
Spesial chapter untuk yang sudah berikan Vote Dan Hadiah :
1. Ambo Jie
2. Daguar
3. Jeki
4. ReNa F T
5. Ailen Frost
6. Dimas Adrian
7. Heri-Heri
8. Yance Malakauseya
9. EdiPujianto Yanto
10. Ramli Pantolay
11. Waode Noniasi
12. Takdir
13. Muh Fajri Ahmad
Terima kasih untuk Vote, Hadiah, Like dan Comment. Untuk Spesial Chap. berikutnya, di Update besok yah kak.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Zhi rhen yang berjalan di Taman Belakang Sekte Langit terlihat bingung. Dia nampak sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Dia yang tidak fokus seketika merasa bahaya.
Sebuah kilauan pedang dengan sangat cepat di arahkan padanya. Dia kemudian memutar tubuhnya kesamping. Belum sempat dia menghindari serangan itu, serangan lain telah datang kepadanya.
Dia kemudian mulai melawan orang yang menyerangnya. Tetapi belum sempat dia melakukan serangan, terdapat serangan lain yang lebih kuat dari arah lain. Zhi rhen bahkan harus menaikkan kekuatannya ke Tingkat Raja untuk mengindari setiap serangan yang datang.
"Nak...! Gunakan ini.." Ucap Seorang Wanita tua yang memberikan sebuah pedang padanya.
Zhi rhen kemudian kembali menyerang mengunakan pedang yang di berikan oleh wanita itu. Kekuatan dan Kecepatannya meningkat drastis.
__ADS_1
"Kring.. Kring... Kring...! Kring...!" Terdengar suara pedang yang sedang berbenturan. Dapat terlihat di hadapan Zhi rhen ada 4 Orang yang sedang menyerangnya dan seorang wanita yang hanya diam menyaksikan.
"Kali ini tidak akan sama seperti saat itu. Jantung Pedang Menusuk Langit." Ucap seseorang yang menyerangnya, yakni Leluhur Gen huo.
"Adik... Serangan itu akan langsung mengalahkannya jika Lei ni yang menggunakannya, bukan dirimu. Biarkan jurusku yang mengalahkannya. Pedang Langit Memotong Lautan." Ucap Seorang lainnya, yakni Leluhur Bai li.
Zhi rhen yang melihat kedua serangan yang di arahkan padanya segera menghindar. Dia bahkan mengembalikan kedua serangan tersebut dengan serangan yang sama.
"Apa kalian bodoh...! Lihat kemajuan jurus pedang ku. Pedang Mengguncang Bumi." Ucap orang yang lain dari arah yang berbeda, yakni Leluhur Zhang De.
Tetapi dengan mudah, Zhi rhen mengembalikan serangan itu dengan jurus yang sama. Dia bahkan lebih baik dalam menggunakan beberapa jurus itu.
"Cih...! Jangan sampai anak nakal ini mempermainkan kita lagi. Jika dia dapat menggunakan jurus yang sama. Mari kita serang dia dengan jurus yang berbeda-beda. Aku ingin lihat, apa dia bisa menggunakan jurus yang sama pada saat bersamaan." Ucap orang yang memimpin serangan sejak semula, yakni Leluhur Ji tian, Leluhur pertama Sekte Langit.
Mereka berempat kemudian menyerang secara bersama-sama dengan jurus yang berbeda. Serangan yang begitu cepat hingga tak terlihat. Siapapun yang berada pada posisi Zhi rhen pasti akan sangat kewalahan menerima jurus ini.
"Hei...! Kalian bisa menyakitinya jika seperti itu." Ucap Wanita yang dari tadi hanya menyaksikan serangan itu.
Wanita itu tidak lain juga merupakan seorang Leluhur Sekte Langit, Yakni Leluhur Cia sin. Tetapi, berselang beberapa menit dari perkataan Leluhur Cia sin. Terjadi hal yang tidak akan pernah mereka sangka. Ke empat pedang yang ada di tangan mereka terlepas dan jatuh ke tanah.
"Tidak mungkin...! Jurus ini...! Jurus ini...! Hahaha... Dia memang pantas sebagai Pewaris Sekte Langit." Ucap Leluhur Ji tian sambil tertawa.
Bahkan Leluhur Cia sin yang sejak tadi hanya menyaksikan menjadi sangat terkejut. Sebab, sudah ribuan tahun semenjak jurus itu berada di Sekte Langit. Tetapi tidak satu orang pun yang dapat menggunakannya. Bahkan Zhu lian hanya menguasai beberapa bagian dari Jurus itu.
"Zhi rhen memberi hormat pada Kakek dan Nenek." Ucap Zhi rhen sambil berlutut.
"Bangunlah nak...! Tarian Pedang Langit, sejak kapan kau menguasainya.?" Ucap Leluhur Ji tian sambil bertanya.
"Itu...! Aku sudah menguasainya sejak berada di Hutan Iblis. Guru sejak awal hanya terus memprioritaskan untuk mengajarkan jurus ini padaku. Hanya saja, aku belum pernah menggunakannya sekalipun." Ucap Zhi rhen dengan jujur.
"Maksudmu Zhu lian yang mengajarimu. Tarian Pedang Langit di ciptakan oleh pendiri Sekte Langit, Tian san. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang bisa mewarisinya. Yang ku tahu, Gurumu Zhu lian juga baru memahami sebagian kecil dari jurus ini." Ucap Leluhur Zhang de.
"Kakek salah...! Guruku bahkan dapat menggunakannya lebih baik dariku. Semua pemahaman pedang di ajarkan olehnya." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
"Rupanya begitu...! Bahkan saat pergi sekalipun, dia masih menyimpan beberapa rahasia. Sudahlah...! Bagaimana kabarmu selama ini, mengapa kau tidak membawa adikmu untuk pulang." Ucap Leluhur Cia sin.
"Nenek tenang saja, dia pasti akan kembali saat Sekte Langit membuka diri. Oh iya, Bagaimana dengan Latihan Kakek dan Nenek..? Ucap Zhi rhen sambil bertanya.
" Huffttt....! Seperti yang kau lihat. Meskipun setiap hari kami berlatih dengan sangat keras. Tetapi tubuh kami belum cukup siap untuk menerobos ke Tingkat Abadi." Ucap Leluhur Ji tian dengan sedih. Beberapa Leluhur yang lain juga terlihat sama.
"Kakek dan Nenek tidak perlu sedih. Bagaimanapun juga, suatu saat kakek dan nenek akan berhasil menerobosnya." Ucap Zhi rhen menghibur mereka.
__ADS_1
"Kau benar nak... Kami juga akan berusaha lebih keras lagi. 3 Hari lagi Sekte Langit akan membuka diri. Aku sudah memberitahukan pada semua paman dan bibimu. Jika terjadi suatu hal yang membutuhkan keputusan kami. Maka kau yang akan mengurusnya." Ucap Leluhur Ji tian dengan senyuman.
"Tapi...! Bagaimana itu mungkin.." Ucap Zhi rhen yang ingin menolak.
"Sudahlah, kami akan melanjutkan latihan kami. Pergilah untuk bantu paman dan bibimu itu untuk mengurus segalanya." Ucap leluhur Bai li yang ingin melanjutkan latihannya.
"Baiklah...! Aku mengerti, Jika kakek dan nenek butuh bantuanku. Jangan ragu untuk memanggilku, untuk sementara aku akan tinggal di Kediaman Bibi Lei." Ucap Zhi rhen yang kemudian melangkah pergi.
"Ohhh.... Apa dia sengaja tinggal disana, karena gadis itu akan kesana." Gumam Leluhur Cia sin dengan pelan, tetapi dapat di dengar oleh Zhi rhen.
Zhi rhen yang mendengar ucapan orang-orang tua di sekte langit segera menghindar. Dia bahkan sangat heran, kenapa informasi itu dapat di ketahui oleh semua orang di Sekte Langit.
Dia yang baru saja keluar dari Taman Belakang bertemu dengan Leluhur Lei ni yang hendak mengikuti pertemuan.
"Rhen'er...! Kebetulan kau berada disini. Ikut bibi ke Aula Pertemuan. Ada beberapa hal yang ingin di bahas. Yah...! Meskipun kita terlambat beberapa menit." Ucap Tetua Lei ini.
"Baik bi.." Ucap Zhi rhen kemudian.
"Huufffttt.....! Sepertinya kali ini aku akan menjadi alasannya terlambat." Gumam Zhi rhen dalam hati.
Di Aula pertemuan sendiri, sudah mulai membahas beberapa hal dan keperluan untuk pembukaan diri Sekte Langit. Pertemuan itu bahkan nampak akan berakhir hingga Tetua Lei ni dan Zhi rhen masuk ke dalam Aula itu.
"Maafkan aku semuanya...! Aku terlambat mengikuti pertemuan karena menunggu anak nakal ini." Ucap Tetua Lei ni yang menyalahkan Zhi rhen. Sebab dia tahu, bahwa mereka semua tidak akan tega untuk memarahi Zhi rhen.
"Zhi rhen memberi hormat pada Paman dan Bibi." Ucap Zhi rhen sambil satu kakinya berlutut.
"Bangunlah nak...! Kami tidak akan menyalahkanmu. Tetapi, apa kau tidak memberi salam pada kakakmu." Ucap Tetua Luo yi.
"Zhi rhen memberi salam pada Kakak Lan" Ucap Zhi rhen yang tidak berani menatap mata Lan ling.
"Kau masih berani pulang setelah menjebakku. Karenamu, Paman dan Bibi menyuruh diriku untuk menyambut seluruh perwakilan yang datang." Ucap Lan ling sambil menatap Zhi rhen.
"Itu....! Mereka semua salah mengartikan tulisanku. Yang aku maksudkan Nona muda merujuk pada Zhi yuen. Tetapi mereka berpikir bahwa itu dirimu Kakak Lan." Ucap Zhi rhen berpura-pura bodoh.
"Tidak perlu mengelak... Kau sangat pintar, jadi pasti sudah memperhitungkan semuanya. Selesai pertemuan ini, kau harus datang ke tempatku dan memberi penjelasan." Ucap Lan ling Kemudian.
"Baiklah...! Aku mengerti.." Ucap Zhi rhen yang terlihat pasrah.
Ketua dan Para Tetua akhirnya tersenyum dengan sangat puas. Sebab mereka memiliki beberapa penerus yang saling menyayangi. Mereka bahkan sangat hormat pada yang lebih tua dari mereka.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...