
Zhi rhen kemudian keluar dari ruangannya saat tengah malam. Di depan Gerbang Paviliun Damai tampak bintang-bintang yang menyinari malam. Zhi rhen kemudian berjalan ke depan gerbang, dan meletakkan sebuah batu roh yang cukup besar. Sebuah formasi kecil tercipta saat Zhi rhen menggerakkan telapak tangannya.
Zhi rhen kemudian menanam sebuah tanaman yang sangat langkah. Bintang-bintang yang bersinar di langit menambah keindahan tanaman itu. Sebab cahaya dari bintang-bintang di langit, dapat terlihat di setiap bagian tanaman itu.
"Meskipun kecil, formasi ini cukup mampu untuk menahan dingin dari tanaman ini. Bunga Teratai Es ini, akan menjadi sumber daya terbaik yang pernah ada di sekte langit." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Zhi rhen kemudian kembali ke ruangannya untuk beristirahat. Keesokan harinya, Tampak Wu hui yang begitu terpana melihat Bunga Teratai Es yang berada di depan Gerbang Paviliun Damai.
"Ini...!! Indah sekali. Apa Tuan Muda yang menanam tanaman ini." Gumam Wu hui dengan pelan.
"Wu hui.. apa yang kau lakukan?" Tanya Zhi rhen.
"Tuan muda.. Apa Tuan muda yang menanam tanaman ini? Mengapa ada pelangi di setiap kelopak bunganya?" Ucap Wu hui bertanya balik.
"Seperti biasa, kau selalu penasaran dengan apapun juga. Tanaman itu bernama Bunga Teratai Es, dan pelangi yang kau lihat itu, tidak lebih dari pantulan cahaya matahari." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
Wu hui yang mendengar penjelasan Zhi rhen menjadi lebih takjub. Sepanjang hari dia hanya terus memandangi Bunga Teratai Es.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Hari-hari demi hari terus berlalu. Berita tentang Lan ling juga telah menyebar ke seluruh penjuru, sehingga sedikit menggemparkan beberapa Sekte dan juga Keluarga Besar.
Zhi rhen yang berada di depan Gerbang, nampak berpikir sambil melihat Bunga Teratai Es.
"Sudah 3 Bulan aku berada di Sekte Langit. Tampaknya sudah waktunya bagiku untuk kembali ke dunia luar." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Zhi rhen kemudian menutup matanya dan tetap berfokus pada tenaga dalamnya. Meski hanya terlihat diam, dia sedang fokus pada Tehnik Matanya.
💧💧💧💧💧💧💧💧
"Di belakang sekte langit, terdapat 5 orang yang sedang fokus meditasi di tempat yang berbeda.
"Kakek...! Nenek...! Bagaimana keadaan kalian." Terdengar sebuah suara di hati mereka.
"Rhen'er...!! Ucap mereka bersama-sama dan menghentikan meditasi mereka.
"Iya.. Maafkan aku yang telah mengganggu latihan kakek dan nenek." Ucap Zhi rhen kembali.
__ADS_1
"Bagaimana bisa..! Bukankah saat ini kau berbicara lewat telepati yang hanya dapat dilakukan oleh tehnik mata dewa." Ucap Ji tian.
"Benar apa yang kakek katakan. Tetapi bukan itu yang terpenting. Aku akan pergi meninggalkan sekte langit. Tetapi sebelum itu, aku akan menceritakan beberapa hal yang terjadi di sekte langit dan di dunia luar." Ucap Zhi rhen kembali.
Zhi rhen kemudian menceritakan segala sesuatu yang terjadi di sekte langit. Baik itu tentang Lan ling, Paviliun Damai, Istana Alchemist dan beberapa tanaman langka miliknya. Setelah itu, dia kemudian menceritakan tentang kekuatan Sekte Iblis Darah, dan beberapa sekte hitam yang akan membuat kekacauan yang sangat besar.
"Rupanya begitu...! tidak pernah ku sangka, dalam pengasingan kami. Sudah banyak hal yang begitu cepat terjadi." Ucap Cia sin dengan datar.
"Nak...!! Untuk Sekte Langit. Apapun keputusan yang kau buat, kami akan selalu mendukungnya. Kami percaya akan setiap tindakan yang akan kau lakukan. Tetapi, kau juga harus berhati-hati di luar sana." Ucap Ji tian menasihati Zhi rhen.
"Aku mengerti dan akan selalu mengingat nasihat Kakek dan Nenek. Aku harap, saat keluar nanti. Kekuatan kakek dan nenek sudah meningkat jauh. Aku pamit, Kakek.... Nenek...." Ucap Zhi rhen kemudian dan kembali ke kesadaran jiwanya.
"Luar biasa....!! Bahkan Zhu lian yang sudah berada di puncaknya belum bisa menggunakan Tehnik ini." Gumam Ji tian dengan pelan.
"Anak ini selalu saja mengejutkan kita dengan kemampuannya. Jika seseorang tidak memiliki Roh Spritual yang sangat kuat. Bahkan jika dia sudah berada di tingkat dewa sekalipun, dia tidak akan bisa menggunakan Tehnik ini." Ucap Gen huo yang juga begitu kagum dengan kemampuan Zhi rhen.
"Tentang anak ini, aku sudah tidak dapat berkata apa-apa. Tetapi, aku justru lebih penasaran dengan adiknya Zhi yuen." Ucap Cia sin yang penasaran.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Zhi rhen kemudian membuka matanya dan menatap kembali Bunga Teratai Es miliknya.
"Aku tahu kau akan berhasil. Suatu saat nanti, kau juga akan memiliki kekuatan yang lebih tinggi lagi. Sekarang, ikut aku menemui Bibi Lei." Ucap Zhi rhen sambil mengusap kepala Wu hui.
Mereka berdua kemudian berjalan ke arah kediaman Tetua Lei. Wu hui yang berjalan di belakang terlihat malu. Dia hanya terus memandangi belakang Zhi rhen.
"Wu hui...!" Ucap beberapa pelayan yang melihat Wu hui berjalan di belakang seorang pemuda yang sangat tampan.
Bahkan beberapa murid perempuan, yang berada di bawah pengajaran Tetua Lei, menghentikan latihan mereka. Mereka semua memandangi Zhi rhen dan sangat kagum akan ketampanannya.
"Zhi rhen memberi salam pada Bibi." Ucap Zhi rhen yang melihat Lei ni sedang berjalan keluar.
"Rhen'er... Sudah sangat lama kau berada di sekte langit. Tapi ini pertama kalinya kau mengunjungi bibi." Ucap Lei ni sambil mengusap kepala Zhi rhen.
"Maafkan aku bi. Aku datang karena ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengan bibi." Ucap Zhi rhen kemudian.
"Baiklah.! Ayo masuk ke kediaman bibi." Ucap Lei ni yang mengajak mereka masuk.
__ADS_1
"Ayo Wu hui." Ucap Zhi rhen sambil memanggil Wu hui.
"Iya" Gumam Wu hui pelan sambil ikut masuk ke dalam.
Mereka kemudian masuk ke dalam. Beberapa murid yang melihat mereka menjadi penasaran.
"Bibi...!! Apa dia keponakan Guru Lei. Ini pertama kali aku melihatnya." Ucap Seorang murid.
"Benar... Pemuda itu sangat tampan. Aku akan menyetujuinya jika Guru Lei menjodohkan ku." Ucap seorang lainnya.
"Apa kau bodoh.! Guru Lei tidak mungkin menjodohkannya dengan mu. Oh iya, bukankah yang di sebelahnya Wu hui." Ucap seorang yang lain.
"Benar, itu Wu hui. Tampaknya pemuda itu berpikir kalau Wu hui masih pelayan Guru Lei." Ucap murid lainnya.
Sedangkan di dalam ruangan kediaman Tetua Lei, terlihat Wu hui yang sedang menyeduh teh untuk Zhi rhen dan Tetua Lei.
"Kau juga duduklah Wu hui." Ucap Zhi rhen.
"Baik Tuan muda." Ucap Wu hui yang duduk di belakang Zhi rhen.
"Rhen'er.. hal apa yang ingin kau bicarakan pada bibi." Ucap Tetua Lei.
"Itu.. Sebenarnya lebih ke meminta sesuatu. Aku ingin meminta 1 buah cincin penyimpanan. Dan untuk hal yang ingin ku bicarakan, itu..? Sebenarnya aku ingin pamit kepada bibi, karena aku akan pergi kembali bibi." Ucap Zhi rhen menjelaskan maksud kedatangannya.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Bonus Chapter untuk yang sudah Vote dan ngasih hadiah hari ini.
1. Tenang Prasetyo
2. Tsar daguar.
3. Hamdan nst
TERIMA KASIH.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...