
"Sudah-sudah...! Kalian berdua bisa membicarakan hal itu nanti. Rhen'er, ku dengar kau akan tinggal bersama Saudari Lei ni. Apakah itu benar." Ucap Ketua Zhen.
"Benar Paman.. Untuk sementara, aku akan tinggal bersama Bibi Lei." Ucap Zhi rhen dengan jujur.
"Hufffttt....! Saudari Lei, taruhan kali ini kau yang memenangkannya." Ucap Ketua Zhen yang nampak sedih.
Zhi rhen dan Lan ling yang mendengar taruhan menjadi heran. Mereka berdua bahkan melirik beberapa Tetua yang menghela napas.
"Taruhan...! Maksud Paman apa...?" Tanya Zhi rhen.
"Biar Bibi jelaskan... Paman dan Bibimu mengadakan taruhan 100 Koin Emas. Siapun yang akan kau kunjungi pertama kali di Sekte Langit akan memenangkannya. Mereka semua bertaruh bahwa kau akan datang pertama kali di Taman belakang. Karena itu, mereka semua kalah dariku." Ucap Tetua Lei ni dengan bangga.
"Bagaimana bisa paman dan bibi menjadikanku taruhan." Ucap Zhi rhen.
"Hehehe...! Bukan hanya kau, mereka juga bahkan bertaruh untuk Zhi yuen.." Ucap Tetua Lei ni.
Zhi rhen dan Lan ling bahkan lebih terkejut lagi. Dia tidak mengira bahwa Zhi yuen yang paling bungsu bankan di jadikan taruhan.
"Baiklah...! Aku juga akan ikut bertaruh." Ucap Lan ling yang membuat semuanya kaget.
"Kau juga ingin bertaruh. Baiklah, 100 koin emas. Zhi yuen akan berjalan kemana pertama kali." Ucap Ketua Zhen.
"Rhen'er...! Bagaimana menurutmu. Kemana dia akan menuju pertama kali. Kakek, Nenek atau Bibi Lei. Anggap ini kompensasi karena kau menjebakku." Ucap Lan ling menatap Zhi rhen.
"Hufffttt....! Jika Aku ada disitu. Maka dia akan berjalan kearahku pertama kali. Tetapi jika aku tidak ada, Kemungkinan dia akan berjalan ke arah Bibi Lei." Ucap Zhi rhen menilai sifat dari Zhi yuen.
"Baiklah...! Aku akan bertaruh pada rhen'er.." Ucap Lan ling dengan penuh senyum.
Mereka semua kemudian sepakat dengan taruhan itu. Zhi rhen yang melihat mereka semua hanya menghela napas.
Setelah pertemuan itu berakhir, nampak terlihat Zhi rhen dan Lan ling yang berjalan bersamaan. Beberapa murid laki-laki yang melihat mereka menjadi kesal. Tetapi, tidak ada hal yang dapat mereka lakukan. Sebab, yang satu merupakan Keponakan dari Tetua dan satunya lagi merupakan Nona muda.
"Huffttt....." Terdengar Zhi rhen menghela napas.
"Itu adalah hukuman ringan setelah menjebakku." Ucap Lan ling kemudian yang melihat beberapa pria sedang menatap Zhi rhen.
"Kakak Lan, bukankah aku sudah menebusnya dengan taruhan itu." Ucap Zhi rhen tidak berdaya.
"Kau benar...! Lagipula aku juga hanya meminta agar kau mengantarku untuk pulang. Kurasa itu tidak sulit." Ucap Lan ling yang berpura-pura bodoh.
__ADS_1
"Baiklah...! Aku hanya dapat menerima nasibku." Ucap Zhi rhen yang sudah sampai ke Istana Alchemist.
"Rhen'er...! Jika Yuen'er datang dan menemuimu, aku bisa memahaminya. Tetapi kenapa kau berpikir, bahwa dia akan menemui Bibi Lei terlebih dahulu di banding Kakek dan Nenek." Ucap Lan ling dengan heran.
"Itu karena Guru setiap hari bercerita tentang Sekte Langit. Dan setiap kali dia bercerita, Bibi Lei pasti juga akan di ceritakan. Baik itu Sifat, Sikap, kesukaan atau apapun tentang Bibi Lei. Sehingga kami dapat dikatakan sudah sangat mengenal Bibi Lei sebelum bertemu dengannya." Ucap Zhi rhen dengan jujur.
"Begitu yah...! Aku mengerti sekarang. Sudahlah, aku hanya ingin kau kemari untuk memberikan ini." Ucap Lan ling sambil memberikan sebuah Pil.
"Ini seperti Pil Matahari milik Menara Bulan." Ucap Zhi rhen.
"Kau benar...! Aku mencoba membuatnya. Meski belum sempurna, kualitasnya sudah cukup baik untuk seseorang yang mengalami cidera. Gunakan itu jika terjadi kekacauan nanti." Ucap Lan ling yang mengkhawatirkan Zhi rhen.
"Terima kasih Kakak Lan. Kakak memang pantas berada di Istana Alchemist." Ucap Zhi rhen memuji Lan ling.
"Sudahlah...! Tidak perlu terlalu memujiku. Aku tahu kalau bakatmu lebih bagus dariku. Sekarang aku sangat sibuk untuk mengurus berbagai hal untuk penyambutan. Kau kembalilah beristirahat." Ucap Lan ling yang ingin mulai menyiapkan berbagai hal.
"Aku mengerti, aku akan kembali terlebih dahulu." Ucap Zhi rhen yang berjalan meninggalkan Istana Alchemist.
Zhi rhen kemudian kembali ke kediaman Tetua Lei. Beberapa murid dari Tetua Lei bahkan tak fokus dalam berlatih. Sekali-kali mereka melihat ke arah jendela Zhi rhen.
"Adik Zhi...! Apa kau sudah makan..? Aku membuat bekal yang sangat banyak. Kau boleh mencicipinya jika kau mau." Ucap seorang murid kepada Zhi rhen yang baru saja keluar.
"Kakak Hun Cuan... Aku baru saja makan, aku tidak kuat lagi jika harus menghabiskannya." Ucap Zhi rhen merasa tak berdaya.
"Kakak Lin nian.. Aku benar-benar tidak kuat lagi." Ucap Zhi rhen sekali lagi.
"Apa yang kalian lakukan. Cepat berlatih, ini bukan waktu istirahat." Ucap Tetua Lei ni yang baru saja pulang.
Beberapa murid perempuan kemudian kembali berlatih. Mereka semua sangat takut jika Tetua Lei ni menghukum mereka.
Zhi rhen yang melihat kepergian mereka menjadi lega. Meskipun dia sangat bosan, tetapi beberapa murid perempuan terlihat bahagia. Sehingga dia selalu mendapatkan makanan yang enak.
"Rhen'er...! Ini sudah hari kedua, besok saat Matahari terbit kau harus membuka Formasi ini. Tetapi jika bisa, kau tetap berada disini, agar tidak menimbulkan kecurigaan." Ucap Tetua Lei ni.
"Baik bi... Aku akan mendengar semua perkataan bibi." Ucap Zhi rhen kemudian.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Di luar Sekte Langit terlihat beberapa Perwakilan dari Keluarga Besar dan Sekte Besar sudah menyiapkan diri mereka.
__ADS_1
"Tetua He...! Apa kau tidak melihat saudaraku Zhi rhen. Dia berkata akan datang kemari, tetapi aku sama sekali belum melihatnya." Ucap He sin yang beberapa hari mencari keberadaan Zhi rhen.
"Tuan muda... Ini bukan saatnya memikirkan yang lain. Bagaiamanapun juga, kita harus bergegas ke Sekte Langit untuk menunjukkan penghormatan." Ucap Tetua He ling.
"Aku mengerti...! Kita pergi sekarang." Ucap He sin kemudian.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Shian'er, Chan'er...! Bersiaplah, sudah saatnya kita pergi ke Sekte Langit." Ucap Tetua Huan ji.
"Guru...! Bukankah ini terlalu cepat, masih 3 jam sebelum matahari terbit." Ucap Hao shian.
"Sekte Langit akan membuka diri ketika Matahari Terbit. Kita harus berada disana ketika mereka membuka Formasinya. Lagipula, itu juga merupakan suatu penghormatan untuk Sekte yang akan kita minta bantuannya." Ucap Tetua Huan ji."
Mereka bertiga juga kemudian berangkat ke depan Gerbang Sekte Langit. Saat mereka tiba, Mereka sangat terkejut, sebab semua perwakilan dari Sekte dan Keluarga menengah dan besar sudah berada disana.
"Ini....! Benar-benar sangat ramai. Beberapa kekuatan menengah dan besar sudah berkumpul disini hanya untuk melihat terbukanya sekte langit." Gumam Yu chan dalam hati.
"Guru..." Gumam Hao Shian pelan.
"Tidak apa-apa... Kita harus mencari tempat untuk menunggu." Gumam Tetua Huan ji pelan.
Mereka semua yang ada disana sedang melihat ke arah Formasi yang menutup Sekte Langit. Formasi yang sangat besar, yang tidak pernah mereka lihat kini berada di hadapan mereka. Terlihat Putri Kerajaan Han dan Kerajaan Tang bahkan terkejut melihat Formasi ini.
"Tetua Kui..." Gumam Putri Liu ni.
"Tidak ada satupun dari kita yang berkumpul disini yang bisa membuka atau menghancurkan Formasi ini." Ucap Tetua kui yang juga tidak percaya akan kekuatan Formasi yang ada di hadapan mereka.
Mereka semua yang mendengar perkataan Tetua kui menjadi sangat terkejut. Hal yang dapat mereka lakukan sekarang adalah menunggu hingga Matahari Terbit.
Setelah beberapa jam berlalu, terlihat sedikit cahaya kekuningan yang muncul dari Arah Timur. Seketika itu juga, tanah tempat mereka berada bergetar.
"Ini...! Sekte Langit akan membuka Formasinya." Ucap Tetua Duo Shen ( Raja Perang dari Kerajaan Han ).
Mereka semua kemudian melihat Formasi yang besar itu mulai hilang sedikit demi sedikit, hingga akhirnya benar-benar hilang. Dan Terlihat Seorang Gadis yang sangat cantik, dan di belakangnya terdapat seorang pria dan beberapa pelayan lainnya.
"Tuan muda dan Nona Muda, Putri Han dan Putri Liu, Serta beberapa Tetua Senior....! Aku Lan ling Nona muda Sekte Langit, menyambut kedatangan kalian di Sekte Langit." Ucap Lan ling dengan suara yang datar.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...