KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 53 Meminta Tanaman Teratai Es.


__ADS_3

"Lei ni...! Aku benar-benar memohon kepadamu. Jika kau membantuku kali ini, Aku Huan ji akan mengingatnya seumur hidupku." Ucap Tetua Huan ji dengan tulus.


"Itu...! Bagaimana jika kita pergi bersama. Tetapi aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu." Ucap Tetua Lei ni.


"Baiklah...! Selama aku bisa berbicara kepada Leluhur Ji tian, itu sudah cukup." Ucap Tetua Huan ji.


Mereka bertiga kemudian mengikuti Tetua Lei ni. Saat berjalan menuju Taman belakang, Mereka sangat terkejut. Sebab, Jalan yang mereka lalui begitu indah dan tertata rapi. Udara disana bahkan lebih sejuk dari tempat lain. Energi Langit dan Bumi bahkan lebih terasa di tempat yang mereka lalui.


"Lei ni...! Apa ini jalan menuju ke Tempat Leluhur Ji tian." Ucap Tetua Huan ji.


"Huan ji... Ada hal yang sama sekali tidak kau ketahui. Sebenarnya, bahkan jika kita meminta Tanaman itu pada seluruh Leluhur Sekte Langit. Kita juga tidak akan pernah mendapatkannya." Ucap Tetua Lei ni.


"Apa maksudmu...? Bukankah kalian semua harus mendengar apa yang di katakan Leluhur Ji tian." Ucap Huan ji dengan heran.


"Kau benar...! Tetapi ini adalah Tempat dimana mereka tidak akan mendengarkan perkataan Leluhur Sekte Langit." Ucap Tetua Lei ni sambil menunjuk Paviliun Damai.


"Lei ni...! Tempat ini... Tempat apa ini..?" Tanya Tetuan Huan ji.


"Paviliun Damai...! Tempat di mana terdapat Tanaman Teratai Es." Ucap Tetua Lei ni.


Tetua Huan ji, dan kedua muridnya menjadi Terkejut dengan apa yang ada di hadapannya. Sebab, saat ini mereka bertiga dapat melihat Sebuah Formasi yang sangat kuat..


"Wu hui...! Ini aku....!" Ucap Tetua Lei ni dengan datar.


Setelah beberapa menit perkataan Tetua Lei ni. Dari dalam Formasi keluar seorang gadis belasan tahun yang sangat cantik.


"Wu hui... Pelayan Sekte Langit, memberi hormat pada Tetua Lei ni." Ucap Gadis itu, yang tidak lain adalah Wu hui.


"Wu hui...! Dia adalah sahabatku, dan ini kedua muridnya. Mereka merupakan perwakilan dari Sekte Teratai Es." Ucap Tetua Lei ni memperkenalkan mereka.


"Wu hui...! Pelayan Paviliun Damai, Memberi salam pada Tetua Huan ji, Nona muda Hao, dan Nona muda Yu." Ucap Wu hui kemudian.


Mereka bertiga kemudian menjadi terkejut. Sebab Wu hui yang hanya merupakan seorang pelayan dapat mengetahui nama dan identitas mereka. Terlebih lagi mereka terkejut dengan Tingkat kultivasinya yang berada di Tingkat Bumi tahap ke 6.

__ADS_1


"Tingkat kultivasinya sama seperti murid jenius dari berbagai Sekte. Tetapi di sini, dia justru jadi seorang pelayan." Gumam Tetua Huan Ji dalam hati sambil menatap Wu hui.


"Wu hui...! Tampaknya kau sudah bisa menebak semuanya." Ucap Tetua Lei ni.


"Aku sudah mendapatkan informasinya. Jika Tetua Lei ingin membantunya meminta Tanaman Teratai Es. Mungkin hal itu sangat sulit ku lakukan." Ucap Wu hui dengan jujur. Sebab Zhi rhen dulu pernah berpesan kalau Tanaman itu sangat berharga.


"Lei ni...! Apa maksudmu dengan ini." Ucap Tetua Huan ji yang semakin heran.


Bukan hanya Tetua Huan ji... Hao shian dan Yu chan juga menjadi heran dengan sikap Tetua Lei ni. Sebab dia tidak meminta pada Leluhur Sekte langit, melainkan dia meminta pada pelayan itu.


"Huan ji... Tanaman Teratai Es pada dasarnya milik Paviliun Damai. Dan Paviliun Damai merupakan satu-satunya tempat di sekte langit yang berdiri sendiri. Segala peraturan yang ada di Sekte Langit tidak akan berlaku di tempat ini." Ucap Tetua Lei ni dengan jujur.


Mereka bertiga kemudian lebih terkejut lagi saat mendengar perkataan Tetua Lei ni. Sebab, hal seperti ini sangat bertentangan jika di Sekte lain.


"Aku mengerti... Nona Wu, bolehkah aku berbicara kepada pemilik Paviliun Damai." Ucap Huan ji memanggil Wu hui dengan Sopan.


Wu hui yang mendengar Tetua Huan ji hanya terdiam. Dia hanya melihat ke arah Tetua Lei ni.


"Huan ji... Maafkan aku untuk ini." Ucap Tetua Lei ni tidak berdaya. Dia bahkan tidak dapat menolong sahabatnya sendiri.


Tetua Lei ni hanya terdiam dan tidak dapat berkata apapun.


"Lei ni...! Kalau begitu, tolong beri tahu aku, siapa pemilik Paviliun Damai. Aku akan berusaha untuk berbicara dengannya sendiri." Ucap Tetua Huan ji dengan datar.


"Huan ji...! Aku tidak memiliki kapasitas untuk memberitahumu. Jika boleh jujur, tidak ada 1 orang pun di Sekte Langit yang memiliki kapasitas untuk memberitahumu." Ucap Tetua Lei ni dengan jujur.


"Apakah ketua Sekte Langit juga tidak memiliki kapasitas itu.?" Tanya Tetua Huan ji yang mulai terlihat sedih.


"Benar... Bahkan Leluhur Sekte Langit juga demikian. Tidak akan ada seorang pun yang mengetahuinya, jika bukan dia sendiri yang memberitahukannya." Ucap Tetua Lei ni kemudian.


"Aku mengerti...! Kalau begitu, mari kita kembali ketempatmu terlebih dahulu." Ucap Tetua Huan ji yang mulai merasa putus asa.


"Hmmm" Gumam Tetua Lei ni yang kemudian beranjak pergi.

__ADS_1


Mereka kemudian berjalan meninggalkan Paviliun Damai. Tetapi tidak dengan Yu chan, Dia masih tetap berdiri dan menatap Wu hui.


"Nona Wu...! Tidak bisakah kau membantu kami walau hanya sedikit saja." Ucap Yu chan dengan wajah yang berharap.


"Nona muda Yu...! Aku tidak dapat membantumu sama sekali. Tetapi aku akan memberitahukanmu sedikit hal.... Orang lain mungkin tidak akan dapat memintanya, tetapi itu berbeda dengan anda. Jika anda memintanya dengan tulus, maka pemilik Paviliun Damai pasti akan memberikan Tanaman Teratai Es Padamu." Ucap Wu hui memberitahukan sedikit hal kepada Yu chan.


"Apa maksudmu Nona Wu." Ucap Yu chan yang tidak mengerti.


"Dia bahkan mungkin, akan memberikan Tanaman Teratai Es padamu tanpa syarat... Hanya hal itu, yang dapat aku beritahukan. Aku mohon pamit." Ucap Wu hui kemudian kembali masuk ke dalam Formasi.


"Tunggu....! Nona Wu...! Tolong jelaskan sedikit hal padaku." Ucap Yu chan yang sedikit teriak.


"Adik Yu...! Apa yang kau lakukan, guru mencarimu." Ucap Hao shian yang baru saja datang kembali.


"Tapi kak..." Ucap Yi chan yang terpotong.


"Sudah-sudah... Nanti saja kita berbicara untuk hal yang ingin kau katakan. Saat ini guru, sedang menunggu kita di Kediaman Tetua Lei ni." Ucap Hao shian memotong pembicaraan Yu chan.


Hao shian kemudian menarik Yu chan pergi untuk meninggalkan Paviliun Damai. Mereka berdua berjalan menuju kediaman Tetua Lei. Sesampainya di gerbang kediaman, mereka melihat Tetua Huan ji dan Tetua Lei ni yang sudah menunggu mereka.


"Yu chan....! Kemana saja kau, hingga membuat kami berdua harus menunggumu." Tanya Tetua Huan ji.


"Maafkan Aku guru, aku hanya sedikit bertanya pada Nona Wu di Paviliun Damai." Ucap Yu chan dengan jujur.


"Sudah-sudah, mari kita masuk ke dalam terlebih dahulu." Ucap Tetua Lei ni yang mempersilahkan mereka masuk.


Mereka berempat kemudian berjalan masuk kembali. Tetapi baru saja mereka masuk, Hao shian dan Yu chan menjadi terkejut melihat seorang pemuda dan beberapa gadis. Tetapi hal yang membuat mereka terkejut, karena pemuda itu tidak lain adalah Zhi rhen.


💧💧💧💧💧💧💧💧


Niatnya pengen Update 2 Chapter. Tetapi karena banyaknya kerjaan Offline, jadi updatenya 1 dulu yah kak.


💧💧💧💧💧💧💧💧

__ADS_1


...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........


...TERIMA KASIH...


__ADS_2