KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 60 Memasuki Medan Perang


__ADS_3

Kini beberapa Tetua dari beberapa perwakilan menjadi semangat. Sebab, jika mereka dapat melewati kondisi ini. Maka mereka dapat menjalin hubungan dengan Maha dewi Rubah.


Sementara pertarungan antara kelima leluhur dan Jendral Tulang Darah tetap berlangsung. Bahkan beberapa bangunan di Sekte Langit sudah mengalami kerusakan yang parah.


"Tampaknya sudah saatnya aku mengakhiri pertarungan ini." Ucap Jendral Tulang Darah.


Tiba-tiba saja, Aura gelap berputar pada setiap orang dari 3 keluarga besar. Mereka semua seketika mengalami kesakitan yang besar.


"Aaarrggghhh..... Jendral..!! Apa yang kau lakukan. Bukankah kami sepakat untuk menjadikan orang-orang itu sebagai persembahan." Ucap Leluhur Ma.


"Dasar bodoh...! Bagiku kalian tidak lebih dari alat untuk meningkatkan kekuatanku. Dan untuk mereka, tentu saja aku akan menjadikan sebagai persembahan juga." Ucap Jendral Tulang Darah.


"Boommm....!! Boommm....!! Boommm...!" Tiba-tiba terjadi ledakan pada tubuh setiap orang di 3 keluarga besar. Bahkan darah mereka telah menggenang di tanah bagaikan kolam darah. 3 Leluhur dari 3 keluarga besar juga tidak luput dari kehancuran.


Sekte Langit dan beberapa perwakilan menjadi sedikit waspada. Sebab kali ini lawan mereka hanya tinggal pria bertopeng itu.


"Segel Darah, Aktifkan...!" Teriak Jendral Tulang darah.


Seketika itu juga, darah yang menggenang di tanah menjadi seperti uap berwarna hitam dan masuk kedalam tubuh Jendral Tulang Darah. Tidak perduli, darah itu berasal dari 3 keluarga besar ataupun korban akibat peperangan ini. Semua darah itu, benar-benar seperti aliran energi yang mengalir ke dalam Tubuh Jendral Tulang Darah.


"Tidak baik...!! Lakukan serangan sebelum orang itu meningkatkan kekuatannya." Ucap Zhi yuen sembari menyerang dengan anak panahnya.


"Ohhh...!! Kau terlambat Maha Dewi Rubah." Ucap Jendral Tulang Darah yang telah keluar dari kepulan asap akibat serangan Zhi yuen.


Beberapa perwakilan menyadari kesalahan mereka yang tidak mengambil tindakan. Mereka semua hanya menatap pria bertopeng itu.


"Tetua Kui..." Ucap Putri Liu ni.


"Putri....! Aku tidak bisa melihat batasan kekuatan dari orang itu. Tampaknya Putri harus memikirkan cara untuk memanggil Master Liu bai kemari." Ucap Tetua Kui lin yang dapat di dengar semua orang.


"Master Liu bai....!! Apakah guru mengenalnya." Ucap Nona muda Yu chan pada gurunya.

__ADS_1


"Jika di kerajaan Han ada Zhu lian yang mencapai Tingkat Abadi. Maka di kerajaan Tang ada Master Liu bai yang juga sudah berada di Tingkat Abadi. Meskipun Master Liu bai belum mencapai Tahap Puncak, tetapi tidak ada seorang pun yang meragukan Kekuatannya." Ucap Tetua Huan ji.


"Aku memang memiliki Giok pemanggil..! Tetapi jarak antara Kakek dan Sekte Langit bukan sesuatu yang bisa di tempuh dalam beberapa jam." Ucap Putri Liu ni.


Zhi yuen kemudian mendekat ke Leluhur Sekte Langit.


"Yuen'er....! Lupakan formalitas untuk saat ini. Tetap fokus pada orang itu." Ucap Leluhur Ji tian.


"Aku mengerti Kek...!" Ucap Zhi yuen yang kemudian mengalihkan pandangannya kembali.


Terjadi keheningan beberapa saat hingga pria bertopeng itu melihat ke arah Zhi yuen.


"Maha Dewi Rubah...!! Aku tidak memiliki keinginan untuk bermusuhan dengan Klan Rubah Salju..! Jika kau menyingkir, Aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi di antar kita." Ucap Jendral Tulang Darah.


"Cih... Simpan omong kosongmu itu. Sejak dulu, sekarang dan sampai kapanpun, aku tetap saja murid dari Sekte Langit." Ucap Maha Dewi Rubah dengan teguh.


Tetapi berbeda dengan beberapa orang yang mendengarkan perkataan orang itu. Sebab di dataran rendah hanya ada kekuatan Keluarga, perguruan dan Sekte. Ini pertama kalinya mereka mendengarkan tentang Klan. Karena itu, beberapa perwakilan memikirkan bahwa Maha Dewi Rubah berasal dari dunia yang lebih tinggi dari mereka.


"Kalau begitu..! Jangan salahkan aku yang tidak memberimu kesempatan" Ucap Jendral Tulang Darah.


"Yuen'er...! kekuatan orang itu sudah meningkat. Aku takut saat ini kita bukan lagi lawannya." Ucap Leluhur Ji tian yang melihat sudah banyak korban berjatuhan.


"Aku tahu kek...!!" Ucap Zhi yuen sambil menutup matanya.


Leluhur Sekte Langit menjadi heran melihat Zhi yuen sedang fokus. Tiba-tiba saja Aura yang di miliki Zhi yuen meningkat dengan sangat drastis. Aura itu bahkan membuat Jendral Tulang Darah menghentikan serangannya. Tetapi meskipun begitu, sudah banyak korban yang berjatuhan. Bahkan Tuan muda dan Nona muda dari beberapa perwakilan sudah mengalami luka yang cukup serius.


"Tidak ingin bermusuhan dengan Klan Rubah Salju, bukan berarti aku takut dengan membuat konflik...! Kau seharusnya tahu hal itu dengan baik." Ucap Jendral Tulang Darah yang terus fokus pada Zhi yuen.


"Jendral...! Bukankah kau selalu ingin melihat kekuatan dari Panah ke 17...! Hari ini, aku akan memperlihatkannya kepadamu." Ucap Zhi yuen sambil membuka matanya.


Mata yang berwarna merah dan terdapat simbol di dahinya seperti nyala api. Membuat siapapun yang melihatnya menjadi kagum.

__ADS_1


"Tingkat Raja Tahap ke 7...! Aku takut..! Bahkan dengan kekuatanmu yang sekarang, tidak akan bisa mengalahkan ku." Ucap Jendral Tulang Darah.


"Dewi Shi Qi....!!! Hancurkan...!!!" Teriak Zhi yuen sembari melepaskan anak panah ke 17 miliknya.


Dewi Shi qi yang telah di lepaskan memiliki Aura yang mendominasi. Apapun yang di lewatinya menjadi hancur. Kekuatan dan Kecepatannya sangat besar yang membuat Jendral Tulang Darah tidak memiliki waktu untuk menghindar.


"Segel Raksasa Iblis.." Teriak Jendral Tulang Darah sembari membuat pertahanan mutlak.


"Boommmm.....!!!" Terdengar bunyi ledakan yang sangat besar, Saat Dewi Shi qi yang melesat menghancurkan pertahanan milik Jendral Tulang Darah.


Mereka semua yang ada disana berharap bahwa serangan Zhi yuen berhasil. Tetapi saat asap ledakan hilang tertiup angin. Nampak Jendral Tulang Darah dengan Topeng yang retak dan baju yang compang camping.


Terbukti bahwa serangan dari Zhi yuen cukup mampu membuat Jendral Tulang Darah menjadi terdesak.


"Bajingan....!!!" Teriak geram Jendral Tulang Darah saat menyadari kondisinya. Dia kemudian membuat bola energi yang memiliki Aura cukup gelap.


"Serangan Kegelapan Abadi...!" Teriak Jendral Tulang Darah yang berniat membunuh Zhi yuen.


Zhi yuen yang melihat serangan itu tiba-tiba jatuh berlutut. Tampak dari serangan dari Dewi Shi qi telah menghabiskan energinya.


"Yuen'er....!" Teriak Tetua Lei ni.


"Semuanya..! Gabung kekuatan kalian, lindungi yuen'er...!" Ucap Leluhur Ji tian dengan tegas yang membuat beberapa perwakilan menjadi refleks membantu.


Mereka semua kemudian berdiri di depan Zhi yuen. Dengan kekuatan tenaga dalam gabungan, mereka menahan kekuatan yang telah di lepaskan Jendral Tulang Darah.


Tetapi meskipun begitu, terlihat serangan kegelapan keabadian mengikis pertahanan yang mereka bentuk.


Tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat besar disaat pertahanan mereka hancur. Tetapi meskipun begitu energi kegelapan juga menghilang akibat ledakan tersebut. Debu yang mulai menghilang membuat pandangan mereka lebih jelas.


Di depan mereka terlihat senjata yang berasal dari Sekte Langit, Mo on ki il.

__ADS_1


Hanya ada kejutan besar di mata mereka semua, sebab sebagian dari mereka berpikir. Bahwa ini akhir dari hidup mereka.


"Gadis bodoh...! Mengapa tidak membunyikan lonceng di gelang mu." Suara seseorang yang tiba-tiba berada di belakang mereka semua.


__ADS_2