KULTIVASI MURNI

KULTIVASI MURNI
Bab 22 Serangan


__ADS_3

"Lantai 1" Ucap ulang Kung chi seakan tidak percaya.


"Benar senior..!" Ucap Zhi rhen datar.


"Kalau begitu saudara dapat melihat-lihat dulu. Jika ada yang saudara inginkan, anda dapat memberi tahu pelayan yang ada di sana." Ucap Kung chi sambil menunjuk seorang gadis.


Zhi rhen kemudian melihat-lihat semua sumber daya yang ada di lantai 1. Meskipun begitu, tidak ada sumber daya yang bisa membuat Zhi rhen terkejut.


"Sungguh organisasi yang besar. Gadis itu juga berada di Tingkat Langit. Aku yakin dia bukanlah seorang pelayan." Gumam Zhi rhen dalam hati.


Gadis itu hanya terus memperhatikan Zhi rhen. Kemanapun Zhi rhen melangkah, tak pernah luput dari pandangan gadis itu.


"Jadi dia pemuda yang bersama Yu chan, sungguh tampan. Hanya saja, tingkatannya benar-benar lemah." Gumam gadis itu dalam hati yang tidak lain merupakan Putri Liu Ni, pemilik dari Menara bulan.


"Maafkan aku Nona muda. kalau boleh tahu, berapa harga pedang kayu ini." Ucap Zhi rhen sambil melihat gadis itu.


"Tuan muda, aku hanyalah pelayan disini. Anda tidak perlu begitu sopan padaku, dan untuk senjata kayu itu, hanya seharga 1 koin emas." Ucap putri Liu ni.


"1 koin emas yah, Saudari Yu memberikan aku 10 koin emas untuk bekal ku. Ku rasa aku harus membeli sebuah senjata, agar dapat terlihat layaknya seorang kultivator." Gumam Zhi rhen dalam hati.


"Baiklah Nona, aku akan membeli pedang kayu ini." Ucap Zhi rhen sambil memberikan 1 koin emas.


" Terima kasih banyak Tuan muda, apa ada barang yang anda inginkan lagi." Ucap Putri Liu ni dengan bertanya.


Begitu perkataan putri Liu ni selesai. Terjadi sebuah ledakan yang besar diluar halaman. Zhi rhen yang mendengar itu cukup terkejut karena ada yang berani menyerang Menara bulan. Zhi rhen kemudian keluar dan sangat terkejut dengan orang yang ada di sana. karena orang itu tidak lain adalah Hao shiang dan Yu chan dari sekte teratai es.


"Gawat, sepertinya kita masuk dalam jebakan kakak Hao." Ucap Yu chan sambil melihat Hao shiang.


"Ternyata Nona muda dari sekte teratai es, pantas saja mempunyai nyali yang besar hingga menyerang orang dari Menara bulan." Ucap Senior Kung chi yang baru saja keluar.


"Maafkan kami tetua Kung, kami berpikir bahwa teman kami dalam kesusahan di tempat ini." Ucap Yu chan sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Teman, omong kosong apa yang sedang kau bicarakan. Begitu masuk, kau langsung menyerang kami yang sedang latihan." Ucap orang yang terluka akibat serangan Yu chan.


"Saudari Hao, saudari Yu, ada apa ini? Tanya Zhi rhen sambil menghampiri mereka.


" Saudara Zhi, tampaknya kami telah di jebak. Kami mendengar dari seseorang di penginapan, kalau tingkat fana yang datang ke Menara bulan di hajar habis-habisan. Karena itu kami datang kesini untuk menolong mu. Tapi siapa sangka, mereka menjebak kami dengan orang yang berpakaian sama denganmu." Ucap Hao shiang sambil melihat orang yang memiliki baju yang sama dengan Zhi rhen.


"Nona muda Hao, apa setelah menghajar orang kami. Kau bisa menghina kami juga." Ucap Tetua Kung sambil mengeluarkan kekuatan jiwanya.


"Tetua Kung, kami tidak bermaksud seperti itu. Ini hanya sebuah kesalahpahaman, kami akan bertanggung jawab untuk apa yang terjadi." Ucap Hao shiang segera.


"Tanggung jawab...!! Baiklah, karena kalian berdua Nona muda dari sekte teratai es.1000 koin emas untuk biaya kerusakan serta pengobatan beberapa anggota Menara bulan yang terluka, tidak boleh kurang dari itu!!" Ucap Kung chi langsung menyebutkan harga kompensasi.


"Tetua Kung, Meskipun kami Nona muda dari sekte teratai es, tetapi kami tidak memiliki uang sebanyak itu." Ucap Yu chan dengan segera.


"Tetua kung, aku tahu murid ku sudah membuat kesalahan. Mohon Tetua kung berbesar hati untuk memberi keringanan." Ucap Seorang wanita yang ada di atap gerbang menara bulan


"Guru." Ucap kedua saudari serempak.


"Kalian berdua diamlah..!! Kalian akan mendapat hukuman saat pulang nanti." Ucap wanita itu yakni Huan ji yang tidak lain merupakan tetua kedua dari sekte teratai es serta Guru dari Hao shiang dan Yu chan.


"Yu'er..! Berikan pedang itu pada tetua Kung." Ucap Huan ji dengan datar.


"Tapi guru." Ucap Yu chan tak rela.


"Apa kau tidak mendengar ku. cepat berikan..!!" Bentak Huan ji dengan sangat tegas.


Yu chan kemudian menghampiri Tetua Kung dan memberikan pedang kesayangannya dengan wajah tak rela. Terlihat setetes air mata jatuh di pipinya.


"Terima kasih atas kebaikan Tetua Kung, Kami pamit." Ucap Tetua Huan sambil mengatupkan kedua tangannya.


Tetua Huan kemudian berbalik dan di ikuti oleh Hao shiang dan Yu chan.

__ADS_1


"Oh iya, aku juga sudah mendengar kabar tentangmu. Jika kau benar-benar pria sejati, jawab pertanyaan ku. Apa kau memiliki perasaan dengan murid ku Yu chan.?" Tanya Tetua Huan sambil melihat ke arah Zhi rhen.


Terjadi keheningan seketika itu juga. Bahkan Hao shiang dan Yu chan tampak terkejut mendengar pertanyaan itu. Yu chan kemudian melihat ke arah Zhi rhen sambil menggelengkan kepalanya sebagai tanda untuk menjawab tidak.


"Aku memilikinya. Aku memiliki perasaan padanya." Jawab Zhi rhen tegas sambil melihat ke arah Yu chan.


"Wuuussss" Suara angin tercipta dengan sangat cepat yang mengarah pada dada Zhi rhen.


Zhi rhen yang melihat serangan datang padanya segera menahan dengan pedang kayunya.


Pedang kayu itu kemudian patah menjadi 2, dan serangan telapak tangan Tetua Huan ji segera mengenai dada Zhi rhen dengan telak.


Hal itu membuat Zhi rhen terbang menabrak dinding dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Saudara Zhi." Ucap kedua saudari itu.


"Berhenti di sana..!! Jika kalian menolongnya, kalian tidak lagi menjadi murid ku dan juga bagian dari sekte teratai es." Ucap Tetua Huan dengan Tegas kepada kedua saudari tersebut.


Dia kemudian berbalik kepada Zhi rhen dan berkata.


"Tidak punya status, tidak punya kekayaan dan tidak punya kekuatan. Kau tidak pantas bagi murid ku, namun aku memberimu 1 kesempatan. Jika dalam 3 hari kau tidak mati, Aku akan mempertimbangkan hal ini."


Zhi rhen hanya diam saja setelah serangan itu. Dengan mata yang tertutup, Zhi rhen memegang dadanya yang telah diserang dengan tangan kiri serta tangan kananya mengepal dengan sangat erat.


"Aku harap Menara bulan tidak tersinggung dengan hal yang baru saja kulakukan." Ucap Tetua Huan kemudian berbalik pergi di ikuti oleh kedua saudari tersebut.


Terjadi beberapa menit keheningan setelah kepergian Tetua Huan. Selain gadis yang menghampiri Zhi rhen, tidak ada seorangpun yang berani bergerak.


"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya gadis cantik itu yang tidak lain adalah Putri Liu.


Zhi rhen kemudian melepas genggaman tangannya. Kemudian membuka matanya melihat Putri Liu.

__ADS_1


"Putri..!! Cepat mundur..!!" Teriak Tetua Kung.


Putri Liu yang menyadari apa yang terjadi segera mundur menjauh ratusan meter dari Zhi rhen. Nampak di wajahnya terlihat sedikit khawatir dan juga sedikit ketakutan melihat Zhi rhen.


__ADS_2