KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 44 Identitas Wu shian


__ADS_3

"Sekte Langit..! Kenapa aku tidak pernah mendengar nama Senior di Sekte Langit. Mungkinkah Senior, merupakan Tetua yang sudah mengasingkan diri..?" Tanya Zhi rhen.


"Apa maksudmu..? Tidak pernah mendengar namaku..? Apa kau juga berasal dari Sekte Langit..? Tanya balik Senior Wu shian.


" Itu...! Aku memang murid dari Sekte Langit. Tetapi, aku tidak begitu terkenal di kalangan murid sekte langit." Ucap Zhi rhen dengan jujur.


"Kalau begitu, bagaimana keadaan Sekte sekarang..? Siapa yang menjadi gurumu di sekte langit..?" Tanya Senior Wu shian tanpa henti.


"Aku murid dari Zhu lian." Ucap Zhi rhen tidak menutupi identitasnya. Karena dia berpikir, kalau Senior Wu shian adalah salah satu Tetua dari Sekte Langit.


"Zhu... Zhu lian....!" Ucap Senior Wu shian dengan gagap.


"Bruuukkkk..." Suara kaki senior Wu shian yang jatuh berlutut.


"Wu shian memberi hormat pada Tuan muda." Ucap Wu shian sambil berlutut.


Zhi rhen yang melihat Senior Wu shian berlutut menjadi sangat terkejut. Sebab, dia tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah Tuan muda dari Sekte Langit.


"Senior Wu...! Ada apa denganmu...?" Tanya Zhi rhen.


"Aku Wu shian...! Telah bersumpah, bahwa di dalam hidup ku ini. Akan selamanya melayani Tuan Zhu lian dan juga keturunannya. Jika Guru bagaikan Orang tua, Maka murid bagaikan anak." Ucap Wu shian mengatakan tekadnya.


"Baiklah...! Tapi bisakah Senior Wu bangun terlebih dahulu. Setelah itu, Senior bisa menjelaskan semuanya." Ucap Zhi rhen yang mencoba membantu Wu shian untuk berdiri.


"Aku akan bangun, jika Tuan muda tidak memanggilku dengan kata Senior. Tuan muda cukup memanggil namaku. Jika tidak, maka aku akan terus berlutut di tempat ini." Ucap Wu shian dengan tegas.


"Ahhh.... Baiklah..! Bagaimana jika Aku memanggilmu Bibi Wu.. Itu jauh lebih baik untukku. Aku harap Bibi Wu bangun terlebih dahulu dan menceritakan semuanya di dalam." Ucap Zhi rhen membujuk Wu shian.


Wu shian kemudian berdiri dengan di bantu Oleh Zhi rhen. Setelah itu, mereka masuk kedalam gubuk untuk mengobrol.

__ADS_1


"Hiks...! Hiks....! Bagaimana Tuan Zhu bisa pergi secepat itu. Aku bahkan belum menunjukkan semua hasil latihan ku." Ucap Wu shian yang terus menangis setelah mengetahui kematian Zhu lian.


"Bibi Wu....! Tak perlu bersedih lagi. Guruku sudah tenang di alam sana." Ucap Zhi rhen menghibur Wu shian.


Setelah beberapa lama, terlihat Wu shian yang mulai tenang. Dia kemudian terus memandangi Zhi rhen.


"Bibi Wu...! Jika kau betul pelayan guruku. Mengapa kau tidak tinggal di Sekte Langit..?" Tanya Zhi rhen yang membuka pembicaraan kembali.


"Saat itu Tuan Zhu mengajariku Kultivasi dan juga cara bertarung. Dia bahkan menurunkan Jurus Jantung Pedang Menusuk Langit padaku, Meskipun itu sebuah pelanggaran.! Awalnya kupikir, Tuan Zhu akan membawaku ikut dengannya... Tetapi yang tidak ku sangka, dia mengajariku kultivasi agar aku bisa melindungi diriku sendiri saat dia pergi meninggalkan sekte langit. Dia bahkan menyuruhku meninggalkan sekte langit, sebelum dia pergi berkelana." Ucap Wu shian menceritakan masa lalunya.


"Rupanya begitu....! Tetapi kenapa bibi tinggal disini. Mengapa bibi tidak kembali ke keluarga bibi..?" Tanya Zhi rhen penasaran.


"Tuan muda...! Aku sama sekali tidak memiliki keluarga. Bagiku, sekte langit merupakan keluargaku satu-satunya. Karena itu, setelah pergi dari sekte langit. Aku terus berlatih siang dan malam, hanya untuk mencari Tuan Zhu." Ucap Wu shian dengan sedih.


"Bagaimana jika bibi ikut denganku kembali ke sekte langit. Di sana juga kebetulan aku memiliki seseorang yang bermarga Wu. Mungkin bibi dan dia memiliki hubungan keluarga. Jika tidak, maka kita dapat membuat hubungan keluarga sendiri." Ucap Wu shian.


"Maafkan aku Tuan muda...! Semenjak aku tinggal di gubuk ini. Aku sudah bersumpah, tidak akan pernah kembali sebelum aku menguasai Jantung Pedang Menusuk Langit." Ucap Wu shian menjelaskan.


"Bibi Lei...! Apa maksud Tuan muda, Tetua Lei ni...!" Ucap Wu shian penasaran.


"Benar... Bibi Lei sangat memahami inti dari jurus ini." Ucap Zhi rhen dengan polos.


"Tuan muda...! Jurus ini lebih sulit dari yang di bayangkan..." Ucap Wu shian dengan datar.


"Hmmm....!! Tingkat Langit tahap Ke 2. Bagaimana jika aku menemani bibi berlatih. Mungkin dengan begitu, bibi bisa memahami Inti dari jurus yang bibi inginkan." Ucap Zhi rhen memberi saran.


"Tapi aku hanya memiliki sebuah pedang. Apa Tuan muda memiliki sebuah senjata." Ucap Wu shian kemudian.


"Tidak apa-apa bibi..! Aku akan menggunakan Ranting ini. Jika bibi bisa mematahkan ranting ini dengan pedang bibi. Maka saat itu, bibi sudah benar-benar memahami Inti dari Jantung Pedang Menusuk Langit." Ucap Zhi rhen sambil memungut sebuah ranting pohon.

__ADS_1


"Tuan muda...! Aku takut jika...?" Ucap Wu shian yang terpotong.


"Tidak apa-apa...! Percayalah padaku." Ucap Zhi rhen.


Wu shian yang melihat kepercayaan Zhi rhen, akhirnya memutuskan untuk menyerangnya. Pedang yang ada di Tangan Wu shian bergerak sangat cepat. Tetapi pedang itu terus berbenturan dengan ranting yang di gunakan Zhi rhen.


Pertarungan itu terus berlangsung, hingga membuat Wu shian menggunakan seluruh kemampuannya. Wu shian yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya nampak terkejut. Sebab tidak satu pun jurusnya yang menyudutkan Zhi rhen. Semua serangan yang dia lancarkan dapat di tangkis dan di hindari oleh Zhi rhen.


"Bibi Wu...! Tetaplah tenang dan jangan tergesa-gesa...!" Ucap Zhi rhen memberikan arahan.


Bukan hanya menjadi tenang, Wu shian justru menjadi lebih terburu-buru. Semua serangan yang dilancarkan, hanya mengandalkan kekuatan semata.


Zhi rhen kemudian menepis tangan Wu shian dengan rantingnya, dan dengan cepat mengarahkan ranting pohon itu ke arah jantung Wu shian. Melihat ranting pohon yang terhenti tepat di depan jantungnya, membuat Wu shian menjadi sangat terkejut.


"Ini....!! Bagaimana bisa..?" Ucap Wu shian yang tidak mempercayai apa yang di lihatnya.


"Bibi..! Seharusnya kau bisa lebih tenang dalam menyerang. Jika bibi terus menyerang dengan terburu-buru, maka hasilnya tidak akan seperti yang di harapkan." Ucap Zhi rhen memberikan arahan pada Wu shian.


"Tidak salah jika Tuan muda, murid dari Tuan Zhi. Melihat Kecepatan, Kekuatan dan Tehnik bertarung Tuan muda, jauh berada di atasku." Ucap Wu shian yang mengambil kembali pedangnya.


"Bibi tenang saja, melihat kemampuan bibi saat ini. Aku sangat yakin, bahwa bibi akan menguasai jurus ini dalam waktu sebulan." Ucap Zhi rhen sambil memberi semangat pada Wu shian.


"Aku mengerti Tuan muda...! Aku tidak akan mengecewakan Tuan muda di kemudian hari." Ucap Wu shian bersungguh-sungguh.


"Baiklah bi..! Melihat bibi yang sudah berlatih sejak semalam, ada baiknya jika kita beristirahat terlebih dahulu." Ucap Zhi rhen yang melihat Wu shian yang kelelahan.


"Baiklah...! Aku akan mengikuti semua perkataan Tuan muda." Ucap Wu shian kemudian.


💧💧💧💧💧💧💧💧

__ADS_1


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........


...TERIMA KASIH...


__ADS_2