
Tetua Huan ji kemudian melihat ke arah zhi rhen sambil menyipitkan matanya. Dia sangat terkejut dengan keadaan Zhi rhen sekarang. Sebab menurutnya, Zhi rhen akan mati akibat energi dingin akibat serangan Tapak Es.
"Aku cukup terkejut, kau bahkan baik-baik saja setelah terkena tapak es milikku." Ucap Tetua Huan ji dengan sinis.
"Itu... Aku berterima kasih pada Tetua yang mengurangi sedikit kekuatannya saat itu. Serta Pil Matahari yang di berikan menara bulan kepadaku. Sehingga aku bisa menahan energi dingin yang ada di dalam diriku." Ucap Zhi rhen dengan merendah.
"Pil Matahari...!!" Ucap Hao shiang dan Yu chan secara bersamaan.
Mereka bertiga kemudian terkejut dengan perkataan Zhi rhen. Sebab Pil Matahari adalah sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana mungkin Menara Bulan memberikannya begitu saja pada orang asing begitu saja.
"Jangan mencoba membodohi ku anak muda...!" Ucap Tetua Huan ji sambil mengeluarkan sedikit auranya.
"Apa yang ku katakan benar adanya. Saat itu, Setelah anda pergi, Putri Liu ni datang berkunjung ke cabang Desa Tani, dan melihatku sedang terluka. Karena tidak ingin nama menara bulan menjadi buruk. Dia kemudian memberikan ku obat, serta menyuruh salah satu Tetua untuk mengantarkan kembali pedang milik Saudari Yu." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
"Tampaknya masuk akal juga, sebab pedang teratai es telah di kembalikan tanpa syarat apapun." Gumam Tetua Huan ji dalam hati.
"Baiklah...! Mungkin itu adalah keberuntungan mu. Tetapi mulai sekarang, Kuharap kau menjauh dari kedua murid ku. Status yang di miliki murid ku, berada di atas Tuan muda dan Nona muda keluarga besar." Ucap Tetua Huan ji dengan ketus.
Zhi rhen yang mendengar perkataan Tetua Huan ji, tidak memberikan jawaban apapun. Dia hanya terlihat diam dan tenang. Bahkan Hao shiang dan Yu chan kagum akan ketenangan yang di miliki oleh Zhi rhen.
"Kita pergi...!" Ucap Tetua Huan ji sambil mengajak mereka pergi.
"Putri Liu ni..! Aku berterima kasih padamu. Kelak, budi baik ini akan ku balas." Gumam Yu chan dalam hati sambil melihat kearah Zhi rhen yang sedang tersenyum.
Mereka bertiga kemudian pergi, meninggalkan Zhi rhen sendirian. Meskipun Zhi rhen kelihatan diam, tetapi dia sangat waspada. Sebab, kali ini tidak seperti biasa. Tetapi ada lebih dari 10 orang yang sedang mengawasinya.
Seolah tidak terjadi apapun, Zhi rhen berjalan berkeliling sepanjang jalan. untuk membeli makanan yang belum sempat dia cicipi.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Tetua Duo..! Apa sudah ada hasilnya? Zhi rhen bukan hanya bersahabat dengan Tuan muda He. Tetapi dia juga mengenal Nona muda dari Sekte besar. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh ku." Ucap Putri Han yang terlihat kesal.
"Aku sudah menyelidikinya. Hubungan mereka tidak terlalu dekat. Pemuda itu bahkan pernah di lukai oleh Huan ji, Tetua dari Sekte Teratai Es." Ucap Tetua Duo yang baru mendapatkan informasi.
__ADS_1
"Sekte Teratai Es..! Meskipun aku seorang Tuan Putri, Tetapi kekuatan dari sekte besar bisa mengguncang kerajaan. Bagaimanapun juga Aku tidak boleh menyinggung Tuan muda dan Nona muda dari Sekte Besar." Gumam Putri Han xua dalam hati.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Zhi rhen yang telah kembali ke penginapan kemudian bertemu dengan He Sin dan Tetua He ling.
"Saudara He, Tetua He..!" Ucap Zhi rhen menyapa mereka berdua.
"Tuan muda..!! Demi kebaikannya, sebaiknya anda memberitahunya." Ucap Tetua He dengan nada sinis.
"Saudara Zhi..! Saat ini, semua perwakilan dari sekte dan keluarga besar telah tiba. Bahkan ada beberapa sekte menengah yang ikut kemari. Aku harap, dalam 2 hari ini, saudara Zhi tetap di penginapan." Ucap He sin menjelaskan situasi di Kota awan.
"Saudara He tenang saja. Aku akan mengikuti semua arahan Saudara He dan Juga Tetua He." Ucap Zhi rhen meyakinkan.
"Baguslah...! Setidaknya kau tidak keras kepala." Ucap Tetua He ling.
Zhi rhen kemudian masuk kedalam ruangannya untuk beristirahat. Didalam ruangan, Zhi rhen hanya berfokus pada kultivasinya. Setelah waktu yang panjang, dia menyelesaikan latihannya di pagi hari.
"Aku harus segera bersiap-siap untuk turun dan sarapan." Gumam Zhi rhen dalam hati.
"Salam Saudara He dan Tetua He...!" Ucap Zhi rhen menyapa mereka berdua.
"Apa yang kau lakukan..! Tidak perlu terlalu formal kepada kami, duduklah..!" Ucap He sin menarik Zhi rhen untuk duduk.
"Tuan muda..! Aku mendapat kabar, bahwa utusan sekte langit, juga datang kemari." Ucap Tetua He.
Zhi rhen dan He sin yang mendengar informasi itu seketika sangat terkejut.
"Apa....! Maksudmu Nona muda Lan ling dari sekte langit." Ucap He sin dengan terkejut.
"Bukan..!! Dia hanya seorang murid yang kebetulan lewat. Saat ini di sedang menginap di kota awan. Hanya saja, aku takut akan ada yang mencoba memprovokasi sekte langit." Ucap Tetua He memberitahu pendapatnya.
"Sekte Langit..!! Walaupun aku bagian dari mereka. Tetapi, aku selalu memiliki impian untuk masuk ke sekte langit. Tetua He, ikutlah denganku...! Aku akan mencoba melindunginya selama di kota awan." Ucap He sin dengan bersemangat.
__ADS_1
Belum sempat mereka pergi, sudah terdengar berbagai keributan di sekitar meja mereka.
"Apa kau mendengarnya, murid dari sekte langit telah di hajar habis-habisan oleh Tuan muda Wan shen dari keluarga Wan." Ucap seseorang di samping meja Zhi rhen.
"Jika keluarga Wan bisa mengalahkan Sekte Langit. Maka mereka bisa membuat posisi mereka naik menjadi keluarga besar." Ucap seorang lainnya.
"Aku akan pergi melihatnya..! Ini akan menjadi hal besar yang akan terjadi sebelum pertemuan Junior." Balas orang itu.
Banyak dari mereka yang sudah pergi melihat perkelahian itu. Zhi rhen yang mendengar akan hal itu mengepalkan tangannya sangat erat. Dia kemudian juga ikut berdiri dan hendak untuk pergi.
"Saudara Zhi...! Tetaplah di penginapan. Aku takut akan ada kekacauan besar yang terjadi." Ucap He sin.
"Saudara He, aku hanya ingin melihat apa yang terjadi." Ucap Zhi rhen yang sadar akan tindakannya yang berlebihan.
"Sebaiknya kau mendengar Tuan muda. Masalah ini akan membuat sedikit kekacauan dan aku tidak bisa jika harus melindungi dua orang." Ucap Tetua He sambil berjalan keluar.
"Saudara Zhi..! Aku tahu kau pasti ingin melihat apa yang terjadi, seperti yang lainnya. Tetapi percayalah, aku meminta mu tetap di penginapan karena aku mengkhawatirkan keselamatanmu." Ucap He sin sambil memegang pundak Zhi rhen.
"Aku mengerti...! Aku akan tetap di penginapan.
Tetua He ling dan He sin kemudian bergegas ke tempat kejadian. Zhi rhen yang melihat kepergian mereka hanya menutup matanya.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Tuan muda Wan..! Mengapa kau melakukan ini. Kami sekte langit tidak pernah membuat masalah dengan kalian." Ucap murid dari sekte langit yang bernama Kai ji.
"Kita memang tidak memiliki dendam, Tetapi kau berani datang ke kota awan tanpa ada undangan dari pertemuan junior. Apa kau masih merasa, Sekte Langit sebagai salah satu sekte besar. Kau harus tahu, dimana posisi kalian sekarang berada." Ucap Tuan muda Wan shen sambil menendang Kai ji.
"Wan shen..! Apa yang kau lakukan...!!" Ucap He sin yang baru saja tiba.
Beberapa perwakilan dari seluruh Sekte Besar dan Keluarga Besar juga telah tiba. Tetapi tidak ada dari mereka yang mencoba melerai kejadian itu.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...