KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 34 Meninggalkan Sekte Langit


__ADS_3

"Pergi..! Rupanya hari ini akhirnya tiba." Ucap Tetua Lei yang terlihat sedih.


"Bibi..." Gumam Zhi rhen


"Tidak apa-apa rhen'er, lagi pula bibi sudah tahu, hari ini pasti akan datang. Ini Cincin penyimpanan yang kau minta." Ucap Tetua Lei sambil memberikan cincin penyimpanan.


"Terima kasih Bi..! Bisakah bibi meminjamkan cincin penyimpanan yang bibi kenakan." Ucap Zhi rhen sambil melihat jari Tetua Lei.


"Bukankah bibi sudah memberikan mu cincin penyimpanan." Ucap Tetua Lei yang merasa heran.


"Berikan saja bi..! Ada yang ingin ku berikan untuk bibi." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.


Tetua Lei ni kemudian melepaskan cincin yang dia kenakan, dan memberikannya pada Zhi rhen.


"Baiklah...! Bibi dan Wu hui tunggu aku sebentaran." Ucap Zhi rhen sambil merobek ruang hampa dan pergi dari ruangan itu.


Tetua Lei dan Wu hui merasa heran akan kepergian Zhi rhen. Mereka sama sekali tidak bisa memperkirakan, tindakan apa yang akan dilakukan Zhi rhen. Beberapa menit kemudian, Zhi rhen kembali keruangan itu melalui ruang hampa.


"Aku kembali bi...! Ini cincin penyimpanan milik bibi. Oh iya, didalamnya sudah aku berikan sumber daya untuk latihan paman dan bibi. Ada juga beberapa sumber daya untuk kakak Lan dan beberapa buku Alchemist. Aku harap dapat berguna bagi kalian semua." Ucap Zhi rhen sambil mengembalikan cincin penyimpanan milik Tetua Lei.


Tetua Lei yang melihat isi dari cincin penyimpanan menjadi sangat terkejut. Sebab di dalam cincin itu, ada beberapa daging binatang buas dan juga Inti kristal binatang iblis Tingkat Langit.


"Rhen'er...!! Ini..?" Ucap Tetua Lei dengan wajah terkejut.


"Bibi... Semua sumber daya itu dapat menunjang latihan kalian untuk kedepannya. Aku harap, dengan sumber daya itu, kalian dapat meningkatkan kemampuan sekte langit." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.


"Baiklah Rhen'er...! Dengan adanya sumber daya ini. Kemampuan sekte langit akan meningkat dengan drastis." Ucap Tetua Lei dengan yakin.


"Baiklah bi.. Aku pergi dulu, jaga diri bibi dengan baik." Ucap Zhi rhen yang merobek ruang hampa dan pergi kembali ke Paviliun Damai.


"Kau juga nak..!! Jaga dirimu dengan baik." Gumam Tetua Lei.


Zhi rhen dan Wu hui kemudian keluar dari ruang hampa tepat di kediaman paviliun damai. Dapat terlihat raut wajah sedih di mata Wu hui.


"Tuan muda.. Tidak bisakah kau mengajakku untuk pergi bersama. Aku pasti akan melayani mu dengan lebih baik lagi." Ucap Wu hui yang terlihat sedih.

__ADS_1


"Wu hui...! Perjalanan yang akan aku lalui akan penuh dengan bahaya. Dengan tingkatan mu saat ini, lebih baik kau tetap berada di sekte langit. Ini cincin penyimpanan untukmu, didalamnya sudah ku isi dengan sumber daya untuk latihan mu kedepannya. Dan ingat, berlatihlah sesuai dengan catatan yang sudah ku buatkan untukmu." Ucap Zhi rhen sambil memberikan Cincin penyimpanan yang dia minta dari Tetua Lei.


"Hiks.. baik Tuan muda..! Aku akan melakukan semua hal yang anda minta. Hiks... hiks...!" Ucap Wu hui dengan terisak sedih.


"Wuussss" Sebuah Dimensi Ruang Hampa kemudian tercipta.


"Ingatlah pesanku untukmu.. Berlatihlah dengan giat. Dan jaga Bunga Teratai Es untukku, sebab dia sangat penting bagiku." Ucap Zhi rhen sambil mengusap kepala Wu hui.


"Aku pergi Wu hui." Ucap Zhi rhen yang masuk ke Ruang hampa.


"Sampai jumpa Tuan muda...! Aku akan selalu menunggumu kembali." Gumam Wu hui dalam hati.


Beberapa orang di sekte langit tetap terlihat menjalankan aktifitas mereka seperti biasa. Para murid sedang berlatih di lapangan, Lan ling sedang merawat beberapa tanaman dan Beberapa Tetua yang sedang minum bersama-sama. Tiba-tiba saja di gemparkan oleh suara dengan kekuatan jiwa yang memenuhi sekte langit.


"Kakek, Nenek, Paman, Bibi dan Kakak Lan. Aku mohon untuk menjaga Wu hui...!! Aku pamit.."


"Rhen'er...!! Rhen...!! Itu suara rhen'er." Ucap beberapa Tetua.


"Benar... Itu suaranya. Apa dia sudah pergi meninggalkan Sekte Langit." Ucap Tetua Cin lin.


Beberapa orang yang mendengar suara itu bertanya-tanya. Sebab mereka tidak tahu, bahwa ada orang dengan kekuatan jiwa yang sangat tinggi meminta pada keluarganya untuk menjaga Wu hui.


"Tuan Muda....!! Terima kasih banyak..!!" Gumam Wu hui sambil berlutut di Paviliun Damai.


Zhi rhen yang sudah berada di luar sekte langit kemudian pergi dengan cepat. Walaupun waktu sebentar lagi akan malam, dia tetap memasuki hutan untuk mempercepat gerakannya.


"Akhirnya malam juga, sebaiknya aku istirahat di sini saja." Ucap Zhi rhen yang melompat ke atas pohon.


"Teng... Teng..."


Zhi rhen yang sedang tertidur mendengar suara pedang yang berbenturan.


"Tuan muda Ma jin...! Mengapa kau menyerang kami. Antara keluargamu dan keluargaku sama sekali tidak memiliki dendam." Ucap seseorang yang terlihat terluka akibat sayatan pedang.


"He sin...! Kau seorang Tuan muda keluarga besar, tetapi tidak tahu apa yang ku inginkan." Ucap Tuan muda Ma jin ( Keluarga besar No.5)

__ADS_1


"Cih.. Aku yang mendapatkan tanaman ini pertama kali. mengapa kau seakan-akan ingin merampokku." Ucap Tuan muda He sin ( Keluarga besar No.7)


"Kau seharusnya beruntung, aku yang kesini. Jika saja kakakku yang datang, akibatnya akan lebih fatal dari ini." Ucap Tuan muda Ma jin.


Tidak ada perkataan apapun yang keluar dari mulut He sin. Sebab dia tahu betul, apa yang dikatakan Ma jin bukanlah omong kosong belaka.


"Jika kau memberikan Rumput Giok padaku, maka masalah ini akan selesai sampai disini. Jika tidak..!! Kau mungkin tidak dapat menanggung konsekuensinya." Ucap Ma jin dengan senyum mengerikan.


"Ambillah.. dan cepat tinggalkan aku." Ucap He sin sambil memberikan tanaman yang telah dia dapatkan.


Ma jin yang mendapatkan tanaman itu menjadi sangat senang. Dia tidak pernah menyangka, bahwa suatu saat dia akan meminta sumber daya pada orang lain.


"He sin...!! Terima kasih banyak untuk tanaman ini. Aku harap kau akan baik-baik saja." Ucap Ma jin yang meninggalkan He sin di dalam hutan sendirian.


"Dasar Bodoh." Gumam Zhi rhen dalam hati.


He sin yang melihat kepergian Ma jin dan teman-temannya menjadi lega. Tetapi belum sempat dia menstabilkan posisinya. Dia langsing batuk dan mengeluarkan darah berwarna hitam.


"Ma jin...! Dasar tidak tahu malu. Dengan jumlah mu yang banyak, kau bahkan masih menggunakan racun untuk mengalahkan ku. Jika aku dapat hidup, akan ku balas hutang ini beserta bunganya." Ucap He sin yang terjatuh tidak sadarkan diri.


"Cih... Bikin orang lain susah saja." Ucap Zhi rhen yang sudah turun dari atas pohon.


Zhi rhen kemudian berjalan ke arah He sin dan melihat kondisinya. Kondisi jantung yang berdetak dengan cepat, dan darah yang berubah menjadi warna hitam. Merupakan Efek samping dari Racun Ular Bumi.


"Racun ular bumi...! Jika tidak segera di tangani, Maka dia akan mati dengan tubuh membusuk." Gumam Zhi rhen dalam hati yang telah melihat kondisi He sin.


Zhi rhen kemudian membawa He sin ke bawah pohon yang sangat besar. Setelah itu, Zhi rhen mengeluarkan Tenaga dalam, dan dialirkan ke dalam Tubuh He Sin. Sontak saja semua racun itu keluar dari muntahan He sin.


"Cih...!! Tampaknya ini suatu keberuntungan untukmu, sehingga dapat bertemu denganku. Jika tidak, nyawamu mungkin akan melayang di hutan ini." Ucap Zhi rhen perlahan sambil menatap He sin yang tidak sadarkan diri.


💧💧💧💧💧💧💧💧


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........


...TERIMA KASIH...

__ADS_1


__ADS_2