen menjelaskan rencananya.
"Untuk itu aku minta maaf saudara Zhi. Aku akan langsung pergi ke sekte langit. Meskipun aku tidak bisa menjadi murid di sana, Tetapi aku akan sangat senang jika bisa melihat keagungan sekte langit secara langsung." Ucap He sin mengutarakan keinginannya.
"Kalau begitu, aku tidak akan memaksa. Oh iya, aku juga ingin mengatakan sesuatu kepadamu saudara He. Bahwa sebenarnya, aku salah satu murid dari sekte langit." Ucap Zhi rhen yang tidak ingin membohongi He sin sahabatnya.
"Hahaha...!! Apa setelah mendengar kehebatan sekte langit, kau tiba-tiba terobsesi sama sepertiku." Ucap He sin sambil tertawa.
"Sudahlah...! Aku akan pergi sekarang. Aku harap Saudara He baik-baik saja di sekte langit nanti." Ucap Zhi rhen lalu memeluk He sin.
Mereka berdua kemudian bermalam di penginapan. Setelah keesokan harinya, masing-masing dari mereka menempuh jalannya sendirian.
Zhi rhen yang berjalan tanpa menggunakan peta menjadi bingung. Sebab dia sudah berjalan sangat jauh, tetapi tidak melihat 1 desa pun.
"Hari sudah hampir malam...! Apa aku tersesat..? Tidak... Orang itu berkata kalau aku hanya perlu ke utara. Dengan begitu, aku bisa menemukan sebuah desa." Gumam Zhi rhen dengan pelan.
Zhi rhen kemudian hanya melanjutkan berjalan terus. Begitu hari sudah gelap, Zhi rhen melihat sebuah Cahaya dari jauh. Dia kemudian berlari ke arah cahaya itu, dan dia melihat sebuah gubuk kecil.
Tanpa menunggu lagi, Zhi rhen langsung mengetuk pintu gubuk itu. Saat pintu gubuk itu terbuka, Zhi rhen melihat seorang wanita paru baya.
"Salam Senior...! Nama ku Zhi rhen, secara tidak sengaja tersesat di daerah ini. Aku berharap, kedatanganku tidak menggangu senior." Ucap Zhi rhen sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Masuklah anak muda...! Sebentar lagi akan turun hujan." Ucap Wanita itu.
Zhi rhen kemudian masuk kedalam gubuk untuk beristirahat. Wanita itu kemudian memberikan selimut kepada Zhi rhen.
"Terima kasih senior..! Jika boleh kutahu, siapa nama senior?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Nama Ku Wu Shian." Ucap Wanita itu.
__ADS_1
Zhi rhen kemudian beristirahat di gubuk itu. Saat tengah malam, Zhi rhen terbangun mendengar suara pedang. Zhi rhen kemudian Melihat dengan Mata Dewanya, dan menemukan Wu shian yang sedang berlatih pedang di bawah derasnya hujan.
"Jantung Pedang Menusuk Langit...! Mengapa dia bisa menggunakan Jurus dari sekte langit. Apa dia juga bagian dari Sekte Langit." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Wu shian terus berlatih hingga matahari terbit. Dia kemudian masuk ke dalam, untuk membuat sarapan. Tetapi saat dia masuk, dia terkejut menemukan Zhi rhen yang sudah menyiapkan sarapan untuknya.
"Selamat Pagi Senior Wu...! Aku sudah menyiapkan sarapan pagi. Bagaimana kalau kita makan bersama." Ucap Zhi rhen mengajak Wu shian.
"Apa kau sudah melihatku sejak semalam?" Tanya Senior Wu shian.
"Itu....! Aku terbangun mendengar suara pedang dari Senior Wu. Aku mohon maaf atas ketidak sopananku." Ucap Zhi rhen sambil mengatupkan tangannya.
Wu shian yang mendengar penjelasan Zhi rhen hanya diam saja. Dia hanya menatap Zhi rhen dalam beberapa menit.
"Sudahlah...! Tampaknya aku sudah sangat Tua. Aku bahkan tidak tahu kalau seorang junior sedang mengawasi ku." Ucap Senior Wu sambil mengambil makanan.
Mereka berdua kemudian menikmati hidangan itu. Setelah sarapan pagi, Senior Wu kembali mengambil pedangnya dan berniat berlatih kembali.
"Maafkan aku senior..! Tetapi dapatkah aku melihatmu berlatih." Ucap Zhi rhen membuat permintaan.
"Selama kau tidak mengganggu latihan ku, tidak masalah." Ucap Senior Wu shian sambil berjalan keluar.
Zhi rhen kemudian menemani Senior Wu dalam latihannya. Meskipun hanya diam saja, Zhi rhen terus memperhatikan Wu shian dengan seksama.
"Mengapa sangat aneh. Tampaknya senior Wu belum memahami dengan baik jurus ini." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Setelah beberapa jam, Wu shian beristirahat dari latihannya. Dia kemudian berjalan ke arah Zhi rhen.
"Senior Wu...! Apakah jurus yang kau pelajari berasal dari Sekte Langit." Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
"Pengamatan mu cukup bagus...! Jurus ini sangat terkenal dengan nama Jantung Pedang Menusuk Langit. Di sekte langit sendiri, sudah banyak yang dapat menggunakannya. Tetapi, hanya satu orang, yang betul-betul memahami inti dari jurus ini. Karena itu, selama berpuluh-puluh tahun mengasingkan diri. Aku hanya terus mencoba untuk memahami jurus ini." Ucap Senior Wu shian menjelaskan.
"Rupanya begitu...!" Ucap Zhi rhen sambil berpikir.
"Nama mu Zhi rhen bukan..? Kalau boleh tahu, dari sekte mana kau berasal..?" Tanya Senior Wu shian.
"Itu...? Hmmm...? Aku mohon maaf pada senior. Tetapi jika senior berkenan, dapatkah senior mengatakan asal senior terlebih dahulu." Ucap Zhi rhen sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Aku berasal dari Sekte Langit..." Ucap Senior Wu shian.
💧💧💧💧💧💧💧💧
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
__ADS_1
...TERIMA KASIH...