
Sepanjang perjalanan itu, Zhi rhen terus di ikuti oleh Tuan Putri Han.
"Tuan putri..! Maaf, ini adalah tempat penginapan yang aku tinggali. Sebaiknya Tuan putri juga segera pulang." Ucap Zhi rhen yang berada di depan penginapan.
"Hmm.... Baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggu mu lagi." Ucap Putri Han kemudian berbalik pergi.
Setelah Putri Han pergi, Zhi rhen kemudian masuk ke dalam penginapan. Begitu dia melangkahkan kakinya masuk, dia langsung di rangkul oleh He sin.
"Saudara He..! Kau mengejutkan ku." Ucap Zhi rhen.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kau sangat mengejutkanku dengan berjalan bersama Tuan Putri Han." Ucap He sin menggoda Zhi rhen.
"Apa yang kau bicarakan, aku tidak sengaja bertemu dengannya saat sedang membeli makanan." Ucap Zhi rhen menjelaskan.
"Iya... Iya.. Sudahlah..! Sekarang bagaimana kalau kita makan dan minum bersama." Ucap He sin mengajak Zhi rhen.
"Kali ini aku harus menolak ajakan mu. Sebab aku sudah banyak makan sejak dari tadi." Ucap Zhi rhen.
"Huffftt.. Sudahlah kalau begitu, aku tidak akan memaksamu. Oh iya, mulai besok kau harus lebih berhati-hati diluar sana. Sebab, beberapa perwakilan akan sampai esok hari." Ucap He sin memperingatkan Zhi rhen.
"Baiklah..! Aku mengerti. Oh iya saudara He. Aku pamit dulu untuk istirahat." Ucap Zhi rhen kemudian.
"Tentu saja saudara Zhi." Ucap He sin yang kemudian memesan beberapa makanan di penginapan.
Zhi rhen kemudian berjalan menuju kamarnya. Meskipun terlihat tenang, tetapi dia mengetahui kalau sedang di awasi.
"Apa Tuan Putri di setiap Kerajaan memang seperti ini." Gumam Zhi rhen dalam hati.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Di kediaman pemimpin kota awan, terlihat Putri Han yang baru saja kembali.
"Tuan putri... Bagaimana mungkin anda keluar tanpa memberitahuku." Ucap Komandan Je.
"Jangan khawatir komandan Je, Aku hanya keluar untuk mengecek sesuatu. Keluarlah...!!" Ucap Tuan Putri Han.
"Hamba memberi hormat pada Tuan putri Han xua." Ucap orang yang baru terlihat di hadapan Putri Han.
__ADS_1
"Tentang pemuda itu, Bagaimana menurutmu Tetua Duo." Ucap Putri Han xua.
Begitu perkataan Tuan Putri Han xua selesai. Terlihat beberapa orang yang sangat terkejut. Terutama Komandan Je, sebab dia berada langsung di bawah komando orang itu, Yakni Tetua Duo Shen ( Raja Perang dari kerajaan Han ).
"Kultivasi anak itu sangat rendah. Tetapi melihat tingkah lakunya, aku sedikit yakin dengan perkataannya. Sebab dia memang terlihat seperti seorang pengelana yang baru pertama kali melihat kota." Ucap Tetua Duo yang mencoba memberikan pendapatnya.
"Aku juga berpikir demikian. Sewaktu bersamanya, dia hanya membeli beberapa makanan yang terlihat aneh dan enak." Ucap Putri Han xua.
"Kurasa... Yang harus menjadi perhatian Tuan Putri saat ini, hanyalah keluarga besar dan juga sekte besar." Ucap Tetua Duo.
"Aku mengerti..! Tetua Duo boleh pergi." Ucap Putri Han Xua.
💧💧💧💧💧💧💧💧
Keesokan harinya sudah banyak rombongan yang masuk ke kota awan. Beberapa perwakilan dari sekte dan juga keluarga besar sudah terlihat.
Sedangkan Zhi rhen masih terlihat bersama He sin dilantai bawah untuk sarapan. Tiba-tiba terlihat seseorang yang menghampiri mereka.
"Tuan muda He..! Patriak memintaku untuk melindungi anda." Ucap Orang itu.
"Tetua He ling..! Anda sudah sampai.. Duduklah dan makan bersama kami. Oh iya..! Ini sahabat yang selalu bersamaku beberapa hari ini. Namanya Zhi rhen." Ucap He sin sambil memperkenalkan Zhi rhen.
"Zhi rhen... Aku sudah mendengar tentangmu. Beberapa hari ini, sudah banyak yang mengatakan bahwa Tuan muda He bergaul dengan seorang pengelana. Ternyata itu kau...!" Ucap Tetua He sin sambil menyipitkan matanya.
"Aku tak tahu, kalau begitu banyak orang yang berbicara tentangku. Oh iya, mungkin ada hal yang ingin Tetua diskusikan dengan saudara He. Jadi, aku mohon pamit." Ucap Zhi rhen yang ingin menghindari Tetua He.
Zhi rhen kemudian pergi meninggalkan penginapan tersebut. Keadaan diluar saat ini lebih ramai dari sebelumnya.
"Tampaknya beberapa perwakilan telah datang." Gumam Zhi rhen sambil melihat beberapa orang dengan tingkatan kultivasi bumi dan langit.
Seperti biasa, Zhi rhen kemudian mencari beberapa makanan ringan di sepanjang jalan. Tidak lama setelah Zhi rhen berjalan berkeliling, dia berpapasan dengan Putri Han xua. Kali ini Putri Han xua di temani beberapa pelayan. Zhi rhen yang melihat Putri Han xua, segera tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat.
Putri Han xua yang melihat Zhi rhen di hadapannya hanya berjalan terus. Dia bahkan mengabaikan keberadaan Zhi rhen, seakan-akan dia hanyalah orang asing. Setelah dia melewati Zhi rhen, dia sangat terkejut. Sebab terdengar suara gadis yang memanggil Zhi rhen.
"Saudara Zhi...!!" Terdengar panggilan seorang gadis.
Zhi rhen yang mendengar seseorang memanggilnya segera berbalik. Zhi rhen juga terkejut melihat orang itu. Sebab orang itu berasal dari sekte Teratai Es, Yakni Hao shiang dan Yu chan.
__ADS_1
"Saudari Hao, saudari Yu..! Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian disini." Ucap Zhi rhen sambil tersenyum.
Putri Han xua yang berada tidak jauh dari mereka merasa terkejut. Sebab ini adalah Nona muda dari Sekte besar. Salah satu sekte yang menjadi penopang kerajaan Han.
"Saudara Zhi, bagaimana kabarmu? Aku tidak menyangka, kau juga berada disini." Ucap Hao Shiang sambil tersenyum.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana keadaan kalian?" Ucap Zhi rhen yang balik bertanya.
"Kami baik-baik saja." Ucap Hao shiang.
"Saudara Zhi..!" Gumam Yu chan dengan pelan.
"Saudari Yu..! Maafkan aku untuk kejadian yang lalu. Aku sudah membuatmu dalam masalah." Ucap Zhi rhen.
"Tidak apa-apa... Justru aku bersyukur, karena keadaan saudara yang baik-baik saja." Ucap Yu chan dengan malu. Sebab, dia terus ingat akan perkataan Zhi rhen di Menara Bulan.
"Adik Yu.. Lihatlah, bukankah dia Putri dari Kerjaan Han." Ucap Hao shiang sambil melihat Putri Han yang berjalan pergi.
"Benar... Tidak perlu memperdulikannya." Ucap Yu chan yang merasa kesal akan apa yang dilakukan Putri Han kepada Zhi rhen.
Meskipun dari segi status, Putri Han xue lebih tinggi. Tetapi bagaimanapun, itu tidak akan pernah membuat Nona muda dari Sekte Besar harus menundukkan kepalanya.
"Sudah... sudah...! Karena kalian baru tiba, bagaimana jika aku mentraktir kalian. Di sepanjang jalan ini terdapat beberapa makanan yang enak." Ucap Zhi rhen dengan penuh senyum.
Mereka kemudian terkejut dengan perkataan Zhi rhen. Sebab makanan yang ada di sepanjang jalan ini, merupakan makanan yang banyak di temui di manapun. Dan tidak ada yang istimewa dari makanan yang ada di kota awan.
Mereka kemudian tersenyum melihat kepolosan Zhi rhen. Sebab mereka tahu, bahwa Zhi rhen yang sudah lama ikut dengan gurunya, pasti belum pernah menikmati makanan di pinggir jalan.
"Tentu saja Saudara Zhi, kami akan menemanimu." Ucap Hao Shiang sambil tersenyum kepada Yu chan.
"Berhenti di sana...!" Terdengar suara seseorang saat mereka hendak pergi.
"Guru..!" Ucap Hao shiang dan Yu chan bersamaan.
"Zhi rhen memberi salam pada Tetua Huan ji." Ucap Zhi rhen sambil mengatupkan kedua tangannya.
💧💧💧💧💧💧💧💧
__ADS_1
...Mohon Dukung Novel ini dengan memberi Like, Komentar dan Vote........
...TERIMA KASIH...