KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 48 Kembali Ke Sekte Langit


__ADS_3

Di Paviliun Damai Sekte Langit. Terlihat Wu hui yang berada di halaman sedang menyiram beberapa Tanaman Langka. Terkadang, dia bahkan melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Huuuffttt...! Akhirnya selesai juga. Aku akan melanjutkan Latihanku. Bagaimanapun juga, aku harus menjadi lebih kuat lagi." Gumam Wu hui dalam hati.


"Tuan muda....!" Terdengar suara dari dalam ruangan Paviliun Damai.


Wu hui kemudian melanjutkan latihannya di halaman Paviliun Damai. Karena luasnya halaman itu, membuat dia lebih bebas dalam berlatih. Tetapi baru beberapa menit dia berlatih, dia terkejut dengan sebuah suara wanita di dalam Paviliun Damai.


"Siapa kau...!" Ucap Wu hui seketika dia sampai di dalam ruangan.


"Wu hui...! Apa kau tidak mengenalku lagi." Ucap Zhi rhen yang baru saja tiba.


Wu hui yang melihat Zhi rhen berbalik menjadi sadar. Dia segera berlari dan memeluk Zhi rhen.


"Tuan muda...! Kau kembali...!" Ucap Wu hui bahagia sambil memeluk Zhi rhen.


"Wu hui..! Apa yang kau lakukan..?" Ucap Zhi rhen.


Wu hui yang menyadari bahwa dia masih memeluk Zhi rhen merasa malu. Dia langsung melepaskan Zhi rhen dan mundur beberapa Langka.


"Wu hui...! Pelayan Paviliun Damai memberi hormat pada Tuan muda." Ucap Wu hui sambil satu kakinya berlutut.


"Apa yang kau lakukan...! Bukankah sudah ku katakan, kau bukan pelayan di tempat ini." Ucap Zhi rhen sambil membantu Wu hui untuk berdiri.


Wu hui yang sudah berdiri kemudian melihat ke arah Wu shian. Dia ingin bertanya kepada Zhi rhen tetapi merasa ragu.


"Oh iya...! Bibi Wu, ini adalah orang yang merawatku di Sekte Langit, Dia bernama Wu hui. Dan ini, Bibi Wu shian orang yang telah merawat guruku." Ucap Zhi rhen mengenalkan mereka berdua.


"Wu hui..! Memberi salam kepada Bibi Wu.." Ucap Wu hui dengan hormat.


"Kita memiliki marga yang sama. Ku harap kita dapat menjadi keluarga kedepannya." Ucap Wu shian dengan penuh senyum.


Wu hui yang mendengar nama Wu shian menjadi senang. Sebab, seluruh keluarga yang dia miliki sudah tiada. Karena itu, dia merasa bahagia bisa bertemu seseorang yang bermarga sama dengannya.


"Oh iya Wu hui...! Mulai hari ini, Bibi Wu juga akan tinggal di Paviliun Damai." Ucap Zhi rhen menjelaskan.


"Tuan muda...! Apa aku tidak seharusnya bertemu dengan Ketua dan Para Tetua terlebih dahulu." Ucap Wu shian.


"Untuk sementara bibi tetap disini terlebih dahulu. Tidak lama lagi, Sekte Langit akan membuka diri. Aku yakin paman dan bibi saat ini sedang sibuk." Ucap Zhi rhen memberi pendapatnya.

__ADS_1


"Aku mengerti, Aku akan mendengar semua perkataan Tuan muda." Ucap Wu shian.


"Kalau begitu, Aku akan mengurus keperluan bibi terlebih dahulu." Ucap Wu hui yang ingin pergi.


"Tunggu Wu hui...! Mengapa kau memakai baju yang Aneh itu." Ucap Zhi rhen yang melihat baju Wu hui.


Zhi rhen merasa aneh dengan baju yang di kenakan Wu hui. Sebab di bagian depan baju itu terdapat tulisan namanya. dan di belakang baju juga tertulis Pelayan Paviliun Damai.


"Maksud Tuan muda baju ini. Ini adalah baju yang ku buat untuk Paviliun Damai. Sebab beberapa pelayan tidak mengizinkan ku memakai Baju Pelayan Sekte Langit. Karena itu, Aku membuat Baju Paviliun Damai sendiri, agar mereka semua iri padaku." Ucap Wu hui menjelaskan semuanya dengan bangga.


"Baju itu cukup baik. Apa kau masih memilikinya untuk Bibi.? Ucap Wu shian yang menginginkan baju yang di kenakan Wu hui.


"Aku masih memilikinya bi, Aku sudah membuat baju ini dengan jumlah yang banyak. Aku akan memberikannya kepada bibi beberapa." Ucap Wu hui dengan penuh senyum.


"Huuffftt....! Sudahlah, Aku akan pergi ke kediaman Bibi Lei." Ucap Zhi rhen sambil berjalan keluar.


"Tuan muda...!" Gumam Wu hui dengan pelan sesaat Zhi rhen akan melewatinya.


"Tingkat Bumi tahap ke 6. Kau membuatku bangga." Ucap Zhi rhen sambil mengacak rambut Wu hui, kemudian pergi.


Wu hui yang mendengar perkataan Zhi rhen menjadi sangat senang. Sebab, latihan yang selama ini dia lakukan tidaklah sia-sia.


"Bukankah kau keponakan Tetua Lei..?" Tanya seorang murid menghampiri Zhi rhen.


"Benar...! Aku datang bertemu dengan Bibi Lei. Apakah dia ada di dalam..? Ucap Zhi rhen sambil bertanya.


"Masuklah...! Guru berada di dalam..!" Ucap Murid itu.


"Terima kasih banyak." Ucap Zhi rhen sambil mengatupkan kedua tangannya.


Setelah itu Zhi rhen melangkah masuk ke dalam. Tetua Lei yang melihat Zhi rhen sangat terkejut.


"Rhen'er...! Kau akhirnya pulang..!" Ucap Tetua Lei ni melihat Zhi rhen.


"Zhi rhen memberi hormat kepada Bibi." Ucap Zhi rhen dengan satu kakinya berlutut.


"Bangunlah nak...! Kau tidak perlu melakukan hal seperti itu di depan bibi." Ucap Tetua Lei ni membantu Zhi rhen untuk bangun.


"Bagaimana keadaanmu...? Apa kau baik-baik saja..?" Tanya Tetua Lei.

__ADS_1


"Tentu saja bi... Aku selalu merasa lebih baik jika berada di Sekte Langit." Ucap Zhi rhen dengan senyuman.


"Bibi khawatir kau mengalami luka setelah menghancurkan 1 calon Keluarga Besar." Ucap Tetua Lei.


"Bibi tenang saja...! Itu bukanlah masalah untukku." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.


"Yah...! Itu memang bukan masalah untukmu. Tetapi masalah untuk kakakmu. Sekte Langit bahkan harus membuka diri lebih cepat karena perbuatanmu." Ucap Tetua Lei ni.


"Ahhh... Itu... Aku minta maaf bi." Ucap Zhi rhen kemudian.


"Pergilah ke kakakmu, dan minta maaf padanya. Karena ulahmu, dia bahkan harus memberi penjelasan kepada dunia luar." Ucap Tetua Lei ni.


"Aku mengerti bi...! Oh iya..! Apa bibi mempunyai beberapa Informasi dari dunia Luar." Ucap Zhi rhen.


"Kau ini..! Seharusnya kau lebih tahu dari pada bibi." Ucap Tetua Lei ni.


"Selama beberapa hari ini, aku terus berlatih di suatu tempat sehingga tidak tahu banyak tentang dunia luar." Ucap Zhi rhen menjelaskan.


"Hufftt....! Kau pasti tahu, akan Sekte Langit yang akan membuka diri dalam 3 hari ke depan. Sekte Langit membuka diri karena ingin memperkenalkan Lan ling dengan dunia Luar. Saat ini beberapa Keluarga Besar dan juga Sekte Besar, sudah berada di Kota Langit.


Tetapi, ada informasi yang mengatakan, bahwa beberapa Keluarga Besar mencoba untuk membuat kekacauan, Meskipun tidak ada bukti untuk itu.


Aku juga mendengar dari temanku di Sekte Teratai Es. Bahwa, leluhur mereka telah di serang oleh Racun Gurun Api. Saat ini, keadaannya sangat parah, seluruh tubuhnya seperti terbakar api.


Bibi yakin, saat ini dia akan datang ke tempat bibi. Untuk memohon Tanaman Teratai Es yang ada di Paviliun Damai." Ucap Tetua Lei ni menceritakan semua Informasi yang dia ketahui.


"Tetapi, darimana mereka tahu kalau ada Tanaman Teratai Es di kediamanku." Ucap Zhi rhen dengan bingung.


"Saat itu, beberapa murid melihat halaman Paviliun Damai ketika Wu hui keluar. Bahkan saat ini, Tanaman Teratai Es lebih terkenal dari Paviliun Damai." Ucap Tetua Lei ni.


"Rupanya begitu..! Itu juga cukup bagus, sehingga perhatian semua orang berada pada Tanaman Teratai Es ku, dan bukan Paviliun Damai. Oh iya..! Siapa teman bibi di Sekte Teratai Es.?" Tanya Zhi rhen.


"Dia seorang Tetua Dari Sekte Langit bernama Huan ji." Ucap Tetua Lei ni.


💧💧💧💧💧💧💧💧


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


__ADS_2