KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 31 Lan Ling


__ADS_3

Tetua Lei kemudian pergi memberitahukan kepada Ketua Zhen agar di berikan izin untuk mengadakan pertemuan.


Tampak beberapa Tetua yang penasaran akan pembahasan di pertemuan kali ini. Di Aula pertemuan itu sendiri, Ketua dan Para Tetua juga sudah mulai berkumpul.


"Tetua Lei..! Kau yang mengadakan pertemuan ini. Jadi, kami akan mendengar apa yang ingin kau sampaikan." Ucap Ketua Zhen.


"Terima kasih atas kehadiran Ketua dan Para Tetua. Aku tidak akan sungkan ataupun bersikap formal karena kita semua sudah seperti saudara. Tujuan ku kali ini mengadakan pertemuan tidak lain karena ingin menjadikan Lan ling sebagai Nona muda dari sekte langit juga." Ucap Tetua Lei yang membuat semua yang hadir terkejut.


"Tetua Lei...!!" Teriak beberapa Tetua secara bersamaan.


Terjadi beberapa kegemparan di ruangan itu. Mereka semua sangat terkejut dengan usul yang di berikan oleh Tetua Lei. Bukan mereka semua tidak ingin, tetapi mereka tidak memiliki hak untuk itu.


"Tenanglah...! Tidak perlu ribut, untuk masalah ini. Bukankah Tetua Lei harus menjelaskan pemikirannya terlebih dahulu." Ucap Ketua Zhen.


"Tetua Lei... Bukan aku tidak setuju dengan usul yang kau berikan. Tetapi, kau pasti sangat tahu peraturan di sekte kita." Ucap Tetua Pertama Zhao Liang.


"Dari kecil, Lan ling sudah menjadi bagian dari sekte langit. Kalian semua pasti sudah mengenalnya dengan baik. Dan aku yakin, tidak ada satupun dari kalian yang ingin menyakitinya." Ucap Tetua Lei dengan wajah yang sedih.


Begitu perkataan Tetua Lei selesai. Tampak beberapa menit keheningan terjadi. Mereka semua terlihat sedih dan nampak sedang memikul beban berat di hati mereka.


"Tetua Lei.. Bukan kami tidak setuju akan hal itu. Tetapi kami tidak memiliki hak untuk keputusan itu." Ucap Ketua Zhen memecah keheningan.


"Aku percaya padanya, seperti aku selalu percaya kepada sahabatku Zhu lian. Sebenarnya usul ini diberikan olehnya. Dia berkata, bahwa Lan ling sudah memenuhi semua tanggung jawabnya. Bukankah Sekte Langit juga harus memberikan haknya." Ucap Tetua Lei.


"Jangan-jangan... Usul ini.." Ucap Tetua Luo yi yang terpotong.


"Benar... Usul ini berasal darinya. Rhen'er dan Yuen'er mungkin memiliki takdir yang lebih besar dari Zhu lian. Suatu saat, mereka berdua pasti akan melangkah lebih jauh lagi. Karena itu, aku juga setuju untuk menjadikan Lan ling sebagai Nona muda pertama dari sekte langit." Ucap Tetua Lei dengan penuh keyakinan.


Nampak beberapa Tetua yang memikirkan keputusannya. Sebab ini adalah keputusan yang pasti akan mengguncang dunia luar.


"Jika Leluhur menjadi bahan pertimbangan anda semua. Maka aku yakin, Leluhur dapat memahami keputusan ini.? Tetapi jika hal itu belum membuat kalian yakin. Maka kalian boleh ikut dengan ku ke Istana Alchemist, untuk melihat beberapa pertunjukkan." Ucap Tetua Lei ni dengan senyuman.


"Tetua Lei, ini..." Ucap Tetua Lao lu yang terpotong. Bahkan terlihat senyuman di beberapa wajah Tetua lainya.

__ADS_1


Mereka semua kemudian pergi meninggalkan Aula pertemuan. Tampak diantara mereka yang sudah membuat keputusan di hatinya.


💧💧💧💧💧💧💧💧


"Wu hui... Apa ini Istana Alchemist?" Tanya Zhi rhen


"Tuan muda benar.. Lihatlah, ada beberapa tanaman herbal yang di tanam di taman itu." Ucap Wu hui sambil menunjuk beberapa tanaman herbal yang cukup baik.


"Rumput penyejuk jiwa.. Tampaknya tanaman itu cukup baik jika di buat Teh." Ucap Zhi rhen.


"Tuan muda.. Apa tidak sebaiknya kita kembali. Kondisi anda saat ini belum pulih seutuhnya. Aku takut terjadi apa-apa pada Tuan muda." Ucap Wu hui yang merasa khawatir.


Zhi rhen tidak menjawab perkataan dari Wu hui. Dia hanya berjalan ke arah rumput itu.


"Berhenti di sana...!!" Ucap seorang gadis cantik yang baru saja datang.


"Akhirnya datang juga." Gumam Zhi rhen dalam hati.


"Aku memiliki sebuah Ginseng Angin berumur 150 tahun. Aku datang kemari untuk menukarnya dengan sedikit Rumput Penyejuk Jiwa." Ucap Zhi rhen yang langsung membuat pernyataannya.


"Wu hui... Perlihatkan Ginseng Anginnya." Ucap Zhi rhen memberi arahan pada Wu hui. Dia bahkan tidak menjawab pertanyaan Lan ling.


Wu hui yang mendapat arahan Zhi rhen segera mengeluarkan Ginseng Anginnya yang terakhir. Lan ling yang melihat ginseng angin di tangan Wu hui, mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Dari pakaianmu, kau seorang pelayan dari sekte langit. Ginseng Angin hanya dimiliki oleh Leluhur pertama Sekte Langit. Katakan padaku, bagaimana kalian bisa memilikinya?" Tanya Lan ling yang mulai mengeluarkan kekuatan Tingkat Bumi tahap ke 6.


"Menurutmu..? dari mana kami mendapatkannya." Ucap Zhi rhen dengan senyuman aneh. Dia bahkan langsung menjawab sebelum Wu hui menjawab pertanyaan Lan ling.


"Kalian." Ucap Lan ling yang langsung menyerang.


Lan ling yang tidak bisa menahan emosinya seketika menjadi marah. Serangan demi serangan di arahkan kepada Zhi rhen. Namun Zhi rhen sama sekali tidak merasakan niat membunuh darinya.


"Apa yang kau lakukan, bukankah aku akan memberikan Ginseng Angin itu padamu. Kenapa kau menjadi marah?" Ucap Zhi rhen sambil bertanya.

__ADS_1


Meskipun Zhi rhen saat ini dalam keadaan yang belum pulih. Tetapi untuk menghindari setiap serangan Lan ling, dia masih cukup mampu.


"Kau mencurinya, dan kau bertanya kenapa aku marah...!!" Bentak Lan ling yang terus menyerang.


Wu hui yang melihat pertengkaran itu semakin khawatir. Dia bahkan tidak tahu hal apa yang harus di lakukan saat ini.


"Bahkan saat emosi, dia bisa menahan niat membunuhnya. Tampaknya dia benar-benar perduli dengan sekte langit." Gumam Zhi rhen dalam hati sambil terus bergerak menghindari serangan Lan ling.


"Tuan muda... Bagaimana mungkin, Tingkat kultivasinya yang berada di Tingkat Fana ke 5 bisa terus bertahan melawan Tingkat Bumi tahap ke 6." Gumam Wu hui dalam hati.


Bukan hanya Wu hui yang merasa aneh. Bahkan Lan ling yang terus menyerang Zhi rhen juga merasa aneh.


Yang tidak mereka ketahui. Saat Zhi rhen menghindar dan menangkis beberapa serangan, dia sudah menaikkan Tingkatannya. Walau hanya beberapa detik, tetapi hal itu bisa membuat dia terus merahasiakan kekuatannya.


"Seperti dugaan ku, ini bukanlah Mata Dewa. Mata batin ini dapat membuatku lebih sempurna dalam mengontrol setiap kekuatanku. Aku bahkan dapat memperkirakan setiap gerakannya." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Di saat Zhi rhen sedang melamun untuk memikirkan tehnik lainnya. Dia sudah terkena Tapak Penghancur Raga milik Lan ling. Zhi rhen kemudian terdorong ke belakang beberapa meter.


"Tuan muda...!!" Ucap Wu hui yang terlihat khawatir.


"Tuan muda...?" Gumam Lan ling yang terkejut dengan panggilan yang di lakukan Lan ling.


Lan ling melihat ke beberapa atap bangunan. Terkejut dan gemetar, saat dia menyadari bahwa pertarungan tadi, telah disaksikan oleh Ketua dan Para Tetua Sekte Langit.


"Ini...? Jangan-jangan..?" Gumam Lan ling yang mulai menyadari keadaan saat ini.


Sebagai murid jenius dan juga sangat cerdas. Tentu sangat mudah bagi Lan ling untuk memahami situasi saat ini. Apalagi dengan kata Tuan Muda, dan juga kehadiran Ketua dan semua Tetua.


"Lan ling memberi salam pada Tuan muda." Ucap Lan ling sambil menundukkan kepalanya. Sebab dia merasa bersalah akan serangan barusan.


Terjadi keheningan seketika saat Lan ling memberi salam. Ketua dan Para Tetua bahkan tak tahu harus berkata apa.


"Zhi rhen memberi salam kepada Kakak Lan." Ucap Zhi rhen dengan hormat serta memecah keheningan itu.

__ADS_1


"Wu hui... Pelayan Paviliun Damai, memberi hormat pada Nona Muda Pertama." Ucap Wu hui sambil berlutut.


__ADS_2